Selasa, 17 Januari 2017

Banser NU Bantu Perbaiki Gereja Katolik yang Terbakar

Banser NU Bantu Perbaiki Gereja Katolik yang Terbakar

MENGKENDEK - Anggota Banser Toraja Raya membantu perbaikan Gereja Katolik Santo Stefanus Sampean yang terbakar pada Minggu (8/1/17), di Desa Ke'oe Tinoring, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja.

"Seluruh pemuda Banser Toraja Raya diturunkan bantu perbaikan Gereja Katolik yang terbakar ini, sebagai wujud kekeluargaan dan simpati Banser Toraja Raya," kata Ketua Pemuda Banser Toraja Raya, Shidik, saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (10/1/2017) siang.

Bantuan berupa atap seng, juga bahan makanan bagi para orang yang sedang memperbaiki Gereja ini.

"Bantuan tenaga berupa anggota Banser yang mahir dalam membangun kita kerahkan, dan semuanya dilakukan dengan ikhlas", tambah Shidik.

Peristiwa kebakaran itu terjadi begitu cepat di gereja ini, Minggu (8/1/2017) siang.

Api berawal dari atas plafon kemudian merambat ke sejumlah bagian. Angin kencang menyebabkan api dengan cepat membakar seluruh isi gereja. Hampir seluruh isi gereja ludes terbakar.

Petugas pemadam kebakaran yang diturunkan untuk memadamkan kobaran api kesulitan akibat besarnya kobaran api yang begitu cepat menghaguskan gereja tersebut. Kerugian materil mencapai Rp 500 juta. Jemaat gereja ini ada 500 jemaat.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2017/01/10/pemuda-ansor-bantu-rehabilitasi-gereja-katolik-di-tana-toraja

Baca juga:
Baca SelengkapnyaBanser NU Bantu Perbaiki Gereja Katolik yang Terbakar

Sabtu, 14 Januari 2017

Diminta Ganti Camat Katolik, Bupati Bantul: Saya Tolak Mentah-Mentah

Diminta Ganti Camat Katolik, Bupati Bantul: Saya Tolak Mentah-Mentah

Bupati Kabupaten Bantul Suharsono, Provinsi DI Yogyakarta, menegaskan dirinya memilih Yulius Suharta sebagai camat Pajangan karena yang bersangkutan lolos uji kelayakan dan kepantasan, serta tidak melihat latar belakang agamanya.

Hal itu ditegaskan Suharsono setelah sekelompok orang yang mengaku warga Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY Yogyakarta, memaksa dirinya untuk mengganti Yulius. Mereka mengklaim mayoritas warga di kecamatan itu menolak dipimpin seorang camat beragama Katolik.

Suharsono juga menegaskan bahwa dirinya tidak bisa ditekan oleh orang atau kelompok lain yang memaksa dirinya untuk mengganti Yulius Suharta karena beragama Katolik.

Yulius Suharta telah dilantik sebagai camat Pajangan, di Pendopo Kabupaten Bantul, pada 30 Desember 2016. Yulius juga mengikuti acara serah terima jabatan dari camat lama, 6 Januari lalu.

"Saya tidak mau diatur orang lain. Saya ingin menetapkan sesuai dengan peraturan, menegakkan UUD 1945 dan Kebhinekaan Tunggal Ika, bahwa kita tidak boleh mengkotak-kotak dari agama satu dengan agama lainnya," kata Suharsono dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Kamis (12/01) siang.

Berikut petikan wawancara dengan Bupati Suharsono:

Anda mengatakan akan melakukan semacam survei ke warga Kecamatan Pajangan setelah muncul tuntutan sekelompok orang agar Anda mengganti Camat Yulius Suharta karena beragama Katolik. Apa hasil sementara temuan Anda?

Apa yang saya lakukan sudah sesuai prosedur mulai uji kelayakan dan kepatutan. Jadi saya melihat diterima karena memiliki kompetensi. Jadi, saya tidak melihat dari segi agama. Tapi (tiba-tiba) ada desakan segelintir orang (agar saya mengganti Yulius Suharta) yang beraudiensi di ruangan saya. Ya, saya (mengatakan kepada mereka) belum bisa mengambil kesimpulan. Saya minta waktu. Saya mulai survei (ke masyarakat) secara diam-diam. (Untuk menanyakan apakah) Betul-betul dari aspirasi rakyat atau hanya sekelompok orang yang tidak suka.

