Gereja Katolik menerima gerakan Karismatik Katolik sebagai salah satu kegiatan gerejawi (ecclesial movement). Berikut ini adalah sekilas tentang pengakuan para Paus akan gerakan karismatik dalam Gereja Katolik:

Paus Leo XIII
Paus Leo XIII mengeluarkan surat ensiklik tentang Roh Kudus, Illud Munus (1897). Pada malam tahun baru menjelang tahun 1901, Paus Leo XIII memohon pencurahan Roh Kudus atas Gereja, dengan menyanyikan lagu “Datanglah Roh Kudus”, dan meminta Gereja untuk mempersiapkan Perayaan Pentakosta dengan melakukan novena.

Beato Paus Yohanes XXIII
Paus Yohanes XXIII kemudian mengulangi doa permohonan “Datanglah Roh Kudus” tersebut pada tahun 1959, “Perbaharuilah mukjizat-mukjizat-Mu di masa ini seperti pada masa Pentakosta.” Buah dari doa tersebut adalah Konsili Vatikan II (1962-1965), di mana Roh Kudus memperbaharui Gereja.

Gerakan Karismatik Katolik lahir di bulan Februari 1967, diawali oleh pengalaman pencurahan Roh Kudus oleh para mahasiswa Universitas Duquesne, Amerika Serikat. Sejak saat itu berkembanglah gerakan Karismatik Katolik di berbagai tempat dan negara.

Paus Paulus VI
Tahun 1975 di pertemuan 10,000 pemimpin gerakan karismatik Katolik, Paus Paulus VI mengatakan, “Bagaimana mungkin “pembaharuan rohani” ini tidak menjadi kesempatan bagi Gereja dan dunia?” Tanggal 19 Mei di tahun yang sama, Paus berkata, “Tak ada yang lebih diperlukan bagi dunia ini yang makin menjadi sekular, daripada kesaksian akan “pembaharuan rohani” ini, yang dewasa ini kita lihat diakibatkan oleh Roh Kudus di banyak sekali daerah dan lingkungan yang berbeda.” (Pidato dalam Konferensi Internasional ke-2 Gerakan Pembaharuan Karismatik Katolik)

Paus St. Yohanes Paulus II
Demikian juga, Paus Yohanes Paulus II mengakui Gerakan Karismatik Katolik, seperti terlihat dalam komentar-komentar-Nya:

“Saya yakin bahwa gerakan ini adalah tanda dari karya-Nya [karya Roh Kudus]. Dunia sangat membutuhkan karya Roh Kudus ini, dan membutuhkan banyak alat untuk karya ini… Melalui karya ini, Roh Kudus datang kepada roh manusia dan dari saat ini, kita mulai hidup lagi untuk menemukan jati diri kita, identitas kita dan kemanusiaan kita secara total. Karena itu saya yakin bahwa gerakan ini merupakan komponen yang sangat penting dalam pembaruan Gereja secara keseluruhan, dalam pembaruan rohani Gereja.” (dalam Audiensi dengan Kardinal Suenens, anggota Dewan Pembaruan Karismatik Internasional, 11 Desember 1979).

“Timbulnya Pembaharuan mengikuti Konsili Vatikan II adalah karunia khusus dari Roh Kudus kepada Gereja di zaman kita.” (Audiensi dengan Dewan Pembaruan Karismatik Katolik Internasional, Italia, 14 Mar 1992)

“Gerakan Karismatik Katolik adalah salah satu dari banyak buah dari Konsili Vatikan II, yang, seperti Pentakosta yang baru, memimpin kepada berkembangnya secara luar biasa di dalam kehidupan Gereja, kelompok-kelompok dan gerakan-gerakan yang secara khusus peka terhadap gerakan Roh Kudus. Bagaimana kita tidak berterimakasih kepada buah-buah rohani yang berharga bahwa Pembaruan itu telah menghasilkan di dalam kehidupan Gereja dan di dalam kehidupan begitu banyak orang? Betapa banyak umat awam, laki-laki dan perempuan, orang-orang muda, dewasa dan tua, telah dapat mengalami dalam hidup mereka, kuasa Roh Kudus yang mengagumkan dan karunia-karunia-Nya! Betapa banyak orang telah menemukan kembali iman, sukacita dalam doa, kuasa dan keindahan Sabda Tuhan, menerjemahkan semua ini dalam pelayanan yang murah hati dalam misi Gereja! Betapa banyak hidup telah diubah secara mendalam! Untuk semua ini, hari ini, bersama dengan kamu, saya memuji dan berterima kasih kepada Roh Kudus.”

Kamu adalah gerakan gerejawi. Karena itu semua kriteria gerejawi yang saya tuliskan dalam Christifideles Laici (lih. n. 30) harus diwujudkan di dalam kehidupanmu, terutama, kesetiaan kepada Magisterium Gereja, ketaatan sebagai seorang anak kepada para Uskup, dan jiwa melayani terhadap Gereja-gereja lokal dan paroki-paroki….” (Paus Yohanes Paulus II dalam Konferensi Gerakan Karismatik, 4 April 1998, 1-2)

Paus Benediktus XVI
Paus Benediktus XVI kembali mengulangi pengakuan dari Paus pendahulunya dengan mengatakan:
“Seperti yang telah saya tegaskan di banyak kesempatan lainnya, gerakan-gerakan gerejawi dan komunitas-komunitas baru yang berkembang setelah Konsili Vatikan II, merupakan karunia yang unik dari Tuhan dan sumber hidup yang berharga bagi Gereja. Mereka harus diterima dengan kepercayaan dan dihargai karena sumbangan-sumbangan yang be-ragam yang mereka berikan untuk melayani kepentingan bersama dengan cara yang teratur dan berbuah ….” (Paus Benediktus XVI dalam pernyataan kepada the Catholic Fraternity of Charismatic Covenant Communities, 31 Oktober, 2008)