Jumat, 28 Februari 2014

Gereja Katedral St. Yoseph Pontianak yang Megah Mempesona

Seiring semakin bertambahnya jumlah umat yang mengikuti misa di Gereja Katedral St. Yoseph Pontianak, dari waktu ke waktu memang menunjukkan perkembangan yang berarti, hal ini terlihat jelas pada setiap hari minggu jumlah umat yang hadir tidak dapat tertampung lagi sehingga banyak yang harus rela berpanas-panas di bawah terik matahari. Setiap hari minggu misa diadakan sebanyak 4 (empat) kali, namun tetap dipenuhi umat baik yang berasal dari paroki Keuskupan Agung Pontianak, maupun umat pendatang yang mungkin saja ada yang berstatus mahasiswa, pelajar, pegawai negeri sipil, karyawan swasta pindahan dari daerah lainnya.

Menanggapi keadaan ini, akhirnya diputuskan untuk membangun kembali gereja yang sudah berumur 100 tahun agar di masa-masa yang akan datang dapat menampung lebih banyak lagi umat beriman.
 
Gereja Katedral St. Yoseph Pontianak ketika belum dipugar, saat ini sudah berumur 100 tahun.
 
Di menara setinggi 22 meter itu, sebelumnya tergantung sebuah lonceng besar. Juga ada jarum jam raksasa di sudut-sudutnya  yang bisa menjadi patokan pengguna jalan yang tergesa mengejar jadwal masuk kerja. Atau di malam hari, dentang yang terdengar berat dan menggema, ikut mewarnai suasana kota. Teng, teng, teng…
 
Menyaksikan Gereja Katedral Pontianak yang sudah tua namun bersejarah itu yang perlahan-lahan mulai diambrukkan itu telah menimbulkan perasaan tersendiri. Khususnya, warga Pontianak. Pemerintah setempat pernah mengklaim bangunan gereja katedral ini sebagai warisan budaya yang tidak boleh dibongkar. Namun, klaim itu hanya berhenti sampai pada tingkat pernyataan, karena toh juga tidak pernah ada upaya konkret bagaimana seharusnya bangunan sejarah ini mesti dirawat.

Bangunan tua itu memang harus menyerah menghadapi tantangan zaman. Dia harus berkorban, meski banyak cerita kehidupan yang menyertainya untuk digantikan dengan bangunan baru yang modern dan kokoh.

Kembali saya teringat ucapan Monsinyur Bumbun yang pernah berkata, “Rasa sayang pada bangunan lama … Itu artinya bangunan ini harus kita pelihara dan dibangun kembali sehingga menjadi lebih kokoh dan kuat. Itu wujud rasa sayang.”
 
Di sisi lain, kebutuhan umat akan gedung baru tak bisa dipungkiri, terlebih dengan bertambahnya jumlah umat katolik di kota Pontianak. Menurut catatan, gedung gereja katedral yang sudah berumur 100 tahun ini hanya sanggup menampung 1.100 orang. Rencana gedung baru berarsitektur gaya gothic dengan kubahnya yang megah didesain bisa menampung tiga kali lipat dari kapasitas gedung lama.
 
Dengan dana tak kurang Rp 64 miliar, wajah Gereja Katedral St. Yoseph Pontianak yang baru nanti diharap bisa sedikit menyerupai kemegahan Basilika Santo Petrus di Vatican City. Ada kemegahan, kerja keras terpatri di tiang-tiang utama, suasana kebersamaan dan kepedulian ikut terangkum di dalamnya.
 
Gereja Katedral St. Yoseph Pontianak diusulkan naik status menjadi Basilika Minor. (Pontianak Post, 9 April 2013)
 
Karena bangunan yang sedang dibangun mirip dengan Basilika St. Petrus, melalui pastor Paroki, Damian, Ofm.Cap dalam hal ini Dewan Pastoral Paroki mengutarakan keinginan untuk menjadikan Gereja Katedral St. Yoseph Pontianak sebagai Basilika Minor di Indonesia.

Terkait dengan kesiapan persyaratan untuk dapat menjadi Basilika Minor, Pastor Wiliam Cang, Ofm.Cap menyebutkan ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi.