Jadi kalau nanti (hasil survei menunjukkan) hanya sekelompok kecil yang menentang (Camat Yulius Suharta), tidak akan saya perhatikan. Saya tetap berpegang teguh pada prinsip saya. Saya seperti itu. Walaupun kemarin mendesak saya untuk diganti, saya tolak mentah-mentah.

Saya tidak mau diatur orang lain. Saya ingin menetapkan sesuai dengan peraturan, menegakkan UUD 1945 dan Kebhinekaan Tunggal Ika, bahwa kita tidak boleh mengkotak-kotak dari agama satu dengan agama lainnya. Saya menginginkan kerukunan antar umat beragama di wilayah saya.

Kalau tadi dikatakan penunjukkan Yulius Suharta sepenuhnya alasan profesional, kenapa Anda harus meminta waktu untuk melakukan survei terkait tuntutan sekelompok orang itu. Kenapa tidak bersikukuh untuk tetap mempertahankan Yulius?

Kita harus lihat budaya yang ada di wilayah saya, khususnya di Bantul. Tidak bisa bersikeras seperti di Jakarta. Kalau di Jakarta harus tegas. Kalau saya harus berdasarkan bukti-bukti yang bisa mendukung (keputusan saya memilih Yulius Suharta). Makanya, saya tidak langsung mengiyakan permintaan itu. Tapi yang penting dasarnya saya ada. Kalau hasil survei kuat, tetap saya pertahankan (camat Yulius Suharta).

Pertanyaannya, kalau hasil survei itu menunjukkan mayoritas warga di Kecamatan Pajangan menolak Yulius, apakah Anda akan meralat putusan Anda sendiri?

Oh, tidak. Ada waktunya. Tidak akan langsung (diganti dan dipindahkan ke wilayah lain di Kabupaten Bantul), tapi akan saya coba dulu.

Pokoknya, tenang saja. Saya tidak akan membikin resah masyarakat di sini. Tapi itu bahan evaluasi saya, coba ini diterima dulu apa yang menjadi keputusan saya. Ini saya pikir adalah kompetensi. Jadi ini soal kemampuan pak camat yang baru. Saya tidak melihat agamanya.

Tapi, saya akan memberi pengertian (kepada warga Kecamatan Pajangan). Kalau perlu saya adakan pengajian akbar, dengan tokoh agama yang kondang dari Jateng, dari Solo, misalnya. Saya akan sosialisasi, kenapa saya pilih dia.

Apakah Anda sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat setelah muncul penolakan terhadap Camat Pajangan yang baru?

Saya enggak perlu sampai ke pusat, wong itu keputusan saya kok, dan saya tidak melakukan pelanggaran. Kecuali kalau saya melakukan pelanggaran, saya akan konsultasi dengan pemerintah pusat.

Jadi istilahnya, seperti anak dalam keluarga, saya tidak akan berbuat cengeng. Kalau ada apa-apa, saya laporan ke pusat. Tidak. Saya akan tangani sendiri. 

Seperti kasus-kasus agama (yang baru saya tangani), sudah 10 tahun tidak selesai. Saya tangani sendiri - saat saya menjabat - dalam tiga bulan langsung selesai. Dalam kasus agama, saya dua kali didemo oleh Front Pembela Islam (FPI), saya hadapi sendiri. Alhamdulillah, semuanya tidak ada masalah.

Yang penting, yang saya lakukan sudah sesuai prosedur, sesuai peraturan perundang-undangan. Saya bekerja dengan aturan, jadi saya tunjukkan manakala ada orang yang tidak puas dengan kebijakan saya.

Jadi, hasil survei perihal camat Pajangan akan diumumkan awal bulan Februari ini?

