Rabu, 15 November 2017

Sekolah Negeri Wajibkan Non-Muslim Berjilbab, Bupati Banyuwangi Marah Besar

Sekolah Negeri Wajibkan Non-Muslim Berjilbab, Bupati Banyuwangi Marah Besar
Sempat selfie bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, korban peraturan diskriminatif SMPN 3 Genteng, NWA.

BANYUWANGI - Diskriminasi terjadi dalam proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 3 Genteng, Banyuwangi. Seorang siswi, NWA, warga Kecamatan Genteng tak bisa masuk sekolah yang menerimanya, lantaran harus memakai jilbab padahal dia seorang non muslim. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar kaget dan marah begitu mendengar informasi ini.

Anas langsung meminta Kepala Dinas Pendidikan daerah setempat untuk membatalkan aturan wajib berjilbab yang diterapkan berdasarkan inisiatif pimpinan SMPN 3 Genteng itu. Tak hanya itu, Bupati Anas meminta kepada Diknas Banyuwangi untuk memberikan sanksi dan evaluasi kepada Kepala Sekolah sekolah tersebut.

Menurut Anas, aturan atau regulasi khusus di SMPN 3 Sempu itu dinilainya diterapkan secara serampangan karena tanpa melihat latar belakang agama siswa, sehingga berpotensi mendiskriminasi pelajar beragama selain Islam.

"Saya dapat info itu kaget sekali. Saya telepon Pak Sulihtiyono (kepala dinas pendidikan), dan minta itu dicek. Ternyata itu aturan inisiatif pimpinan sekolahnya. Terus terang saya kecewa. Kita ini pontang-panting jaga kerukunan umat, kok masih ada paradigma seperti ini. Kalau berjilbab untuk pelajar muslim kan tidak masalah, tapi ini diterapkan secara menggeneralisasi tanpa melihat latar belakang agama pelajarnya," tegas Anas kepada sejumlah wartawan.

Anas menambahkan, penerapan aturan ini bakal menjadi pertimbangan serius bagi dirinya untuk mengevaluasi kinerja kepala sekolah. "Saya minta kepala dinas untuk mengkaji pemberian peringatan dan sanksi kepada pimpinan sekolah yang menerapkan aturan itu," tegas Anas.

Kejadian kurang mengenakkan yang menimpa NWA, salah seorang pelajar perempuan dari Kecamatan Genteng. Pelajar itu urung masuk SMPN 3 Genteng karena ada aturan pewajiban seluruh siswi mengenakan jilbab tanpa terkecuali.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono mengatakan menjelaskan, terdapat tiga skema pendaftaran siswa baru. Yang pertama sistem zona dan siswa dari keluarga kurang mampu. Kedua, pendaftaran berbasis online. Ketiga, jalur minat, bakat, dan prestasi. NWA mendaftar melalui online dengan dua pilihan, yaitu SMPN 1 Genteng dan SMPN 3 Genteng. Yang bersangkutan kemudian diterima di SMPN 3 Genteng, namun urung masuk karena adanya aturan pewajib berjilbab. Akhirnya NWA mencoba melalui jalur minat, bakat, dan prestasi, sehingga diterima di SMPN 1 Genteng.

Baca SelengkapnyaSekolah Negeri Wajibkan Non-Muslim Berjilbab, Bupati Banyuwangi Marah Besar

Selasa, 08 Agustus 2017

Umat Katolik Nigeria Ditembaki di Gereja, 11 Tewas dan 18 Luka

Umat Katolik Nigeria Ditembaki di Gereja, 11 Tewas dan 18 Luka

WARRI - Sedikitnya 11 jemaat sebuah gereja Katolik di wilayah tenggara Nigeria, tewas ditembak pada hari Minggu (6/8/2017). Otoritas setempat menyebutkan, pertumpahan darah di gereja tersebut dipicu oleh pertikaian kelompok lokal di wilayah itu.

Seperti diberitakan AFP, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mengecam serangan tersebut. Dia menggambarkan kejadian tersebut sebagai kejahatan mengerikan terhadap kemanusiaan dan penghujatan yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Buhari mengeluarkan pernyataan yang dirilis pihak Kantor Presiden Nigeria.

"Tidak ada pembenaran apapun untuk menargetkan umat yang sedang beribadah di gereja, dan membunuh mereka dengan darah dingin."

