Senin, 19 Maret 2012

Apa Istimewanya Menjadi Orang Katolik?


APA ISTIMEWANYA MENJADI SEORANG KATOLIK?

Kadang-kadang membingungkan. Semua orang yang percaya kepada Yesus disebut orang Kristen. Jadi, mungkin juga tidak ada bedanya kamu pergi ke gereja yang mana. Lalu, apa istimewanya menjadi seorang Katolik? Mengapa kamu mau menjadi seorang Katolik? Mari kita temukan jawabnya.

K : Kristus sendiri yang mendirikan Gereja. Sebagai gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus, Gereja Katolik telah berumur lebih dari 2000 tahun (usianya lebih panjang dari Gereja Kristen mana pun!).

A : Apostolik. Hidup Yesus sendiri diberikan kepada kita melalui sakramen-sakramen, ajaran-ajaran Gereja dan melalui pewartaan-pewartaan yang disampaikan oleh para biarawan, biarawati maupun kaum awam.

T : Tujuh Sakramen diwariskan oleh Yesus kepada Gereja.

O : rOh Kudus telah dikaruniakan oleh Yesus yang Mahapengasih kepada kita untuk membimbing kita masing-masing agar kita dengan segenap hati hidup seturut teladan Yesus.

L : Lestari. Gereja Katolik telah menerima janji Roh Kudus bahwa Ia akan senantiasa memeliharanya dalam kebenaran.

I : "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu." Dalam Gereja Katolik, Hosti selalu ditahtakan dalam Tabernakel, artinya Yesus senantiasa hadir dalam gereja kita. Kita dapat pergi dan berdoa kepada-Nya kapan saja kita mau.

K : Kristus bekerja melalui Gereja bagi keselamatan seluruh umat manusia karena Ia mengasihi semua orang.

Nah, sebagai permulaan, di atas itu adalah tujuh alasan penting mengapa kita memilih menjadi seorang Katolik. 

sumber : My Friend; St. Thomas Corner; www.daughtersofstpaul.com/myfriend

APA KEWAJIBAN KITA SEBAGAI SEORANG KATOLIK? 

Kalian adalah anggota dari kelompok yang paling tua, paling besar dan paling mengagumkan di dunia! Kamu seorang Katolik Roma. Kalian menjadi Katolik ketika kalian dibaptis. Tetapi apakah yang harus kalian lakukan agar dapat menjadi seorang Katolik yang taat?

Lima Perintah Gereja* adalah kewajiban dasar seorang Katolik yang taat, yaitu:

1.     Rayakan hari raya yang disamakan dengan hari Minggu.
2.    Ikutlah Perayaan Ekaristi pada hari Minggu dan hari raya yang diwajibkan,
dan janganlah melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu.
3.    Berpuasalah dan berpantanglah pada hari yang ditentukan.
4.    Mengaku dosalah sekurang-kurangnya sekali setahun.
5.    Sambutlah Tubuh Tuhan pada masa Paskah.

Itulah kewajiban “minimum” seorang Katolik. Tidak seorang pun diharapkan menjadi seorang yang “minimum”. Oleh karena itu, berjuanglah semaksimal mungkin untuk menjadi seorang Katolik yang terbaik.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com; * disesuaikan dengan buku Puji Syukur; Komisi Liturgi KWI


APA HAK-HAK KITA SEBAGAI SEORANG KATOLIK? 

Kelima Perintah Gereja adalah pedoman bagi kita untuk menjalankan kewajiban kita sebagai seorang Katolik yang taat. Ya, tentu saja orang lebih sering mengatakan kepada kita apa-apa saja yang HARUS kita lakukan, tetapi bagaimana dengan hak-hak kita? 

Sesungguhnya, bagi seorang Katolik lebih banyak hal-hal menyenangkan yang didapatkan dibandingkan kewajiban yang harus dilakukan. Kita mempunyai jaminan untuk tiga hal terpenting dalam hidup: Keluarga, Dukungan dan Kebahagiaan.

KELUARGA
Kebanyakan remaja ingin menjadi bagian dari suatu kelompok teman sebaya. Hanya sedikit saja yang senang menyendiri, tetapi bahkan seorang penyendiri pun mempunyai teman-teman. Cara kita berpakaian, cara kita berbicara, serta cara kita melakukan sesuatu membantu kita merasa bahwa kita bagian dari suatu kelompok tertentu. Untuk alasan itulah sebagian remaja menjadi anggota suatu kelompok/gang. Kita ingin menjadi bagian dari apa yang kita anggap sebagai kelompok yang “tepat” - setidak-tidaknya yang kita anggap “tepat” bagi kita. Sebagai seorang Katolik kita menjadi bagian dari suatu kelompok terbesar dan tertua umurnya di dunia. Coba bertanyalah kepada mereka yang menghadiri perayaan World Youth Day (Hari Kaum Muda Sedunia), apakah mereka merasa sebagai bagian dari keluarga Katolik. Anak-anak serta remaja dari seluruh dunia datang untuk ambil bagian. Tak seorang pun dari mereka yang diperlakukan sebagai “orang luar”.

DUKUNGAN
Beberapa tahun yang lalu saya membeli sebuah agenda elektonik - sejenis barang yang berguna untuk membantu kita mengingatkan pertemuan-pertemuan dan nomer-nomer telepon. Agenda itu bahkan dapat menyampaikan informasi-informasinya ke komputer saya. Tahun lalu saya menganti sistem operasi di komputer saya ke “Windows ME”. Tahukah kalian apa yang terjadi? Agenda tersebut tidak dapat bekerja dengan sistem yang baru. Saya minta “tolong” kepada Microsoft. Mereka mengatakan, “Maaf, kami tidak dapat menolong.” Hanya itu yang dapat mereka lakukan. 

