Minggu, 11 Desember 2016

Paska Ditemukan Gudang Bom di Bekasi, Natal Tahun Ini Gereja Dijaga Ketat Densus 88

Paska Ditemukan Gudang Bom di Bekasi, Natal Tahun Ini Gereja Dijaga Ketat Densus 88

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jendral Tito Karnavian meminta masyarakat khususnya yang beragama Kristen untuk tidak khawatir jelang Natal dan Tahun Baru. Tito sudah mempersiapkan pengamanan di sejumlah gereja jelang natal guna mengantisipasi tindakan teroris.

"Kami akan fokuskan pengamanan tempat ibadah pada natal dan tahun baru nanti. Untuk pengamanan, ada Ops Lilin mulai tanggal 23 Desember hingga tanggal 2 Januari," kata Tito di Polda Sumut, Sabtu (10/12/2016).

Tidak tanggung-tanggung, dalam pengamanan kali ini, Mabes Polri menurunkan Tim Detasemen Khusus 88 untuk menjaga sejumlah gereja. Nantinya, Tim Densus 88 ini akan melakukan sterilisasi sebelum pelaksanaan ibadah.

"Pengamanan melekat pada gereja-gereja tentu ada. Tim Densus juga akan hadir," katanya.

Hal ini dilakukan setelah Densus 88 menangkap tiga orang terkait penemuan bom berdaya ledak tinggi di pinggiran Ibu Kota, yakni Bekasi, Jawa Barat, Sabtu siang (10/12/2016). Dalam penggerebekan tersebut, selain menemukan bom. Densus juga menangkap tiga orang, yang terdiri dari dua laki-laki dan seorang perempuan.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengatakan bom tersebut rencananya akan diledakkan oleh tiga tersangka.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Umar Surya Fana mengatakan bom diduga memiliki daya ledak tinggi. Sebab, bom memiliki ukuran cukup besar yakni mencapai tiga kilogram. Bom dirakit dalam sebuah wadah seperti tempat penanak nasi.

Apabila bom tersebut berhasil diledakkan oleh terduga teroris di ruang terbuka, kecepatan daya ledak bisa mencapai 4.000 kilometer per jam. Selain itu ledakan bisa menghancurkan bangunan hingga benda yang berada dalam radius sekitar 300 meter.

Mengenai dugaan pelaku teror bom ini, Umar Surya menyebut jaringan Bahrum Naim dari Solo, Jawa Tengah. "Ini jaringan Bahrun Naim, Solo," kata Umar.

Diketahui Bahrun Naim sering dikaitkan dengan kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah yang diketahui telah berbaiat ke ISIS. Ia juga disinyalir merupakan orang yang menggugah video kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) melalui akun Facebook yang bernama Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo.

Sumber:
Baca SelengkapnyaPaska Ditemukan Gudang Bom di Bekasi, Natal Tahun Ini Gereja Dijaga Ketat Densus 88

Kamis, 08 Desember 2016

Ormas Islam Protes Baliho 'Mahasiswi Berjilbab' di Kampus Kristen UKDW Yogyakarta

Ormas Islam Protes Baliho 'Mahasiswi Berjilbab' di Kampus Kristen UKDW Yogyakarta

Setelah pengusiran KKR Natal di Sabuga, Bandung, kembali terjadi insiden berbau sentimen agama di Yogyakarta. Sekelompok pemuda yang menamakan diri Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) menggeruduk kantor humas dan admisi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) di Jl.Dr. Wahidin Sudirohusodo No.5-25, Yogyakarta pada Rabu (07/12/2016) siang.

Mereka memprotes poster iklan penerimaan mahasiswa baru UKDW yang menampilkan foto wanita berjilbab.

“Hendaknya pihak UKDW tidak sembarangan, simbol jilbab untuk umat Islam dicampur dengan mereka yayasan Kristen. Kami amat sangat terusik sekali, jelas-jelas ini tidak dibenarkan secara syariat,” katanya.

Menurut Ustadz Budi, pihak UKDW beralasan iklan itu sebagai bentuk keberagaman dan kebhinekaan. Mereka mengaku yang menjadi model iklan pun mahasiswanya.

“Silahkan berbhineka, tapi jangan campur adukkan simbol umat Islam dengan yang lain. Mungkin bagi mereka halal-halal saja, tapi bagi kami ini tidak,” tegasnya.

Umat Islam Yogyakarta merasa resah dengan Iklan UKDW yang menampilkan muslimah berjilbab. Ustadz Budi menambahkan bahwa permintaan umat Islam Yogyakarta, iklan itu harus segera diturunkan.

“Kami sangat-sangat tidak bisa menerima hal itu. Itu simbol kita, sampai titik akhir akan kita bela,” ujarnya.

