Rabu, 26 Februari 2014

Kristen Ortodoks Syria, Upaya Menemukan Kembali Akar

Ajaran Kristen Ortodoks Syria hadir di Indonesia. Mereka salat tujuh kali sehari, dengan menggunakan bahasa Arab.

Kristen Ortodoks Syria, Upaya Menemukan Kembali Akar

Bermula dari keingintahuannya tentang ajaran Kristen yang berwajah oriental, Bambang Noorsena, 34 tahun, menelaah teks Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ia juga melakukan perjalanan ke beberapa negara Timur Tengah pada 1995-1997. "Saya melacak jejak historis Gereja Anthiokia purba yang dikisahkan dalam Kitab Kisah Para Rasul," katanya kepada Gatra. Pencariannya tidak sia-sia. Bambang menemukan ajaran Kristen Ortodoks yang berpusat di Anthiokia, Syria.

Dalam ajaran Ortodoks itu Bambang Noorsena menemukan jembatan yang bisa menghubungkan antara Kristen dan Islam yang dipeluk mayoritas penduduk Indonesia. Lalu, warga Malang, Jawa Timur, yang tercatat sebagai jemaat Kristen Jawi Wetan itu berguru khusus kepada Mar Ignatius Zaka al Awwal al Uwais yang berkedudukan sebagai Patriark Anthiokia dan seluruh wilayah Timur. Mar Ignatius dikenal juga sebagai Rais al Aliy (Pemimpin Tertinggi) Gereja Ortodoks Syria. "Selama belajar di sana saya menemukan kembali akar kekristenan semitik. Inilah penerus dan pewaris Kristen yang pertama," kata Bambang.

Dalam Kisah Para Rasul disebutkan, sepeninggal Isa, Rasul Petrus bertugas sebagai patriark yang pertama di Anthiokia. Selama tujuh tahun Rasul Petrus menjalani misi sucinya, sebelum bertugas ke Roma. "Sejak saat itu ajaran Kristen mengalami proses Helenisasi, diikuti dengan Westernisasi," ujar Bambang Noorsena menjelaskan.

Yang menarik, dalam menjalankan ibadah ritualnya, Ortodoks Syria ini menjalankan salat tujuh waktu dalam sehari semalam, dengan menggunakan bahasa Arab. Mereka juga membaca Kitab Injil -dalam bahasa Arab- mirip orang Islam Sedang mengaji Al-Quran.
  1. Adapun tata cara salatnya dimulai dengan posisi berdiri yang dipimpin oleh seorang imam berpakaian jubah warna hitam. Imam meletakkan kedua tangan di dada, membuat tanda salib, lalu mengucapkan lafaz dalam bahasa Arab: Bismil Abi wal Ibni wa Ruhil Quddus Ilahu Wahid (Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Allah Yang Maha Esa). Jamaah menyambutnya: Amin.
  2. Imam melanjutkan berdoa dengan mengangkat kedua tangan dan disahuti oleh jamaah.
  3. Setelah membuat tanda salib berikutnya, imam membungkukkan badan seperti posisi ruku, dan mengucapkan: Quddusun Anta, ya Allah (Kuduslah Engkau, ya Allah). Jamaah menyahut dengan menyucikan nama Allah Yang Mahakuasa, Yang Tak Berkematian. Jamaah memohon kasih sayang Allah yang telah disalibkan sebagai ganti umat manusia.
  4. Imam berdiri tegak dan menadahkan tangan lagi.
  5. Lalu imam bersujud, dan diikuti seluruh jamaah. Ketika bangun dari sujud, imam membaca Subhanaka Allahumma (Mahasuci Engkau, ya Allah), jamaah menyahut bersamaan. Sambil menadahkan tangan, imam dan jamaah membaca Doa Rabbaniyah (Doa Bapa Kami versi bahasa Arab).
  6. Selanjutnya dibaca Salam Walidatullah (atawa Salam Maria).
  7. Imam kemudian membaca petikan Zabur (alias Mazmur dalam bahasa Aramaik), dan salat pun berakhir.
Kristen Ortodoks Syria, Upaya Menemukan Kembali Akar

