Sabtu, 23 Februari 2013

Menjawab HOAX: Benarkah Paus Benediktus XVI Masuk Islam?

Menjawab HOAX Media Islam: Benarkah Paus Benediktus XVI Masuk Islam?

Pengumuman pengunduran diri Paus Benediktus XVI mengundang berbagai prasangka. Salah satunya, yang paling mutakhir, adalah isu bahwa beliau telah berpindah agama menjadi seorang muslim. Kabar ini merebak di dunia maya. Bahkan, beserta kabar tersebut, juga dimuat foto-foto yang seakan menguatkan isu Paus menjadi mualaf. Dalam foto tersebut, terlihat sekilas, Paus tengah melakukan salat, ibadah yang dikerjakan umat Islam lima kali sehari. Dicantumkan pula pidato Paus (yang konon mengubah nama menjadi Ahmad Sri Paus), yang intinya mengemukakan alasan dirinya berpindah agama.

Usut punya usut, ternyata berita ini hanyalah karangan belaka. Pidato tersebut cuma rekaan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Akan halnya foto yang menyiratkan Paus tengah salat, hanyalah foto dari kunjungan beliau ke Masjid Biru atau juga disebut Masjid Sultan Ahmad di Istambul, Turki.

Faktanya Paus Benediktus XVI mengundurkan diri karena alasan kesehatan dan beliau bukan paus pertama yang mengundurkan diri. Tapi pengunduran diri ini dipakai oleh orang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan fitnah.



Kunjungan ini sendiri, berlangsung pada 30 November 2006 atau lebih dari enam tahun sebelum pengunduran diri beliau sebagai Paus. Memang, dalam foto seakan Paus tengah salat, namun sejatinya tidak demikian. Beliau ‘hanya’ melakukan renungan sejenak selama dua menit di dalam Masjid Biru. Dan saat itu memang beliau tengah bersama Mustafa Cagrici, mufti Istambul dan Emrullah Hatipoglu, Imam Masjid Sultan Ahmad.

8 komentar:

  1. Paus jd mukmin memang hoax banget!
    Tp klo kasus pelecehan seksual dan pedophil?

    BalasHapus
    Balasan
    1. http://ipsaconteretcaputtuum.blogspot.com/2012/01/mitos-3-skandal-seks-dalam-perpektif.html

      Hapus
  2. Karena itulah saya setuju sekali jika institusi gereja katolik mengubah peraturan tentang pastor dan biarawati agar bisa menikah dan berkehidupan normal, karena bagaimanapun, mereka adalah manusia normal yg tidak seperti Yesus Kristus. Jangan pernah sungkan untuk mengikuti dinamika jaman, karena jangan pernah jaman mengikuti agama tapi agama mengikuti perkembangan jaman, tapi juga tanpa mereduksi inti ajaran2 utama Katolik. Jangan jadikan agama sebagai fosil karena semua orang tahu bagaimana umat2 yg menjadikan agamanya sebagai fosil, kaku dan fanatis, benci kepada umat agama lain. Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. lucu sekali tanggapan anda. sepanjang sejarah, Gereja Katolik telah membuktikan diri sebagai perumus zaman, penentu kebijakan, tidak pernah ada namanya Gereja Katolik dicucuk hidung oleh perubahaan zaman. Buktinya:
      http://ipsaconteretcaputtuum.blogspot.com/2012/01/cinta-bilang-benci-2-kalender-gregorian.html

      selibat itu bukanlah soal normal atau tidak normal. sulit memahami selibat jika anda tidak memandang bahwa selibat pun termasuk salah satu pilihan hidup. bila anda menutup mata terhadap salah satu panggilan hidup Kristiani ini, selama-lamanya sulit berdialog dengan anda di bidang ini.

      Terpujilah Tuhan Yesus sungguh Allah sungguh manusia dan terpujiah BundaNya yang tak bernoda

      Hapus
    2. http://ipsaconteretcaputtuum.blogspot.com/2013/03/selibat-nafsu-dan-cinta.html

      Hapus
  3. Ga usa diubah. Mereka terpilih u dapat memberikan waktunya pada Allah. Kalau mereka memutuskan u menikah, mereka harus mengundurkan diri.

    BalasHapus
  4. Islam tidak tahu malu... selalu saja buat berita hoaaxx.... ckckckck.

    BalasHapus
  5. Panggilan hidup adalah merupakan sebuah pilihan, ada yg dipilih jadi guru,satpam, pegawai negri, petani, pengusaha, biarawan/biarawati, dengan konsekwensinya sendiri.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...