Ya, saya (melakukan survei) secara diam-diam, saya teliti sendiri. Seperti yang saya lakukan waktu kampanye atau sosialisasi. Lawan saya dulu berat sekali. Saya tidak diprediksi, (tapi) saya menang. Saya punya strategi sendiri. Saya kerja sendiri, tidak melibatkan orang lain. Tidak punya tim pemenangan atau tim sukses, tapi sejak dulu saya melakukan survei. Jadi saya bilang awal bulan Februari akan ada kesimpulannya. Jadi saya minta waktu untuk langsung ke lapangan.

Dengan demikian, survei itu untuk memastikan apakah warga mayoritas di kecamatan itu menolak atau menerima Camat Yulius Suharta?

Ya, dan dari tiga kelurahan, kemarin saya baru sempat melakukan survei di satu kelurahan. Kebanyakan mereka tidak tahu ada kasus Camat Yulius. Pak lurahnya juga tetap mendukung kebijakan saya.

Mereka banyak yang tidak tahu, berarti yang komplain kepada saya itu hanya kelompok Islam fanatik, dan tidak banyak pendukungnya. Jadi misalnya saya lepas pun, belum tentu mereka bisa menggerakkan masyarakat di sini. Nanti malam (Kamis, 12 Januari), saya survei sendiri, naik motor. Tidak semua orang tahu bahwa saya bupati Bantul. Kebanyakan tidak tahu, mereka hanya tahu nama saya.

Baca SelengkapnyaDiminta Ganti Camat Katolik, Bupati Bantul: Saya Tolak Mentah-Mentah

Rabu, 04 Januari 2017

H Agus Salim: Alhamdulillah, Adik Saya Punya Agama Baru, Katolik

H Agus Salim: Alhamdulillah, Adik Saya Punya Agama Baru, Katolik

Heboh-heboh berita murtadnya aktor pemeran KH Achmad Dahlan, Lukman Sardi, dari Islam menjadi Kristen, ternyata tak hanya dialami saat ini saja.

Jauh sebelumnya, Pahlawan Nasional yang juga ahli Agama Islam, H Agus Salim, mengucapkan Alhmadulillah saat ditanyakan tentang adiknya, Chalid Salim, memeluk agama Katolik, keluar dari Islam. Sebelumnya, Chalid merupakan Atheis sejati.

Ceritanya, sekali waktu, seorang Belanda pernah bertanya kepada Haji Agus Salim, “Zeg Salim, bagaimana itu, adik Anda masuk agama Katolik?”

“God zij dank, Alhamdullilah, ia sekarang lebih dekat dengan saya,” jawabnya santai.

“Mengapa Anda malah berterima kasih kepada Tuhan?” tanya orang Belanda itu semakin keheranan.

“Dia dulu orang komunis, tidak percaya Tuhan, sekarang dia percaya Tuhan,” tukasnya kembali.

Adik Haji Agus Salim dimaksud orang Belanda itu adalah Chalid Salim. Selama 15 tahun, Chalid menjadi Digulis (istilah bagi yang dibuang ke Digul, Papua), karena dituduh komunis.

Chalid dijatuhi hukuman pembuangan ke Digul karena tulisannya yang tajam di Pewarta Deli, atas sikap polisi kolonial dalam menumpas pemberontakan komunis tahun 1926 di Sawalunto, Sumatera Barat dan di beberapa kota di Pulau Jawa.

Sebelum di Pewarta Deli, Chalid memulai karir jurnalistiknya dari mingguan Halilintar Hindia di Pontianak, yang banyak mengadopsi asas PKI. Lalu pindah ke majalah Proletar di Surabaya yang juga "merah."

Pada Juli 1928, vonis dijatuhkan kepada Chalid, “Sebagai orang yang ‘berbahaya bagi ketenteraman dan ketertiban negeri’ maka saya dibuang ke Digul sebagai nomor 925,” seperti ditulisnya dalam memoar Lima Belas Tahun Digul.

Meski ayahnya, Sutan Mohammad Salim yang bekerja sebagai anggota Landraad (pengadilan negeri) Medan berupaya membebaskannya, Chalid tetap dibuang.

