Jumat, 26 Agustus 2016

10 Fakta tentang Gempa Menerjang Amatrice, Italia

10 Fakta tentang Gempa Menerjang Amatrice, Italia

Gempa berskala 6,2 menerjang kota bersejarah di Italia, Amatrice dan di beberapa wilayah di dekatnya pada hari Rabu pukul 3.36 pagi waktu setempat.

Berikut 10 fakta tentang gempa yang diklaim terparah setelah gempa memporakporandakan kota L'Aquila dan Abruzzi, Italia tahun 2009:
  1. Jumlah korban tewas saat gempa menerjang kota Amatrice pada Rabu dini hari mencapai 159 orang dan 368 orang terluka. 
  2. Kota Amatrice sedang berbenah untuk merayakan pesta emas alias 50 tahun makanan pasta dan saus Amatrice yang terkenal di seantro dunia. Event yang disebut "Festival of the Spaghetti all'Amatriciana" dijadwalkan dari tangga 27 hingga 28 Agustus ini. Turis dari berbagai negara sengaja berkunjung ke kota ini untuk merayakan festival itu. 
  3. Kota Amatrice, Accumoli dan Arquata del Tronto merupakan dua kota yang mengalami kerusakan terparah disebabkan gempa. Keduanya berada di kawasan tengah Italia.  
  4. Sekitar 70 orang menginap di Hotel Roma, bangunan bersejarah di kota Amatrice. Restoran di hotel ini menyajikan makanan pasta yang terkenal. Tim penyelamat baru menemukan lima jenazah dari hotel yang runtuh dihantam gempa. 
  5. Wali kota Amatrice melaporkan setengah dari kota bersejarah itu hancur diterjang gempa. Lebih dari 1.000 mengungsi ke tempat yang lebih aman. Badan Perlindungan warga melarang warga tinggal dan tidur di wilayah yang terdampak gempa. 
  6. Amatrice yang juga dijuluki kota ratusan gereja terletak di ketinggian 3,280 kaki di atas permukaan laut. Di kota ini terletak Taman Nasional Gran Sasso dan daerah aliran sungai yang menghubungkan Laut Adriatic dan Tyrrhenian. Jika berwisata ke Italia dan membeli postcard, maka gambar kota Amatrice ada di postcard. 
  7. Turis asing diperkirakan ada yang menjadi korban gempa. Belum diketahui jumlahnya. 
  8. Italia merupakan negara yang kerap dilanda gempa. Sejak tahun 1861, Italia sudah diterjang 35 kali gempa berskala besar dan 86 gempa berskala sedang. Setiap wilayah pernah diguncang gempa yang dipicu oleh pergerakan sabuk pegunungan Apennine. 
  9. Ketika hampir semua bangunan di kota Amatrice rubuh, menara jam kota Amatrice yang dibangun pada abad 13 tetap berdiri kokoh. Namun jarum jam berhenti berputar saat kota berpenduduk 2.000 orang diterjang gempa. 
  10. Juru bicara Palang Merah Italia Tommaso della Longa mengatakan, berhubung sedang musim liburan, sehingga sulit mengetahui secara pasti jumlah orang yang terjebak di reruntuhan. 

Berikut foto-foto kerusakan akibat gempa di Italia

10 Fakta tentang Gempa Menerjang Amatrice, Italia

10 Fakta tentang Gempa Menerjang Amatrice, Italia

10 Fakta tentang Gempa Menerjang Amatrice, Italia

10 Fakta tentang Gempa Menerjang Amatrice, Italia

10 Fakta tentang Gempa Menerjang Amatrice, Italia

10 Fakta tentang Gempa Menerjang Amatrice, Italia

Baca Selengkapnya10 Fakta tentang Gempa Menerjang Amatrice, Italia

Rabu, 24 Agustus 2016

Aksi FPI Membredel Baju Paskibra Bermotif Mirip Salib Menuai Sindiran

Aksi FPI Membredel Baju Paskibra Bermotif Mirip Salib Menuai Sindiran

JAKARTA - Ormas Front Pembela Islam (FPI) mempermasalahkan seragam Pasukan Pengibar Bendera Banten yang dinilai bermotif mirip salib.

Kabar tersebut disampaikan melalui akun resmi Twitter milik @DPP_FPI setelah beredar foto Paskibra mengenakan seragam yang dinilai meresahkan itu.