Kini, pengikut ajaran "baru" itu sudah ratusan jumlahnya, terutama di kalangan anak muda terpelajar. Mereka tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Malang. Untuk menghimpun jamaah, Bambang Noorsena membentuk Yayasan Kanisah Ortodoks Syria, September tahun lalu. Peresmiannya diselenggarakan di Hotel Milenium di Jakarta, akhir tahun lalu. Barnabas Suebu (mantan Gubernur Irian Jaya) duduk sebagai ketua umum yayasan. Sedangkan Dr. Anton Lesiangi (tokoh teras di Kosgoro) sebagai sekretaris umum. Mereka memang masih belum mempunyai gereja sendiri, karena masih menunggu sang imam yang bakal ditahbiskan di Syria.

Meskipun demikian, sejauh ini yayasan tersebut belum tercatat dalam komunitas Kristen di Indonesia. Hal itu dikemukakan oleh Jan Kawatu, Direktur Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Protestan, Departemen Agama, kepada Gatra.

Selama ini, menurut Jan, untuk mengontrol lahirnya yayasan dari aliran-aliran keagamaan di lingkungan Kristen Protestan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang disampaikan kepada para notaris, agar mereka tidak mengesahkan berdirinya sebuah yayasan atau lembaga kristen sebelum mendapat izin resmi dari Direktur Bimas Kristen. "Izin itu kan perlu untuk mengetahui siapa mereka, apa tujuannya, dan macam apa alirannya," kata Jan. Selain itu, menurut Jan, Bimas Kristen Protestan sudah menutup pintu bagi aliran baru. "Tidak ada lagi izin bagi aliran baru," kata Jan menegaskan.


Kristen Ortodoks Syria, Upaya Menemukan Kembali Akar

Berbeda dengan Jan, kehadiran aliran Kristen Ortodoks Syiria ini dapat diterima oleh cendekiawan muslim seperti Dr. Jalaluddin Rakhmat dan Dr. Nurcholis Madjid. "Kita harus menaruh hormat dan menghargai perbedaan," kata Kang Jalal -sapaan akrab Jalaluddin Rakhmat- pada Taufik Abriansyah dari Gatra. Menurut Kang Jalal, dia tidak kaget kalau dalam tata cara peribadatan mereka banyak yang sama dengan ajaran Islam. Sebab, menurut Kang Jalal, pada zaman dulu pun orang-orang Islam di Yordania, Syria, dan Lebanon hidup berdampingan dengan orang-orang Kristen yang disebut Kristen Moronit. Mereka melakukan tata cara peribadatan hampir mirip dengan cara beribadah orang Islam.

"Agama Nasrani itu makin klasik makin banyak kemiripan dengan Islam," kata Cak Nur -sapaan akrab Dr. Nurcholis Madjid- kepada Mauluddin Anwar dari Gatra. "Kalau sekarang ada yang mirip, ya tidak aneh," ujar Cak Nur. Menurut Cak Nur, aliran Kristen Ortodoks Syiria itu justru lebih murni ketimbang Kristen yang berkembang di Barat. "Kalau kita gunakan literatur yang lebih awal, sebetulnya Kristen yang paling asli ya aliran mereka itu," kata Cak Nur kepada Gatra.
Agaknya kita memang perlu arif sesuai dengan semangat toleransi antarumat beragama.

31 komentar:

  1. Terus, penerapan perintah Isa dalam Roti Hidup mana ? Pekerjaan Imam adalah melaksanakan ibadat korban. Harus ada korban. Ibadat yg dilakukan oleh Imam dari agama Kristen Ortodoks Syria hanya ibadat sabda, bukan ibadat korban. Dan itu menyalahi kewajiban seorang Imam. Isa sebagai Imam Agung juga mengadakan ibadat korban sebelum Dia dihukum mati dan korbannya adalah tubuh dan darahNya sendiri karena Isa adalah Anak Domba Allah. Dan Isa juga memerintahkan kepada para rasul untuk terus melaksanakan ibadat korban yang telah Ia wariskan itu. Gereja yang asli milik Yesus adalah Gereja yang bertumpu pada Rasul Petrus sebagai Paus Pertama.