Selama di Digul, paman dari Emil Salim ini mulai meninggalkan sikap ateisnya. Mulanya dia menggandrungi ajaran teosofi, dengan membaca karya Annie Besant, Krishnamurti dan W.C. Leadbeater.

Namun kemudian tertarik pada Katolik, sebab kedekatannya dengan Soekardjo Prawirojoedo, Digulis yang terlibat peristiwa kapal Zeven Provincien, sudah lebih dulu dibaptis dalam Katolik Roma.

Chalid akhirnya berkenalan dengan pastor Mauwese. Dia pun mulai mengakrabi aktivitas gereja. Keyakinannya semakin kuat untuk memeluk agama Katolik.

Ia pun meminta Mauwese mengajarkan langkah untuk masuk Katolik. Namun Mauwese tak mau begitu saja meluluskan permintaan Chalid beralih iman.

“Tidak sadarkah Anda, tuan Salim, konsekuensi dari ini? Ada kemungkinan anak-keluarga Anda yang menganut Islam akan memutuskan segala hubungan kekeluargaan,” tanya Mauwese.

Chalid pun langsung menjelaskan, ia telah berpikir matang. Ia pun mulai belajar katekismus. Mauwese juga menghadiahinya buku karangan Thomas A. Kempis yang berjudul Imitatione Christi, sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris.

Maka, pada 26 Desember 1942, Chalid dibaptis oleh pastor Mauwese. Namanya pun bertambah menjadi Ignatius Fransiscus Michael Chalid Salim.

Langkah Chalid ini ternyata didukung oleh sanak keluarganya. Saat Haji Agus Salim menemuinya di Belanda, Agus Salim justru senang mendengar Chalid memeluk Katolik.

Baca SelengkapnyaH Agus Salim: Alhamdulillah, Adik Saya Punya Agama Baru, Katolik

Jumat, 30 Desember 2016

PMKRI: Kalau Habib Rizieq Tak Paham, Jangan Bicara Soal Yesus

PMKRI: Kalau Habib Rizieq Tak Paham, Jangan Bicara Soal Yesus

Kali ini PMKRI mulai terusik dengan ucapan si Rizieq. Organisasi kemahasiswaan ini telah lama berdiri sejak tahun 1947 seangkatan dengan HMI, GMNI, GMKI, PMII atau lebih dikenal dengan kelompok Cipayung. Perhimpunan Mahasiswa Katolik melahirkan banyak alumni yang menjadi pemimpin di Republik ini serta berperan terlibat dalam sejarah perkembangan Negara Republik Indonesia.

Jarang sekali organisasi kemahasiswaan sekelas ini mau membahas hal-hal teknis terutama yang berkaitan dengan keagamaan dan keimanan seseorang. Karena urusan agama adalah urusan masing-masing pribadi kepada Sang Penciptanya.

Tapi jika berkaitan dengan politik kebangsaan, kebhinekaan, negara kesatuan. Maka PMKRI tampil melalui kader-kadernya, untuk selalu memberi pencerahan tentang politik kebangsaan di Republik ini.

Tapi dalam kasus ini, seperti apa yang telah dilaporkan oleh Ketua Umum PP PMKRI, Angelo Wake Kako, seorang mahasiswa yang berasal dari Flores, dimana Flores mayoritas penduduknya beragama Katolik. Justru mereka telah melaporkan seorang Rizieq karena diduga telah melecehkan umat Kristen melalui isi ceramahnya di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

"Kita wajib menghargai perbedaan itu dengan tidak mencampur terlalu jauh apa yang telah menjadi ruang privat agama orang lain. Terkait dengan keimanan kristiani itu, yang tahu hanya orang kristiani, yang tahu hanya orang Katolik. Siapapun dia, kalau tidak tahu mendingan diam," tegas Angelo.

Tentu sikap ini, artinya menunjukkan bahwa tingkat kesabaran seorang Ketua PP PMKRI telah mulai gregetan diambang batas karena melihat pola tingkah si Rizieq yang semakin kebablasan yaitu membahas keimanan di luar ranahnya. Tidak hanya membahas, tapi justru sudah menghina Ketuhanan Yesus.