Disebutkan, sekitar pukul 6.00 waktu setempat, setidaknya satu orang bersenjata melepaskan tembakan ke arah Gereja Saint Philip di Ozubulu, dekat Kota Onitsha. Tembakan itu menjadi awal teror bagi jemaat yang sedang beribadah.

Pastor Paroki Jude Onwuaso mengatakan, awalnya adalah kedatangan seorang "pemuda atau mungkin pria dewasa" memasuki gereja dan mulai menembak.

"Setelah tembakan-tembakan pertama dilepaskan, ia lalu menembaki lagi, dan saya kira orang-orang yang tewas adalah korban rentetan tembakan yang kedua. Ketika saya kembali, saya menemukan sejumlah jemaat paroki saya meninggal, sekitar lima atau enam tahun orang.

"Banyak orang terluka, ada yang tertembak di perut, ada yang tertembak di kepala dan ada yang tertembak di tangan."

Seorang saksi, Chukwuma Emeka, mengatakan, dia baru saja keluar dari gereja untuk meregangkan kaki, ketika saya mendengar suara tembakan dan teriakan dan orang-orang berlari masuk.

"Ketika kekacauan mereda, saya masuk ke dalam, saya melihat sesama anggota gereja saya meninggal di genangan darah. Sementara, yang lain berteriak kesakitan."

Serangan terhadap gereja jarang terjadi di Nigeria selatan, di mana populasi penduduk di sana mayoritas beragama Kristen. Wilayah di utara negara itu berpenduduk mayoritas Muslim, dan kini berada di bawah cengkraman kekerasan kelompok teroris Boko Haram.

Boko Haram selama ini dikenal sebagai militan Islam yang kerap menargetkan pusat-pusat keagamaan Non-Muslim sebagai sasaran. Sebelumnya, Boko Haram telah membakar ratusan gereja selama pemberontakannya di timur laut negara tersebut.

Sumber:

Baca juga:
Baca SelengkapnyaUmat Katolik Nigeria Ditembaki di Gereja, 11 Tewas dan 18 Luka

Kamis, 01 Juni 2017

Selain Bakar Gereja, Kelompok Militan Islam Culik Pastor dari Kota Marawi

Selain Bakar Gereja, Kelompok Militan Islam Culik Pastor dari Kota Marawi
Kelompok militan Islam serang gereja di Marawi.

MANILA - Kelompok militan Maute yang berafiliasi dengan ISIS yang menyerang kota Marawi sejak Selasa (23/5/2017) selain membakar sebuah gereja juga menculik seorang pastor dan 10 warga sipil.

Kelompok ini menculik Pastor Teresito Suganob, seorang sekretaris gereja, dua mahasiswa magang, dan sejumlah umat gereja Katedral Our Lady Help di kota marawi.

Demikian dikabarkan stasiun televisi ABS-CBN mengutip Uskup Edwin dela Pena, pejabat gereja Katolik setempat.

"Mereka menegosiasikan dengan saya agar militer tak mengejar mereka dan menyatakan gencatan senjata," kata Dela Pena dalam wawancara dengan stasiun radio DZMM.

"Mereka mengancam akan membunuh para sandera jika pasukan pemerintah yang mengejar tidak ditarik mundur," tambah Kepala Konferensi Wali Gereja Filipina, Uskup Agung Socrates Villegas kepada ABS-CBN.

Uskup Agung Villegas meminta warga Filipina mendoakan agar para sandera selamat dan mengecam para penculik karena para korban adalah warga sipil yang tak bersenjata.

Sebelumnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menerapkan status darurat militer di seluruh Pulau Mindanao dan kepulauan di sekitarnya menyusul krisis di Marawi ini.

Akibat masalah ini, Presiden Duterte bahkan harus mempercepat kunjungan kerjanya di Rusia yang seharusnya berlangsung selama lima hari.

Serbuan kelompok bersenjata ini mengakibatkan dua tentara dan seorang polisi tewas serta 12 lainnya terluka.

Selain itu sebuah gereja, sekolah, dan penjara dibakar para penyerbu serta beberapa rumah penduduk juga mengalami kerusakan.

Marawi adalah ibu kota provinsi Lanao del Sur di Mindanao yang sebagian besar dari 200.000 orang warganya memeluk agama Islam.

Baca SelengkapnyaSelain Bakar Gereja, Kelompok Militan Islam Culik Pastor dari Kota Marawi

Kamis, 27 April 2017

Papua Akan Bangun Patung Yesus Berlapis Emas Senilai 500 Miliar

Papua Akan Bangun Patung Yesus Berlapis Emas Senilai 500 Miliar
Rencana pembangunan patung Yesus di Jayapura.