Atas hal tersebut, FPI Kota Serang mendatangi Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten.

Di kantor tersebut, salah seorang pengurus FPI Serang melakukan aksi penyobekan kain putih yang melintang secara vertikal di seragam Paskibra Banten tersebut.

Bahkan pihak Dispora pun dipaksa bersumpah di hadapan FPI agar kejadian itu tak terulang kembali.

Tak pelak aksi FPI yang phobia terhadap simbol mirip salib ini menuai sindiran pedas dari para netizen.

Salah seorang netizen bernama Bernadus Hadi InSumarno menuliskan melalui akun Facebooknya, "Konon yg takut sama salib cuman vampire...kenapa fpI juga takut"

Aksi FPI Membredel Baju Paskibra Bermotif Mirip Salib Menuai Sindiran

Netizen lain pun juga menanggapi, "kalo emang iman nya kuat ngapain takut ama simbol semata lu baru beragama kemarin sore apa tahunan"

Bahkan ada pula netizen yang menganjurkan FPI untuk mendemo Palang Merah Indonesia (PMI), juga mendesak pemerintah untuk mengganti perempatan jalan dan simbol penjumlahan (+) karena mirip salib.

"kenapa kok ngga sekalian protes simbol tambah ( + ) dalam operasi hitungan matematika itu kan simbol salib juga . . .", tulis akun Cahyanto Setiawan.

"simpang empat lampu merah pun harus diubah dong karena berbentuk salib jg? sebenernya apa yg salah dengan bentuk salib sih? haha", tulis akun Sendang Maras.

"Brarti palang merah indonesia jga trmasuk kristenisasi tuh ... mesti digeruduk jga tuh", tulis akun Orlando Ramlee.

Bahkan di forum KASKUS pun, bertebaran gambar-gambar yang menyindir aksi FPI.

Aksi FPI Membredel Baju Paskibra Bermotif Mirip Salib Menuai Sindiran

Aksi FPI Membredel Baju Paskibra Bermotif Mirip Salib Menuai Sindiran

Aksi FPI Membredel Baju Paskibra Bermotif Mirip Salib Menuai Sindiran

Aksi FPI Membredel Baju Paskibra Bermotif Mirip Salib Menuai Sindiran

Aksi FPI Membredel Baju Paskibra Bermotif Mirip Salib Menuai Sindiran


Beredar pula meme-meme kocak di berbagai media sosial.

Aksi FPI Membredel Baju Paskibra Bermotif Mirip Salib Menuai Sindiran

Aksi FPI Membredel Baju Paskibra Bermotif Mirip Salib Menuai Sindiran

Aksi FPI Membredel Baju Paskibra Bermotif Mirip Salib Menuai Sindiran

Aksi FPI Membredel Baju Paskibra Bermotif Mirip Salib Menuai Sindiran

Aksi FPI Membredel Baju Paskibra Bermotif Mirip Salib Menuai Sindiran

Aksi FPI Membredel Baju Paskibra Bermotif Mirip Salib Menuai Sindiran

Aksi FPI Membredel Baju Paskibra Bermotif Mirip Salib Menuai Sindiran


Bagaimana dengan sobat sekalian, apakah juga terkena sindrom phobia simbol 'mirip salib'? :)

Baca juga:
Baca SelengkapnyaAksi FPI Membredel Baju Paskibra Bermotif Mirip Salib Menuai Sindiran

Relikui Potongan Asli Salib Yesus Kristus di Gereja Katolik San Francisco Hilang Dicuri

Relikui Potongan Asli Salib Yesus Kristus di Gereja Katolik San Francisco Hilang Dicuri

Pihak berwenang sedang mencari relikui kuno yang sangat sakral - diyakini sebagai potongan asli dari salib yang digunakan untuk menyalibkan Yesus Kristus - yang dicuri dari sebuah gereja di San Francisco.

Pencuri masuk ke Gereja Katolik St. Dominic pada hari Kamis (18/8) dan mencuri relikui potongan salib Kristus sebelum melarikan diri tanpa jejak. Ditemukan kunci pada kaca tempat penyimpanan relikui dan meninggalkan segel merah kepausan.

Pemimpin gereja dan umat menyatakan kesedihan mereka atas hilangnya harta paling berharga gereja dalam Misa Minggu.