Menurutnya, umat kristen merasa tersakiti dengan ucapan Imam Besar FPI Rizieq Shihab terkait Tuhan tidak beranak dan diperanakkan dan dinilai telah menistakan keyakinannya. Oleh sebab itu Angelo merasa memiliki kewajiban untuk melaporkan itu ke pihak kepolisian. PMKRI juga melaporkan sejumlah orang yang mengunggah ceramah itu di Twitter dan Instagram.

“Ucapan Rizieq sudah jelas menistakan agama kami dan sudah dikonsumsi publik, saya dapatnya dari Instagram. Kami tak masalah jika mereka (FPI) mau lapor balik. Karena ini berkaitan dengan iman saya.” tegas Angelo.

Kita tahu bahwa melecehkan, menyerang iman Kristiani adalah bukan hal baru, mulai sejak dulu seperti pembahasan perdebatan Injil Yudas, sampai ke film Davinci code dan sebagainya. Bahkan sampai terakhir ceramah-ceramah yang mempertanyakan kelahiran Yesus, merupakan hal biasa.

Karena iman seorang Kristen sudah kebal atas serangan-serangan model seperti itu. Apalah kalau hanya sekadar untuk memancing, memprovokasi murahan seolah mencoba membangkitkan agar umat menjadi emosi.

Jadi janganlah khawatir, tidak akan pernah terjadi adanya demo-demo besar dari orang Kristen yang akan menuduh seseorang itu telah melakukan penistaan agama. Serta rasanya juga tidak akan mungkin terjadi bahwa pastor-pastor Kristen akan berteriak-teriak kesana-kemari seolah agar memaksakan kehendaknya supaya si penista segera diadili.

Lalu bagaimana dengan gugatan PMKRI, ya sebagai warganegara yang Katolik yang terhimpun dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia. Tentu boleh-boleh saja menggugat warga negara lainnya secara pribadi atas perilaku ucapan atau mulut seseorang yang telah mempertanyakan atau dianggap telah menistakan sebagian dari iman kepercayaan mereka.

Harapannya sebagaimana Ahok yang berjiwa besar, menghadapi panggilan polisi, lalu memenuhi panggilan pengadilan dengan kepala tegak. Nah untuk kasus yang satu ini sebaiknya bersifatlah gentlemen. Hadapilah gugatan dengan gentlemen pula. Jangan sampai berteriak paling kencang kepada Ahok sebagai penista Agama. Tapi diri sendiri yang jelas dan nyata terekam oleh video ada ucapan yang disampaikan, tapi masih saja mencoba berkelit mencari pembenaran diri.

Sekali lagi melalui tulisan ini dihimbau marilah sikap gentlemen "Berani berkata, maka berani pula mempertanggung-jawabkan ucapannya. Berani menuduh orang lain menista, maka harus berani juga mengakui ucapan dan perilakunya sendiri."

Jangan sembunyi, seperti mau tiarap, sambil mencoba memutar balikkan logika seolah menghindari atau bahkan tidak mengakui akan ucapkan tersebut sambil mencari dalil-dalil pembenaran. Bahkan kabarnya seolah malah justru mau menuntut balik melaporkan para pimpinan PP PMKRI.

Baca SelengkapnyaPMKRI: Kalau Habib Rizieq Tak Paham, Jangan Bicara Soal Yesus

Kamis, 29 Desember 2016

Setelah PMKRI, Kini Giliran Mahasiswa Muslim Laporkan Habib Rizieq ke Polisi

Setelah PMKRI, Kini Giliran Mahasiswa Muslim Laporkan Habib Rizieq ke Polisi

Sebelumnya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) telah dilaporkan oleh Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) karena dianggap telah menistakan agama. Hari Selasa (28/12/2016), Habib Rizieq kembali dilaporkan ke polisi karena dituduh melakukan ujaran kebencian yang dapat memecah belah kerukunan antar umat beragama.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Student Peace Institute melaporkan Rizieq berdasarkan rekaman video yang menyebar di media sosial.

