Selasa, 10 Januari 2012

Bisakah Yesus Tanpa Saingan?


Pertanyaan:

BISAKAH YESUS TANPA SAINGAN ?

YESUS adalah tonggak keselamatan bagi seluruh umat Kristen pilihan Allah,iman kepercayaan Kristen hanya bertumpu kepada-Nya. Kekayaan pernyataan ilahi yang ada didalam YESUS KRISTUS adalah tak terukur dan kesempurnaan Nya adalah tak terbilang. Jatuh bangun Kekristenan ditentukan oleh pemahaman orang akan siapa Dia sebenarnya. Ia adalah Sang Pencipta manusia itu sendiri,dan manusia dicipta bagi Dia,Kekristenan adalah YESUS KRISTUS. Ia pemegang kuasa tertinggi atas segala sesuatu dan Dia akan menjadi Hakim Agung diakhir jaman kelak. Segala pekerjaan Nya penuh dengan Kemahakuasaan. Iman kristiani hanya berpusat kepada Nya,keterbatasan pikiran manusia dilemahkan lagi oleh tradisi tradisi gereja buatan manusia yang menyimpang membuat keunikan YESUS menjadi erosi. Apabila Firman Allah sendiri sudah mengatakan sesuatu dengan jelas dan terang,maka dengan aman kita boleh tidak usah memperhatikan alasan alasan lain atau argumentasi lain atau hikmat dunia ini atau tradisi manusia sehingga tidak terjerumus dan terjerat kedalam perangkap Iblis.

Oleh karena itu YESUS memiliki hak mutlak dan prerogatif sebagai :

1. Satu satunya penebus dan juruselamat manusia.
2. Satu satunya batukarang sebagai fondasi gereja.
3. Satu satunya Firman yang berotoritas tertinggi dan tidak mungkin salah.
4. Satu satunya Pengampun dosa manusia.
5. Satu satunya obyek penyembahan kepada Allah Tritunggal.
6. Satu-satunya Kepala Gereja

Akan tetapi ajaran Roma Katholik kelihatannya tidak menyadari hal ini,melainkan selalu membuat saingan atau bahasa halusnya asisten atau wakil atau sub atau apapun namanya yang menafikan kemutlakan dan hak pregoratif YESUS dalam semua hal tersebut diatas misalnya :

1. Maria dan orang Orang Kudus yg diangkat gereja RK sebagai sub agen keselamatan atau perantara antara manusia dengan Allah.
2. Petrus dianggap sebagai batukarang fondasi gereja,sedangkan namanya bukan batukarang (petra/rock) melainkan hanya batu saja (petros/stone).
3. Mengangkat Paus cs sebagai pembuat doktrin yang tidak bisa salah.
4. Mengangkat para Pastor untuk mengampuni dosa manusia
5. Berdoa kepada Maria dan Orang Kudus.
6. Mengangkat Petrus dan para Paus sebagai Kepala Gereja.

Tidak ada satu iota pun ajaran Alkitab yang mereduksi hak mutlak dan prerogatif YESUS karena Dia adalah Allah sendiri dan semua pekerjaan Nya adalah pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh Allah sendiri. Manusia hanya menerima apa yang telah selesai dikerjakan oleh YESUS diatas kayu salib. Didalam pekerjaan yang bersifat ilahi Ia tidak perlu pembantu. Ajaran gereja RK Ini sama dengan usaha mencuri kemuliaan Tuhan. Sebagai ilustrasi hak prerogatif Presiden dalam abolisi, amnesti dan rehabilitasi hanya melekat padanya sendiri,tidak siapapun boleh melakukannya atau mewakilinya,yang berhak hanya Presiden sendiri. Sesuai dengan Pasal 14 s.d. Pasal 16 – UUD 1945 , yang berhak adalah: Presiden, Presiden, dan sekali lagi, Presiden !

ADA 5 PRINSIP OTORITAS DIDALAM Kekristenan

1. Hanya ada satu tuan atau otoritas tertinggi Mat. 6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.
2. Tuhan lah satu satunya pemegang otoritas tertinggi
3. Tuhan sudah menyatakan hukum dan kehendak Nya didalam Alkitab
4. Tidak boleh seorangpun menambah atau mengurangi isi Alkitab
5. Tidak boleh seorangpun mendirikan ajaran yang bertentangan dengan Alkitab
BAHAYA TRADISI ATAU ADAT ISTIADAT YG MELAWAN FIRMAN :
• 2 Raja. 17:40,41 Tetapi mereka tidak mau mendengarkan, melainkan mereka berbuat sesuai dengan adat mereka yang dahulu. Demikianlah bangsa-bangsa ini berbakti kepada TUHAN, tetapi dalam pada itu mereka beribadah juga kepada patung-patung mereka; baik anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka melakukan seperti yang telah dilakukan nenek moyang mereka, sampai hari ini.
• Matius 15:2,3 “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.” Tetapi jawab YESUS kepada mereka: “Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
• Markus 7:8,9,13 Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia. YESUS berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan.
 