Persyaratannya selain bangunan gereja bentuknya mirip dengan yang asli, ada sekira empat kriteria wajib ada. Adapun kriteria tersebut adalah pertama adanya Sanctuarium atau Panti Imam yang terpisah dari bagian gereja. Kedua adanya bangunan kapel adorasi 24 jam, ketiga adalah memiliki Plasa Maria, dan keempat adalah ruang atau kamar pengakuan dosa minimal lima buah.

Basilika Minor di Indonesia ini akan menjadi kebanggaan jika Bapa Paus Fransiskus berkenan hadir meresmikannya. "Pada prinsipnya saya selaku kepala daerah memberi dukungan terhadap rencana menjadikan Katedral Pontianak sebagai Basilika St. Petrus Minor di Indonesia," ujar Cornelis.

Gereja Katedral St. Yoseph, Pontianak Selatan, yang dalam dua tahun terakhir terus dipugar dengan dana Rp 64 miliar. Sebanyak Rp 20 miliar dari keseluruhan dana yang dibutuhan, dibantu Pemprov Kalbar selama dua tahun anggaran, yakni 2012 dan 2013. 
 
"Bangunan yang mengambil gaya gothic dan berpatokan pada patron zaman Bizantium pada abad ke-4 itu diharapkan akan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Pontianak terutama kalangan gereja," kata Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katedral Santo Yosep, Frederika Cornelis.
 
"Bangunan ini dirancang oleh arsitek asli dari Kalbar, didampingi Tim Asistensi Pembangunan Gereja," kata dia. Model gereja itu mengacu arsitektur klasik "Corinten" yang terlihat dari kubah bulat sebagai kubah utama, dan di atasnya ada kubah kecil lagi yang disebut "Rotunda".

Frederika Cornelis melanjutkan, konstruksi kubah utama menggunakan "space frame" atau rangka ruang. "Konstruksi ini terbilang canggih di Kalimantan Barat dan pertama kali digunakan di gereja," katanya menjelaskan.

Sedangkan untuk tata suara, menganut sistem tata suara yang sangat akustik dan dirancang dengan sangat baik, sehingga menghasilkan efek suara yang prima. "Jadi jika Imam menyampaikan khotbah walau tanpa pengeras suara elektronik, maka suaranya akan terdengar jelas oleh umat, demikian sebaliknya," kata Frederika Cornelis.

Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, MH.

Gubernur Kalbar Cornelis mengatakan, pencapaian pembangunan gereja tersebut patut disyukuri bersama. "Pembangunan gereja merupakan upaya untuk memberi pelayanan yang lebih baik kepada jemaat, agar lebih nyaman berbakti dan memuliakan nama Tuhan," kata dia.

Cornelis pun mengatakan bahwa Gereja Katedral St. Yoseph Pontianak yang sedang dalam tahap pembangunan ini akan menjadi gereja terbesar di Indonesia.  "Sebagai masyarakat biasa kita merasa senang dan bangga dengan pembangunan Gereja Katedral St. Yoseph yang begitu megah ini, dan ini akan menjadi Gereja Katedral yang paling megah yang pernah ada di Indonesia," ungkap Cornelis.

Gubernur Cornelis pun mengingatkan kepada panitia pembangunan, bahwa tanggungjawabnya belum selesai. Apalagi masih ada kekurangan dana dari total biaya pembangunan yang direncanakan panitia.  Cornelis lalu mengajak umat Katolik untuk tidak segan-segan mengeluarkan uang, guna mendukung pembangunan katedral. Sumbangan umat yang beragam nominalnya, jika terkumpul akan membuat gereja tersebut berdiri kokoh. 

Susunan panitia pembangunan Gereja Katedral St. Yoseph Pontianak

Tidak hanya kepada umat yang belum menyumbang. Kepada yang sudah menyumbang, Cornelis juga berharap umat tersebut kembali menyumbang. "Bagi yang sudah berpartisipasi, tambahlah lagi partisipasinya," imbaunya.

Harapan itu disampaikan Cornelis. Dia pun berharap agar umat Katolik bersatu padu dalam menyelesaikan pembangunan gereja tersebut. "Mari bersatu bangun Katedral. Supaya bisa digunakan sampai 300 tahun," katanya.