“Kami melaporkan saudara Habib Rizieq Shihab atas tuduhan telah menyebarkan di depan publik ujaran-ujaran kebencian yang kemudian berpotensi memecah belah kerukunan beragama,” ujar Doddy Abdallah, selaku pihak pelapor, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Menurut Direktur Eksekutif Student Peace Institute tersebut, Habib Rizieq tidak sepatutnya mengucapkan kalimat tersebut. Ia menganggap pernyataan yang dilontarkan ke jamaahnya itu adalah bentuk mencampuri agama orang lain.

“Dia (Rizieq) sangat tidak pantas dianggap sebagai representasi umat Muslim, kemudian mengaku sebagai ulama bersorban, berbaju Muslim, mengucapkan kata-kata yang menyinggung agama lain. Dari pihak Muslim sendiri merasa tersinggung,” ujarnya.

Ia menegaskan jika laporannya kali ini berbeda dengan yang dilaporkan oleh PMKRI sebelumnya. Pada laporan kali ini berfokus pada ujaran kebencian.

“Ini beda. Yang mendatangi kemarin itu dari PMKRI. Kami fokus pada ujaran kebencian. Disitu ia jelas mengolok ajaran agama lain. Disitu ia mengatakan kalau tuhan beranak siapa yang jadi bidannya?” jelas Doddy.

Ia juga menegaskan jika pernyataan yang dikeluarkan oleh Habib Rizieq bukanlah representasi umat muslim secara keseluruhan.


“Kami datang sebagai mahasiswa Muslim. Kami putuskan untuk ikut melaporkan Rizieq agar dia tidak dianggap representasi umat Islam. Kami dari pihak Muslim sendiri tersinggung,” kata Doddy.

Pihak kepolisian sendiri telah mengkonfirmasi adanya laporan tersebut.

“Kita lakukan penyelidikan, apakah itu nanti akan memeriksa beberapa saksi-saksi. Saksi ahli IT, saksi ahli pidana, dan sebagainya. Kita mengumpulkan semuanya, baru kita lakukan gelar perkara,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Ketika ditanya wartawan mengenai proses tentang kasus ini akan dilakukan gelar perkara secara terbuka atau tidak, Argo tidak bisa memastikannya.

“Kita tunggu saja bagaimana nanti akan kita lakukan,” katanya.

Laporan tersebut diterima oleh petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu dengan nomor LP/6367/XII/2016/PMJ/Ditreskrimsus.

Baca SelengkapnyaSetelah PMKRI, Kini Giliran Mahasiswa Muslim Laporkan Habib Rizieq ke Polisi

Rabu, 28 Desember 2016

Ketika Tuhan Yesus Dihina Habis-habisan oleh Habib Rizieq

Ketika Tuhan Yesus Dihina Habis-habisan oleh Habib Rizieq

Saya mendapat transkrip lengkap ceramah ketua FPI Muhammad Rizieq Shihab berdurasi 4:32 yang dilaporkan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Dalam laporannya ke Bareskrim, PMKRI menuduh Rizieq menistakan agama melalui media elektronik dengan Pasal 156 dan 156a KUHP serta UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE. Tambah PMKRI, pihaknya merasa terhina, merasa tersakiti oleh ucapan Rizieq Shihab dalam ceramahnya di Pondok Kelapa pada hari Minggu (25/12/2016). Penggalan kalimat yang membuat PMKRI tersinggung adalah "kalau Tuhan itu beranak, terus bidannya siapa?"

Transkrip yang saya dapatkan telah saya verifikasi berulang kali termasuk pembetulan redaksi. Pemakaian huruf kapital berdasarkan kebiasaan. Jikapun ada kata-kata yang tidak jelas, dipastikan itu tidak mengurangi makna pernyataan Rizieq. Karena saya bukan Buni Yani hehehe..

Tujuan transkrip ini dibuat adalah untuk referensi apakah tuduhan penistaan agama terhadap ketua FPI itu benar atau tidak, seperti halnya tuduhan penistaan agama terhadap Ahok.

Transkrip yang saya buat adalah semata untuk membuat terang segalanya, untuk kebaikan sesama dalam semangat kebhinekaan. Transkrip ini dibuat agar semua pihak berfikir jernih, mempertahankan netralitas dan tidak dibakar amarah dalam menyikapi perkembangan terbaru ini.