"Potongan salib ini adalah peninggalan 2.000 tahun yang lalu dari salib Kristus sendiri. Oleh sebab itu dicuri dalam berbagai cara dengan disengaja tentu menjengkelkan dan sangat menyedihkan," kata pastor gereja, Pastor Michael Hurley.

Salah satu jemaat gereja yang bernama Suzanne Avila berdoa di depan relikui tersebut hampir setiap hari. "Ini seperti sepotong jantung kecil, kita telah ditarik keluar dan denyutan jantung itu kini telah hilang dan kita perlu mendapatkannya kembali," katanya.

"Untuk seseorang yang mencurinya, mereka sudah kehilangan akal, dan saya benar-benar kasihan pada mereka. Aku berdoa untuk mereka," kata jemaat gereja, Lourdes Paredes.

Tidak ada saksi dan tidak ada kamera keamanan di dalam gereja, tapi polisi mengatakan mereka memiliki beberapa petunjuk untuk menuntun mereka kepada pelaku.

Pastor Hurley berharap pencuri akan mengubah hatinya dan mengembalikan relikui tersebut.

"Kami berharap bahwa pencuri akan mengubah hatinya dan mungkin kita bisa menemukannya lagi dan mengembalikan relikui penting ini ke gereja kami," kata Pastor Hurley.

Ini bukan kali pertama terjadi, sebelumnya pada Januari 2014, relikui jubah berlumuran darah dari Paus St Yohanes Paulus II juga pernah hilang dicuri dari sebuah gereja San Pietro della Ienca yang berada di wilayah pegunungan di Abruzzo, Italia Tengah.

Jubah berlumuran darah tersebut dikenakan Paus Yohanes Paulus II saat ia ditembak oleh Mehmet Ali Agca seorang pembunuh bayaran asal Turki pada tahun 1981.

Jubah yang sudah disobek-sobek pencuri ditemukan polisi di sebuah garasi milik salah seorang pelaku yang berhasil diamankan penyidik. Pencuri diyakini tidak mengetahui seberapa penting arti jubah tersebut sehingga menyobeknya.

Uskup Giovanni D'Ercole menyatakan sobekan-sobekan tersebut sudah dijahit kembali dan hampir mendekati bentuk semula.

"Saya pikir Paus Yohanes Paulus II sudah memaafkannya, begitu juga dengan kami," komentarnya.

Sumber:
Baca SelengkapnyaRelikui Potongan Asli Salib Yesus Kristus di Gereja Katolik San Francisco Hilang Dicuri

Selasa, 23 Agustus 2016

Raja Maroko: Membunuh Pastor Dalam Gereja Adalah Kegilaan yang Tak Terampuni

Raja Maroko: Membunuh Pastor Dalam Gereja Adalah Kegilaan yang Tak Terampuni

RABAT - Raja Maroko, Mohammed ke-VI, meminta warga negara Maroko di luar negeri, yang kebanyakan di Eropa, untuk menegakkan nilai-nilai Islam yang toleran dan menolak tindakan ekstremisme.

Pernyataan itu ditujukan pertama kalinya kepada lima juta warga diaspora Maroko, warga yang tinggal di luar negeri, sejak peristiwa serangan baru-baru ini di Eropa oleh militan.

Warga negara Eropa asli Maroko terlibat dalam beberapa serangan tersebut, seperti dilaporkan oleh BBC News, Senin (22/8/2016).

Mohammed mengecam pembunuhan atas orang-orang tak bersalah, khususnya pembunuhan seorang pastor Katolik di Perancis.

Dua pengikut kelompok yang menyebut diri Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) menggorok leher Pastor Jacques Hamel (84), saat korban sedang memimpin misa di gerejanya di Rouen, Perancis.

"Membunuh pastor dilarang agama," kata Raja Mohammed dalam pidatonya.

"Membunuhnya di dalam gereja adalah kegilaan yang tak terampuni, karena pastor adalah seorang manusia dan pria religius, walau dia bukan Muslim," tambahnya.

Dua dari militan ISIS yang terbunuh setelah rangkaian serangan di Paris pada November, yang menewaskan 130 orang, adalah warga negara Belgia berasal dari Maroko, yaitu Abdelhamid Abaaoud, tersangka pemimpin jaringannya, dan Chakib Akrouh, pengebom bunuh diri.

