Senin, 11 Februari 2013

Paus Benedict XVI Mundur Karena Sudah Tidak Kuat


Metrotvnews.com, Jakarta: Paus Benedict XVI menyatakan dirinya mundur karena sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk memenuhi tugas sebagai pemimpin tertinggi gereja katolik dunia.

Di usianya 85 tahun, ia bahwa kekuatannya telah memburuk selama beberapa bulan terakhir. "Saya harus mengakui ketidakmampuan saya untuk memenuhi pelayanan dipercayakan kepada saya," kata Paus Benedict XVI dalam pernyataan resmi yang duikelurakan gereja vatikan di Roma, Senin (11/2).
    
"Karena alasan ini dan menyadari keseriusan untuk bertindak, maka dengan kebebasan penuh, saya menyatakan bahwa saya harus meninggalkan pelayanan Uskup Roma, Penerus Santo Petrus," kata Paus Benedict XVI.

Paus Benedict XVI yang memiliki nama asli Joseph Alois Ratzinger lahir 16 April 1927 di Bayern, Jerman, tercatat sebagai Paus tertua yang dilantik dalam 275 tahun terakhir sejak Paus Klemens XII (yang terpilih pada tahun 1730 pada umur 3 bulan lebih tua dari Ratzinger).

Paus Benedict XVI merupakan Paus berdarah Jerman pertama sejak Paus Adrianus VI (1522-1523) yang dilahirkan di wilayah bagian Jerman Kuno yang sekarang menjadi bagian dari negara Belanda.

Paus terakhir yang berasal dari Jerman Modern adalah Paus Viktor II yang meninggal pada tahun 1057. Benediktus XVI merupakan Paus Jerman kedelapan dalam sejarah sejak Paus berdarah Jerman pertama Paus Gregorius V.

Paus terakhir yang bergelar nama kepausan Benediktus, Paus Benediktus XV, bertugas sebagai dari 1914 hingga 1922 pada masa Perang Dunia I.

Dia telah merupakan salah satu tokoh terpenting di Vatikan dan rekan dekat Yohanes Paulus II sebelum menjadi Paus. Dia juga memimpin pemakaman Yohanes Paulus II dan konklaf tahun 2005 yang memilihnya. Pada sede vacante terakhir, dia adalah pejabat dengan posisi tertinggi dalam Gereja Katolik Roma.

Paus Benedict XVI dianggap sebagai seorang tradisionalis — perlindungannya yang ketat terhadap prinsip-prinsip Kepausan. Dia adalah seorang pengkritik homoseksualitas, pernikahan kelamin sejenis, euthanasia, dan aborsi.

Pada tahun 2009, Paus Benedict XVI sempat terpeleset dan jatuh di kamar tidurnya. Kecelakaan itu mengharuskannya untuk menjalani operasi di pergelangan tangannya yang patah. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...