Rabu, 11 September 2013

Merasa Diintimidasi Guru Agama, Afirdo Takut Masuk Sekolah


BANDUNG - Afirdo Pakpahan (9) sudah empat hari tak bersekolah. Ia takut masuk sekolah setelah mendapatkan perlakuan tak mengenakan dari guru agama di sekolahnya yang menyuruhnya menghapal salah satu surat Quran. Afirdo bukan seorang muslim.

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (4/9). Afirdo merupakan siswa kelas 4C SDN Leuwigajah Mandiri I. Hari itu ia mengikuti pelajaran agama bersama teman-teman kelasnya. Biasanya ia menunggu di luar atau pulang jika pelajaran agama digelar.

Saat guru agama, Tati keluar kelas ia menitipkan pada KM (Ketua Murid) untuk mencatat siswa yang mengobrol atau keluar dari bangku.

"Waktu minggu kemarin saya pulang. Tapi kemarin enggak boleh pulang," ujar Afirdo saat ditemui di rumahnya di Jalan Cibogo RT 02 RW 07 Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan.

Karena harus mengikuti pelajaran tersebut, Afrido pun bertanya jam berapa pulang. Hal itu membuatnya dicatat oleh temannya sebagai anak yang mengobrol.

Saat guru masuk kelas, daftar anak yang dicatat dipanggil ke depan. Saat itu Afirdo diminta membaca surat Quran. Ia pun mengaku disuruh menghapal surat yang akan dites pada Rabu selanjutnya.

"Saya disuruh baca arab, saya enggak bisa. Jadi enggak baca," katanya.

Saat itu Afirdo mendengar gurunya mengatakan pada dirinya jika bukan Islam, ia akan masuk neraka.

"Kalau bukan islam kamu tahu ngga bisa masuk neraka, cepat tobat nanti masuk neraka," tutur Afirdo menirukan ucapan gurunya saat itu. Ia pun hanya bisa diam saja.

Sementara itu menurut teman sekelas Afirdo, Fauzi (10), guru agama meminta Afirdo menghapal surat Al Falaq. Tapi saat itu tak ada paksaan dari guru agama saat Afirdo menyatakan tak bisa.

Namun Fauzi mengaku memang mendengar kata-kata akan masuk neraka jika bukan muslim dari gurunya itu. "Iya, bilang gitu," kata Fauzi.

Sepulang sekolah, Afirdo menceritakan kejadian tersebut pada ibunya, Kasaria (37). Ia mengaku tak mau pergi sekolah lagi karena takut pada guru agamanya itu.

"Enggak pantas guru begitu. Soal keyakinan kan tidak bisa dipaksa. Nilai agama dia selama ini dapat dari gereja. Sebelum ini tidak ada masalah," katanya.

Ayah Afirdo, Torang Pakpahan pun sempat datang ke sekolah, namun menurutnya tidak mendapatkan tanggapan. Wali Kelas anaknya baru menelepon ayah Afirdo tadi pagi dan diberitahu soal masalah tersebut. Selama ini Wali Kelas mengira Afirdo tak masuk karena sakit.

Kasaria berharap ada permintaan maaf dan penjelasan dari sekolah khususnya guru agama tersebut.

"Saya juga pengen anak nyaman sekolah. Kalau begini mungkin pengennya dipindah saja, kasihan soalnya anak saya kalau takut sekolah begini. Dia selama ini enggak pernah bolos sekolah," tuturnya.

Ditemui secara terpisah di SD Leuwigajah Mandiri I, Jalan Sadar Manah, Wali Kelas 4C, Tarmidi mengatakan tidak mengetahui persis bagaimana kejadiannya. Menurutnya kini meski pelajaran Agama Islam, siswa non muslim tidak boleh pulang. Sebab kurikulum saat ini, pelajaran agama itu menyangkut budi pekerti.

"Tapi menurut saya tidak ada pemaksaan. Mungkin hanya meminta untuk tidak pulang," katanya.

Ia justru menyayangkan pihak keluarga yang tidak segera menyampaikan jika ada hal-hal yang tidak berkenan pada sekolah.

