Selasa, 24 September 2013

Berjuang 23 Tahun Dapatkan IMB, Gereja St Bernadet Tetap Digembok Warga

Berjuang 23 Tahun Dapatkan IMB, Gereja St Bernadet Tetap Digembok Warga
Sekelompok orang berdemonstrasi menentang pembangunan gereja St Bernadet di Ciledug, Tangerang, Minggu, 22 September 2013.
Tangerang Selatan - Mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB) setelah 23 tahun berjuang ternyata tidak menghentikan masalah yang dihadapi Paroki St Bernadet untuk mendirikan gereja bagi sekitar 11.000 jemaatnya.

“Sekelompok orang yang mengatasnamakan warga berdemonstrasi menentang pembangunan gereja kami hari Minggu pagi kemarin,” kata Pastor Paulus Dalu Lubur, Senin (23/9).

Ratusan orang mengenakan baju putih dan ikat kepala merah, Minggu (22/9), berdemonstrasi di depan lahan milik paroki di kompleks Tarakanita, Kelurahan Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang Selatan, yang rencananya akan dibangun gereja untuk menampung 11.000 umat yang selama ini beribadah di enam tempat terpisah. Mereka menggembok paksa pagar gereja.

“Saya percaya mereka yang datang kemarin mayoritas, atau tidak seratus persen warga di situ. Kami sudah mendapatkan dukungan dari beberapa ustaz, haji, dan pemuka masyarakat di sekitar lokasi rencana pembangunan gereja,” kata Paulus. 

Sebelum demonstrasi hari Minggu, ada yang mengedarkan surat ajakan ke warga setempat untuk berdemo. Alasannya adalah rumah ibadah tersebut melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) 2 Menteri tentang Pendirian Rumah Ibadah, khususnya Pasal 13, terkait pendirian rumah ibadah yang harus didasarkan pada keperluan nyata dan berdasarkan komposisi jumlah penduduk bagi pelayanan umat bersangkutan.

Pendemo juga menyatakan bahwa pembangunan gereja tersebut melanggar Pasal 14 dari SKB 2 Menteri tersebut tentang dukungan minimal 60 warga yang disahkan oleh lurah. Mereka juga mempermasalahkan penggunaan aula di kompleks Tarakanita sebagai tempat peribadatan sementara, serta mengkhawatirkan kemungkinan Kristenisasi bila gereja tersebut didirikan.

Terkait hal itu, Sekretaris Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Antonius Benny Susetyo mengatakan bahwa gereja tersebut sudah mendapatkan IMB pada 11 September 2013 dan baru akan memulai pembangunan.

“Gereja baru saja mendapat IMB. Masyarakat sekitar sudah menyetujuinya. Kita berharap agar aparat keamanan memberi jaminan rasa aman,” kata Benny. 

Sambil menanti pembangunan gereja, umat Paroki St Bernadet beribadah di empat gedung yang berbeda pada hari Sabtu dan Minggu dan dua minggu sekali di dua rumah jemaat. Salah satu tempat ibadahnya adalah sebuah aula yang juga terletak di kompleks Tarakanita.

Berjuang 23 Tahun Dapatkan IMB, Gereja St Bernadet Tetap Digembok Warga
Selebaran profokatif yang mengajak warga setempat untuk ikut berdemo menentang pembangunan Gereja St Bernadette

Dipaksa Pindah

Kejadian ini adalah protes kedua setelah pada 2004 ketika umat Paroki St Bernadet dipaksa oleh massa intoleran pindah dari Sekolah Sang Timur di Ciledug. Masa intoleran menutup akses ke sekolah Sang Timur yang digunakan oleh Paroki St Bernadet untuk beribadah. Sampai saat ini akses jalan yang ditembok oleh warga belum dibuka.

Paulus mengatakan alasan penolakan tidak berdasar karena mayoritas warga di kompleks Tarakanita beragama Katolik. Namun demikian, pihak Paroki akan tetap mengupayakan membangun relasi baik dengan warga sekitar.

“Kami sedang melakukan bina lingkungan, jadi relasi baik terus dijalankan tidak sebatas untuk mendapatkan IMB saja,” kata Paulus.

Bonar Tigor Naipospos, wakil direktur Setara, mengatakan bahwa kelompok intoleran yang berdemo di St Bernadet adalah kelompok yang mobile, tidak menetap di sekitar paroki.

“Selalu mereka menggunakan isu Kristenisasi dengan memengaruhi orang bahwa kalau nanti ada gereja, orang-orang akan menjadi murtad atau pindah agama karena kegiatan-kegiatan sosial gereja. Kelompok ini bergerak ke berbagai tempat dan aktif mencari informasi gereja-gereja mana yang sedang memproses atau belum mendapatkan izin. Lalu mereka berdemo mengatasnamakan warga, meski warga lokalnya paling satu atau dua orang,” kata Bonar. 

Bonar mengatakan bahwa berkembangnya kasus-kasus intoleransi di Indonesia sejalan dengan pemerintah daerah yang kerap tidak bisa bersikap tegas terhadap kelompok intoleran. “Ditambah lagi, pemerintah pusat kerap melemparkan tanggung jawab dengan menyatakan bahwa pemerintah daerah yang harus aktif mencari solusi,” kata Bonar.

