Selasa, 31 Juli 2012

Tidak Terima Sehelai Baju Muslim Hangus Disetrika, Ribuan Muslim balas Bakar Belasan Rumah Warga Kristen

Tidak Terima Sehelai Baju Muslim Hangus Disetrika, Ribuan Muslim balas Bakar Belasan Rumah Warga Kristen

KAIRO (MESIR) - Perubahan menuju kebebasan yang diimpikan setelah revolusi di Mesir nampaknya akan menjadi isapan jempol belaka, yang nyata hanyalah semakin meningkatnya diskriminasi dari kelompok mayoritas yang merasa sangat superior dan tidak terkalahkan.

Pada Jumat (27/07/2012) subuh kemarin belasan rumah di Dahsyour, sebuah desa di kota Badrasheen, Provinsi Giza, dekat ibukota Mesir, Kairo, terbakar akibat serangan ribuan muslim. Serangan yang dilakukan sebelum buka puasa ini berjalan mulus tanpa dihalang aparat keamanan.

Menurut AFP, aksi pembakaran itu bermula dari sebuah pertengkaran dan perkelahian antara seorang muslim dan seorang pria Kristen pekerja laundry (pencucian pakaian) yang menyetrika baju muslim ini hingga hangus pada lengan baju.

Tidak terima bajunya hangus, muslim itupun memukuli pria Kristen ini sehingga mereka berdua pun berkelahi.

Menurut Al Masrawy, situs web berita berbahasa Arab, peristiwa pemukulan Samih Nasim, pada Rabu (25/07/2012), yang diserang Ahmed Ramadan pemilik baju muslim, setelah mengetahui lengan bajunya hangus disetrika ternyata berujung bentrok SARA.

Walaupun kedua warga Mesir itu sama-sama mengalami luka, para muslim yang merasa terhina dan mengartikan aksi pembakaran baju islami itu sebagai "sikap berani para dhimmi menantang dan menghina muslim" mengambil sebuah 'tindakan tambahan'.

Sekitar dua puluhan muslim pada keesokan harinya, Kamis (26/07/2012) malam mendatangi perumahan umat Kristen di desa Dahsyour menuju Gereja Mar Girgis. Mereka menyerang perumahan warga itu dengan batu dan molotov, warga Kristen sekitar yang mengetahui rencana penyerangan muslim itupun berjaga di lantai dua dan atap rumah mereka. Warga pun menghujani para muslim pengacau itu dengan molotov, seorang muslim terluka.

Tidak terima dengan 'kekalahan' tersebut, para pengacau ini mengumpulkan massa usai sholat magrib pada Jumat (27/07/2012) di masjid, merekapun mendatangi daerah Kristen itu dengan senjata tajam dan bom molotov, alhasil para wanita dan anak-anak pun melarikan diri sedangkan para prianya menunggu kedatangan pengacau beragama itu. Mengetahui kekuatan tidak berimbang warga Kristen pun mundur sehingga rumah mereka menjadi tumbal, belasan orang juga ikut terluka.

Pemerintah Mesir hingga kini masih belum mengeluarkan pernyataan terkait peristiwa ini, sedangkan belasan muslim dan puluhan warga Kristen ditahan pasca-penyerangan tersebut.

Menurut AINA, hal ini merupakan bagian dari "hukuman kolektif" terhadap kelompok dhimmi di Mesir yang mencoba 'melawan dan menentang aturan Islam'. Umat Kristen, Yahudi, Sekte-sekte Islam minoritas (Shia, Ahmadia & Sufi), kelompok liberal, kelompok sekuler dan feminis merupakan kelompok dari para 'dhimmi', istilah lain dari 'warga kelas tiga' sedangkan para muslim dari sekte Sunni terutama pria merupakan warga kelas satu di Mesir, sedangkan warga kelas dua adalah wanita muslim Sunni.

Sumber : http://kabargereja.tk/2012/07/memalukan-tidak-terima-sehelai-baju.html?m=1

Baca juga:

6 komentar:

  1. kristen juga sih selalu cari gara2 mungkin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kristen??..ini murni kesalahan pribadinya..bukan agamanya...

      Hapus
    2. Islam picik, licik, maunya menang sendiri.

      Hapus
  2. Kristen di timur tengah sedang ditindas penjajah muslim. Seperti penindasan umat kristen di Roma oleh penguasa romawi dulu, yg akhirnya umat Kristen bisa berbahagia karena ketabahan & iman yg kuat. Romawi akhirnya menjadi Kristen. Ini terulang lagi di timur tengah. Justru umat Kristen di Amerika & Eropa terlena dgn kenyamanan, kekayaan, kemakmuran sehingga imannya luntur oleh keduniawian. Rencana Tuhan pasti Indah untuk Kristen Timur Tengah. GBU.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua akan indah pada waktunya, tuhan Yesus yang akan mengatur. Tuhan Yesus adalah pemilik jiwa orang yang saleh maupun para pendosa yang bertobat. tapi bagi jiwa yang berdosa dan tidak bertaubat dan tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan akan mengalami kebinasaan. Adanya kristen dan Islam, dalam suatu daerah bukan untuk saling menghancurkan dan membinasakan, tapi satu tawaran untuk saling menyelamatkan. Ini tidak hanya di mesir, tapi di indonesia bahkan di seluruh dunia. Mengapa Islam tidak dihancurkan, bahkan dipelihara oleh Tuhan? tuhan punya rencana yang indah. yahudi, Kristen dan Islam adalah domba-domba yang dipelihara oleh Tuhan dengan kasih=Nya yang sejati. Marilah kita bersatu melawan musuh yang tidak kelihatan yaitu Setan/Iblis. GBU!

      Hapus
  3. bersatulah dalam Kristus..
    jangan bersatulah dalam Gereja Katolik

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...