"Andaikata ada hal-hal yang kurang mengenakan bisa datang ke sekolah untuk menyampaikan keberatan. Kita kan bisa ubah," tuturnya.

Ia menyayangkan jika Afirdo jadi tak masuk sekolah karena alasan takut pada guru agama. "Guru agama kan hanya masuk seminggu sekali. Ini enggak masuk sudah 4 hari kan kasihan jadi tertinggal," katanya.

Ditemui di Kantor DPRD Kota Cimahi, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Cimahi Hartati menuturkan jika mereka telah meminta keterangan dari pihak kepala sekolah dan guru agama yang bersangkutan.

"Intinya, kami sudah mengarahkan pihak sekolah dan guru itu supaya siswa non muslim bisa diarahkan ke perpustakaan atau ruang seni saat ada pelajaran agama kalau tidak boleh pulang," ujar Hartati.

Menurut pengakuan dari guru tersebut, tidak ada pemaksaan yang dilakukan. Meski begitu, guru tersebut menyatakan akan menemui keluarga siswanya untuk meminta maaf dan memberi penjelasan.

"Kita akan melakukan pembinaan pada sekolah," katanya.

Usai menerima aduan dari keluarga siswa, Wakil Ketua Komizi IV Bambang Suprihatin menuturkan jika kasus ini adalah soal etika mengajar.

"Ini lebih pada persoalan harus seperti apa etika mengajar di kelas. Namun kami harus meminta klarifikasi dari pihak sekolah untuk mencari solusi yang ada," tuturnya.

10 komentar:

  1. Exavier Goblowati14 September 2013 10.25

    Islam adalah paksaan
    Sedih, sungguh sedih, melihat hatiyang merana ini, Islam sungguh tidak pantes untuk dijadikan apa yang disebut dengan RELIGON

    BalasHapus
  2. tolong jangan pukul rata, anda sendiri apa sudah sempurna ?.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga mesti jadi sempurna untuk bisa mengkritik, ga mesti jadi sempurna untuk tahu mana yang pantes dan yang ga pantes..
      Bahkan dokter pun belum tentu adalah manusia yang paling sehat.. :)

      Hapus
  3. Ini yg dibilang islam i2 ga ada pemaksaan...??? ckckck

    BalasHapus
  4. Kalo dah masuk media pada berkelit.emg intimidasi dah mulai keliatan kok diberbagai aspek.dikritik ga terima tapi intoleran .menjawab tanpa mikir.ato tingkat pemikiran sedangkal itukah????

    BalasHapus
  5. Kalo dah masuk media pada berkelit.emg intimidasi dah mulai keliatan kok diberbagai aspek.dikritik ga terima tapi intoleran .menjawab tanpa mikir.ato tingkat pemikiran sedangkal itukah????

    BalasHapus
  6. Harusnya seorang guru memberikan rasa nyaman pd peserta didiknya apalagi anak SD jangan malah anak takut sekolah.....

    BalasHapus
  7. Yg masuk neraka itu gurunya, krn memaksa anak kecil utk mengikuti ajaran agamanya..lagian itukn bkn SDI tp SDN.berarti kn sluruh agama bebas dunk bersekolah di situm.

    BalasHapus
  8. sudahlah, kalau sudah ada niat gurunya melakukan klarifikasi kepada keluarga Afrido

    ke depannya, seluruh guru agama bahkan guru olah raga sekalian, supaya diberikan penyuluhan jangan memaksakan satu hal saja kepada siswa

    tidak boleh memaksakan siswa ikut renang, pada hal siswa itu memiliki trauma terhadap air

    kepada suadara-saudara, ini hanya perlakuan oknum, untuk itu mari kita mendoakan guru agama yang lain supaya diketuk Tuhan Yesus Kristus hatinya tidak melakukan intimidasi lagi kepada siswa yang lain

    salam

    BalasHapus
  9. Namanya juga sekolah negeri bukan sekolah islam harusnya ya disediain apa gitu misal nasi goreng ato bakmi gitu hehehe

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...