Rabu, 13 Juni 2012

Mengapa Gereja Katolik Menolak Hukuman Mati?

Mengapa Gereja Katolik Menolak Hukuman Mati?

Gereja Katolik Roma menolak hukuman mati. Dasar Kitab Suci-nya jelas. Satu dari sepuluh perintah Allah yang diturunkan melalui Nabi Musa  menegaskan posisi Allah: “Jangan membunuh!” (Kel 20:13). Perintah ini jelas. Allah tidak memperbolehkan manusia untuk membunuh.  Hal ini disebut lagi di dalam Injil Matius 5:21. Injil juga tampak jelas dalam menegaskan ajaran Yesus untuk  menitik beratkan pada ajaran kasih. Bapa-bapa Gereja seperti Klemens dari Roma dan Yustinus Martir menegaskan bahwa mengambil nyawa manusia adalah bertentangan dengan Injil dan mendorong umat Kristiani untuk tidak ikut-serta melaksanakan hukuman mati.

Ketetapan Gereja ini melemah ketika Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi. St Agustinus dan Thomas Aquinas mengganggap bahwa negara, demi tercapainya kesejahteraan bersama, dapat melakukan hukuman mati. St Agustinus menilai hukuman mati sebagai sebuah jalan untuk mencegah kejahatan dan melindungi pihak-pihak yang tidak bersalah. Sedangkan Thomas Aquinas menegaskan bahwa negara tidak hanya berhak, tapi juga merupakan tugasnya untuk melindungi warga negaranya dari para musuh negara, baik dari dalam maupun dari luar.

Di bawah Paus Yohanes Paulus II, Gereja Katolik lebih menganjurkan hukuman penjara daripada hukuman mati, walaupun hukuman mati tersebut masih diperbolehkan di beberapa kasus ekstrim. Katekismus Gereja Katolik menyatakan bahwa hukuman mati diperbolehkan dalam kasus-kasus yang sangat parah kejahatannya. Namun, apabila terdapat cara lain untuk melindungi masyarakat dari “penyerang yang tidak berperi-kemanusiaan”, cara-cara ini lebih dipilih daripada hukuman mati karena cara-cara ini dianggap lebih menghormati harga diri seorang manusia dan selaras dengan tujuan kebaikan bersama. Di sini terjadi peralihan tentang konsep hukuman mati bagi Gereja.

Dalam ensiklik-nya Evangelium Vitae yang diterbitkan tahun 1995, Paus Yohanes Paulus II menghapuskan status persyaratan untuk keamanan publik dari hukuman mati ini dan menyatakan bahwa, dalam masyarakat modern saat ini, hukuman mati tidak dapat didukung keberadaannya. Saat ini hukuman mati secara resmi dihapuskan pada tahun 1969 oleh Paus Paulus VI. Peristiwa ini yang mengindikasikan posisi resmi Gereja dari tahun 1929 hingga tahun 1969 mirip dengan apa yang terjadi di Inggris mulai dari penghapusan hukuman mati untuk kasus pembunuhan pada tahun 1965 hingga abolisi sepenuhnya pada tahun 1998.

Hingga saat ini ada 148 negara yang sudah menghapus hukuman mati. Rinciannya, 97 negara menghapus hukuman mati untuk seluruh kejahatan, 8 negara menghapus hukuman mati untuk perkara kejahatan biasa, dan yang melakukan moratorium (de facto tidak menerapkan) sebanyak 43 Negara. Sisanya, masih ada 49 negara yang masih menerapkan hukuman mati. Gereja terus menerus mendesak negara-negara yang masih menerapkan hukuman mati untuk menghapusnya.

Bagaimanapun juga Allah melarang manusia untuk membunuh. Kehidupan adalah anugerah Allah. Tak ada satu pun manusia yang berhak mengambilnya kecuali Allah sendiri. Hal ini menegaskan posisi Gereja untuk menolak aborsi, eutanasia, maupun hukuman mati bagi siapapun, termasuk para pembunuh, para koruptor, apalagi untuk umat-Nya yang meninggalkan Gereja.

Baca juga:

5 komentar:

  1. Islam satu2nya agama yg memberikan hukuman mati (penggal ) / penjara bagi Muslim yg Murtad. Murtad bukan suatu kejahatan yg harus di bunuh.

    BalasHapus
  2. hukum rimba.. Tdak manusiawi.

    BalasHapus
  3. buat saya , hukuman mati bukanlah suatu solusi membuat penjahat lainnya jera !

    BalasHapus
  4. Hanya Tuhan yang berhak mengambil nyawa manusia.

    BalasHapus
  5. berfikir jgn seperti keluarga penjahat
    memberi hukuman mati untuk penjahat tidak boleh tp dia sdri membunuh orang lain.astaufirullah
    memangnya ketika penjahat di hukum mati,apakah bkn tuhan yg mengambil nyawanya
    tetap tuhan yg mengambil tp melalui perantara manusia krna itu sdh takdirnya mati dgn cara di bunuh.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...