Sudah menjadi sejarah dunia yang tidak bisa dipungkiri bahwa sejak Kaisar Romawi Constantinus dan kaisar sesudahnya menguasai gereja Katholik pada abad ke-4, sejak saat itu pula berubah nama menjadi gereja Roma Katholik,maka adat istiadat termasuk sistim kepercayaan Romawi yang paganisme,penuh dengan filsafat Gerika,telah merasuki ajaran yang murni dari Kekristenan. Kekristenan yang sebelumnya teraniaya sejak saat itu telah menjadi Kristen yang penganiaya. Constantinus membasmi semua gereja sekte diluar gereja Katholik,seperti sekte Marcion,Montanus,Novatinus dll.
Pembentukan kekaisaran Kristen lama kelamaan menjurus kepada status Kaisar adalah Kepala Gereja dan wakil Tuhan diatas bumi. Ia adalah raja “ilahi” yang absolut menurut penulis sejarah Eusebius. Akibat dari turut campurnya Kaisar dalam urusan gereja,maka gereja menjadi diduniawikan,para pemimpin gereja tidak berani melawan Kaisar yang sangat berkuasa. Konsili konsili diadakan` oleh Kaisar sebagai Kepala Gereja. Gereja Negara disusun selaku badan hukum tertinggi yang berpusatkan di istana Kaisar.
Kalau dulu orang masuk Kristen dengan resiko dianiaya bahkan sampai mati tetapi sekarang orang orang kafir berbondong bondong masuk gereja negara untuk mendapatkan kehormatan,kekayaan dan kekuasaan.
Orang Kafir masuk Kristen kehilangan dewa dewinya yang biasanya dianggap memberikan pertolongan didalam rupa rupa kesulitan. Pengganti dewa dewi itu sekarang adalah orang orang kudus. Demikian pula segala hari raya dewa dewa diganti menjadi hari raya gereja untuk memuja orang orang kudus.
Ibadat kepada dewa dewi lalu dijadikan ibadat kepada Maria selaku “Bunda Allah” yang memelihara dan melindungi segala orang percaya.
Shalom – Dave

Jawaban:
Shalom Dave,
Terima kasih atas niat baik anda untuk memperingatkan bahwa ajaran dari Gereja Katolik adalah bertentangan dengan Alkitab. Berikut ini adalah tanggapan dari saya, yang mencoba untuk memaparkan bahwa pengajaran Gereja Katolik adalah benar-benar Alkitabiah, yang mempunyai konsistensi pengajaran.

I. Tentang Yesus dan Firman Allah
Anda mengatakan “YESUS adalah tonggak keselamatan bagi seluruh umat Kristen pilihan Allah,iman kepercayaan Kristen hanya bertumpu kepada-Nya. Kekayaan pernyataan ilahi yang ada didalam YESUS KRISTUS adalah tak terukur dan kesempurnaan Nya adalah tak terbilang. Jatuh bangun Kekristenan ditentukan oleh pemahaman orang akan siapa Dia sebenarnya. Ia adalah Sang Pencipta manusia itu sendiri,dan manusia dicipta bagi Dia,Kekristenan adalah YESUS KRISTUS. Ia pemegang kuasa tertinggi atas segala sesuatu dan Dia akan menjadi Hakim Agung diakhir jaman kelak. Segala pekerjaan Nya penuh dengan Kemahakuasaan.
a. Bahwa Yesus adalah fokus utama dalam kekristenan adalah tidak perlu diperdebatkan, karena baik umat Katolik maupun umat Kristen non-Katolik percaya akan hal ini. Yang menjadi masalah, bagaimanakah hal ini dimanifestasikan? Sejarah telah membuktikan, bahwa Gereja Katolik telah mempertahankan kemurnian ajaran Kristus yang dicoba diselewengkan oleh para bidat dari abad ke abad, dan telah membuktikan persatuan Gereja dan kesatuan doktrin.