Sementara itu, Wiwid Kepala Unit Administrasi dan Promosi UKDW, saat didesak permintaan anggota AM FUI untuk mencopot iklan tersebut, dirinya mengatakan bahwa pihak UKDW dalam memasang baliho bekerja sama dengan bagian promosi eksternal. Menurutnya ada 6 titik baliho yang tersebat di pinggir jalan utama Yogyakarta.

“Kita berusaha memahami permintaan anda, kalau ingin mediasi dengan pihak Rektorat bisa kita sampaikan. Namun ada surat dari ormas anda, kalo untuk iklan yang didepan kampus, sudah kita lepas kok, bisa dicek,” katanya.

Ustadz Budi memberi batas waktu 1 kali 24 jam bagi UKDW untuk melepas 6 baliho iklan PMB 2017/2018 yang tersebar di pinggir jalan wilayah Yogyakarta.

Berikut status Facebook M Fuad Andreago, seorang anggota FUI Yogyakarta soal hal itu. Namun kini akun FB tersebut telah dihapus. Berikut screenshoot statusnya.

Ormas Islam Protes Baliho 'Mahasiswi Berjilbab' di Kampus Kristen UKDW Yogyakarta

Insiden ini ternyata menjadi viral di sosial media khususnya Twitter dan Facebook. Banyak yang menyatakan tindakan ini merupakan hal yang bodoh karena merugikan syiar Islam sendiri.

“Gobloknya minta ampun, malah bagus universitas Kristen tdk alergi pd jilbab, itu kan syiar Islam jg,” kata Guntur Romli lewat akun Twitter @GunRomli.

Ormas Islam Protes Baliho 'Mahasiswi Berjilbab' di Kampus Kristen UKDW Yogyakarta

UKDW merupakan universitas yang didirikan tahun 1985. Kampus tersebut merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Theologia Duta Wacana yang berdiri sejak 31 Oktober 1962.

Selain fakultas teologi, universitas yang berada sekitar dua kilometer dari Tugu itu memiliki fakultas teknologi informasi, arsitektur, bisnis, bioteknologi, kedokteran dan pendidikan bahasa Inggris.

Sementara itu, FUI pernah terlibat pada pembubaran kegiatan budaya di Yogyakarta, seperti pemutaran film Senyap di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM dan Institut Seni Indonesia, Desember 2015.

Baca SelengkapnyaOrmas Islam Protes Baliho 'Mahasiswi Berjilbab' di Kampus Kristen UKDW Yogyakarta

Rabu, 07 Desember 2016

Larang Ibadah di Tempat Umum, Ormas Islam Bubarkan Paksa Kebaktian Natal di Bandung

Larang Ibadah di Tempat Umum, Ormas Islam Bubarkan Paksa Kebaktian Natal

Sekelompok ormas Islam yang menyebut dirinya “Pembela Ahlus Sunnah” (PAS) memaksa pembubaran kebaktian natal yang dilangsungkan di gedung Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Selasa malam (6/12). Ormas Islam menilai acara keagamaan seharusnya dilaksanakan di gereja, bukan di gedung umum.

Dalam aksinya, PAS membawa spanduk bertuliskan kalimat “masyarakat muslim Jawa Barat minta kegiatan KKR dipindahkan ke tempat yang telah disediakan – yaitu gereja – dan bukan di tempat umum”, tetapi dalam mediasi dengan penyelenggara acara itu, yang diangkat sebagai persoalan adalah soal perijinan.

Menurut keterangan pers polisi, Selasa malam (6/12), penyelenggara kebaktian, Pdt. Dr. Stephen Tong sudah mulai berkoordinasi dengan pejabat Kesatuan Bangsa & Politik Bandung dan petugas Polrestabes Bandung tentang seruan pembubaran acara itu sejak jam tiga siang.

Penyelenggara minta waktu untuk memberi informasi kepada warga yang sudah berdatangan dan memasuki Sabuga, sementara ormas PAS meminta penghentian kegiatan segera dengan alasan “ada kesalahan prosedur dalam proses kelengkapan pemberitahuan kegiatan” oleh panita KKR.

Peserta kebaktian akhirnya membubarkan diri setelah menyanyikan lagu “Malam Kudus”. Sejumlah anggota PAS juga membubarkan diri tak lama kemudian.

Salah seorang peserta acara mengatakan bahwa sebenarnya soal ijin sudah dilengkapi, termasuk pemberitahuan kepada pemda setempat dan aparat berwenang. Mereka menyesalkan tindakan tersebut mengingat acara kebaktian ini rutin dilakukan menjelang Natal.

Melalui akun Instagram-nya, Ridwan Kamil Selasa malam menyampaikan pesan singkat “Kegiatan dilanjut saja. Hak beragama Anda dilindungi negara”.

Lewat akun Instagram, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mencoba menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi soal itu, dan menulis: "Kegiatan dilanjut saja. Hak beragama Anda dilindungi negara."

Namun kemudian, setelah acara KKR itu akhirnya dibubarkan sebelum waktunya, Ridwan meminta maaf.