Pemerintah Provinsi Papua berencana membangun patung Yesus di Jayapura untuk menarik wisatawan dan menunjukkan keragaman Indonesia dengan "Serambi Mekah di barat dan tanah Injil di timur."

Patung setinggi 60 meter itu dijadwalkan akan siap pada 2020 dan bagian dari proyek senilai Rp500 miliar termasuk membangun pelabuhan dan akses dari ibu kota Jayapura ke Puncak Gunung Swajah, rencana lokasi patung Yesus, kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Papua, Djuli Mambaya.

"Patung ini adalah simbol keberagaman beragama, simbol keyakinan orang Papua ... dengan di ujung barat ada Serambi Mekah dan di ujung timur ada Serambi Kanaan atau Tanah Injil," kata Djuli.

Djuli mengatakan pembangunan besar ini utamanya ditujukan untuk menarik wisatawan ke pulau di ujung timur Indonesia ini.

Patung Yesus saat ini terdapat di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Toraja, Sulawesi Selatan dan Manado, Sulawesi Utara.

Papua Akan Bangun Patung Yesus Berlapis Emas Senilai 500 Miliar
Puncak Gunung Swajah, tempat rencana lokasi patung Yesus.

Apa kata para netizen terkait rencana ini? Berbagai pendapat melalui media sosial termasuk dari akun Eva Chatarina yang menulis melalui Facebook, "Saya Katolik, bangga kiranya jika ada dibuat Patung Yesus itu. Tp (tapi) akan lebih bijak jika dana sebesar itu digunakan utk hal2 yg (hal-hal yang) lebih manfaat utk (untuk)kesejahteraan warga di Papua."

Komentar tak setuju juga dilontarkan Husnikamal yang menyatakan, "Saya Muslim, saya berpendapat, lebih baik untuk pendidikan anak-anak Papua dan sandang pangannya saja!"

Namun tak sedikit yang setuju termasuk akun atas nama Sulistiono Su'Ahmad yang menulis, "Saya setuju,tapi dengan dibangun patung Jesus kesejahteraan masyarakat sekitar bisa naik karena wisata."

Patung Yesus ini dibangun dengan biaya tak sedikit karena bagian luar akan dilapisi emas, hasil tambang Freeport, kata Djuli, tanpa merinci berapa dana untuk patung itu sendiri.

Djuli mengatakan rencananya akan dibangun lift agar pengunjung dapat menikmati pemandangan Jayapura dari atas melalui bagian mata patung.

Anggota DPR Papua, Sinut Busup, dari komisi yang membidangi infrastruktur mengatakan rencana pembangunan ini sudah ada sejak tahun 2009 dan baru kali ini ditetapkan dimulainya pembangunan.

"Yang akan dibangun termasuk pelabuhan internasional agar arus untuk pariwisata bisa masuk, juga akan ada museum yang menceritakan tentang bagaimana Injil bisa masuk Papua," kata Sinut.

Baca SelengkapnyaPapua Akan Bangun Patung Yesus Berlapis Emas Senilai 500 Miliar

Senin, 10 April 2017

Dua Gereja Mesir Dibom Saat Rayakan Minggu Palma, 36 Korban Tewas

Dua Gereja Mesir Dibom Saat Rayakan Minggu Palma, 36 Korban Tewas

KAIRO - Jumlah korban tewas dua serangan ke dua gereja yang ada di Mesir terus bertambah. Sedikitnya 36 nyawa melayang akibat teror keji tersebut.

Ledakan pertama terjadi di Gereja St George di kota Tanta, Minggu (9/4/2017). Sedangkan ledakan kedua terjadi di Gereja Kristen Koptik di Alexandria. Reuters per pukul 20.30 WIB, melaporkan ada 36 korban tewas dalam dua insiden tersebut.

Serangan di Tanta menewaskan 25 orang dan membuat 78 orang lainnya mengalami luka. Sedangkan serangan di Alexandria menewaskan 11 orang dan mencederai 35 orang lainnya.

Siapa otak di balik serangan itu juga terkuak. Dua serangan diinisiasi oleh pihak yang sama: ISIS.

"Grup yang merupakan bagian dari ISIS melakukan dua serangan di gereja yang ada di Tanta dan Alexandria," demikian pernyataan ISIS melalui agensi berita Amaq.

Paus Tawadros II tengah berada di dalam gereja di Alexandria ketika serangan terjadi. Namun pejabat Kementerian Dalam Negeri Mesir menyatakan, Paus Tawadros II dalam kondisi aman.