b. Anda melanjutkan dengan mengatakan “Iman kristiani hanya berpusat kepada Nya,keterbatasan pikiran manusia dilemahkan lagi oleh tradisi tradisi gereja buatan manusia yang menyimpang membuat keunikan YESUS menjadi erosi.” Iman Kristiani memang hanya berpusat pada Kristus. Gereja Katolik menyadari bahwa manusia mempunyai keterbatasan untuk menangkap pengajaran Kristus secara total. Itulah sebabnya pilar kebenaran dari Gereja Katolik adalah Magisterium Gereja dan Tradisi Gereja, disamping Kitab Suci. Ketiganya membentuk kesatuan yang kokoh sehingga pengajaran dari Kristus dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya dengan murni. Kalau anda mengatakan bahwa tradisi-tradisi gereja adalah buatan manusia yang dapat membelokkan ajaran Kristus, maka pertanyaannya adalah: apakah definisi dari tradisi-tradisi gereja? Apakah ada perbedaan antara Tradisi (dengan T besar) dan tradisi (dengan t kecil) atau apakah semuanya sama saja? Dapatkah anda memberikan contoh dari tradisi-tradisi gereja buatan manusia yang membelokkan ajaran Kristus? Kalau memang tidak boleh ada tradisi, bagaimana anda mengartikan ayat ini: “Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.” (2Tes 2:15)? Apakah yang dimaksud dengan ajaran yang diterima secara lisan di ayat tersebut?
c. Dan kemudian anda melanjutkan “Apabila Firman Allah sendiri sudah mengatakan sesuatu dengan jelas dan terang,maka dengan aman kita boleh tidak usah memperhatikan alasan alasan lain atau argumentasi lain atau hikmat dunia ini atau tradisi manusia sehingga tidak terjerumus dan terjerat kedalam perangkap Iblis.
Kalau memang Firman Allah sendiri telah mengatakan sesuatu dengan jelas dan terang serta dapat menginterpretasikan sendiri, maka bagaimana anda mengartikan ayat ini “Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.” (2 Pet 3:16)? Kalau memang Firman Allah telah begitu jelas, bagaimanakah anda menjelaskan perpecahan denominasi-denominasi, sehingga terjadi 28,000 denominasi? Bukankah perpecahan gereja justru tidak alkitabiah, karena melanggar pesan Yesus di Yoh 17?