Tiga militan ISIS yang mengebom Brussels pada Maret, Khalid dan Ibrahim el-Bakraoui serta Najim Laachraoui, juga berasal dari Maroko.

Raja Maroko mengatakan, mereka yang terlibat dalam terorisme, yang mengatasnamakan Islam 'bukanlah Muslim'.

"Mereka pikir, berdasarkan kebodohan mereka, bahwa mereka berjihad," kata Raja Mohammed.

"Sejak kapan jihad menyerukan pembunuhan orang-orang tak bersalah? Sang Mahakuasa mengatakan 'Jangan melampaui batas', karena Allah tidak mencintai penoda," kata dia.

"Bisakah dibayangkan Tuhan memerintahkan seseorang mengebom diri sendiri atau membunuh orang-orang tak bersalah?," kata Raja Muhammad.

"Islam, dalam kenyataannya, tidak mengizinkan segala bentuk bunuh diri, dengan alasan atau kondisi apapun," seru raja yang membawa modernisasi dan reformasi ke dalam citra Kerajaan Maroko.

Sumber: http://kupang.tribunnews.com/2016/08/22/raja-maroko-bilang-membunuh-pastor-di-dalam-gereja-itu-adalah-kegilaan

Baca juga:
Baca SelengkapnyaRaja Maroko: Membunuh Pastor Dalam Gereja Adalah Kegilaan yang Tak Terampuni

Senin, 22 Agustus 2016

Paus Fransiskus Minta Pembantaian 1.150 Umat Kristen di Kongo Diusut

Paus Fransiskus Minta Pembantaian 1.150 Umat Kristen di Kongo Diusut
Pembantaian umat Kristen di wilayah keuskupan Kongo.

NORTH KIVU - Lebih dari 1.150 orang di wilayah Keuskupan Beni, Butembo dan Lubero di North Kivu, Republik Demokrasi Kongo (DRC) dibunuh dan diculik selama dua tahun terakhir. Sayangnya, pemerintah terkait dan dunia seoalah abai.

Paus Fransiskus lantas angkat bicara. Pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu menyebut sikap berdiam diri komunitas internasional sebagai tindakan yang memalukan (shameful silence).

Kecaman itu disampaikan Sri Paus pada peringatan Hari Raya Bunda Maria Diangkat ke Surga, yang jatuh tiap 15 Agustus. Dia pun meminta kasus ini diusut hingga tuntas demi terciptanya perdamaian dan harmoni kembali di tanah Kongo.

“Saya turut berduka untuk orang-orang di North Kivu, Kongo. Mereka baru-baru ini terancam pembantaian, tetapi tidak mendapatkan perhatian sebesar yang kita berikan. Sayangnya, mereka adalah bagian dari sekian banyak orang tak bersalah yang tidak memiliki beban opini dunia,” sindirnya, seperti dikutip dari International Business Times, Sabtu (20/8/2016).

Diketahui, Paus Fransiskus bersama PBB mendesak komunitas internasional untuk beraksi menyelesaikan kasus ini setelah 36 orang Kristen terbunuh sepekan lalu. Laporan terakhir bahkan memperkirakan jumlah korban tewas telah mencapai 50 orang.

Catholic Herald meyakini, para korban diikat sebelum dibunuh. Sementara Premier Christian Radio mengkhawatirkan, meningkatnya angka kematian umat Kristen di wilayah keuskupan tersebut memang telah lama didalangi oleh Islamist Allied Democratic Forces-National Association for the Liberation of Uganda (ADF-NALU).

PBB mencatat, kelompok teroris tersebut telah membunuh sedikitnya 645 orang sejak 2014. World Watch Monitor, lembaga pengawasan dunia di luar PBB menjelaskan, sebelum dibunuh beberapa korbannya juga diperkosa dan diculik. Serangan semacam itu terbilang tidak biasa terjadi di kawasan tersebut.

Baca SelengkapnyaPaus Fransiskus Minta Pembantaian 1.150 Umat Kristen di Kongo Diusut

Minggu, 21 Agustus 2016

Gereja Katolik Butuh Pelayan Umat

Gereja Katolik Butuh Pelayan Umat

DOGIYAI - Agar Gereja Katolik di Dogiyai tidak mengalami kekosongan pelayan umat pada beberapa tahun mendatang, paroki-paroki yang ada di Dekenat Kamuu-Mapiha (Kamapi), Keuskupan Timika, harus menyiapkannya dari sekarang. Dengan cara memberi semangat kepada anak-anak muda aktif dalam tugas-tugas gereja, pewarta dilatih menjadi akolit untuk melayani sesama umat.