"Saya minta maaf, secara fisik saya tidak bisa di semua lokasi peristiwa."

Berdasarkan SKB Tiga Menteri Nomor 8 dan Nomor 9 Tahun 2006, Bab V tentang Ijin Sementara Pemanfaatan Bangunan Gedung, Pasal 18, menyatakan “pemanfaatan bangunan gedung bukan rumah ibadat sebagai rumah ibadat sementara, harus mendapat surat keterangan pemberian ijin sementara dari bupati/walikota dengan memenuhi persyaratan: laik fungsi, pemeliharaan kerukunan umat beragama, ketentraman dan ketertiban masyarakat”.


Baca juga:
Baca SelengkapnyaLarang Ibadah di Tempat Umum, Ormas Islam Bubarkan Paksa Kebaktian Natal di Bandung

Kamis, 01 Desember 2016

Kepala Sekolah Negeri Peranap Sebut Siswa Kristen Tak Pantas Baca Pembukaan UUD 1945

Kepala Sekolah Negeri Peranap Sebut Siswa Kristen Tak Pantas Baca Pembukaan UUD 1945

PEKANBARU - Seorang Kepala Sekolah Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Desa Katipo Jaya - Peranap, Kecamatan Peranap, Kebupaten Indragiri Hulu Pekanbaru, Riau menyatakan bahwa siswa Kristen tak pantas menjadi petugas pembaca Pembukaan UUD 1945.

Pasalnya dalam Pembukaan UUD 1945 terdapat kata "Allah" yang merupakan Tuhan umat Islam sehingga pembaca Pembukaan UUD 1945 harus siswa beragama Islam.

Seorang guru yang enggan disebut namanya mengaku tidak terima perkataan Kepala Sekolah yang baru-baru ini karena keputusan tersebut merupakan bentuk diskrimasi bagi siswa sekolah.

"Saya merasa tersinggung apa kata Kepala Sekolah melontarkan pernyataan yang tak pantas, ini sudah dikriminasi. Siswa Kristen katanya tak pantas bertugas sebagai pembaca Pembukaan UUD' 45 kalau upacara bendera" katanya.

Wartawan yang melakukan klarifikasi pada Senin (28/11) kepada An Harianto, SPd selaku kepala sekolah SMP Negeri 4 Katipo Jaya, Peranap, mengakui apa yang dikatakan guru tersebut memang benar.

"Saya memang benar mengatakan siswa Kristen tak pantas pembaca Pembukaan UUD 1945, sebab dalam alenia ketiga ada kata "Allah" yang menurut saya jikalau orang Krsiten mengucapkan sepertinya janggal, dan bisa jadi bahan tertawaan," kata An Harianto.

Ia menyatakan “Dengan Rahmat Allah”, itu harus dibaca dengan Allah (Alloh), kalau Kristen kan Allah dibaca (Allah). Jadi yang pantas jadi pembaca Pembukaan UUD 1945 itu adalah Islam dan Siswa Kristen tidak pantas membacanya," katanya. Allah yang dibaca “Alloh” merupakan Tuhan umat Islam.

Menurut An Harianto, isi alinea ketiga Pembukaan UUD 1945 menjadi polemik dan siswa Kristen tidak pantas menjadi pembaca Pembukaan UUD 1945.

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."

Baca SelengkapnyaKepala Sekolah Negeri Peranap Sebut Siswa Kristen Tak Pantas Baca Pembukaan UUD 1945

Senin, 28 November 2016

Balita Korban Bom Gereja Samarinda Nyanyi Pujian Bagi Tuhan, Netizen Menangis!


Peristiwa ledakan bom di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur menyebabkan 4 balita menjadi korban.

Keempat balita itu adalah Intan Olivia Banjarnahor (2,5), Triniti Hutahayan (3), Alfaro Aurelius Tristan Sinaga (4), dan Anita Kristobel Sihotang (2). Intan Olivia Banjarnahor (2,5) akhirnya meninggal dunia.

Seorang netizen Mary Asiba Hutapea berhasil merekam video mengharukan, balita Trinity Hutahayan (3) dan Alfaro Aurelius Tristan Sinaga (4). Keduanya terlihat masih dirawat intensif di rumah sakit.

Mary Asiba Hutapea memberi caption pada videonya sebagai berikut:

‘Video korban bom Gereja OIKUMENE Samarinda, Trinity Hutahayan dan Alfaro Aurelius Tristan Sinaga. Sedih nonton nya, ditengah2 musibah yg mereka alami,mereka msh tetap memuji nama Tuhan,dengan lagu kesukaan mereka: "Kingkong badan besar tp kaki pendek...". Semoga cepat sembuh ya sayang,tetap semangat dan ceria selalu. Anak Tuhan Yesus harus lbh kuat lagi.. Gbu all’

Dalam video itu terlihat keduanya bernyanyi dengan senang hati, padahal, kondisi keduanya masih dibalut perban tebal karena menderita luka bakar akibat bom tersebut.