II. Tentang Yesus dan konsep partisipasi
1. Anda mengatakan “Oleh karena itu YESUS memiliki hak mutlak dan prerogatif sebagai : 1. Satu satunya penebus dan juruselamat manusia; 2. Satu satunya batukarang sebagai fondasi gereja; 3. Satu satunya Firman yang berotoritas tertinggi dan tidak mungkin salah; 4. Satu satunya Pengampun dosa manusia; 5. Satu satunya obyek penyembahan kepada Allah Tritunggal; 6. Satu-satunya Kepala Gereja.
Tidak ada masalah dalam point-point yang anda sebutkan, kecuali point no: 2, yaitu tentang Yesus sebagai batu karang (1Kor 10:4). Yesus memang menjadi batu karang, namun tidak menutup kemungkinan bagi Yesus untuk membuat Petrus menjadi batu karang, seperti yang dikatakan-Nya di Mt 16:16-19, karena Dia tahu bahwa Gereja memerlukan pemimpin yang kelihatan yang dapat mempersatukan umat Allah.
Point 3 bahwa satu-satunya Firman yang berotoritas tertinggi dan tidak mungkin salah adalah benar. Namun, adalah menjadi suatu kenyataan bahwa dengan hanya menggunakan Firman Allah atau Alkitab yang sama, telah terjadi begitu banyak denominasi. Bagaimanakah anda menjelaskan landasan pokok Firman Allah ini dengan perpecahan gereja?
2. Kemudian anda melanjutkan dengan “Akan tetapi ajaran Roma Katholik kelihatannya tidak menyadari hal ini,melainkan selalu membuat saingan atau bahasa halusnya asisten atau wakil atau sub atau apapun namanya yang menafikan kemutlakan dan hak pregoratif YESUS dalam semua hal tersebut diatas misalnya :
Pada point ini sebenarnya anda terlalu cepat dalam mengambil kesimpulan. Untuk sampai pada kesimpulan ini, maka anda harus membuktikannya dengan argumentasi yang baik. Kalau memang anda ingin berdiskusi tentang konsep partisipasi dalam karya keselamatan Allah, maka kita dapat mendiskusikannya secara mendalam. Beberapa contoh yang anda kemukakan sebenarnya telah dibahas cukup panjang lebar.
a. “Maria dan orang Orang Kudus yg diangkat gereja RK sebagai sub agen keselamatan atau perantara antara manusia dengan Allah.
Bunda Maria dan orang-orang kudus adalah orang-orang yang telah dibenarkan oleh Allah – karena mereka telah melihat Allah muka dengan muka – , yang lebih dibenarkan oleh Allah dibandingkan kita yang masih mengembara di dunia ini. Kalau doa orang benar adalah besar kuasanya (lih. Yak 5:16) dan mereka telah sempurna di dalam kasih (karena berada di Sorga), maka apakah yang menghalangi mereka untuk turut serta dalam karya keselamatan Allah? Bukankah kita jug dipanggil menjadi kawan sekerja Alllah (lih. 1Kor 3:9)?
b. Anda mengatakan “Petrus dianggap sebagai batukarang fondasi gereja,sedangkan namanya bukan batukarang (petra/rock) melainkan hanya batu saja (petros/stone).
Kalau memang Yesus telah menunjuk Petrus dan penerusnya sebagai pemimpin Gereja, maka siapakah kita yang dapat menolaknya? Dapatkah anda membuktikan tanpa adanya pemimpin tertinggi di dunia ini, maka umat Kristen bersatu padu?
c. Anda mengatakan “Mengangkat Paus cs sebagai pembuat doktrin yang tidak bisa salah.
Paus hanya dapat mengeluarkan pernyataan tidak bisa salah, kalau dia berbicara ex-cathedra, yang harus memenuhi kriteria: dogma tersebut menyangkut iman dan moral, yang diberikan untuk umat beriman di seluruh dunia, serta harus diberikan dalam posisinya sebagai paus. Dan perlindungan ini bukanlah dibuat oleh Gereja, namun diberikan oleh Kristus sendiri di Mt 16:16-19.
d. Anda mengatakan “ Mengangkat para Pastor untuk mengampuni dosa manusia.”
Bahkan kalau anda percaya bahwa Martin Luther adalah sosok yang membawa pembaharuan bagi gereja, maka dia juga mengakui pentingnya Sakramen Pengakuan Dosa, seperti yang dituliskannya dalam small catechism.
e. Anda mengatakan “ Berdoa kepada Maria dan Orang Kudus.
Bahwa sebenarnya kalau kita tidak mempermasalahkan untuk meminta doa kepada orang tua, pendeta, dll, maka apakah yang menjadi masalah untuk meminta doa kepada Maria dan orang kudus, karena mereka telah dibenarkan oleh Allah, jauh lebih benar daripada umat Allah yang masih mengembara di dunia ini.
f. Anda mengatakan “Mengangkat Petrus dan para Paus sebagai Kepala Gereja.”
Silakan melihat point b, sehingga anda dapat melihat dasar-dasar Alkitab dan juga tulisan dari para Bapa Gereja, yang membuktikan bahwa Yesus sendiri memang mengangkat Petrus sebagai kepala dari Gereja.
3. Anda mengatakan “Tidak ada satu iota pun ajaran Alkitab yang mereduksi hak mutlak dan prerogatif YESUS karena Dia adalah Allah sendiri dan semua pekerjaan Nya adalah pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh Allah sendiri. Manusia hanya menerima apa yang telah selesai dikerjakan oleh YESUS diatas kayu salib. Didalam pekerjaan yang bersifat ilahi Ia tidak perlu pembantu.Ajaran gereja RK Ini sama dengan usaha mencuri kemuliaan Tuhan. Sebagai ilustrasi hak prerogatif Presiden dalam abolisi, amnesti dan rehabilitasi hanya melekat padanya sendiri,tidak siapapun boleh melakukannya atau mewakilinya,yang berhak hanya Presiden sendiri. Sesuai dengan Pasal 14 s.d. Pasal 16 – UUD 1945 , yang berhak adalah: Presiden, Presiden, dan sekali lagi, Presiden !
a. Memang benar bahwa tidak ada satu iotapun ajaran di Alkitab yang mereduksi hak mutlak dan prerogatif Yesus, karena pengorbanan dan kematian-Nya di kayu salib adalah telah lengkap untuk menyelamatkan manusia. Namun, hal ini bukan berarti menutup terhadap partisipasi umat Allah dalam karya keselamatan Allah. Hal ini dinyatakan oleh rasul Paulus, yang mengatakan “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.” (Kol 1:24). Lebih lanjut dia juga mengatakan “Karena kami adalah kawan sekerja Allah” (1Kor 3:9). Apakah yang dimaksud dengan “menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus” dan “kawan sekerja Allah”? Dengan demikian, terlihat bahwa kita justru diajak untuk berpartisipasi dalam karya keselamatan Allah.
b. Apakah dengan demikian, rasul Paulus mencuri kemuliaan Tuhan? Justru tidak, melainkan nama Tuhan semakin dipermuliakan, karena rasul Paulus dan para rasul yang lain menjadi utusan Allah untuk mewartakan kabar gembira. Dan dengan konsep yang sama, maka seluruh umat beriman dipanggil sebagai utusan. Dengan demikian, bagaimana anda dapat menyimpulkan bahwa apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik tentang Maria dan para kudus justru mencuri kemuliaan Allah?
c. Dalam contoh yang anda kemukakan, yaitu hanya presiden yang mempunyai hak untuk memberikan abolisi, maka justru tidak bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Partisipasi dari Bunda Maria dan orang kudus tidak dapat merubah keputusan Allah. Dan kalau kita terapkan pada kehidupan sehari-hari, doa pendeta, pastor, orang tua, dll, yang kita minta pada waktu kita menghadapi permasalahan, tidaklah mencuri hak prerogatif Allah, namun justru mereka menjadi kawan sekerja Allah. Sama seperti yang dilakukan oleh Maria dan orang-orang kudus, mereka juga berpartisipasi dalam karya keselamatan Allah. Karena mereka adalah orang-orang yang telah dibenarkan oleh Allah, yang berarti mempunyai cara berfikir, dan keinginan yang sama dengan Allah, maka doa-doa mereka akan senantiasa sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Allah.

