Sabtu, 04 Januari 2014

Malaysia Sita 300 Kitab Injil Karena Gunakan Kata "Allah", Allah Hanya Tuhan Milik Umat Islam

Malaysia Sita 300 Kitab Injil Karena Gunakan Kata "Allah", Allah Hanya Tuhan Milik Umat Islam
Protes penggunaan kata "Alllah" bagi non-Muslim

KUALA LUMPUR - Otoritas Islam Malaysia menggrebek kelompok Kristiani dan menyita lebih dari 300 Kitab Injil karena menggunakan kata Allah. Sontak, penyitaan ini menimbulkan kecaman dari banyak pihak.

Otoritas di Selangor menyita sekira 16 kotak berisi lebih dari 300 kitab suci umat Kristen. Penyitaan itu dilakukan terhadap kelompok the Bible Society of Malaysia. Pejabat Bible Society mengatakan, selain menyita Injil, aparat juga sempat menangkap dua anggota komunitas mereka. Bible Society menyatakan keberatannya atas tindakan represif otoritas Malaysia tersebut.

"Saya dengan beberapa rekan juga ditangkap atas dasar melanggar aturan hukum yang melarang penggunaan kata 'Allah' bagi non-Muslim," ujar Ketua Kelompok the Bible Society of Malaysia Lee Min Choon, seperti dikutip The Star, Jumat (3/1/2014).

Namun Lee menambahkan dirinya dibebaskan tidak lama setelah penahanan. Tetapi Lee bersama dengan anggota kelompoknya harus melakukan wajib lapor.

Sebagian besar dari Injil tersebut diimpor dari Indonesia. Beberapa dari kitab suci tersebut turut menggunakan bahasa Iban, yang merupakan bahasa etnis pedalaman di Malaysia.

"Kami sudah menggunakan Injil itu secara kelompok ini dibangun pada 1985 dan bahkan jauh sebelum itu," tutur Lee.

Sementara Pejabat Departemen Religi Islam Malaysia tidak bersedia mengomentari penyitaan ini. Sedangkan Dewan Gereja Malaysia mengetahui penyitaan tersebut dan meminta pemerintah melindungi hak kebebasan beragama.

Komentator di beberapa negara yang menerapkan syariat Islam lebih ketat dibanding Malaysia mengecam keputusan tersebut dengan alasan kata Allah telah digunakan oleh agama yang berbeda selama berabad-abad. Warga Kristen di Malaysia bagian timur, Sabah dan Sarawak telah menggunakan kata itu dari generasi ke generasi seperti warga Kristen di Timur Tengah.

Reza Aslan, seorang teolog Muslim terkemuka di AS menyebut keputusan itu merupakan keputusan politik dan membuat Malaysia menjadi bahan tertawaan internasional. "Ini memalukan... itu tidak layak untuk sebuah negara besar seperti Malaysia," katanya dilansir Al-Arabiya, Kamis (24/10).

Menurut Reza, putusan pengadilan berdampak negatif bagi negara yang menjadi model bagi umat Islam di seluruh dunia tersebut. Reza mencatat bahwa kata Allah secara harfiah berarti Tuhan dan dengan demikian tidak dapat dianggap sebagai nama.

"Ini hampir menjadi pikiran menghujat untuk menganggap Tuhan memiliki nama," ujarnya.

"Allah" berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti sebagai "Tuhan". Kata "Allah" juga sering digunakan dalam bahasa Melayu untuk menyebut Tuhan semesta alam. Akan tetapi pemerintah Malaysia mengecilkan peran Allah dari Tuhan semesta alam menjadi Tuhan bagi kaum Muslim saja.


Setelah putusan itu keluar Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berupaya keras untuk mengeluarkan kebijakan yang mendukung kalangan konservatif Islam. Najib Razak mencari dukungan pada mayoritas Islam etnis Melayu dan mengamankan dukungan untuk pemilihan nasional Mei mendatang.

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim mengatakan dalam opini pekan ini bahwa isu "Allah" sangat tidak masuk akal dan mengecam keras kebijakan Najib Razak.

Baca juga: 

15 komentar:

  1. Mohon doa Indonesia utk kami di Malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. MOHON DOA UNTUK KEDAMAIAN

      Hapus
  2. Kalau di malaysis ada Otoritas Islam di Indonesia ada FPI,,,,!!!
    apa bedanya..???

    BalasHapus
  3. ga malu apa ye?

    BalasHapus
  4. Kaum radikal dan konservatif di Indonesia sudah bodoh. ternyata di Malaysia lebih bodoh lagi. Politik memang Jahat tapi bodoh

    BalasHapus
  5. Kaum radikal dan konservatif di Indonesia sudah bodoh. ternyata di Malaysia lebih bodoh lagi. Politik memang Jahat tapi bodoh

    BalasHapus
  6. Reza Aslan, seorang teolog Muslim terkemuka di AS menyebut keputusan itu merupakan keputusan politik dan membuat Malaysia menjadi bahan tertawaan internasional. "Ini memalukan... itu tidak layak untuk sebuah negara besar seperti Malaysia," katanya dilansir Al-Arabiya, Kamis (24/10).

    perbuatan ini ibarat nya " menampar muka ibu mu di depan umum ".

    BalasHapus
  7. ya elah...... yag penting ga isi SWT. itu kan inisial Allah Moslem.

    BalasHapus
  8. Pejabat pemerintah Malaysia perlu belajar soal toleransi beragama dari pejabat Indonesia

    BalasHapus
  9. calo2 penghuni neraka nyusul bos nya..

    BalasHapus
  10. Klo ALLAH cuma Tuhannya umat Muslim, apa mereka menganggap bahwa setiap agama mempunyai Tuhan yg berbeda ?
    Jika iya, ada berapa banyak Tuhan dijagad raya ini ?
    Jika benar demikian, Tuhan maha Esa itu BOHONG dong !!
    Dasar BODOH

    BalasHapus
  11. Yang saya mau tanya kenapa ini ada kategori protestan ya?? Seharusnya ini kategori Politik

    BalasHapus
  12. hhhhmmmppp "Allah" itu universal, hanya lafal yang berbeda... dan "SWT" di belakang itu baru untuk kaum seberang... dan kalo saya ngga salah "Iban" yang dibilang penduduk asli di pedalaman Malaysia, apa itu ngga salah???? setau saya dayak iban yang ada, dan malaysia sendiri berasal dari rumpun melayu...hhhmmmppp... sama aja, ngga di sana ngga di Indonesia sendiri...
    di tempat kami, kami (non muslim) diharuskan memakai jilbab, mau itu sekolah maupun itu PNS??? padahal bukan Aceh... Gereja ngga boleh berdiri, hanya ada satu saja, dan terkadang, jika kita berkumpul lebih dari 4 jam, akan ada yang datang bilang untuk bubar....
    tapi tidak pernah ada keluar di Media....hhhmmmppp

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...