Dua Gereja Mesir Dibom Saat Rayakan Minggu Palma, 36 Korban Tewas
Dua gereja Koptik menjadi sasaran serangan yang diklaim dilakukan oleh ISIS.

Mesir Terapkan Keadaan Darurat

Presiden Abdul Fattah al-Sisi menyatakan keadaan darurat selama tiga bulan di seluruh Mesir menyusul dua serangan bom di gereja Koptik pada hari Minggu (09/04).

Presiden al-Sisi menyampaikan hal itu dalam pidato di istana presiden setelah menghadiri pertemuan Dewan Pertahanan Nasional untuk membahas serangan yang terjadi bertepatan dengan perayaan Minggu Palma untuk menandai masuknya Yesus Kristus ke Jerusalem.

Dengan penerapan negara dalam keadaan darurat maka pihak berwenang dapat melakukan penangkapan tanpa surat perintah penangkapan.

Selain itu, aparat keamanan dapat melakukan penggeledahan di rumah-rumah penduduk tanpa surat perintah. Pemberlakuan negara dalam kondisi darurat harus mendapat persetujuan parlemen.

Dikatakan oleh presiden bahwa keadaan darurat akan diterapkan setelah ditempuh semua "langkah legal dan konstitusional". Mayoritas anggota parlemen mendukung Presiden al-Sisi.


Dua Gereja Mesir Dibom Saat Rayakan Minggu Palma, 36 Korban Tewas
Menurut para saksi mata, ledakan di Tanta terjadi di samping altar.

Korban Keseluruhan Bertambah

Seluruh korban yang meninggal di sana dimakamkan di kuburan massal di Tanta.

Seorang saksi mata, Emil Edward, menuturkan ledakan di gereja di Tanta terjadi ketika sedang digelar doa.

"Saya duduk di bangku depan dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Saya pingsan dan seseorang mendorong saya dari bangku. Beberapa saat kemudian, saya terbangun dan melihat mayat-mayat di sekeliling saya," katanya.

Beberapa jam kemudian, polisi berhasil menghentikan terduga pengebom masuk ke dalam Gereja Koptik St. Markus di Iskandariyah. Terduga pelaku kemudian meledakkan bom di luar gereja yang menyebabkan 17 orang meninggal dunia, termasuk anggota kepolisian.

Sumber:
Baca SelengkapnyaDua Gereja Mesir Dibom Saat Rayakan Minggu Palma, 36 Korban Tewas

Jumat, 24 Maret 2017

Lindungi Gereja Santa Clara, Ratusan Polisi Dilempari Batu oleh Ormas Islam

Lindungi Gereja Santa Clara, Ratusan Polisi Dilempari Batu oleh Ormas Islam

Ratusan orang yang tergabung dalam sejumlah ormas Islam terlibat kericuhan dengan dengan personel kepolisian yang menjaga Gereja Katolik Santa Clara, Jalan Raya Kaliabang, Bekasi Utara. Gas air mata ditembakkan ke arah demonstran.

Kericuhan terjadi karena massa yang mendesak masuk ke dalam gereja, namun dihalangi oleh kepolisian sekitar pukul 14.00 WIB. Sebagian orang juga mulai melempar botol minuman, bebatuan ke arah aparat kepolisian yang berjumlah sekitar 500 personel.

Karena kericuhan terjadi, aparat kepolisian mulai menembakkan gas air mata dan membuat suasana semakin memanas. Aparat keamanan yang awalnya ada di dalam gereja ikut keluar untuk membantu aparat yang menghalagi para demonstran masuk ke gereja

Saat ini, Jalan Raya Kaliabang Tengah ke arah kawasan Duta Harapan ditutup. Sejumlah personel kepolisian dari Polda Metro Bekasi Kota dan Brimob memang ditempatkan di sejumlah titik di sekitar gereja, seperti di dalam dan di luar gereja.

Tak hanya itu, personel Lalu Lintas juga dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas di Jalan Raya Kaliabang yang mulai padat imbas dari rencana aksi tersebut.

Sementara itu, ratusan orang yang akan menggelar aksi juga telah terlihat memadati jalan di depan Gereja Katolik Santa Clara. Mereka terlihat membawa sejumlah bendera berlafaz arab dan spanduk berisi penolakan pembangunan gereja tersebut.