Keduanya tak menampakkan suasana kesedihan, keduanya tetap bernyanyi dengan suara nyaring sebuah lagu rohani anak-anak untuk memuji Tuhan.

Sejak diposting, video itu telah ditonton sebanyak 516.547 kali dan telah dibagi sebanyak 23 ribu kali oleh netizen.

Balita Korban Bom Gereja Samarinda Nyanyi Pujian Bagi Tuhan, Netizen Menangis!

Postingan itu juga dikomentari sebanyak 5.866 oleh netizen, berikut komentar netizen:

Yustina Wassar: Cpt smbuh ya adik2 pintar Tuhan syg adik2

Yulce Sudamara: Tdk sanggup nonton sampe abis...cpt sembuh nak....Tuhan pny cara trsendiri untk mnghibur dan membri kekuatan pada kalian yg msh anak2.

Onya Anyozz: Cepat sembuh sayanggg. kalian kuattt. anak Tuhan hebattt. semangat sayang ya

Jho Permana: Ya Tuhan sembuhka anak2 yg terkena musibah bom, mereka ingin selalu memuji Engkau karna mereka tahu Tuhanlah penyembuhku. Cepat sembuh ya dek. Gbu

Christina Galuh Real: TUHAN jamah adik2 ku spy sgra sembuh Amien

Vicky Virginia: Mereka aja yg sakit masih bisa memuji TUHAN tapi kita yang sehat malas ,Ya TUHAN sembuh kan mereka amin

Budi Cing: Cepet sembuh. mereka tdk tau apa2. hanya korban dr org biadab

Norve Sue: Cepat sembuh nak, Tuhan Yesus akan memulihkan dengan sempurna

Thjialip Choi: Manusia biadab yg melakukan bom korban nya anak2 kecil yg tiada dosa jg tiada musuh klo anak teroris itu kena bom gimana perasaan nya

Gina Nataria Oeffie: Gbu trinity dan alvaro, Tuhan Yesus memberikan kesembuhan. Dan tetap mengampuni ya. Love you

Kepolisian dari Polda Kaltim bersama Densus 88 akhirnya menyelesaikan kasus ledakan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur.

Setelah ini, penyelidikan akan dilanjutkan ke Jakarta, karena seluruh tersangka kasus ledakan bom dibawa menuju Jakarta oleh Densus 88, Sabtu (19/11/2016) pagi ini.

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Safaruddin menjelaskan, tersangka dari kasus ledakan yang mengakibatkan satu orang tewas dan tiga lainnya luka-luka itu, berjumlah tujuh orang.

Satu pelaku berinisil J yang sejak hari pertama telah ditetapkan sebagai tersangka. Lalu pada Kamis (17/11/2016) lalu kepolisian menetapkan empat tersangka lainnya, berinisial S, Ad, Gap, dan Rpp, yang sebelumnya merupakan saksi di antara 19 saksi yang telah diamankan sejak pertama.

Lalu, kepolisian kembali menetapkan dua tersangka lainnya, yang diamankan di Penajam Paser Utara (PPU), berinisial Js dan R.

"Pagi ini semua tersangka dibawa ke Jakarta untuk pengembangan lebih lanjut oleh Densus 88. Tujuh tersangka yang ada ini merupakan hasil pemeriksaan, pencocokan antara barang bukti dan pengakuan saksi-saksi lainnya," kata Safaruddin dalam konferensi pers di Mako Detasemen B Pelopor Sat Brimob Polda Kaltim, Samarinda Seberang, Sabtu (19/11/2016).

Ketujuh tersangka tersebut terbukti terlibat dalam perencanaan, penyedia bahan baku bom, pembuatan bom hingga eksekusi di hari peledakan.

"Mereka terlibat, sebelumnya telah dilakukan terlebih dahulu pelatihan membuat bom dan perencaan menjalankan aksinya," ucapnya.

Sedangkan untuk jaringan tersangka, Safaruddin tidak dapat membebernya, karena masih dalam tahap penyelidikan oleh Densus 88.

"Untuk jaringan belum saatnya untuk disampaikan, karena proses pemeriksaan dan pengembangan masih berlanjut di Jakarta," kata dia.

Baca SelengkapnyaBalita Korban Bom Gereja Samarinda Nyanyi Pujian Bagi Tuhan, Netizen Menangis!

Minggu, 27 November 2016

Ustadz Suhendi Akan Bakar Gereja Santa Clara Jika Pembangunan Dilanjutkan

Ustadz Suhendi Akan Bakar Gereja Santa Clara Jika Pembangunan Dilanjutkan

BEKASI - Kurang dari 500 orang dari beberapa ormas Islam kembali melakukan demontrasi, menolak pembangunan Gereja Katolik Santa Clara di Bekasi Utara pada Jumat (25/11). Sejak pukul 13.30 WIB, usai Sholat Jumat mereka secara bergelombang mendatangi lokasi yang terletak di Jl Kaliabang, Bekasi Utara.