========================================


TRANSKRIP CERAMAH KETUA FPI. DURASI 4.32. PENGUNGGAH DIMAS COKRO PAMUNGKAS. LINK : https://www.youtube.com/watch?v=aeto5tWOcSc .
HR = Habibs Rizieq. A = Audience

HR : Soal.. soal apa namanya.. Natal.. Saudara begitu juga sampaikan kepada mereka kalau kita ketemu.. Kalau mereka dateng mengucapkan.. Ustad atau Habib Selamat Natal ya.. Langsung aja kita sampaikan, Maaf, saya ini orang Islam gak boleh ikut merayakan Natal. Kalian silahkan merayakan Natal. Silahkan bahagia. Silahkan senang-senang. Tapi jangan ajak umat Islam merayakan Natal. Betul?

A : Betul..!!

HR : Kalau ini kita jelaskan, orang Kristen yang gak tau jadi tahu.. saudara.. Jangan dikit-dikit merasa gak enak dikit-dikit merasa gak enak.. gak ada .. kasih aja sudah.. Nah kalau sudah dikasih tahu juga masih bandel.. saudara...

A : Bakar..!!!

HR : Hush...tukangnya (tidak jelas) bakar-bakar.. dipikir jagung.. (audience tertawa) Saudara, kalau masih dia tanya.. kenapa sih gak boleh.. saudare sampaikan saja.. itukan ritual agama anda.. Lakumdinukum Waliyadin..gak ngerti juga.. dikasih tahu juga.. itukan Natal itukan dalam terminologi artinya kan hari lahir Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan.. Jadi kalau anda mengucapkan Selamat Natal kepada saya berarti selamat hari lahir Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan.. itu yang saya tidak boleh saya jawab.. Gak boleh saya benarkan akidah tersebut. Karena bagi kami Yesus Kristus atau Nabi Isa Allahisalam itu adalah hamba Allah. Utusan Allah. Bukan Anak Tuhan. Betul??

A : Betul..!!

HR : Betul... Masih bandel juga..

A : Bakar...!!!

HR : Hush.. (tidak jelas).. cuma bakar-bakar aja lu.. Kalau masih bandel juga tetep ngotot.. Habib Selamat Natal.. saya jawab Lam yalid walam yulad.. (audience tertawa).. begitu jawabnya.. setuju?

A : Setuju..!!

HR : Setuju ?? (audience : setuju) Lho kenapa dijawab begitu..kan dia mengatakan Habib Selamat Natal.. artinya Selamat hari lahir Yesus Kristus sebagai anak Tuhan.. saya jawab Lam yalid walam yulad.. Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan... betul.. (audience tertawa) setuju ga??

A : Setuju..!!!

HR : Setuju gak??

A : Setuju..!!

HR : Ada yang protes, Habib jangan begitu nanti ini kan mengganggu keharmonisan antar umat beragama.. hiyeee, kadal kebon!

A : tertawa...

HR : Ada lagi yang ngomong Habieb jangan begitu nanti mereka tersinggung.. hiyeee, cacing pasir!

A : tertawa..

HR : Jawab jangan?

A : Jawab...

HR : Eh, mustinya yang tersinggung itu saya bukan dia. Dia mengucapkan kepada saya Habib Rizieq Selamat Natal. Saya tau artinya selamat hari lahir Yesus Kristus Anak Tuhan. Sebagai Anak Tuhan. Mustinya saya tersinggung dong. Untung gue ga kepret. Lhaa, kalo kita tersinggung kan mustinya kita kepret. Betul?

A : Betul.. tertawa..

HR : Kurang ajar lu, Anak Tuhan dari mana? Kalo Yesus Anak Tuhan bidannya siapa?

A : Tertawa
(Video sepertinya diedit)

HR : Kira-kira paham gak?

A : Paham...

HR : Ayo umat Islam boleh ikut Natal gak?

A : Gak..

HR : Boleh ikut Natal gak?

A : Gak..

HR : Tapi kita juga gak boleh ganggu mereka Natal.. betul?