Harapan ini diungkapkan Markus Auwe, penanggungjawab Quasi Paroki St. Petrus Mauwa, Jumat (12/8/2016) di Pastoran Sta. Agnes Mauwa, Dogiyai.

Diakon Auwe mengemukakan hal tersebut karena ada kekhawatiran suatu kelak bisa terjadi kekosongan tenaga akibat pelayan yang ada “menarik diri” masuk ke dunia birokrasi, politik ataupun perusahaan dan di sektor swasta lainnya.

“Ketika semua orang lari ke sana, maka gereja akan mengalami kekurangan tenaga pelayan. Nah, kami mengikat mereka dalam gereja dengan memberikan pembinaan lektor dan akolit,” ungkapnya menceritakan solusi yang sudah dan sedang dilakukan.

Selain itu, ia mengakui, Gereja Katolik di kampung-kampung yang ada di Dogiyai hingga kini tetap eksis karena kesetiaan para pewarta. “Kalau pewarta-pewarta tidak ada, dan jika adapun tidak aktif, pasti gereja-gereja di kampung mati,” tutur Auwe.

Baginya, para pewarta tersebut mestinya mendapat penghargaan dari gereja, juga pemerintah.

Katakan dari pemerintah dalam hal ini melalui instansi terkait yang punya program pembangunan rumah, ia berharap tidak lupakan petugas gereja. “Kalau bisa, kasih pada kami gereja 6 atau 10 kopel rumah. Itu nanti kami berikan kepada pewarta lama. Sebagai bentuk penghargaan kami kepada pewarta, kami mau memberikan rumah yang dikasih ke gereja,” katanya berharap.

Hal lain, sebut Auwe, Tim Pastoral juga perlu memerhatikan tenaga pelayan di masing-masing paroki. Perlu siapkan kader-kader pewarta, akolit, yang bertugas membantu Diakon ataupun Imam.

Yang kedua, menurutnya, sangat perlu pula persiapkan putra daerah menjadi pelayan umat.

“Lebih pada pembinaannya, agar gereja selalu hidup. Kekhawatirannya jika tidak menyiapkan kader, gereja bisa mati. Tidak akan berkembang lebih baik,” ucap jebolan Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) “Fajar Timur” Abepura, Jayapura, ini.

Di Quasi Paroki St. Petrus Mauwa, pihaknya sedang menyiapkan tenaga, administrasi, bangunan fisik pagar, dan gedung pastoran. “Setelah siap semua, quasi menjadi paroki,” imbuhnya.

Menjadi pelayan bisa sebagai pewarta, akolit, lektor, yang dapat menjalankan tugas di Komunitas Basis (Kombas). Untuk itu, pembinaan harus diadakan di paroki.

“Gereja tidak boleh mengalami kekosongan tenaga, dalam hal akolit. Tugas akolit membantu Diakon atau Pastor. Pewarta hanya dua orang yang sudah dilantik sebagai akolit, sedangkan yang lain belum dilantik,” jelas Auwe.

Martinus Dogomo dan Agustinus Goo, pewarta di stasi Muniopa, mengaku pentingnya keterlibatan anak muda dalam kegiatan gereja.

“Kita kekurangan pelayan. Tidak ada minat dari anak-anak muda,” ujarnya agak kecewa.

Pieter Tebai, pewarta lama Mauwa, menegaskan, “Sampai hari ini kami mempertahankan gereja di kampung Mauwa hingga nanti menjadi paroki. Tetapi, kami membutuhkan tenaga.”

Baca SelengkapnyaGereja Katolik Butuh Pelayan Umat

Sabtu, 20 Agustus 2016

Ini Dia Bangunan Diduga Tempat Yesus Menyebarkan Kristen 2.000 Tahun Lalu

Ini Dia Bangunan Diduga Tempat Yesus Menyebarkan Kristen 2.000 Tahun Lalu

GALILEA - Sejumlah arkeolog menemukan sebuah reruntuhan sinagoga (tempat ibadah Yahudi) di dekat Gunung Tabor, tak jauh dari Tel Rakesh, Israel.