    BalasHapus
  2. Hingga saat ini Gereja Orthodoks Syria masih belum memiliki Imam/Prebiter/Abuna untuk menyelenggarakan Sakramen Perjamuan Kudus, karena masih merupakan lembaga study. Ibadah yang mereka laksananakan adalah ibadah brevir/sembahyang harian.

    Untuk menerima Perjamuan Kudus, mereka dapat menerimanya di Gereja Orthodoks lain yang sudah ada di Indonesia, seperti Gereja Orthodoks Yunani dan/atau GO Rusia atau di Gereja Orthodoks Indonesia yang di bawah yuridiksi GO Rusia.

    BalasHapus
  3. wkwkwkw..... Itulah umat kristen. Mau masuk islam tapi malu, akhirnya shalat niru niru agama islam. Malu malu mau loe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. orthodox sysria udah ada 200 tahun sebelum NABI kamu LAHIR.mungkin islam itu perkembangan dari orthodox syria.

      YAHUDI-KRISTEN-ISLAM itu gak bisa di bolak balik

      Hapus
    2. Umat Kristen Orthodox Syria itu udh ada duluan sebelum nabi kamu lahir. Mungkin karena ketidaksenangan nabimu akan agama Kristen Orthodox Syiria, maka dia menghasut orang Arab untuk memerangi mereka (yg nabimu anggap "kafir")

      Hapus
    3. Anda harus sadar bahwa Agama Islam lahir sesudah Agama Kristen. Berarti, siapa niru siapa ? Pikir sendiri ya.

      Hapus
    4. Shalat diambil dari bahasa Aram Tselota . Dari sini sudah jelas.

      Hapus
    5. Kan meeka selalu merubah sejarah, atau istilah merekasih tqyah dibenarkan oleh ajran mereka, apapun kalau sudah mengikuti aran nabi mereka tetep halal.

      Hapus
    6. Saya seorang Muslim dan saya katakan adalah keliru orang yang berpendapat bahwa Kanisah Orthodoks Syria meniru salat orang Islam karena inti dari ajaran semua nabi termasuk nabi Isa as. dan nabi Muhammad saw. adalah sama, dan yang terakhir adalah penyempurna bagi yang terdahulu, dan untuk sdr. Andreas Kevin adalah tidak benar tuduhan anda mengenai nabi Muhammad menghasut umat Islam memerangi umat Kristen karena beliau tidak pernah memerangi orang beriman dan menyembah Allah, adapun perang di zaman nabi adalah menghadapi penyembah berhala dan orang-orang musyrik, itupun dilakukan sebagai aksi bela diri karena Islam tidak pernah mengajarkan untuk memerangi orang yang mau hidup berdampingan dalam damai.

      Hapus
    7. Untuk saudara-saudaraku muslim, perlu diketahui bahwa tata cara shalat sudah dituntunkan dlm ajaran Nabi-Nabi terdahulu, tidak terkecuali pd Nabi Isa AS. Silahkan pelajari sendiri cara shalat Nabi Isa AS pd jejak-jejak ajaran Injil dlm Al-Kitab Nasrani yg digunakan sekarang..jadi sama sekali bukan meniru atau menjiplak tata cara Islam. Memang sangat disayangkan gereja katolik dan kelompok kristen barat-sekuler seolah tidak mengindahkan tuntunan tsb. Penganut kristen orthodox mmg tampak msh asing bg umumnya kita yg di Indonesia. Sungguh hny Allah SWT Yang Maha Mengetahui segala sesuatu.

      Hapus
    8. Yang meniru sholat, Islam dari Kristen ortodok,
      Kristen lahir 2000 thn yg lalu, sedangkan Islam
      1400 thn.