III. 5 prinsip otoritas di dalam Kekristenan
1. Anda memberikan 5 prinsip otoritas dalam kekristenan, yang intinya adalah “sola scriptura“, dan apapun di luar Alkitab seolah-olah menjadi mamon, seperti yang anda kemukakan pada point 1 yaitu: “Hanya ada satu tuan atau otoritas tertinggi Mat. 6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.
Kalau anda ingin mengatakan bahwa Tradisi Suci dan Magisterium Gereja adalah mamon, maka mungkin anda telah salah paham tentang Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Justru dengan Tradisi Suci dan Magisterium Gereja maka lahirlah Kitab Suci. Bagaimana mungkin yang melahirkan Alkitab dapat bertentangan dengan Alkitab, bahkan disebut sebagai mamon? 
2. Anda mengatakan “Tuhan lah satu satunya pemegang otoritas tertinggi.” Inilah yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Apakah anda mempunyai pendapat berbeda?
3. Anda mengatakan “Tuhan sudah menyatakan hukum dan kehendak Nya didalam Alkitab.
Bagaimana anda mengartikan beberapa ayat berikut ini:
Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.” (2Tes 2:15) 
danMasih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.” (Yoh 21:25) 
dan ini Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” (1Tim 3:15).
4. Anda mengatakan “Tidak boleh seorangpun menambah atau mengurangi isi Alkitab.
Kalau memang anda percaya dengan hal ini, maka bagaimana anda mengartikan ayat “Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.” (Mt 26:26) Apakah anda percaya akan Yesus yang memberikan Tubuh-Nya dalam setiap perayaan Ekaristi? Kalau tidak percaya, bukankah hal ini merupakan pengurangan dari apa yang tertulis di Alkitab? Tentang penambahan)? ayat, di manakah dikatakan bahwa Alkitablah satu-satunya (sola scriptura) pilar kebenaran? Bagaimana anda menafsirkan “Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat (gereja) dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” (1Tim 3:15)? Mengapa rasul Paulus menuliskan tiang penopang dan dasar kebenaran adalah gereja dan bukan Alkitab?
5. Anda mengatakan “Tidak boleh seorangpun mendirikan ajaran yang bertentangan dengan Alkitab.”
Mari kita menelaah pernyataan anda. Apakah anda dapat menerima bahwa terjadi perpecahan umat Allah dengan adanya 28,000 denominasi Kristen? Kalau anda tidak setuju, apakah alasannya? Kalau Yesus berpesan agar murid Kristus bersatu dalam Yoh 17, maka apakah menurut anda perpecahan ini sesuai atau bertentangan dengan Alkitab? Bagaimana seseorang yang ingin mengikuti Kristus dapat tahu mana denominasi yang mengajarkan dogma yang sesuai atau bertentangan dengan Alkitab?

