Selasa, 22 Mei 2012

Film SOEGIJA Jadi Kontroversi

Banyak orang menilai bahwa film ini akan mempengaruhi iman seseorang jika menontonnya.

Di BIOSKOP mulai 7 Juni 2012

Kontroversi mengenai film Soegija marak dibicarakan di dunia maya dan Blackberry Messenger (BBM). Banyak orang menilai bahwa film ini akan mempengaruhi iman seseorang jika menontonnya. Mendengar hal itu, salah satu pemain dalam film ini, Butet Kertaradjasa menyayangkan adanya pendapat seperti itu.

"Tidak akan ada iman seseorang itu berubah hanya karena menonton karya seni. Saya kasihan kenapa orang berpikir sedangkal itu. Sama halnya dengan orang beli makan nanya ini yang masak agama apa, udah sunat belum? Kan lucu. Gosip itu saya anggap promosi gratisan aja," tutur Butet saat ditemui di Ballroom Hotel Gran Melia, Kuningan, Selasa, 16 Mei 2012.

Pemain teater yang juga komedian ini juga menambahkan bahwa film garapan Garin Nugroho ini bukanlah film tentang keagamaan seperti yang ramai dibicarakan.

"Ini film tentang manusia yaitu seorang uskup pertama di zaman perang. Banyak perannya untuk negara ini salah satunya menghentikan perang 5 hari di Semarang antara Jepang, gerilyawan, dan pasukan Belanda," katanya.

Di film ini, Butet berperan sebagai Koster Toegimin. Untuk mendalami karakternya tersebut, ia bertemu langsung dengan seorang koster di salah satu gereja. Film yang juga melibatkan sejumlah seniman ternama seperti Landung Simatupang, Djaduk Ferianto, Nirwan, dan Olga Lidya ini akan tayang 7 Juni 2012 mendatang.

Butet berharap film ini dapat menumbuhkan semangat nasionalisme dan memberi inspirasi tentang multikultural dalam basis nasionalisme.

"Jadi film ini tujuannya untuk menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme, kemanusiaan dan bagaimana harus bersikap dalam situasi yang tidak stabil," tambahnya.

2 komentar:

  1. hahahahaha.......kasihan amat ya punya pikiran seperti itu....kalau pakai logika seperti itu, kok terkesan film ini lebih rendah bobot moralnya dibadingingkan pembukaan diskotik, pub, panti pijet yang banyak bertebaran di kota-kota.....

    ampunn....

    BalasHapus
  2. Semoga orang yang masih berfikir picik sadar. Mampu membuka diri bagi yang lain... bukan seperti katak dalam tempurung...Sangat setuju dengan pendapat Pak Butet Kertaradjasa. Mari berlomba membangun semangat NASIONALISME. Salam.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...