Tidak demikian halnya dengan Gereja Katolik. Kalian selalu dapat memperoleh pertolongan untuk masalah apa pun yang kalian hadapi. Kalian dapat pergi kepada seorang imam untuk minta pertolongan. Dan kalian pasti akan DIPERHATIKAN. Jika imam tersebut tidak dapat menolongmu, ia akan meminta pertolongan Bapa Uskup. Jika Bapa Uskup juga tidak dapat menolongmu, ia akan meminta pertolongan Bapa Paus. Coba apakah bisa seperti itu dengan Microsoft!

KEBAHAGIAAN
Ada banyak hal lain yang menyenangkan menjadi seorang Katolik, tetapi yang paling menyenangkan ialah bahwa kita sepenuhnya DIJAMIN untuk memperoleh KEBAHAGIAAN abadi selamanya. Kalian tidak perlu menduga-duga bagaimana kita dapat sampai ke sorga atau bertanya-tanya “apakah kita telah diselamatkan.” Sakramen-sakramen serta ajaran-ajaran Gereja Katolik yang telah berumur 2000 tahun itu yang akan membawamu ke sorga. Banyak orang yang akan masuk ke surga juga, tetapi mereka harus menanggung beban mereka di atas pundak mereka sendiri. Dalam Gereja Katolik kita memiliki peta jalan yang sempurna (ajaran-ajaran kita) dan seorang pilot yang sempurna, yaitu Paus.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

MENGAPA SAYA HARUS PERGI KE GEREJA? 

Ketika kalian beranjak dewasa, kalian menjadi sadar bahwa kalian dapat dan harus mempunyai lebih banyak kebebasan untuk menentukan pilihan kalian sendiri. Sayang sekali, kalian tergesa-gesa ingin disebut mandiri, karenanya kalian kerapkali menolak pendapat atau pun norma-norma yang selama ini diterapkan oleh orangtuamu. Ini wajar, tetapi sesungguhnya tindakan seperti ini bukan tindakan yang cerdik. Kemungkinan kamu malah ikut membuang banyak hal-hal baik yang sepatutnya tetap kamu pegang. Orangtuamu menerapkan cara yang mereka pakai sekarang ini setelah mengalami begitu banyak pengalaman, termasuk yang menyakitkan. Mereka ingin menghindarkan kamu dari kemalangan yang pernah mereka sendiri rasakan.

Agama menjelaskan kepada kita mengapa kita ada di dunia ini serta seperti apa kehidupan kita kelak. Dalam agama kita menemukan kepercayaan serta tolok ukur yang pasti, yang demi membela kebenarannya banyak orang telah berjuang dan wafat. Iman menjelaskan tentang hidup dan bagaimana mendapatkan yang terbaik darinya. Setiap kali kamu berhubungan dengan sesuatu yang menyangkut manusia, hal-hal yang buruk dapat saja terjadi. Gereja Katolik memiliki jaminan yang pasti untuk melindungi kamu dari hal-hal yang buruk itu. Perlindungan itu diberikan kepada kita dalam bentuk kredo (kredo = pokok-pokok iman) dan ajaran-ajaran dari Bapa Suci serta para Uskup, yang mereka terima dari Tuhan.

Salah satu gagasan yang terpenting adalah agama itu merupakan sesuatu yang kita lakukan bersama. Bukan pribadi, tetapi sosial. Dengan pergi ke gereja kita dapat selalu menjaga serta membina hubungan baik dengan saudara-saudara seiman. Kita memang boleh memiliki banyak kebebasan, tetapi kita akan semakin teguh jika kita bersatu.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com


MENGAPA SAYA HARUS MENGIKUTI PELAJARAN AGAMA? 

Akan bagus sekali jika setiap bayi dilahirkan dengan satu set peraturan terikat di tangannya. Kita akan segera tahu apa yang harus kita lakukan untuk memperoleh hidup bahagia. Kita akan tahu betapa baiknya Tuhan itu. Kita akan tahu betapa Tuhan menghendaki kita hidup kekal dalam surga yang indah. Ah, sungguh menyenangkan sekali. Tetapi, yang terjadi tidaklah demikian. Kita dilahirkan tanpa pengertian sedikit pun tentang hal-hal demikian itu. Kita harus mempelajarinya dari orang lain. Orangtua kita adalah guru rohani kita yang pertama. Jika orangtua kita penuh kasih dan setia, kita akan dapat melihat bagaimana Tuhan itu melalui mereka. Namun demikian, akan tiba waktunya kita perlu tahu lebih banyak dari yang dapat mereka ajarkan. Kita pergi ke sekolah untuk belajar sejarah, ilmu pengetahuan serta ketrampilan agar kelak kita mempunyai kesempatan untuk memperoleh pekerjaan yang baik dan menjadi orang yang berguna. Agama harus dibagi bersama saudara-saudara yang lain agar dapat hidup! Agama adalah kegiatan sosial. Kita menimba iman dari kekuatan iman orang lain. Agama bukan hanya sekedar belajar mengenai informasi dan fakta. Kita wajib ikut ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan kelompok agar dapat sungguh-sungguh hidup religius. Yesus sendiri mengajarkan betapa pentingnya berbagi iman. Yesus membangun komunitas religius di dunia - yaitu Gereja Katolik - agar kita dapat saling berbagi iman.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...