      Hapus
    9. kyak gini yg gk ngerti sejarah tp langsung koment gk brisi/gak berbobot, asal nyerocos aja, heeyyyy....ente biar tau baca yg gw tulis ini, kalian yg disebut umat islam sangat sangat jauh jaraknya dari awal mulanya Gereja Ortodoks yg sudah duluan ada, malulah klu koment gk pakai pikiran cerdas krn sifat fanatik ente yg gk ngerti sejarah, gi..sono...sekolah lg...TOLOL....!!!

      Hapus
  4. Lebih Jauh Bambang Noorsena an Kristen Ortodoks Syria lihat disini http://youtu.be/JrHVsemi5B

    BalasHapus
  5. Hala..hala..hala kalo ndak faham ya ndak usah comment mas, pulang saja ke arab sana...

    BalasHapus
  6. Ya…mereka Gereja Orthodox Timur Tengah Syria Timur lebih dekat kepada ajaran Yesus Kristus daripada Gereja anda Gereja Barat yang tidak mengenal Ibadah Sholat..Tzelota dalam bahasa Arami..

    Mereka lebih dekat dengan tradisi Rasuli Apostolik daripada Gereja Katolik Roma yang malas melakukan ibadah jasmani sholat..

    Masalahnya mereka menyembah Yesus dalam sholatnya….Sementara Yesus Kristus menyembah ALLAH dalam sholat sujud beliau sama seperti kaum muslimin sholat sujud menyembah ALLAH..

    Mereka melakukan amalan perbuatan TANDA SALIB dalam sholat mereka…Sedangkan Nabi Yesus dan para 12 murid tak pernah diberitakan melakukan TANDA SALIB dalam ibadah sholat beliau….

    Mereka sholat menghadap TIMUR….sementara Nabi Yesus Isa Al Masih dan para murid berteguh sholat menghadap BAITUL MAQDIS sebelum dihancurkan sebagaimana para Nabi-nabi sebelumnya..

    Mereka sholat dengan keyakinan tidak sholat tidak apa-apa tidak mengurangi keselamatan …Sementara Nabi Yesus Isa Al Masih melakukan sholat karena memang itu perintah ALLAH yang wajib dilakukan sekalian makhluk untuk mengingatNya..

    Mereka bahkan sholat tanpa perlu mentahirkan diri terlebih dahulu..Baik mereka kentut atau kencing atau bersetubuh mereka tetap sholat tanpa melakukan ritual mandi besar…Adapun para Nabi selalu menjaga kesucian ketahiran dirinya ketika mereka akan menghadap ALLAH dalam sholat mereka..

    Bedakan sholat Gereja Orthodox Syria dengan Sholatnya Jesus Christ…Ieshua ha Masiha..Isa al Masih Nabiullah..

    Serupa tapi tak sama..

    BalasHapus
  7. Ya…mereka Gereja Orthodox Timur Tengah Syria Timur lebih dekat kepada ajaran Yesus Kristus daripada Gereja anda Gereja Barat yang tidak mengenal Ibadah Sholat..Tzelota dalam bahasa Arami..

    Mereka lebih dekat dengan tradisi Rasuli Apostolik daripada Gereja Katolik Roma yang malas melakukan ibadah jasmani sholat..

    Masalahnya mereka menyembah Yesus dalam sholatnya….Sementara Yesus Kristus menyembah ALLAH dalam sholat sujud beliau sama seperti kaum muslimin sholat sujud menyembah ALLAH..

    Mereka melakukan amalan perbuatan TANDA SALIB dalam sholat mereka…Sedangkan Nabi Yesus dan para 12 murid tak pernah diberitakan melakukan TANDA SALIB dalam ibadah sholat beliau….

    Mereka sholat menghadap TIMUR….sementara Nabi Yesus Isa Al Masih dan para murid berteguh sholat menghadap BAITUL MAQDIS sebelum dihancurkan sebagaimana para Nabi-nabi sebelumnya..