IV. Bahaya tradisi atau adat istiadat yang melawan Firman
1. Anda mengutip 2 Raj 17:40-41 untuk mengatakan bahwa Gereja Katolik menyembah patung dan terikat oleh tradisi. Di mana dijelaskan bahwa Tuhan tidak pernah melarang untuk membuat patung, selama manusia tidak menyembahnya. Anda juga dapat melihat gambar-gambar dan patung-patung Yesus di dalam gereja-gereja Lutheran.
2. Anda mengutip Mt 15:2-3 dan Mk 7:8,9,13 untuk menyatakan bahwa Gereja Katolik melawan perintah Kristus, karena menjaga adat istiadat nenek moyang. Dalam perikop tersebut, Yesus tidak melarang adat istiadat. Kalau Yesus melarang adat-istiadat, mengapa Yesus dipersembahkan di bait Allah dan disunat, seperti yang dikatakan di Lk 2:27 “Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, Dengan demikian, di Mt 15, Yesus tidak melarang adat istiadat yang sesuai dengan Firman Allah, namun adat istiadat yang bertentangan dengan Firman Allah ditentang oleh Yesus, seperti yang dikatakan-Nya di ayat 6 “orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.” atau di ayat 9 “Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.” Anda dapat memakai ayat ini dalam mendukung argumentasi anda, kalau anda dapat menunjukkan Tradisi Suci manakah dari Gereja Katolik yang bertentangan dengan Firman Allah?