A : Betul..

HR : Boleh ganggu mereka Natal??

A : Gak..

HR : Boleh terror mereka Natal??

A : Gak..

HR : Boleh ancam mereka Natal??

A : Gak..

HR : Gak boleh.. jangan teror, jangan ancam, jangan ganggu. Tapi ingat, tidak boleh kita ikut mengucapkan Selamat Natal, apalagi ikut merayakan dengan mereka di Gereja. Nauzubillah min zalik.. Baik.. setelah saya sampaikan begini.. kira-kira semua jelas tidak?

A : Jelas..

HR : Paham tidak??

A : Paham!!

HR : Siap bangkit? Siap melawan media-media musuh Islam?

A : Siap...

HR : Betul??

A : Betul..

HR : nah, karena itu doakan,, kami dari FPI sedang merintis untuk membangun kekuatan media.. kami akan membangun aplikasi FPI yang serba guna yang bisa digunakan oleh seluruh masyarakat se Indonesia.. Dan kami sedang mempersiapkan server sendiri dan tidak mau numpang server di tempat orang sudah.. bahkan kalau program ini berhasil dengan izin Allah, Insya Allah dalam 5 atau 10 tahun kalau perlu kita umat Islam punya satelit sendiri saudara.

A : Amin...

HR : Takbir..!!

A : Allahu Akbar...

Baca SelengkapnyaKetika Tuhan Yesus Dihina Habis-habisan oleh Habib Rizieq

Selasa, 27 Desember 2016

Kado Natal Walikota Bogor: Akhirnya Pemkot Bangunkan Gereja untuk Jemaat Yasmin di Sebelah Masjid

Kado Natal Walikota Bogor: Akhirnya Pemkot Bangunkan Gereja untuk Jemaat Yasmin di Sebelah Masjid
Wali Kota Bogor Bima Arya menyambangi ratusan jemaat GKI Yasmin di rumah salah satu jemaat pada 25 Desember pagi.

BOGOR - Jemaat GKI Yasmin Bogor merespons positif gagasan Bhinneka Tunggal Ika yang dilontarkan Wali Kota Bogor Bima Arya. Hal itu terkait pendirian rumah ibadah di lahan milik Badan Pekerja Majelis Sinode GKI Jawa Barat di Taman Yasmin yang hingga kini kasusnya belum tuntas.

Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging dalam percakapan dengan SP, Senin (26/12) siang mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang akan membangun gereja di lahan tersebut berdampingan dengan masjid.

“Kami dengan senang hati menyambut baik gagasan tersebut. Tentu saja hal ini akan melalui proses pembahasan yang melibatkan elemen terkait,” kata Bona.

Dia mengungkapkan, Bima Arya menyambangi ratusan jemaat GKI Yasmin di rumah salah satu jemaat pada 25 Desember pagi sesaat sebelum mereka akan berangkat menuju seberang Istana Merdeka Jakarta untuk beribadah. Pascabangunan gereja disegel pada 2008 oleh Pemkot Bogor masa Wali Kota sebelumnya Diani Budiarto, jemaat GKI Yasmin berpindah-pindah menggelar ibadat, di rumah-rumah jemaat dan di seberang Istana Merdeka Jakarta.

Bima sendiri dalam kunjungannya di hadapan jemaat GKI Yasmin menegaskan komitmennya akan membangun rumah ibadah bagi umat kristen dan muslim.

“Kasus GKI Yasmin harus diselesaikan dengan baik dengan memelihara keberagaman Indonesia,” kata Bima didampingi Kapolres Kota Bogor AKBP Suyudi Ario Seto.

Bima berharap bila gagasan Bhinneka Tunggal Ika ini terwujud, Kota Bogor akan menjadi simbol keberagaman, kebinekaan dan perdamaian antarumat beragama.

“Semua pihak di Kota Bogor harus memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama yang telah terjalin baik selama ini,” tandasnya.


Baca SelengkapnyaKado Natal Walikota Bogor: Akhirnya Pemkot Bangunkan Gereja untuk Jemaat Yasmin di Sebelah Masjid
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...