Dalam penggalian tersebut, ditemukan jejeran batu kapur menyerupai bangku-bangku yang diduga tempat jemaat duduk. Penemuan tersebut di sebuah desa Yahudi kuno yang dipercaya berasal dari abad pertama Masehi

Dalam kitab Perjanjian Baru disebutkan, Yesus atau Nabi Isa mengunjungi rumah-rumah ibadat desa di Galilea.

Bangunan sinagog yang ditemukan itu, panjang 29 kaki dan lebar 26 kaki. Merupakan tempat Nabi Musa mengajarkan Taurat seminggu sekali.

Sebagian besar rumah-rumah ibadah, sekitar waktu ini --yang dikenal sebagai Periode Kuil Kedua-- di sebut berada pusat-pusat kota Yahudi Kuno.

Penemuan ini adalah yang pertama. Menurut Perjanjian Baru, Yesus melakukan pelayanannya di kota Kapernaum di pantai barat laut Danau Galilea. Di kawasan ini terdapat ratusan desa Yahudi hingga keluar kawasan Galilea. 

Baca juga: International Geology Review: Yesus Kristus Disalibkan pada 3 April 33

Sejumlah kitab Matius, Markus dan Lukas, memang disebutkan bahwa Yesus mengunjungi desa ini untuk menyebarkan Injil.

Matius 9:35, misalnya, menyatakan: Yesus pergi melalui semua kota dan desa-desa, mengajar dalam rumah mereka, memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan menyembuhkan segala penyakit dan kelemahan."

Tapi sampai sekarang, tidak ditemukan rumah-rumah ibadah pedesaan tersebut, sehingga penemuan ini dianggap sebagai sejarah awal yang penting bagi Kristen.

Arkeolog menemukan situs ini puncak bukit yang dikenal sebagai Tel RecheŇ°, dekat Gunung Tabor, Galilea, Israel.

Desain umum rumah-rumah ibadah tersebut, jamaah duduk sepanjang dinding menghadap tengah ruangan. Sedangkan pembaca doa berdiri di tengah ruangan untuk mengajarkan kitab Taurat. Rumah ibadah ini menghadap ke Yerusalem sebagai kiblat.

Dr Mordechai Aviam, seorang arkeolog kepada Ynetnews, seperti dilansir MailOnline mengatakan bahwa rumah ibadah tersebut dibangun antara 20-40 Masehi dan digunakan hingga pertengahan abad kedua.

"Ini adalah penemuan pertama sinagog abad pertama di pedesaan Galilea. Penemuan ini menggambarkan kehidupan pedesaan Yahudi Galilea."

Situs ini terletak sekitar 17 kilometer timur Nazaret, dan 12 kilometer dari Nin (Naim). Kendati demikian, belum diketahui nama desa Yahudi kuno tersebut karena tidak ada referensi yang menyebutkan.

Penggalian situs ini tidak hanya menemukan bangku batu kapur dan dinding sinagog, tetapi juga dua pilar besar yang diduga menjadi tiang bagi atap bangunan tersebut.

Setelah pemberontakan Bar Kokhba, saat orang-orang Yahudi dari Yudea bangkit melawan Kekaisaran Romawi, kawasan desa Yahudi kuno ini hancur. Sejak itu, garis sejarah Yahudi terputus.

Dr Aviam percaya sinagog di Tel RecheŇ° ini dibangun oleh pemilik pertanian untuk keluarga dan para pekerjanya.

"Ini adalah rumah ibadat sederhana tetapi tidaklah mudah untuk membangun sinagog yang sederhana."

"Bangku yang kami temukan terbuat dari batu Ashlar putih yang indah dan pilar dasar yang besar membutuhkan biaya yang cukup besar dan mahal."

Ratusan fragmen lukisan dinding langka dari periode Romawi juga ditemukan di Zippori di Galilea. Lukisan ini menunjukkan pola bunga, gambar binatang --seperti punggung harimau dengan ekornya-- dan pola geometris

Penemuan ini dari penggalian kelompok arkelolog yang berbeda di Zippori, taman nasional di Galilea.

Dari hasil temuan ini, arkeolog percaya bahwa Zippori merupakan pusat kota penting bagi orang-orang Yahudi selama kekuasaan Romawi dan periode Bizantium, kata Profesor Zeev Weiss, seorang arkeolog di Universitas Ibrani, Israel.