V. Kristen, kaisar dan kafir
1. Anda mengatakan “Sudah menjadi sejarah dunia yang tidak bisa dipungkiri bahwa sejak Kaisar Romawi Constantinus dan kaisar sesudahnya menguasai gereja Katholik pada abad ke-4, sejak saat itu pula berubah nama menjadi gereja Roma Katholik,maka adat istiadat termasuk sistim kepercayaan Romawi yang paganisme,penuh dengan filsafat Gerika,telah merasuki ajaran yang murni dari Kekristenan. Kekristenan yang sebelumnya teraniaya sejak saat itu telah menjadi Kristen yang penganiaya. Constantinus membasmi semua gereja sekte diluar gereja Katholik,seperti sekte Marcion,Montanus,Novatinus dll.
a. Pernyataan yang anda keluarkan sebenarnya terlalu menyimpang dari fakta sejarah. Pertama, Gereja Katolik tetap mempunyai dogma dan pengajaran yang sama, baik sebelum jaman kaisar Konstantin. Kedua, kalau anda mengatakan bahwa Gereja Katolik dikuasai oleh kaisar konstantin, dapatkan anda menyebutkan sumbernya dan tindakan kaisar yang menunjukkan bahwa dia menguasai Gereja? Kalau anda menyatakan bahwa kaisar sesudah Konstantin menguasai Gereja, bagaimana anda menerangkan bidat semi-arians yang didukung oleh Konstantin II (337-361), yang menyebabkan St. Athanasius dan Paus Liberius diasingkan?
b. Saya tidak tahu bagaimana anda mendapatkan data bahwa Gereja Katolik disebut Roma Katolik setelah abad ke-4, sehingga anda menunjukkan bagaimana sistem kepercayaan Romawi masuk ke dalam Gereja. Dalam dokumen resmi Konsili Nicea, maka dipakai “the Catholic Church“. Kalaupun ada dokumen yang memakai nama “Roman Catholic“, hal tersebut bukan mengacu kepada kebudayaan Roma dan paganisme yang masuk ke dalam Gereja Katolik, namun lebih untuk menekankan bahwa pusat dari Gereja Katolik adalah di Roma, karena Paus adalah uskup Roma, yang menjadi kepala dari Gereja Katolik seluruh dunia.
c. Kalau anda merasa bahwa filosofi adalah sesuatu yang buruk, sehingga mempengaruhi ajaran Kristen yang murni, maka apakah pendapat anda tentang Summa Theology yang ditulis oleh St. Thomas Aquinas? Bagaimana pendapat anda tentang tulisan-tulisan dari St. Agustinus dari Hippo? Mengapa menurut anda filosofi menjadi sesuatu yang buruk? Kalau akal budi berasal dari Tuhan, maka bagaimana filosofi menjadi sesuatu yang buruk?
2. Anda mengatakan “Pembentukan kekaisaran Kristen lama kelamaan menjurus kepada status Kaisar adalah Kepala Gereja dan wakil Tuhan diatas bumi. Ia adalah raja “ilahi” yang absolut menurut penulis sejarah Eusebius. Akibat dari turut campurnya Kaisar dalam urusan gereja,maka gereja menjadi diduniawikan,para pemimpin gereja tidak berani melawan Kaisar yang sangat berkuasa. Konsili konsili diadakan` oleh Kaisar sebagai Kepala Gereja. Gereja Negara disusun selaku badan hukum tertinggi yang berpusatkan di istana Kaisar.
a. Dari manakah anda mendapatkan kesimpulan bahwa kaisar adalah kepala Gereja dan wakil Tuhan di atas bumi. Di bagian manakah dari tulisan Eusebius yang menyatakan bahwa kaisar adalah raja ilahi yang absolut? Dapatkah anda memberikan keputusan dogma dan pengajaran tentang iman dan moral dari kaisar yang mempengaruhi Gereja Katolik secara keseluruhan? Manakah campur tangan dari kaisar yang menduniawikan Gereja Katolik?
b. Kalau anda mengatakan bahwa Gereja Katolik tidak berani melawan kaisar, maka sebenarnya tidak tepat. Hal ini dapat dibuktikan bahwa St. Athanasius dan Paus Liberius juga diasingkan oleh kaisar. Kaisar mempunyai kepentingan untuk membuat negara tidak terpecah. Karena pada waktu itu, pengaruh arianisme begitu kuat, sehingga dapat memecah negara, maka secara tidak langsung dapat mempengaruhi kedamaian negara. Jadi, walaupun kaisar turut berpartisipasi dalam terselenggaranya konsili Nicea, namun tidak berarti dia menguasai sidang. Justru, kita sebagai umat Kristen sesungguhnya harus bersyukur bahwa melalui konsili Nicea, maka penegasan akan Yesus – yang sungguh Allah dan sungguh manusia terjadi, dan pertentangan dengan arianisme dapat diredam. Jadi, sudah seharusnya kita berterima kasih atas kerja keras dari para Bapa Gereja dan bukan malah menuduh mereka sebagai antek-antek dari kaisar.
3. Anda mengatakan “Kalau dulu orang masuk Kristen dengan resiko dianiaya bahkan sampai mati tetapi sekarang orang orang kafir berbondong bondong masuk gereja negara untuk mendapatkan kehormatan,kekayaan dan kekuasaan.
Hal ini adalah benar, karena setelah agama Kristen menjadi agama negara, maka ada sebagian orang yang masuk ke dalam agama Kristen karena alasan yang salah. Namun, ini adalah hal yang wajar dan di satu sisi mempunyai sisi positif, karena ada sebagian dari mereka yang mempunyai alasan yang salah dapat bertumbuh sampai akhirnya memeluk agama dengan alasan yang benar. Namun, apakah dengan demikian, maka terjadi perubahan pengajaran dari Gereja Katolik? Sama sekali tidak. Justru dari sini, kita dapat melihat bahwa dalam kondisi dianiaya, maupun mendapatkan fasilitas dari penguasa, dogma dan pengajaran Gereja Katolik tidak berubah.
4. Anda mengatakan “Orang Kafir masuk Kristen kehilangan dewa dewinya yang biasanya dianggap memberikan pertolongan didalam rupa rupa kesulitan. Pengganti dewa dewi itu sekarang adalah orang orang kudus. Demikian pula segala hari raya dewa dewa diganti menjadi hari raya gereja untuk memuja orang orang kudus.
a. Menurut saya, kalau anda hanya ingin memberikan analisa dari sisi sejarah, bahwa penghormatan kepada para kudus adalah terpengaruh dari budaya kafir pada masa perkembangan kekristenan setelah kaisar konstantin, maka hal ini tidak dapat dipertanggungjawabkan. Berikut ini adalah apa yang dikatakan oleh jemaat perdana sebelum dikeluarkan edict of millan tahun 313, yang membuktikan bahwa penghormatan para kudus telah berlangsung sebelum tahun 313:
Hermas [60-120 AD] The Shepherd of Hermas (Book III, Similitude 5) “[The Shepherd said:] ‘But those who are weak and slothful in prayer, hesitate to ask anything from the Lord; but the Lord is full of compassion, and gives without fail to all who ask him. But you, [Hermas,] having been strengthened by the holy angel [you saw], and having obtained from him such intercession, and not being slothful, why do not you ask of the Lord understanding, and receive it from him?’” (The Shepherd 3:5:4 [A.D. 80]).

Clement of Alexandria [150-215 AD] The Stromata (Book VII)
“In this way is he [the true Christian] always pure for prayer. He also prays in the society of angels, as being already of angelic rank, and he is never out of their holy keeping; and though he pray alone, he has the choir of the saints standing with him [in prayer]” (Miscellanies 7:12 [A.D. 208]).Read More
Origen [185-254 AD] De Principiis (Book IV)
“But not the high priest [Christ] alone prays for those who pray sincerely, but also the angels . . . as also the souls of the saints who have already fallen asleep” (Prayer 11 [A.D. 233]).