Sebelumnya, pembangunan Gereja Katolik Santa Clara yang berdiri di atas lahan 5 ribu meter persegi tersebut mendapat penolakan dari sejumlah ormas Islam. Mereka menilai, izin pembangunan gereja tersebut menyalahi aturan dan mendesak Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mencabut izin bangunan tersebut.

Baca SelengkapnyaLindungi Gereja Santa Clara, Ratusan Polisi Dilempari Batu oleh Ormas Islam

Jumat, 10 Maret 2017

Pemkab Bogor: 3 Gereja di Parung Panjang 'Status Quo', Tidak Boleh Ada Aktivitas Apapun

Pemkab Bogor: 3 Gereja di Parung Panjang 'Status Quo', Tidak Boleh Ada Aktivitas Apapun

Pemerintah Kabupaten Bogor Jawa Barat memutuskan tiga gereja di Griya Parung Panjang dalam kondisi status quo, atau tidak boleh ada aktivitas keagamaan apapun di sana.

Tiga gereja itu adalah Gereja Katolik, Gereja Methodist Indonesia dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bogor mewakili umat Kristen, Febriyanto mengatakan keputusan itu diambil pemerintah Kabupaten Bogor sampai ada keputusan final yang akan diambil akhir Maret ini.

Febriyanto menyesalkan putusan itu, karena dalam pertemuan itu tidak ada jaminan ibadah untuk para jemaah. Meski ada usulan relokasi, namun ibadah Minggu jemaah seharusnya bisa tetap dilaksanakan.

"Teman-teman itu tidak memberikan solusi. Maksudnya, sementara mereka bisa beribadah dimana. Misalnya di sarana fasilitas umum, atau gedung pemerintah. Makanya kemarin itu, saya secara pribadi terus mendesak, agar kalau rumah tinggal itu ditutup, mereka tetap bisa beribadah. Apalagi ini kan perayaan pra-Paskah, perayaan umat kita," kata Febriyanto kepada KBR, Rabu (8/3/2017).

Pada Kamis (9/3/2017) besok, kata Febriyanto, akan ada pertemuan FKUB dengan tiga gereja itu. Rencananya, FKUB akan mendampingi untuk memastikan adanya jaminan ibadah tersebut. FKUB juga sudah meminta Kantor Urusan Agama (KUA) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi mediator.

"Besok (Kamis) ketemu, camat akan menyampaikan hasil (keputusan) kemarin. Saya harap kehadiran di sana juga bisa menjadi solusi," tambah Febriyanto.

Sebelumnya, tiga gereja itu nyaris disegel kelompok tertentu yang mengatasnamakan Kelompok 11. Ibadah sekitar 800 jemaat di 3 gereja tersebut diwarnai intimidasi. Kelompok tersebut mengajak masyarakat dengan pengeras suara masjid untuk berkumpul dan menyegel tiga gereja itu.

Bupati Bogor Nurhayanti berkilah kebijakan Camat Parung Panjang yang akan menyegel tiga gereja untuk menjaga keamanan di wilayahnya. Meski demikian, Nurhayanti berjanji mempercepat proses pengurusan izin ketiga gereja. Termasuk meminta pengurus RT/RW mempermudah perizinannya.


Baca SelengkapnyaPemkab Bogor: 3 Gereja di Parung Panjang 'Status Quo', Tidak Boleh Ada Aktivitas Apapun

Rabu, 08 Maret 2017

Urus IMB Tak Diberi, Warga Muslim Tolak 3 Gereja di Parung Panjang


Urus IMB Tak Diberi, Warga Muslim Tolak 3 Gereja di Parung Panjang

Tiga gereja di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menerima intimidasi dari Kelompok 11 yang mengancam akan menyegel gereja tersebut. Ketiga gereja tersebut yaitu Gereja Katolik, Gereja Methodhist Indonesia, dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan.

Pengurus Gereja Methodhist Parung Panjang, Efendi Hutabarat mengatakan, kelompok tersebut mengajak masyarakat dengan pengeras suara masjid untuk berkumpul dan menyegel 3 gereja itu. Efendi kemudian meminta bantuan ke TNI-Polri dan Satpol PP untuk menjaga ibadah mereka hari ini.

"Tetapi beribadah, tetapi dijaga oleh polisi dan Koramil. Karena kita bilang sama polisi dan Koramil kami akan jalan, kalian tidak boleh larang. Karena apa, karena bukan solusi. Karena apa, bapak datang kepada kami untuk berbicara harusnya bapak sebagai mediator untuk berbicara kepada mereka. Kok bapak malah maksa, bukan kami yang bapak mediasi. Orang-orang yang menyatakan itu Kelompok 11 dari warga sekitar sini dan termasuk Ketua RT dan RW. Kita tadi dijaga polisi dan itu tadi standby semua," jelas Pendeta Efendi Hutabarat kepada KBR, Minggu (5/3/2017).

