Jumat, 09 Maret 2012

Dropout Gereja: Mengapa Anak Muda Berhenti ke Gereja?


Jumlah anak muda yang meninggalkan gereja sudah berada dalam tingkat yang mengkhawatirkan. Dalam sebuah studi terhadap usia 18 sampai 25 tahun di Amerika Serikat, peneliti menemukan peningkatan besar dalam ketidakpercayaan pribadi mengenai iman dan penurunan dalam partisipasi gereja secara keseluruhan yang patut diperhatikan.

Penelitian ini ditampilkan dalam sebuah buku baru, You Lost Me: Why Young Christians are Leaving Church and Rethinking Faith, yang terbit Oktober 2011 oleh perusahaan riset berbasis spiritual di California, Barna Group.

Para peneliti menemukan bahwa 38 persen dari usia 18 sampai 25 orang Kristen secara signifikan meragukan iman mereka. Pada usia 15, 57 persen mengatakan mereka kurang aktif di gereja dan 59 persen keluar gereja.

Menurut You Lost Me, satu dari lima orang Kristiani muda telah berubah dari praktek-praktek iman masa kecil mereka dan mencabut kebiasaan gereja yang berkembang saat mereka dibesarkan.

Dalam sebuah wawancara dengan The Christian Post, penulis David Kinnaman mengatakan, "Setiap orang memiliki berbagai alasannya sendiri saat meninggalkan gereja. Hal ini terdiri dari perspektif yang cukup luas sehingga menciptakan pemutusan. "

Temuan ini berasal dari studi selama lima tahun terhadap 1.296 anak muda yang pergi ke gereja atau mantan. Jika mereka dulunya menghadiri ibadah, mengapa mereka meninggalkan gereja di masa pasca-remaja pra-dewasa mereka?

Menurut Barna Group, anak muda melihat gereja sebagai menghakimi, terlalu protektif, eksklusif dan tidak ramah terhadap mereka yang ragu-ragu.

"Kami berusaha untuk memahami perjalanan spiritual mereka saat menjauhi gereja dan iman," kata Kinnaman, presiden Barna Group.

Penelitian Kinnaman mengakui bahwa setiap orang berbeda namun bukunya mengeksplorasi anak yang hilang, pengembara dan buangan sebagai tiga kategori utama anak muda yang meninggalkan Gereja.

Sebagaimana didefinisikan dalam You Lost me, pengembara adalah mereka yang menjauhi lembaga-lembaga keagamaan tradisional namun mengatakan kalau iman masih penting bagi mereka. Buangan masih berharap tentang iman mereka tetapi merasa terjebak ketika mempertimbangkan tantangan hidup. Dan akhirnya anak yang hilang benar-benar menghilang dari ke-Kristenan.

Namun, Kinnaman menjelaskan bahwa ia mengasihi generasi modern yang berusia 18 sampai 25 tahun dan memandang mereka sebagai kelompok individu yang cerdas.

"Saya ingin melihat gereja dan generasi ini memiliki hubungan yang lebih," katanya kepada CP.

Menurut You Lost Me, satu dari empat anak muda usia 18 sampai 29 mengatakan, "Kristiani mengutuk segala sesuatu di luar gereja." Dan satu dari tiga percaya "gereja itu membosankan."

You Lost Me menjelajahi gagasan bahwa orang-orang muda secara khusus merasa terputus dengan doktrin gereja yang menurut mereka tidak relevan untuk masyarakat modern.

Saat menyangkut ajaran Gereja tentang seksualitas dan pengendalian kelahiran, sekitar 40 persen dari anak muda Katolik mengatakan doktrin ini "ketinggalan zaman."

Buku ini juga meneliti penilaian aktual atau tanggapan mereka mungkin dirasakan dari jemaat gereja tertentu atau pemimpin.

Untuk beberapa anak muda, harapan gereja dan pengalaman seksual individu bertabrakan. Satu dari enam anak muda Kristiani mengatakan "mereka telah membuat kesalahan dan merasa dihakimi di gereja."

Kinnaman, yang merancang dan menganalisis hampir lima ratus penelitian untuk berbagai gereja, organisasi nirlaba, dan perusahaan, mengatakan masalah berhentinya mereka ke gereja "sangat mendesak."

Menurut Kinnaman, gereja-gereja terikat pada gagasan usang tradisional yang mengasumsikan anak muda akan meninggalkan rumah, mendapatkan pendidikan, mencari pekerjaan dan memulai sebuah keluarga sebelum usia 30.

"Banyak pelayanan gereja yang hanya berorientasi pada remaja, anak-anak atau orang dewasa menikah," kata Kinnaman, yang menjelaskan bahwa hanya ada sejumlah kecil program gereja yang melayani kelompok usia yang paling membutuhkan tersebut.

Penulis mengutip teknologi, keterasingan dari berbagai lembaga, dan skeptisisme terhadap sumber eksternal otoritas, termasuk ke-Kristenan dan Alkitab sebagai alasan-alasan potensial kenaikan anak muda yang berhenti ke gereja.

Dalam trailer untuk You Lost Me, seorang wanita muda di usia 20-an mengungkapkan kegoyahan imannya. Namun dia menyatakan, [ketidak-imanannya] "tidak selalu berarti selamanya."

Kisahnya mengungkapkan gagasan bahwa sementara ada beberapa anak muda yang telah meninggalkan gereja, mereka masih mengaku sebagai orang Kristiani dan mungkin menunggu di perempatan jalan untuk praktek-praktek gereja yang diperbarui.

"Kuncinya adalah mereka ingin mengambil risiko dengan iman mereka," kata Kinnaman.

Dia menjelaskan fenomena ini seperti stasiun kereta api yang memiliki berbagai titik dengan lintasan rohani - dimana usia 18 sampai 25 turun dan memilih bagaimana mereka ingin menjalani hidup mereka.

Kinnaman mengatakan bahwa kelompok usia tertentu yang mengkonsumsi banyak media dan menyadari apa yang terjadi di sekitar mereka. Dia mengatakan "setiap kisah penting."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...