Ia melanjutkan, gereja adalah tempat ibadah, dan sebagai sarana untuk mendalami agama sehingga harus dipergunakan sebaik-baiknya. Selain itu, gereja dapat secara langsung memberi pengaruh positif ke masyarakat serta turut serta berpartisipasi bersama umat lain dalam mewujudkan suasana yang aman, damai, tenteram, baik secara internal, dengan gereja maupun umat lain.


Artikel terkait : Karena Menggunakan Kubah yang Mirip Masjid, Gereja Katedral St Yoseph Pontianak Didemo FPI
 
Dalam tahap pembangunan, Gereja Katedral St. Yoseph Pontianak
 



Sumber :
http://www.antarakalbar.com/berita/305414/penutup-rangka-kubah-katedral-pontianak-rp65-miliar
http://www.sesawi.net/2011/06/15/katedral-pontianak-face-off-karena-tuntutan-zaman/ 

7 komentar:

  1. Sudah lama saya tidak mengunjungi Pontianak. Kebetulan pada bulan2 terakhir tahun lalu, saya dua kali ke Pontianak. Seperti biasanya saat berkunjung ke kota-kota lain, saya hampir selalu mengusahakan ikut misa di gereja, atau paling tidak mengunjungi gereja. Tidak terkecuali kunjungan ke Pontianak ini.
    Entah kenapa, saya yang sebetulnya awam arsitektur menjadi "mrinding", perasaan tidak "sreg" dan ada perasaan tidak nyaman terhadap pembangunan katedral ini. Rasanya terlalu gegabah kalau kita membandingkan dengan Katedral St.Petrus di Roma. Kubah-kubah yang dibangun memang "menyerupai" yang di Roma. Menurut saya, ini salah satu kefatalan orang dalam melihat bangunan. St. Petrus di Roma memang dibangun dalam landscape yang sesuai dengan kebutuhan tata ruang dan ketersediaan lahan yang luas. Sedangkan katedral di Pontianak ini terjepit di sela-sela ruko yang berebutan tempat, dengan centang-perentang kabel-kabel listrik dan telpon yang saling berebut ruang di atas jalan dan gedung. Arsitek pembangunan katedaral di pontianak ini sama sekali tidak mempertimbangkan tata-ruang. Pada akhirnya yang kita dapati adalah gedung "pongah dan sombong" yang "anti budaya lokal" dan "anti lingkungan". Sangat beda sekali apabila kita membandingkan dengan tata ruang pembangunan mesjid raya di kota yang sama, yang saat ini juga masih dalam proses pembangunan. Pada akhirnya (dari asepke arsitektur) saya malah mengapresiasi pembangunan mesjid saya di Pontianak yang dibangun di atas tanah dan ruang yang longgar, sesuai dengan kemegahan mesjid yang di bangun. Kalaupun mungkin ada sedikit catat (yang mungkin pada awalnya tidak diketahui) dalam pembangunan mesjid ini, adalah adanya sumbangan dari Akil Mochtar, yang diperkirakan dari uang TIDAK HALAL .....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah, Mbak/Bang.

      Tahu sendiri 'kan Indonesia sebagai "Major Islam-religion State" yang diperhatikan (agak) banyak adalah apapun yang berhubungan dengan Islam. Masjid salah satunya. Udah rahasia umum masjid mau bangun entah luas atau sempit, jauh lebih lancar dari segi administrasi sampai realisasinya dibanding rumah ibadah lainnya. Emang diluar dugaan ada berita miring dibalik pembangunan Masjid Mujahidin (soal pak Akil Mochtar itu).

      Kembali ke soal Katedral Pontianak...,

      1. Basilika St. Petrus di Vatikan bukan Katedral. Katedral Paus Roma ada di Lateran, Roma (Basilika Agung Santo Yohanes).

      2. Membandingkan Roma dengan Pontianak? (Geleng2 Kepala) Itu dah kaya' bumi dan langit.

      3. Tanya sendiri darimana asal usul kekumuhan di Pontianak ini.

      Else? No more comment.