Lukisan dinding menghiasi bangunan monumental yang diduga didirikan pada abad kedua Masehi di utara kota. Bangunan ini dibongkar pada abad ketiga dan diganti dengan bangunan publik lain.

Baca SelengkapnyaIni Dia Bangunan Diduga Tempat Yesus Menyebarkan Kristen 2.000 Tahun Lalu

Jumat, 19 Agustus 2016

Liliyana-Tontowi Tunjukkan 'Arti Toleransi' di Olimpiade Rio

Liliyana-Tontowi Tunjukkan 'Arti Toleransi' di Olimpiade Rio

Keberhasilan ganda campuran badminton Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad merebut medali emas untuk Indonesia di Olimpiade dipandang sebagai wujud keberagaman Indonesia yang belakangan mendapat banyak masalah.

Lagu Indonesia Raya berkumandang di arena badminton pada hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus setelah Liliyana-Tontowi menang dalam dua set dalam menghadapi pasangan Malaysia Chan Peng Soon dan Goh Liu Yingdalam dua set 21-12, 21-14.

Keduanya adalah atlet Indonesia terakhir bertanding di Olimpiade Rio dan satu-satunya peluang untuk medali emas Indonesia.

Berita kemenangan pasangan Liliyana Tontowi ini dibagikan lebih 3.000 kali di Facebook BBC Indonesia dengan ratusan komentar termasuk dari Dwityo Sd Trisno yang menyebutkan keduanya menunjukkan arti toleransi di pesta olahraga besar ini.

"Yang satu Muslim dan yang satunya lagi Katolik, yang satu Indonesia asli, dan yang satunya lagi keturunan Tionghoa. Tapi mereka bahu membahu berjuang bersama, saling mendukung dan mensupport menutupi kelemahan masing-masing. Tidak ada permusuhan dan tidak ada kebencian diantara mereka. Dan mereka membawa EMAS untuk INDONESIA," tulis Dwityo.

"Owi dan Butet sudah menunjukkan arti toleransi, persatuan, perjuangan, dan persaudaraan sesama anak bangsa," tambahnya.


Liliyana-Tontowi Tunjukkan 'Arti Toleransi' di Olimpiade Rio

Tanggapan atas komentar ini termasuk dari Arif Budiman yang menulis, "Jadi ingat Sigit Budiarto dan Chandra Wijaya yang meraih medali emas ganda putra pada Olympiade Sydney 2000." Ada pula Princes Crestiana Miuw Miuw yang menulis, "Contoh yang baik soal toleransi... harusnya semua rakyat indonesia bisaaaa."

Tagar emas untuk Indonesia popular sampai Kamis dan disinggung lebih dari 10.000 kali.
'Cik Butet tenang aja jaga di depan'

Bonar Tigor Naipospos dari Setara Institute for Democracy and Peace mengatakan bahwa memang Liliyana dan Tontowi merupakan simbol keberagaman Indonesia.

"Bila kita berbicara soal perjuangan Indonesia, apapun agamanya, etnis tidak relevan lagi. Sekali menjadi WNI, semua setara dan memiliki hak yang sama dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya untuk bersama-sama berjuang ke depan," kata Bonar.

"Kita lupa bahwa atlet-atlet kita berasal dari agama dan etnis yang berbeda dan kita tidak persoalkan hal ini. Kalaupun keturunan Tionghoa tidak dipersoalkan tetapi begitu urusan politik dipertanyakan," tambahnya.

Bonar menyebut ini terjadi pada sejumlah politisi yang ia sebut 'berpikiran sempit dan berstandar ganda' dan mendukung sesuatu untuk kepentingan mereka.

Walaupun menang meyakinkan dalam dua set namun Liliyana yang biasa dipanggil Butet mengatakan sempat goyah di set kedua dan tenang setelah diyakinkan oleh Tontowi.

“Saat itu Owi berkata kepada saya ‘Nggak apa-apa cik, saya siap back-up di belakang. Cik Butet tenang aja jaga di depan. Cici lebih unggul kok (permainan) depannya’," kata Liliyana seperti dikutip dalam situs Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia.

"Kata-kata Owi ini membuat saya makin semangat dan percaya diri. Setelah break, saya rileks saja, toh di game pertama saya sudah menang juga, seharusnya lawan yang under pressure,” tambahnya.