Secara bergantian, para ustadz berorasi menuding pihak Santa Clara telah melakukan pelanggaran hukum, memanipulasi data dan tandatangan warga pendukung. Karena itu mereka menyatakan menolak pembangunan Gereja Santa Clara. Jika tidak diindahkan mereka berjanji akan berdemo terus.

Bahkan Ustadz mengancam akan membakar Gereja Santa Clara jika tetap dibangun.

“Umat Islam tak segan-segan mengutus para Mujahid yang akan berjihad untuk meratakan dengan tanah bangunan gereja ilegal ini dan membakar sampai tak bersisa,” kata Ustadz Suhendi Syahroni dalam orasinya diikuti seruan Takbir “Allahu Akbar” secara bersautan.

Menurut para orator, jumlah umat Santa Clara hanya segelintir sehingga tidak perlu memiliki gereja dan kalau harus memiliki gereja agar membangunnya di tempat lain.

Menanggapi berbagai tudingan tersebut, Romo Raymundus Sianipar, OFMCap, pastor paroki menjelaskan bahwa pihaknya tidak sembarangan dalam mengurus izin. Mereka sangat tertib dan disiplin dalam hal administrasi.

“Selama 17 tahun kami mematuhi semua persyaratan dan peraturan. Kami sabar dan telaten meski tantangannya tidak sedikit menggerus pikiran, emosi, perhatian dan sebagainya,” ujar Pastor Ray.

Menyangkut tudingan bahwa umat Katolik di tempat ini hanya segelintir, Sekretaris Dewan Paroki Rasnius Pasaribu menjelaskan bahwa umat Paroki Santa Clara saat ini mencapai 9.422 jiwa dan tersebar di seantero Kecamatan Bekasi Utara. Umat tersebut terbagi dalam 11 wilayah dan 58 lingkungan di bawah penggembalaan 4 orang pastor.

Dengan jumlah umat sebanyak tersebut, namun belum memiliki bangunan gereja, pihak pengurus gereja kesulitan memberikan pelayanan yang maksimal.

Untuk sementara, umat Santa Clara merayakan Misa di sebuah Ruko di Perumahan Wisma ASRI. Ruko yang mereka gunakan hanya mampu menampung sekitar 300 orang sementara umat yang datang mengikuti Misa mencapai 800-an orang. Umat yang tidak kebagian tempat di dalam, menghampar di luar duduk menggunakan kursi plastik di halaman ruko (jalan).

Yang sungguh merepotkan tatkala hujan turun saat Misa berlangsung. Umat harus berdesak-desakan di dalam Ruko dan menepi di teras rumah penduduk. Jika tetap tidak kebagian tempat, sejumlah umat pasrah menggunakan payung atau rela diguyur hujan.

“Seperti tanggal 13 November lalu. Kami harus menggunakan payung dan menepi di rumah tetangga. Kami tidak mengada-ada,” ujar Rasnius sambil memperlihatkan beberapa foto yang menunjukkan umat yang mengikuti Misa menggunakan payung.

Seperti diketahui, IMB Gereja Katolik Santa Clara diterbitkan oleh Walikota Kotamadya Bekasi Rahmat Effendi pada 28 Juli 2015 setelah melalui berbagai tahapan verifikasi yang berkali-kali selama 17 tahun.

“Seluruh persyaratan kami penuhi dengan baik dan benar. Semuanya ada dokumentasinya,” kata Rasnius lagi.

Lebih lanjut Rasnius menjelaskan, isu lain yang biasanya diembus-embuskan adalah Gereja St Clara adalah gereja terbesar se-Asia.

“Dari mana kemampuan kami mendirikan gereja sehebat itu? Tanah kami hanya 6.500 M2, dan di atasnya kami bangun gereja seluas 1.500M2, lalu ada balai pengobatan dan rumah pastor. Belum lagi tempat parkir dan ruang terbuka hijau,” jelas Rasnius sambil memohon doa agar semua ujian ini bisa dia dan saudara-saudarinya di Santa Clara bisa lewati.

Dia juga meminta kepada warga yang menolak agar mau membuka tangan, hati dan diri untuk menerima mereka.

“Kita kan bersaudara, setanah air dan seperjuangan,” pungkas Rasnius.

Baca SelengkapnyaUstadz Suhendi Akan Bakar Gereja Santa Clara Jika Pembangunan Dilanjutkan

Sabtu, 26 November 2016

Patung Yesus di India Keluarkan 'Air Ajaib', Warga Yakin Bisa Sembuhkan Penyakit


NEW DELHI - Sesosok patung Yesus Kristus di Desa Kharodi, dekat Mumbai, India, bikin heboh masyarakat. Betapa tidak, di bagian kaki Yesus disalib tersebut, merembes air yang dipercaya masyarakat setempat sebagai air suci. Patung tersebut terletak di Gereja Katolik Santo Anthony Parish.