    Mereka sholat dengan keyakinan tidak sholat tidak apa-apa tidak mengurangi keselamatan …Sementara Nabi Yesus Isa Al Masih melakukan sholat karena memang itu perintah ALLAH yang wajib dilakukan sekalian makhluk untuk mengingatNya..

    Mereka bahkan sholat tanpa perlu mentahirkan diri terlebih dahulu..Baik mereka kentut atau kencing atau bersetubuh mereka tetap sholat tanpa melakukan ritual mandi besar…Adapun para Nabi selalu menjaga kesucian ketahiran dirinya ketika mereka akan menghadap ALLAH dalam sholat mereka..

    Bedakan sholat Gereja Orthodox Syria dengan Sholatnya Jesus Christ…Ieshua ha Masiha..Isa al Masih Nabiullah..

    Serupa tapi tak sama..

    BalasHapus
  8. Bagus penjelasannya yg terakhir. Memang agama samawi yg di bawa Nabi Musa, Isa, Muhammad SAW sama benang merahnya. Tinggal soal waktu konsolidasi akhir zaman. Nabi Isa akan mengembalikan yg ke yang bener.

    BalasHapus
  9. Bagus penjelasannya yg terakhir. Memang agama samawi yg di bawa Nabi Musa, Isa, Muhammad SAW sama benang merahnya. Tinggal soal waktu konsolidasi akhir zaman. Nabi Isa akan mengembalikan yg ke yang bener.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Siapa Nabi Isa, lahirnya saja tidak jelas di Pohon Kurma...?
      nabi Isa karangan Fiktif Muhammad nabi palsu.

      Hapus
  10. yaa benar pa Bima .. Gbu all ��❤️

    BalasHapus
  11. DEAR.. ALLAH




    YA ALLAH KALI INI AKU BERDOA PADAMU, DOA YG SEBELUMNYA TIDAK PERNAH AKU MINTA, YA ALLAH AZAB LAH ORANG2 ITY AZAB YANG SANGAT PEDIH YAITU AZAB NERAKA DI AKHIRAT DAN PERCIKAN NERAKA DIDUNIA UNTUK MEREKA YA ALLAH, SESUNGGUNHNYA TIDAK ADA TUHAN SELAIN DIRIMU YA ALLAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alloh swt bukan Tuhan pencipta semesta alam tetapi
      Dewa bulan Sabit (Hilal) bangsa Arab pagan.
      Doa-Mu tidak akan pernah di kabulkan....amin.

      Hapus
  12. Dody Kusumanto23 Maret 2016 18.27

    Saya ingin bertanya mengapa Ortodoks Syria di Indonesia dalam ibadahnya menggunakan bahasa Arab? Bukankah Ortodoks Syria di Syrianya sendiri justru menggunakan bahasa Syriac/Assyria/Aramaik dalam peribadatannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Etnis Assyur Suriah sudah di Arabkan, Islamisasi
      oleh penaklukan bangsa Arab Islam.
      Etnis Assyur bukan bangsa Arab tetapi dari Mesopotania.
      Kristen Maronit Lebanon bukan bangsa Arab, tetapi dari
      Fenesia.

      Hapus
  13. Bingung sama kristen semakin banyak saja sektenya, mengaku mengikuti yesus tapi syariat yesus tidak di jalankan, protestan tidak mengeluarkan izin bagi jemaat ini takut pada akhirnya akan membingungkan jemaat2 mereka, karena kesaam tata cara ibadah dengan islam,
    Benar bahwa kalau mau ikut tatat cara salat nb isa maka seharusnya ikutilah tatacaranya bukan tata cara setelah ia ke langit,

    BalasHapus
  14. Yesus Kristus adalah keturunan Israel, murid-muridnyapun sudah tentu tidak ada yang dari luar bangsa Israel apalagi dari bangsa Arab jadi bahasa yang dipergunakannya pasti bukan bahasa Arab.
    Sejak kapan Injil yang dipakai oleh KOS memakai bahasa Arab?

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...