Efendi Hutabarat menambahkan, tiga gereja tersebut nyaris ditutup Satpol PP Kabupaten Bogor dengan alasan tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Namun, kata dia, ketiga pihak gereja sebenarnya sudah berusaha mengajukan izin dari tingkat RT, RW hingga kelurahan sejak tahun 2000. Namun, perizinan selalu kandas karena ada aturan SKB 2 menteri.

"Kita sudah lama berdiri hanya tanpa IMB. Kita sudah 17 tahun sejak tahun 2000. Dilakukan pengurusan izin tetap mentok karena SK 2 menteri, RT RW," ujarnya.

Kata dia, pihaknya sudah mengajukan izin ke Pemkab Bogor dan mendapatkan respon positif. Menurutnya, Pemkab Bogor mempersilakan beribadah selagi pengurusan izin diproses.

"Kita sudah dapat surat pada November, setelah kita menghadap Sekda dan Kesbang. Mereka mengatakan lanjutkan saja dulu ibadah, sambil suratnya diproses. Kita urus ke RT, RW dan Kelurahan selalu mentok. Saling membalikkan. Alasan mereka karena gereja berada di perumahan," ungkapnya.

Efendi menjelaskan, tiga gereja tersebut berada di area terbuka dan tidak berada tepat dalam pemukiman penduduk sekitar.

"Lokasi kita bukan berada di rumah yang berhadap-hadapan, di depan gereja kita ada jalan besar dan lahan kosong. Jadi bukan berada di depan rumah warga, karena di belakang perumahan," ujarnya. 

Bertemu Pemkab Bogor, Ini Usulan Solusi 3 Gereja di Parung Panjang

Perwakilan tiga gereja di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat akan menyampaikan usulan solusi dalam pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) hari ini. Salah satunya, menurut pengurus Gereja Methodhist Parung Panjang, Efendi Hutabarat, adalah permintaan kemudahan pemberian izin oleh perangkat desa setempat. Sebab pasalnya, seluruh syarat pengajuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah berusaha diproses.

"Janjinya Pak Sekda kan kami mau diberikan izin, tapi kan balik ke izin RT dan RW. Jadi kami akan kesulitan mendapatkan itu, meminta persetujuan mereka. Padahal semua sudah," papar Efendi kepada KBR, Senin (6/3/2017).

"Harapannya bagaimana Pemkab mempermudah pengurusan izin. Karena dia juga mengeluarkan izin yang perduatahunan. Dan lokasinya sama, terdaftar di Pemkab ditembuskan ke Kanwil dan lainnya," tambahnya lagi.

Efendi menganggap, pemberian izin menjadi jalan tengah solusi. Sebab opsi relokasi justru akan menimbulkan masalah.

"Lokasi gereja kami itu kan tidak berhadapan dengan rumah, ini di depannya adalah tahan kosong, jalan besar yang tidak ada apa-apa. Dibilang bikin ribut tidak, karena ruangan full-ac (jadi kedap). Kami juga ibadah hanya menggunakan piano dan organ. Sehingga (pindah lokasi) itu tidak solusi," tutur Efendi.

Dia pun meyakinkan, lokasi masing-masing gereja saat ini dianggap paling tepat. Karena jauh dari permukiman.

"Jadi sudah tiga kali mereka berpindah-pindah."

Baca SelengkapnyaUrus IMB Tak Diberi, Warga Muslim Tolak 3 Gereja di Parung Panjang

Selasa, 07 Maret 2017

Raja Salman Terkagum-Kagum Ketika Disambut Pastor Katolik yang Lihai Berbahasa Arab

Raja Salman Terkagum-Kagum Ketika Disambut Pastor Katolik yang Lihai Berbahasa Arab

Raja Salman akhirnya menginjakkan kaki di pulau Dewata. Setibanya di Bandara Ngurah Rai, Raja Salman disambut sejumlah tokoh agama dan masyarakat di Bali. Seorang di antaranya adalah imam Katolik Pastor Eventius Dewantara, Pr.