Masyarakat, terutama yang berasal dari kota terdekat Malwani, pun datang berduyun-duyun untuk melihat fenomena tersebut. Menurut warga desa setempat yang mayoritas adalah Katolik, ini sungguh sebuah keajaiban.

Bukan cuma melihat, masyarakat pun berdesak-desakan di bawah kaki patung tersebut untuk mengumpulkan 'air suci' itu. Massa yang berdatangan menadah air itu menggunakan cawan dan botol air mineral. Mereka meyakini, air yang merembes dari patung itu bisa menyembuhkan penyakit.

Saking ramainya, polisi pun sampai turun tangan untuk mengendalikan massa yang berebut untuk mengumpulkan 'air suci'.

Greg Pereira, warga Kota Malwani, mengatakan masyarakat penasaran menyaksikan 'keajaiban' tersebut dengan mata mereka sendiri. Menurut Greg, berita mengenai fenomena patung itu telah tersebar ke seluruh negeri melalui foto dan rekaman video yang viral.

"Orang datang dari jauh, bahkan dari pinggiran kota, untuk mengumpulkan air suci dari kaki patung tersebut," terang Greg.

Sementara, Gereja Katolik meyakini bahwa mukjizat itu merupakan campur tangan Tuhan, meski butuh serangkaian prosedur untuk membuktikan.

Patung Yesus di India Keluarkan 'Air Ajaib', Warga Yakin Bisa Sembuhkan Penyakit

Sumber:
Baca SelengkapnyaPatung Yesus di India Keluarkan 'Air Ajaib', Warga Yakin Bisa Sembuhkan Penyakit

Rabu, 23 November 2016

Saat Masjid Dilarang Adzan di Israel, Gereja Kumandangkan Adzan untuk Umat Islam

Saat Masjid Dilarang Azan di Israel, Gereja Kumandangkan Azan untuk Umat Islam

Pada 14 November 2016 silam, PM Israel Benjamin Netanyahu menyetujui Undang-Undang yang melarang suara Adzan terutama di kota Yerusalem, dengan alasan suara keras dari tempat ibadah mengganggu ketenangan warga.

Meskipun Undang-Undang ini berlaku untuk seluruh pemeluk agama, namun umat Muslim yang paling terkena dampak karena tradisi Adzan (panggilan shalat) melalui speaker di masjid.

Pada Selasa, 22 November, seluruh gereja Palestina di Kota Nazareth menunjukkan solidaritasnya dengan turut mengumandangkan panggilan untuk salat bagi warga Muslim. Sikap ini merupakan sebuah bentuk dukungan yang menjadi contoh hubungan yang harmonis antara warga Muslim dan Kristen di Palestina.

Diwartakan Ahram Online, Selasa (22/11/2016), tindakan gereja-gereja Nazareth itu juga dilakukan warga Palestina di Yerusalem yang menaiki atap rumah mereka dan bersama-sama mengumandangkan adzan. Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, para penduduk terdengar melafalkan adzan sebagai bentuk protes atas rencana pelarangan tersebut.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan dukungannya terhadap RUU ini dalam rapat kabinet mingguan. Netanyahu mengatakan warga dari seluruh agama mengeluh kebisingan akibat seruan masjid setiap kali adzan diserukan.

"Israel berkomitmen menjaga kebebasan bagi seluruh umat beragama, tapi kami juga bertanggung jawab untuk melindungi warga dari polusi suara," kata Netanyahu.

Baca juga:
Baca SelengkapnyaSaat Masjid Dilarang Adzan di Israel, Gereja Kumandangkan Adzan untuk Umat Islam

Senin, 14 November 2016

Intan, Balita Korban Ledakan Gereja di Samarinda Meninggal Dunia

Intan, Balita Korban Ledakan Gereja di Samarinda Meninggal Dunia

Intan Marbun, balita berusia 2,5 tahun korban ledakan bom di halaman Gereja Oikumene, Jalan Cipto Mangunkusumo, Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, akhirnya meninggal dunia. Intan menderita luka bakar cukup serius sehingga nyawanya tidak tertolong.

Keterangan diperoleh, Intan meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WITA pagi tadi, dalam perawatan intensif medis RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda. Balita perempuan itu dirujuk bersama korban ledakan balita lainnya, Triniti (3), sejak kemarin sore dari RSUD IA Moeis, rumah sakit milik Pemkot Samarinda.

"Benar, 1 orang korban meninggal dunia di rumah sakit ya," kata Kasubbag Humas Polresta Samarinda, Iptu Hardi, kepada wartawan, Senin (14/11).

Dirut RSUD AW Syachranie Samarinda dr Rachim Dinata menerangkan, kondisi balita Intan Marbun memang paling kritis, di mana luka bakarnya mencapai sekitar 78 persen. Saat masuk perawatan intensif RSUD AW Syachranie, dia langsung mendapatkan perawatan medis dari bermacam dokter ahli.