      AMDG

      Hapus
  2. Jika kesulitan bangun gereja bisa beli disini aja!

    http://www.loopnet.com/Churches-For-Sale/8/

    Kondisi terawat dan komplit izinnya serta bisa langsung dipakai.

    BalasHapus
  3. Gereja ini dibangun dengan niat hampir semua Panitia di dalamnya hanya mengejar "nama besar", bukan demi motivasi membangun gereja yang terbaik bagi umat Katolik. Kenapa ane bilang demikian? Krn ane sebagai umat Katolik sudah masuk dan melihat, ternyata byk hsl kerja yang rusak...Pintu depan pecah-pecah, keramik byk pecah, byk bocor, dll. Terlalu banyak toleransi mutu atau pembiaran... Dan yang ane dengar, bahwa biaya yg digunakan jg membengkak krn Panitia yg bkn ahli di bidangnya byk yg mau ikut campur pekerjaan. Ane sedih dengar demikian.... harusnya panitia malu....waktu molor, biaya membengkak, bangunan terlalu dekat jalan, byk kerjaan rusak... hiks... Semoga Tuhan memberikan keadilanNya.

    BalasHapus
  4. Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI















    Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI

    BalasHapus
  5. Jika Anda sudah capek dan lelah dengan status
    P7 – PERGI PAGI PULANG PETANG PENGHASILAN PAS-PASAN
    dan Anda tidak tahu harus bagaimana untuk meningkatkan
    kondisi finansial Anda… maka saya minta Anda dengarkan saya.

    Ini Kisa Nyata dari saya [Kamarudin]
    TKI malaysia kemarin saya hampir pinsang
    atas angka yang diberikan KI WOWO
    kemarin saya menang 250.juta uang indo
    atas kemenangan TOGEL putaran
    TOTO 4D ini semua bantuan
    KI WOWO baru kali ini
    saya merasakan yang namanya
    kemenangan hutang2
    saya semua pada lunas
    saya ada rencana pulang ke indo
    untuk buka usaha
    sekali lagi terima kasih
    banyak KI WOWO bagi saudarah2
    ingin merubah nasib seperti saya
    terutama yang punya hutang
    sudah lama belum terlunasi
    ini solusi yang sangat tepat
    jangn buan kesempatan karna
    kesempatan tidak akan datang kedua kali
    lansung hubungi KI WOWO
    di nomor hp: (-085-328-880-180-)
    atau klik KLIK DI SINI
    ini kisah nyata dari saya
    tampah rekayasa atau silahkan
    anda buktikan sendiri..

    BalasHapus
  6. Kalau gw sih kurang sreg ama beberapa hal ini:
    1) tempat parkir sangat terbatas
    2) tangga ke lantai atas sangat-sangat tinggi. bukankah seharusnya tangga ditempatkan di bagian yg rendah agar umat tidak kelelahan menaiki anak tangga itu. apalagi kalau ada orang tua atau orang sakit.
    3) tata suara ruangan yg dijanjikan sangat bagus, ternyata ga ada apa2nya. tanpa pengeras suara, umat ga akan dapat mendengarkan dengan jelas.
    4) sering terjadi gangguan kelistrikan, mulai dari lampu yg mati, ac tidak nyala, dan gangguan pengeras suara. settingan pengeras suara juga kurang pas (terlalu keras).
    5) bangunan gereja dibangun terlalu mepet ke jalan. bayangkan kalau tiba-tiba pemkot membuat aturan perluasan jalan dan mengeluarkan perintah bongkar.
    6) tidak ada jalur untuk drop orang tua atau waktu hujan. jalur yg ada semuanya telah digunakan untuk parkir mobil.
    7) di saat ramai misalnya misa natal/paskah, petugas kadang bengong sendiri. harusnya kalau lantai atas sudah penuh, harus ada petugas di bawah yg ngasih tau. biar orang ga naik lagi. kadang kasian liat orang tua udah capek2 naik, ternyata tempat duduknya sudah penuh.
    8) Speaker BOSE. OMG! speaker BOSE. tidakkah itu terlalu overkill untuk di gereja? harusnya itu kan dipasang di rumah gw aja. :-P
    Itu pendapat pribadi sih. Kalau banyak yg salah, mohon dikoreksi. Terima kasih.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...