Selasa, 07 Agustus 2012

Nama Kepausan dan Katolik dihapus, Opus Dei dipersalahkan


Salah satu universitas terkemuka di Peru dituduh melakukan manuver bersama kelompok konservatif Katolik Roma Opus Dei yang berada di balik persoalan dengan Vatikan.

Persoalan itu menyeret Peru dan Vatikan bisa terlibat dalam konflik diplomatik, Gereja Katolik memerintahkan Universitas Katolik Kepausan Peru (PUCP) melalui suratnya pada Juli untuk menghapus kata “kepausan” dan “Katolik” dari nama resmi yang telah digunakan lebih dari 60 tahun.

Universitas, yang didirikan tahun 1917 dan dikenal luas sebagai universitas yang paling progresif di negara itu, telah menolak untuk mematuhi perintah tersebut. Vatikan mengatakan pihaknya akan membahas kasus itu dengan Menteri Luar Negeri Peru.

Perwakilan Vatikan mengatakan mereka telah bertahun-tahun berusaha membujuk universitas itu untuk mematuhi hukum Gereja.

Efrain Gonzales, wakil rektor universitas itu, mengklaim Uskup Agung Lima, Kardinal Luis Cipriani, telah mencampuri urusan universitas itu.

“Msgr Cipriani … adalah kardinal dari Opus Dei yang paling berpengaruh, dan semua orang mengetahui Opus Dei memiliki agenda politik di baliknya,” kata Gonzales.

“Kami berpikir ini adalah bagian dari rencana mereka. Jadi tentu saja uskup agung itu menggunakan semua pengaruhnya untuk mengontrol universitas ini.”

Msgr Cipriani, yang memegang jabatan seremonial sebagai kanselir universitas itu, adalah salah satu dari dua imam Opus Dei yang telah dipromosikan menjadi kardinal.

Opus Dei (Karya Tuhan) dalam bahasa Latin adalah sebuah kelompok konservatif Gereja Katolik yang didirikan oleh Santo Josemaría Escrivá. Misinya membantu para umat untuk mengubah pekerjaan dan kegiatan sehari-hari menjadi kesempatan untuk hidup lebih dekat dengan Tuhan, untuk melayani sesama, dan untuk membangun masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...