"Ditangani dokter bedah plastik untuk luka bakarnya, bedah umum, anastesi dan dokter anak. Tapi nyawanya tidak tertolong karena luka bakarnya sekitar 70 persen. Orang dewasa saja, di atas 45 persen sudah berat, apalagi ini anak bayi," kata Rachim saat ditemui wartawan pagi ini.

Balita Triniti, lanjut Rachim, juga terpantau tim medis menderita luka bakar sekitar 50 persen. Tim dokter, terus berupaya semaksimal mungkin, untuk memulihkan kondisinya.

"Sampai pagi ini (balita Triniti) masih bertahan. Masa kritis 10-12 hari. Kalau bisa melewati 12 hari, Insya Allah bisa terbantu," ujar Rachim.

"Dua pasien anak lainnya yang mengalami luka bakar, akan kita ambil dari RS Moeis. Keduanya itu menderita luka bakar sekitar 16 persen," tambahnya.

Juga dijelaskan Rachim, selain menderita luka bakar, korban ledakan juga mengalami trauma inhalasi di saluran pernafasan, sehingga menyebabkan pembengkakan paru-paru.

"Disamping terkena ledakan, korban anak ini juga terhirup asap setelah ledakan," demikian Rachim.

Diketahui, dua pasien anak korban ledakan lainnya yang akan dipindahkan ke RSUD AW Syachranie adalah Alfaro Sinaga (5) serta Anita (4). Tim medis tengah mempersiapkan proses pemindahannya dari RSUD IA Moeis di Jalan AM Rifaddin, Samarinda Seberang.

Diketahui, bom berjenis low eksplosive diduga bom buku, meledak sekira pukul 10.00 WITA, Minggu (13/11) pagi kemarin, di halaman gereja Oikumene, Samarinda. Di dalam gereja, jemaat usai melakukan ibadah Minggu.

Akibat ledakan, 5 korban menderita luka-luka, dimana 2 di antaranya mengalami kondisi kritis.

Pelaku ditangkap dalam kondisi luka, mengenakan kaos bertuliskan 'Jihad Way of Life'.

"Pakai kaos dengan tulisan Jihad. Sekarang dirawat di Polres," kata Kombes Setyo.

Setelah menangkap Johanda sebagai pelaku peledakan, Densus 88 terus mengejar jaringan lainnya. Sementara Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Safaruddin memastikan, perbuatan pelaku adalah perbuatan seorang teroris. 

Baca SelengkapnyaIntan, Balita Korban Ledakan Gereja di Samarinda Meninggal Dunia

Minggu, 13 November 2016

Gereja Oikumene Samarinda Dibom Orang Berkaos 'Jihad Way of Life'

Gereja Oikumene Samarinda Dibom Orang Berkaos 'Jihad Way of Life'

Polisi telah menangkap pelaku peledakan bom di Gereja Oikumene di Samarinda. Pelaku ditangkap dalam kondisi luka, mengenakan kaos bertuliskan 'Jihad Way of Life'.

"Empat korban sama 4 motor terbakar di halaman gereja, satu pelaku sudah diamankan lagi diperiksa dan mengalami luka. Kondisi pelaku masih sadar," kata Kapolres Samarinda, Kombes Pol Setyo Budhi saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (13/11/2016).

Kapolres Samarinda menuturkan pelaku dibawa ke Mapolres. "Pakai kaos dengan tulisan Jihad. Sekarang dirawat di Polres," kata Kombes Setyo.

Pelaku tersebut melempar bom molotov ke gereja menggunakan motornya sekitar pukul 10.30 WITA. Ledakan mengakibatkan empat orang jadi korban, salah satunya balita terluka.

Polisi saat ini berada di lokasi melakukan pengamanan. Warga sekitar masih berkerumun di lokasi kejadian. Sedangkan motor yang rusak masih berada di depan gereja. 

Sumber: http://news.detik.com/berita/d-3344094/kapolres-samarinda-pelaku-bom-gereja-oikumene-berkaos-jihad

Baca juga:
Baca SelengkapnyaGereja Oikumene Samarinda Dibom Orang Berkaos 'Jihad Way of Life'

Jumat, 04 November 2016

Kutip Al-Maidah Ahok Didemo, Habib Rizieq Sebut 'Pancasila Ketuhanan di Pantat' Tak Didemo


Tanggal 4 November 2016 di Jl Medan Merdeka Selatan atau di depan Balai Kota DKI dipenuhi dengan arak-arakan massa. Mereka bergerak menuju Istana Merdeka untuk melakukan unjuk rasa tangkap Ahok atas dugaan penistaan agama. Jakarta dipenuhi dengan lautan manusia yang berpakaian serba putih untuk melakukan aksi unjuk rasa.