Badminton tidak menyumbang apa pun dalam Olimpiade 2012 di London setelah sebelumnya meraih enam emas dalam lima Olympiade.

Susy Susanti dan Alan Budikusuma meraih emas di Olimpiade Barcelona 1992, kemudian Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky di Olimpiade Atlanta 1996, Tony Gunawan/Candra Wijaya di Olimpiade Sydney pada 2000, Taufik Hidayat di Olimpiade Athena 2004, dan terakhir Markis Kido/Hendra Setiawan di Olimpiade Beijing 2008.

Baca SelengkapnyaLiliyana-Tontowi Tunjukkan 'Arti Toleransi' di Olimpiade Rio

Rabu, 17 Agustus 2016

Memalukan: Pelaku Perusakan Patung Gereja Klaten Ternyata Putra Koster

Memalukan: Pelaku Perusakan Patung Gereja Klaten Ternyata Putra Koster

Kepolisian Resort (Polres) Klaten mengungkap pelaku perusakan patung Yesus dan Bunda Maria di Gereja Santo Yusup Pekerja Gondang Winangun. Pelaku perusakan adalah putra salah satu pegawai rumah tangga gereja yang saat itu sedang kesal dan marah dengan ibunya.

"Untuk mengungkap pelaku perusakan patung di gereja tersebut, kami telah memanggil sebanyak 20 orang lebih menjadi saksi untuk dimintai keterangan," kata Kapolres Klaten, AKBP Faizal, pada Selasa malam, 16 Agustus 2016.

Selain memanggil puluhan saksi, polisi juga mengolah tempat kejadian perkara (TKP) di dua tempat, yakni di sungai sebagai tempat pembuangan patung Bunda Maria serta di dalam gereja tempat patung Yesus dirobohkan.

"Berdasarkan pemeriksaan saksi dan hasil olah TKP, selanjutnya tadi malam Kepolisian telah berhasil mengungkap bahwa pelaku perusakan berinisial R, yang merupakan putra koster Gereja. Pelaku berarti keluarga besar gereja, artinya orang dalam yang melakukan perusakan," katanya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, perusakan patung Yesus dan Bunda Maria dilandasi rasa kesal dan marah kepada ibunya. Saat itu sang ibu meminta untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya.

"Nah, pada saat itu si R itu juga sedang sakit dan habis pulang berobat di Telgalyoso. Jadi merasa kesal dengan ibunya yang meminta untuk membantu merampungkan pekerjaan sekolah ibunya yang berprofesi sebagai guru," ujarnya.

Setelah muncul rasa kesal, R pun keluar rumah menuju gereja untuk merobohkan patung Yesus serta membawa patung Bunda Maria keluar. Rumah orang tua R ada di belakang bangunan gereja. "Saat kejadian itu, bapaknya R sedang tidur, terus ibunya sedang mengerjakan tugas sekolah. Sedangkan keponakannya sedang asyik bermain Playstation," katanya.

Perusakan patung gereja itu diperkuat lagi dua saksi yang merupakan temen R. Saat itu, R sempat bercerita kepada temannya bahwa habis mengobrak-abrik gereja. "Keterangan dari teman R pada hari Kamis lalu si teman bertanya kepada R tentang gereja, si R menjawab jika gereja dia yang merusaknya. Keterangan itu dibenarkan juga teman saksi lainnya," ujarnya.

Menurut Kapolres, berdasarkan hasil pendalaman keterangan saksi selanjutnya dilakukan rekonstruksi terhadap saksi dan juga melibatkan R. Dari hasil rekonstruksi tersebut dapat diketahui kondisi R secara visual menunjukkan gerakan-gerakan yang mencurigakan dan takut.

"Dari hasil pemeriksaan, tim merasa yakin dengan keterlibatan R sehingga dilakukan penggeledahan kaus yang dipakai R saat kejadian. Penggeledahan berhasil menemukan kaus seperti yang dipakai saat hari kejadian. Ini berdasarkan keterangan saksi orang yang mancing di sungai," katanya.

Pelaku diancam pasal 406 KUHP tentang perusakan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. Namun di dalam pasal 21 KUHP diatur bahwa ancaman di bawah 5 tahun tidak dilakukan penahanan.

Baca SelengkapnyaMemalukan: Pelaku Perusakan Patung Gereja Klaten Ternyata Putra Koster
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...