Peristiwa menarik terjadi ketika pastor yang akrab disapa Romo Venus bersalaman dengan Raja Salman. Keduanya terlibat dalam obrolan singkat dalam bahasa Arab. Raja Salman pun kagum dan heran, ada seorang pastor Katolik di Bali yang fasih berbahasa Arab.

Ditemui di Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Puja Mandala, Nusa Dua-Bali, Minggu (5/3/2017) Romo Venus menuturkan pengalamannya saat bertemu Raja Salman.

Waktu bertemu langsung menyapa dengan bahasa Arab. Romo Venus menyapa Raja Salman dengan ucapan ahlan wa sahlan (selamat datang).

Mendengar ucapan tersebut Raja Salman langsung membalas dengan ucapan masihiyun (Anda seorang Katolik?) dengan mimik bertanya.

Tidak berhenti sampai di situ, Raja Salman kemudian menghampiri Romo Venus.

"Raja Salman sempat menyentuh jubah saya di bagian dada dengan lembut sambil tersenyum," kata Romo Venus.

Menurut dia, Raja Salman adalah sosok yang bijaksana karena mau datang ke Bali yang mayoritas warganya memeluk agama Hindu. Hal ini menunjukkan Raja mau membuka diri menyambut yang lain.

"Raja Salman menurut saya sosok yang bijaksana, mau merangkul yang lain di tengah situasi politik Indonesia yang cenderung saling meniadakan," kata Romo Venus.

Romo Venus adalah, imam Katolik kelahiran Larantuka-Flores, Nusa Tenggara Timur, 2 Mei 1969.

Setelah menjadi imam Katolik, Romo Venus Mendalami Studi Islamologi di univ institut Dar Comboni for Arabic Studies Cairo bidang Bahasa Arab pada tahun 2002-3003, kemudian dilanjutkan dengan studi islamologi di Pontificio Instituto di Studi Arabi E D’Islamistica (PISAI) Roma pada Tahun 2003-2005.

Romo Venus mempelajari berbagai materi tentang keislaman. Baik Islam Klasik maupun kontemporer. Selama menjalani studi Islamologi Romo Venus sekaligus mendalami bahasa Arab karena bahasa yang digunakan saat perkuliahan adalah bahasa Arab.

"Saat studi setiap hari berbahasa Arab khususnya saat perkuliahan, berdoa juga pakai bahasa Arab," kata pengagum Gus Dur tersebut.

Media Saudi Beritakan Pujian Pastor Katolik ke Raja Salman

Media Saudi ikut memberitakan kunjungan Raja Salman ke Bali. Salah satu yang menarik perhatian yakni pujian Pastor Katolik di Bali terhadap Raja Salman.

Media Saudi Al-Arabiya mengutip bagaimana Pastor Katolik menyebut Raja Salman sebagai wajah Islam damai yang sebenarnya.

"Raja Salman datang bersama disertai dengan ketenangan dari Islam dan memimpin dengan teladan, untuk mengatasi gejolak agama yang kita saksikan di negara ini. Mari kita lihat raja ini yang merangkul semua agama lainnya," ujar Romo Venus Dewantara itu.

Sumber:
Baca SelengkapnyaRaja Salman Terkagum-Kagum Ketika Disambut Pastor Katolik yang Lihai Berbahasa Arab

Rabu, 01 Maret 2017

Belasan Alquran Berserakan di Halaman Gereja, Polisi Turun Tangan

Belasan Alquran Berserakan di Halaman Gereja, Polisi Turun Tangan

Petugas gabungan dari Polsek Pesantren, Kota Kediri bersama anggota TNI mengamankan 13 kitab Al Quran yang berserakan di halaman Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Kediri Pepanthan di Lingkungan Majekan, Kelurahan Pesantren. Belasan kitab suci umat Islam tersebut diduga sengaja ditaruh oleh seseorang untuk membuat geger.

Penemuan Al Quran di tempat ibadah umat Kristen ini kali pertama diketahui oleh anak-anak yang berangkat ke sekolah di pagi hari.

"Ya itu mas, kita tidak tahu. Anak anak kecil itu lapor saya kalau ada kitab Al Quran di gereja, kebetulan rumah saya paling dekat," kata Dewi Setiyorini yang juga salah satu jemaat, Rabu (1/3/2017).

Dewi melihat belasan kitab Al Quran tersebut berada di halaman gereja. Sebanyak 12 kitab dalam keadaan berserakan, sementara satu kitab posisinya berdiri bersandar pada pintu.

