Sabtu, 09 Juni 2012

Arsitektur Gothic Pada Gereja Abad Pertengahan

Milan Cathedral

Gaya Gothic, timbul setelah zaman pertengahan ketika Perang Salib masih berlangsung. Diperkirakan muncul di Eropa pada kisaran abad ke 15-16, hampir bersamaan dengan era renaissance. Inti dari Gaya Gothic adalah penyederhanaan seni bangunan lama yang umumnya memakai struktur yang tebal dan kemudian disederhanakan menjadi bentuk yang lebih ramping namun memiliki struktur yang kuat. Penggunaan dinding yang lebih tipis namun kuat serta pemasangan jendela-jendela besi ataupun rangka besi yang lebih lebar membuat seni gotik cendeung mengarah pada penggunaan warna hitam dan gelap yang menonjol.

Perubahan-perubahan yang terjadi pada periode ini diantaranya:
  • Ketinggian langit-langit yang jauh melebihi skala manusia, terutama gereja-gereja dan katedral
  • Bentuk busur yang meruncing, dikarenakan keinginan untuk menciptakan atap meruncing sebagai ciri arsitektur vernakular Eropa. Hal ini juga merupakan tuntutan iklim salju.
  • Pengembangan bentuk rib vaults-bentuk kubah yang menyerupai rusuk. Salah satu pembeda arsitektur Gothic dengan periode sebelumnya adalah sistem konstruksi kolom dan langit-langit tidak terpisah. Jadi antara kolom dan rusuk penyangga atap menyatu. Sebagai pengembangan dari struktur busur silang yang banyak digunakan pada periode sebelumnya, bentuk busur rusuk dapat dikatakan terinspirasi dari bentuk ranting pohon. Pada perkembangan selanjutnya, susunan rusuk yang terjadi malah menyerupai kipas.

Mempelajari perkembangan arsitektur serta hal-hal lain yang berhubungan dengan arsitektur, seperti budaya, religi, iklim, geografi, sosial merupakan langkah awal untuk mengenali lebih jauh mengenai arsitektur yang terjadi di masa lampau, serta sejarah terbentuknya arsitektur tersebut yang ada dan lahir di setiap daerah maupun negara-negara yang ada di seluruh penjuru dunia masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda.

Gaya Arsitektur Gothic dimulai pada pertengahan abad 12 dan berakhir pada abad 16. Seni Gothic diyakini juga sebagai perwujudan seni barbarian. Di Inggris, tepatnya pada abad 17 sampai 18 seni gothic dianggap sebagai seni yang tidak punya cita rasa atau hambar dan juga dianggap sebagai seni yang menyimpang dari kaidah-kaidah seni yang sudah ada.


KARAKTERISTIK BANGUNAN GOTHIC

  • Terdapat menara pada bangunan gereja. Biasanya terletak pada bagian depan ataupun belakang bangunan. Dan pada masa Arsitektur Gothic maenara difungsikan sebagai isyarat adanya peribadatan di dalam gereja. Hal tersebut berkembang sampai saat ini, dan isyarat tersebut adalah bunyi lonceng yang ditempatkan dibagian atas menara.
    Salisbury Cathedral

  • Terdapat rose window. Secara arsitektual hal itu digunakan untuk memasukkan cahaya dan estetika. Sedangkan dari segi religi, rose window dipakai sebagai simbol firman Tuhan yang disimbolkan sebagai cahaya yang masuk dan menerangi isi hati para jemaat gereja.

 Sainte Chapelle

  • Adanya rib vaulting. Yaitu atap yang menyerupai membran dan memiliki unsur arsitektual sebagai salah satu peninggalan bentuk arsitektur gothic.
Christ Church

  • Penebalan kolom/tiang sebagai perkuatan struktur bangunan yang juga merupakan ciri khas bangunan gothic.
St. Patrick Cathedral

Mempelajari arsitektur gothic dapat mengetahui bentukan-bentukan baik eksterior maupun interior dari bangunan gothic yang sangat luar biasa dan ekspresif. Tetapi juga tidak melupakan filosofinya. Dari beberapa sumber yang ada kebanyakan dari bangunan gothic adalah bangunan gereja.

Salah satu contoh kota yang masih mempertahankan arsitektur gothic pada bentuk bangunannya adalah Kota Barcelona. Barcelona sendiri mempunyai peranan yang cukup penting dalam perdagangan, pendidikan, seni, hingga pariwisata. Arsitektur gothic pada Kota Barcelona bisa dilihat dari bangunan gereja yang banyak terdapat di Kota Barcelona. Warisan budaya yang paling terkenal adalah karya Antonio Gaudi.


In Spiritu Domini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...