Kamis, 27 Desember 2012

FPI Gugat Bupati Soal Misa Natal di Alun-alun


UNGARAN - Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah mengancam menggugat Bupati Semarang, Mundjirin, karena telah mengizinkan umat Kristiani melaksanakan Misa Natal di Alun-alun Kabupaten pada Senin malam, 24 Desember 2012.

"Ini hanya untuk kepentingan Bupati yang sok gagah agar kelihatan melindungi umat," ujar Sekretaris Front Pembela Islam Jawa Tengah, Jindan, Selasa, 25 Desember 2012.

Semula, Jindan hendak membuat acara di Alun-alun Kabupaten Semarang untuk menandingi Misa Malam Natal. Namun upaya itu urung dilakukan. Menurut dia, Bupati Mundjirin mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan untuk memunculkan konflik antar umat beragama.

Menanggapi tudingan itu, Bupati Mundjirin mengatakan izin misa saat Natal di Alun-alun Mini atau Sidomulyo Kabupaten Semarang punya landasan hukum, yakni Peraturan Bupati Nomor 52 Tahun 2008 tentang pedoman izin penggunaan lapangan di Kabupaten Semarang.

"Lapangan itu fasilitas publik. Kegunaanya untuk kegiatan keagamaan, ormas dan pedagang kaki lima," ujar Mundjirin.

Ia menjelaskan lapangan tempat dilaksanakannya Misa Natal bukan ini halaman Masjid Agung Alun-alun Kabupaten Semarang. Bahkan, kata Mundjirin, kegiatan misa ini telah dilakukan selama 10 kali dan baru menimbulkan protes saat FPI hadir di Kabupaten Semarang.

Di lain pihak, Kepala Kantor Kesatuan Kebangsaan Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Semarang, Purbatinhadi, menilai protes misa saat Natal baru terjadi kali ini. "Organisasi itu (FPI) juga tak terdaftar di kantor Kesbangpolinmas," ujarnya.

5 komentar:

  1. UNTUK FPI, JADILAH ORMAS YANG BAIK DAN MENGHARGAI AGAMA ORANG LAIN,,,,

    BalasHapus
  2. itu tempat dh biasa jd acara keagamaan..jd itu tpt bukan hny islam saja pak fpi..acara natal kn bkn d mesjid..koq malah fpi sewot gt...kita hrs menghargai agama org lain..fpi dari dlu sampai skrg lh yg jd pemicu konflik keagamaan bukan jahudi/israel...penghancur negara bukan dari luar melainkan dari dalam negri sendiri yaitu fpi..sy dh baca sepak terjang fpi ini dari sy kecil sampai sy dewasa...fpi hnya tau anarkis,merusak usaha orglain,menghina agama orglain,pemarah,temperamen,dll..sy ga tau ntah dari mana saja fpi mengumpulkan org2 yg tdk ada hati nurani ini...padahal fpi sama skli tdk ada masuk daftar di badan yudikatif,ekesekutif di pemerintahan..ormas inilh sbnrnya yg akan merusak ideologi dan stabilitas negara...lama2x fpi bisa saja akan mengkudeta kan pemerintahan sprti pki dulu thn 1965 yg awal ny hny sebuah ormas trus partai yg akhirnya hampir merusak ideologi negara kita...jd kita hrs jeli sapa sebenarnya yg akan merusak ideologi negara kita...

    BalasHapus
  3. biarkan saja. Tuhan itu gk akan diam. Suatu saat kena batunya.

    BalasHapus
  4. Jangan Rusak Indonesia kita ini ragam agama ragam Budaya...
    Kalo masih ada babeh almarhum Gusdur FPI pasti sudah di luluh lantahkan...
    Karna beliau Mengecam anarki serta Rasisme
    Dilarang itu dimana aja karena Hal Taboo!
    Jangan Jadi Bajingan Di negeri Sendiri!
    Hanya Bajinganlah yang jago Main anarki serta Mengklaim bahwa indonesia adalah
    Negeri asli org Pribumi bla"
    Persetatn smw itu!
    Negara kita Ini Dari Dulu Beda Agama Beda Budaya!
    Harus'y FPI bisa paham Konsep itu kalo dia org Indonesia!
    Bukan malah maen anarki ama budaaya serta agama lain..
    Sifat bajingan itu

    BalasHapus
  5. Yang adil dong, ini Indonesia. umat Islam boleh kok menggunakan sarana umum (lapangan/alun-alun, bahkan jalan raya ketika shalat Idul Fitri, Idul Adha dll), mengapa umat nasrani tidak boleh? Sementara pihak pemerintah yang memiliki otoritas atas sarana umum telah mengizinkan untuk dilaksanakannya acara kegiatan agama tersebut. Pertanyaannya Apakah kewenangan FPI dalam hal penggunaan fasilitas/sarana umum?

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...