Dewi kemudian melaporkan kejadian itu kepada pengurus GKJW Sarmono. Selanjutnya, pengurus gereja melapor ke Polsek Pesantren. Petugas gabungan yang datang akhirnya mengamankan seluruh Al Quran itu.

Kapolsek Pesantren Kompol Sucipto mengaku, masih memintai keterangan pengurus gereja dan juga saksi. Menurutnya, ada yang sempat melihat dua orang datang ke GKJW. Mereka ditengarai adalah orang yang meletakkan belasan kitab itu.


Baca juga:
Baca SelengkapnyaBelasan Alquran Berserakan di Halaman Gereja, Polisi Turun Tangan

Selasa, 28 Februari 2017

Komunis Tiongkok Larang Aktivitas Semua Gereja di Xinjiang, 80 Orang Ditangkap

Komunis Tiongkok Larang Aktivitas Semua Gereja di Xinjiang, 80 Orang Ditangkap

Radio Free Asia dalam pemberitaannya Kamis (23/2/2017) menyebutkan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) belum lama ini telah mengeluarkan peraturan yang melarang seluruh gereja baik Katolik, Protestan dan rumah-rumah ibadah mengadakan kegiatan apapun di Xinjiang. Sejak tahun baru Imlek, sudah sekitar 80 orang ditangkap.

RFA mengutip ungkapan dari seorang anggota rumah ibadah di Xayar County, Xinjiang melaporkan bahwa, sejumlah rumah ibadah di kota Aksu, Korla dan lainnya sudah mendapatkan peringatan dari PKT agar segera menghentikan ibadah gereja dalam rumah dan mengancam akan menahan semua orang yang terlibat dalam ibadah bila kegiatan itu masih berlanjut. Juga akan menuntut mereka dengan hukuman karena melakukan kegiatan berkumpul secara ilegal.

Seorang anggota rumah ibadah di Daerah Otonomi Kazakh Ili, Tacheng mengungkapkan bahwa sekitar 70 – 80 orang peserta ibadah di Urumqi, Kuytun dan Shawan County ditangkap polisi.

Sebulan lalu, sebuah rumah ibadah di kota Wusu telah diserbu oleh belasan orang yang terdiri dari anggota polisi dan petugas Departemen Agama. 6 orang dibawa kemudian ditahan mereka.

Salah seorang yang ikut ditahan itu, bernama Chen Xiangyan mengatakan petugas dari kepolisian melakukan penggeledahan paksa, menyita sejumlah kitab suci dan perlengkapan ibadah. Selain itu dikurung dalam tahanan, mereka juga dipaksa membayar denda uang masing-masing orang RMB. 1.000,-

Seorang wanita bermarga Zhu yang merupakan peserta ibadah yang sudah dibebaskan mengatakan bahwa berkumpul itu sama sekali tidak melanggar hukum. Pihak polisi menghendaki mereka melakukan ibadah di gereja resmi yang diasuh ‘Three-Self Patriotic Movement’, namun telah ditolak.

Selain itu, 2 rumah ibadah di Korla Yulin County telah digerebek petugas keamanan dari 31T.Nes Xinjiang pada 19 Februari. 21 orang peserta ibadah yang sedang berada di dalam digiring ke kantor polisi untuk diinterogasi. Bahkan aliran listrik dan air rumah salah satu orang dari mereka telah diputus.

Organisasi HAM untuk Kristiani ‘Chinaaid’ yang bermarkas di Texas, AS dalam sebuah pernyataannya menyebutkan, pihaknya terkejut dan marah atas perlakuan PKT terhadap orang Kristiani di Xinjiang dan meminta PKT untuk segera menghentikan penganiayaan.

Menjelang Dwi Konferensi, PKT telah menaikkan tingkat pengawasan terhadap Xinjiang. Baru-baru ini, pemerintah daerah telah mengharuskan semua kendaraan yang berlalu lalang di Daerah Otonomi Bayingolin Mongol mengguna sistem navigasi satelit Beidou (BDS sama seperti GPS).

Bila tidak maka kendaraan tersebut tidak diijinkan untuk mengisi bahan bakar dan menambah angin ban roda. kendaraan tersebut juga tidak dapat dijualbelikan. Kendaraan bekas yang dibeli harus dibaliknama sesuai dengan identitas pemilik barunya.

Tekanan PKT menimbulkan ketidakpuasan masyarakat, sehingga insiden kekerasan terus terjadi di sana.

Baca SelengkapnyaKomunis Tiongkok Larang Aktivitas Semua Gereja di Xinjiang, 80 Orang Ditangkap
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...