Cyprian of Carthage [200-270 AD] Epistle 7                             
“Let us remember one another in concord and unanimity. Let us on both sides [of death] always pray for one another. Let us relieve burdens and afflictions by mutual love, that if one of us, by the swiftness of divine condescension, shall go hence first, our love may continue in the presence of the Lord, and our prayers for our brethren and sisters not cease in the presence of the Father’s mercy” (Letters 56[60]:5 [A.D. 253]).[150-215 Adfdfdfhe Stromata (Boo)
Dengan demikian, argumentasi anda tidaklah terbukti, karena sebelum edict of millanpun, bahkan sebelum kaisar Konstantin lahir (Kaisar hidup dari 272-337), maka umat Kristen telah menghormati para kudus dan Bunda Maria, serta meminta doa mereka, yang memaparkan inkulturasi dan prinsip rahmat menyempurnakan kodrat (grace perfects nature).
b. Anda meneruskan dengan " Ibadat kepada dewa dewi lalu dijadikan ibadat kepada Maria selaku “Bunda Allah” yang memelihara dan melindungi segala orang percaya."
Kalau anda ingin mengatakan bahwa penghormatan kepada Maria adalah pengaruh dari kafir setelah Kristen menjadi agama negara (313), silakan anda membaca kutipan berikut ini, yang membuktikan bahwa sebelum tahun tersebut terjadi penghormatan kepada Bunda Maria sebagai bunda Allah:
Irenaeus of Lyons [120-180 AD] Adversus Haereses (Book IV, Chapter 7) “The Virgin Mary, being obedient to his word, received from an angel the glad tidings that she would bear God” (Against Heresies, 5:19:1 [A.D. 189]).

Hippolytus [170-236 AD] Appendix “[T]o all generations they [the prophets] have pictured forth the grandest subjects for contemplation and for action. Thus, too, they preached of the advent of God in the flesh to the world, his advent by the spotless and God-bearing (theotokos) Mary in the way of birth and growth, and the manner of his life and conversation with men, and his manifestation by baptism, and the new birth that was to be to all men, and the regeneration by the laver [of baptism]” (Discourse on the End of the World 1 [A.D. 217]).

Peter of Alexandria [260-311 AD] The Genuine Acts of Peter “They came to the church of the most blessed Mother of God, and ever-virgin Mary, which, as we began to say, he had constructed in the western quarter, in a suburb, for a cemetery of the martyrs” (The Genuine Acts of Peter of Alexandria [A.D. 305]).
“We acknowledge the resurrection of the dead, of which Jesus Christ our Lord became the firstling; he bore a body not in appearance but in truth derived from Mary the Mother of God” (Letter to All Non-Egyptian Bishops 12 [A.D. 324]).

VI. Kesimpulan
Dari pemaparan di atas, maka sungguh tidak tepat untuk berpendapat bahwa para santa-santo dan Bunda Maria yang berpartisipasi dalam karya keselamatan Allah, justru dianggap saingan Allah. Dengan partisipasi ini, maka mereka sebenarnya mempunyai kasih yang sempurna, karena mereka justru mengikuti jejak Kristus yang terus menjadi perantara manusia. Dan undangan untuk berpartisipasi dalam karya keselamatan Allah, bukan saja untuk para kudus dan Bunda Maria, namun juga untuk kita semua, yang diundang untuk menjadi kawan sekerja Allah, dan berpartisipasi dalam tiga karya keselamatan Kristus – yaitu menjadi imam, nabi dan raja. Dengan demikian, kalau anda mempertanyakan bisakah Yesus tanpa saingan? Jawabannya adalah sudah seharusnya, karena tidak ada yang dapat menduakan Allah. Yang lebih penting lagi, para kudus dan Bunda Maria bukanlah saingan Allah, namun kawan sekerja Allah, sama seperti seluruh umat Allah mengambil bagian dalam karya keselamatan Allah. Bahkan mereka adalah kawan sekerja Allah yang lebih baik dari kita semua yang masih mengembara di dunia ini, karena para kudus dan Bunda Maria telah dibenarkan oleh Allah dan mempunyai kasih yang lebih sempurna dibandingkan dengan kita.

Untuk menyatakan bahwa penghormatan terhadap Bunda Maria dan para kudus berasal dari pengaruh kafir pada masa pemerintahan kaisar Konstantin, maka alasan ini sebenarnya terlalu dicari-cari, karena ada begitu banyak tulisan dari Bapa Gereja yang menyatakan penghormatan terhadap santa-santo sebelum tahun 313 (edict of Millan). Bahkan penghormatan terhadap santa-santo justru bersumber pada Alkitab.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...