9 komentar:

  1. hari gini masih ada hal seperti itu...kasihan amat para umat ini... mereka tidak tahu apa yg mereka perbuat....cape de..!! wakakakakakak

    BalasHapus
  2. kembali sejarah terulang, bibit - bibit hancurnya majapahit hampir sama dengan yg terjadi sekarang.

    BalasHapus
  3. Saudari-saudara dalam satu Bapa, Allah Yang Maharahim, sahabat KEBENARAN KASIH KRISTUS : "Sabda Allah Yang Menolong, Tangan Allah Yang Menyelamatkan." (bdk Yoh 3:16; 6:63) Sejak jaman Yesus sampai entah kapan "roh anti Kristus" tidak akan pernah berhenti bekerja ....?

    1 Yohanes 4:

    1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

    2 Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,

    3 dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

    Roh antikristus adalah roh yang menyangkal dan menolak Kebenaran tentang Yesus Kristus. Roh ini telah mulai bekerja di dunia ini sejak 2000 tahun yang lalu. Mereka melawan setiap karya Kristus dan berusaha melenyapkan karya Kristus dari muka bumi ini. Hal ini ditandai dengan penindasan dan penganiayaan para pengikut Kristus pada abad mula-mula, dan hal ini masih terus terjadi hingga saat ini.

    Jadi jika kita melihat di alam roh, sebenarnya peperangan rohani antara Roh Kristus dan roh antikristus telah dimulai 2000 tahun yang lalu. Iman Yohanes tersebut mengatakan kepada Anda dan saya bahwa setiap roh yang tidak mengakui keMANUSIAan Yesus (= kata dan karya-Nya yang menyelamatkan), maka roh itu tidak berasal dari Tuhan, dan roh itu adalah roh antikristus.

    Semua ajaran dapat kita analisa berdasarkan 1 Yohanes 4:3, apakah ajaran itu ditunggangi roh antikristus atau tidak. Artinya, dengan mengenakan "kaca mata" Firman Tuhan, kita dapat melihat bahwa semua roh yang tidak mengakui Yesus maka roh itu adalah roh antikristus. Dan roh ini ada dibalik semua agama-agama dunia. Roh-roh antikristus ada bersama dengan roh-roh agamawi.

    Roh AntiKristus lebih dalam ► http://bit.ly/AntiKris (paralel 1Yoh 4:1-3)

    Tujuan perjuangan "roh anti-Kristus" tidak ada lain untuk "mencari teman dalam menjalani hidup di "dalam kegelapan yang paling gelap dimana terdapat ratap dan kertak gigi." (Mat 25:30, Luk 13:28)

    Jadi, sebagai orang Kristen (pengikut Kristus) sudah semestinya "dengan penuh Kasih Kristus" menanggapi "ulah roh anti-Kristus" dalam bentuk apapun .... “Bertahan dengan kesabaran” dan “mengatasi dengan kasih.” Ini adalah “rahmat yang cocok bagi seorang Kristen.” (Paus Fransiskus, http://katolisitas.org/11965)

    BalasHapus
  4. Bapa yang ada disurga kami percaya ini adalah bagian dari salib kami untuk mengikut dan menyembah Tuhan Yesus kristus putraMu.... kiranya Engkau memandang dan memperhatikan pengharapan umatMu .... untuk bisa beribadah dengan tentram digedung gereja yang telah Kau persiapkan bagi kami..... dan kiranya kami bisa memaafkan saudara-saudara kami yang belum mengenal Engkau....dan kiranya hidup kami bisa menjadi saluran berkat bagi orang-orang yang ada disekitar kami.Amin

    BalasHapus
  5. pemimpin kelompok pendemo ini (pemimpin dilapangan saat foto diambil), kuat dugaan saya adalah : si bapak yang berpeci hitam,jas hitam,baju dalam kemeja putih,celana hitam,kain merah disimpul dileher, yang mengepalkan tangan keatas tapi melihat kebawah (karena mau menyembunyikan wajahnya saat sadar dipotret) dan si bapak yang memakai kopiah hitam, selendang merah diikat/disimpulkan ke kopiahnya, berbaju putih,memakai kaca mata yang saat difoto berada didepan poster sedang menyamping (saya duga menunggu abaaba/perintah dari si bapak no. satu), serta si bapak yang bersorban kepala warna putih,jas hitam, baju dalam kemeja putih, sedang mengepalkan tangan keatas, dan juga sedang menundukkan kepala, mohon maaf ini hanya dugaan saja, berdasarkan bahasa tubuh.

    BalasHapus
  6. Yang mayoritas harus menang?? Ini negara Bhineka Tunggal Ika.. Pernah sekolah ngga sih? Dasar Negara itu Pancasila, bukan Demokrasi.

    BalasHapus
  7. males ngomentari gerakan orang-orang munafik doyan duwit....

    BalasHapus
  8. Inilah salah satunya kenapa bangsa kita masih tertinggal jauh, perkembangan lambat. lha otaknya orang masih seperti jaman purba. kapan bangsa bisa jadi kegara berkembang....

    BalasHapus
    Balasan
    1. dodol negara maju bukan berkembang

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...