Diklaim sebagai ‘aksi bela Islam II’, unjuk rasa ini utamanya menuntut Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjara karena dianggap ”menistakan agama, menodai Alquran, melecehkan ulama, dan menghina umat Islam” – sebuah tuduhan yang masih diselidiki oleh kepolisian dan hingga sekarang masih belum terbukti.

Tudingan itu terkait ucapan Ahok dalam sebuah kunjungan di Kepulauan Seribu, bahwa sebagian orang pasti tak akan memilihnya karena ditipu (oleh politisi) dengan (menggunakan) Al-Maidah ayat 51, yang berisi larangan memilih pemimpin Non-Muslim.

Pernyataan Ahok memang menimbulkan polemik. Walau Ahok sudah meminta maaf, Ahok tetap didemo.

Lucunya salah satu penggagas aksi demo Ahok yaitu ketua umum FPI, Habib Rizieq Shihab pernah terlihat di youtube, dalam orasinya diduga ia melakukan penistaan terhadap Pancasila. Para kelompok-kelompok anti Pancasila yang dengan terang-terangan menghina Pancasila justru bebas berkeliaran di negeri ini.

Habib Rizieq mengatakan Pancasila Ketuhanan ada di Pantat


Kutipan penghinaan terhadap Pancasila yang diucapkan Habib Rizieq dalam video tersebut:

"..kalau gitu Pancasila Sukarno dengan Pancasila Piagam Jakarta sama atau beda? Sama atau beda? Sudah beda, Pancasila Sukarno ketuhanan ada di pantat! Pancasila Piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala!"


Habib Rizieq pernah menyebut Pancasila sebagai 'Panca Gila'

Dalam milad FPI, 17 Agustus lalu, Habib Rizieq memberikan ceramah di markas besar FPI, Petamburan. Habib Rizieq menolak Ahok yang akan dilantik menjadi gubernur oleh DPRD dan sekali lagi ia menghina Pancasila dengan sebutan 'Panca Gila'.

"Justru, jika DPRD DKI Jakarta tetap "ngotot" melantik Ahok sebagai Gubernur DKI, kami balik bertanya Ada apa? Di mana itu Koalisi Merah Putih yang katanya solid? Apa sudah luntur warnanya kena keringat Babi? Atau apa "Pancasila" sudah berubah jadi "Panca Gila"?" Ceramah Habib Rizieq terhadap ribuan anggota FPI. 

Tidak hanya itu, diketahui Habib Rizieq juga menyebut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama adalah 'China Gila' serta memplesetkan Pancasila dengan 'Pantat Cina'.

Lalu apakah tindakan Sang Habib yang mengatakan 'Pancasila Soekarno Ketuhanan ada di Pantat', memplesetkan Pancasila menjadi 'Panca Gila, Pantat Cina' termasuk penistaan lambang negara? Mengapa tidak didemo juga?

Baca juga:
Baca SelengkapnyaKutip Al-Maidah Ahok Didemo, Habib Rizieq Sebut 'Pancasila Ketuhanan di Pantat' Tak Didemo

Kamis, 03 November 2016

Kota Solo Mayoritas Muslim, Punya Walikota Katolik

Kota Solo Mayoritas Muslim, Punya Walikota Katolik
FX Hadi Rudyatmo, Walikota Katolik pertama di Kota Solo yang mayoritas Muslim.

Isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) kerap menjadi komoditas politik saat pemilihan umum, namun hal itu nyatanya tidak berlaku bagi masyarakat Solo, Jawa Tengah.

Walau diterpa isu agama, Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo, petahana walikota Solo justru menang telak di pemilihan umum Walikota Solo, Rabu (9/12/15).

Hasil rekapitulasi suara yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta, pasangan FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo meraih 169.902 suara atau 60,39%. Sedangkan pesaingnya, Anung Indro Susanto-Muhammad Fajri meraih 111.462 suara atau 39,61%.

FX Hadi Rudyatmo merupakan penganut Katolik yang taat. Tak hanya taat, ia juga aktif dalam pelayanan gereja dan sering terlihat menjadi Prodiakon (pembantu Imam) di salah satu Gereja Katolik di Solo.

"Saya akan tetap menjadi Prodiakon meski kesibukan meningkat," kata Pak Rudi ketika diminta berhenti menjadi Prodiakon karena sudah menjadi Walikota.

Diketahui sehari sebelum hari pencoblosan, santer ajakan supaya umat muslim Solo menolak pemimpin Non Muslim seperti FX Hadi Rudyatmo agar tidak dipilih sebagai walikota Solo.

Namun masyarakat Solo yang mayoritas muslim tentunya sudah pintar dan tidak mudah terhasut, terbukti di pilkada serentak kali ini pasangan FX Hadi Rudyatmo – Achmad Purnomo menang telak di Solo kota kelahiran Presiden Jokowi.

Baca juga:
Baca SelengkapnyaKota Solo Mayoritas Muslim, Punya Walikota Katolik
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...