Kamis, 06 Maret 2014

Mari ber-Ekaristi dengan Baik dan Benar


----- Agar diperhatikan :

1. Masuk ke Gereja membuat tanda salib.
Jangan terburu-buru, tetapi hayatilah dan syukurilah bahwa karena rahmat Baptis anda bisa bergabung ke dalam persekutuan Gereja. Jangan membiasakan memberi air suci pada orang lain dengan mengulurkan jari anda. Ketika anda dibaptis anda dipanggil dengan nama pribadi anda, berarti sangat personal, maka tanda salib jangan dibuat dengan asal-asalan

2. Perayaan Ekaristi/ Misa Kudus adalah rangkaian doa. 
Maka tanda salib hanya dilakukan pada awal dan akhir misa kudus saja yaitu ketika imam memulai dan mengakhiri misa. Jangan buat tanda salib banyak-banyak. Tanda Salib di sini menunjuk pada tanda salib biasa dan bukan penandaan dahi, bibir, dan dada dengan salib yang tetap harus dilakukan saat bacaan Injil.

3. Ketika doa pembuka, sampaikanlah ujud pribadi anda dalam hati, singkat saja sambil mengaminkan doa yang dibawakan imam.
Tuhan sudah tahu masalah anda jadi tidak perlu bertele-tele. Pada zaman dahulu, kesempatan ini diisi dengan doa spontan oleh umat yang hadir, yang akhirnya ditutup oleh imam. (Kesempatan lain yang bisa dilakukan untuk menyampaikan ujud pribadi adalah ketika doa umat, pada waktu yang disediakan).

4. Tanda salib yang dibuat sebaiknya tanda salib besar, yaitu dengan menyentuh pusar (sebagai lambang inkarnasi Kristus).
Tidak membuat tanda salib ketika imam memberi absolusi umum ("...semoga Allah mengasihani kita...dst.."), karena yang kita ikuti adalah Misa Kudus bukan Sakramen Tobat. Tidak salah membuat tanda salib dengan menyentuh dada ketika berkata "Putra".

5. Berlutut sebelum duduk, jangan asal-asalan, jangan hanya membungkuk, kecuali terpaksa. 
Yang ada di depan anda adalah Kristus sebenar-benarnya dalam rupa Hosti di Tabernakel. Ingatlah sejenak juga akan inkarnasi Kristus. Hosti dalam Tabernakel, bisa diasosiasikan dengan Kristus dalam rahim Maria. Tentang pakaian yang pantas untuk menghadap Pencipta anda sendiri yang ada secara fisik di hadapan anda, anda pasti bisa memilihnya bukan? Seberapa sopan anda berpakaian mencerminkan seberapa tinggi penghormatan anda akan Kristus dalam tabernakel.


6. Nyanyikanlah Tuhan Kasihanilah kami dan Kemuliaan dengan penuh hormat. 
Harap diingat bahwa Kemuliaan adalah kidung malaikat di padang Efrata ketika kelahiran Kristus. Jadi, mohon dinyanyikan dengan penuh sukacita dan hormat.

7. Bacaan kitab suci yang dibacakan dari ambo (mimbar) adalah waktu Allah berbicara dan kita mendengarkan, yaitu menyimak dengan penuh perhatian. 
Jika paroki anda menyediakan teks misa, anda lebih baik membaca kutipan bacaan sebelum misa dimulai. Tatap lektor/imamnya karena Allah sedang berbicara pada anda. Komunikasi yang baik dalam percakapan adalah saling menatap bukan? Pembacaan Injil - dan bukannya homili - adalah puncak Liturgi Sabda. Harap diingat, suara yang anda dengar adalah Suara Kristus sendiri karena imam bertindak IN PERSONA CHRISTI (mewakili Kristus sepenuh-penuhnya)

8. Mohon menyanyikan KUDUS dengan sepenuh hati, dengan keagungan, jangan asal-asalan. 
Dikarenakan bahwa ketika menyanyikan/mengucapkan KUDUS kita bergabung dengan seluruh penghuni surga yang memuji Allah tak henti.

9. Ketika konsekrasi (Inilah Tubuh-Ku, Inilah Darah-Ku atau ketika Hosti diangkat dan Piala diangkat) anda boleh mengangkat kedua tangan yang terkatup seperti ritus ibadat di Pura Hindu, namun berlutut sudah merupakan ungkapan penyembahan. 
Yang terpenting ketika konsekrasi adalah anda harus menatap-Nya. Harap diingat, Suara yang anda dengar (Inilah Tubuh-Ku, Inilah Darah-Ku, adalah Suara Kristus sendiri. Lagi, hal ini dikarenakan Imam bertindak IN PERSONA CHRISTI. Jadi? TATAPLAH Hosti dan Piala itu dengan penuh hormat, yakinkan pada diri anda kalau itu adalah Kristus sendiri, bukannya sibuk dengan permohonan dalam hati.

10. Ketika imam mengucapkan/menyanyikan : "Dengan perantaraan Kristus, bersama Dia, dan dalam Dia...dst..." Ikutilah dalam hati, TATAPLAH hosti dan piala yang diangkat.
Ketika "AMIN" dinyanyikan (dalam bahasa inggris disebut THE GREAT AMEN"). Mohon dinyanyikan dengan sepenuh hati, dengan suara terindah yang anda miliki. Dikarenakan bahwa The Great Amen ini adalah puncak Liturgi Ekaristi.

11. Jangan menadahkan tangan seperti imam, pada waktu berdoa atau menyanyikan Bapa Kami.
Dikarenakan imam sedang berdoa atas nama Gereja atau IN PERSONA ECCLESIA. Sikap yang benar adalah mengatupkan tangan, tanda berdoa. Hayatilah doa Bapa Kami. Sadarilah bahwa "rezeki" yang anda minta itu terutama adalah "Roti Hidup" dalam Ekaristi. (dalam bahasa aslinya (Aram), doa Bapa Kami menggunakan kata "roti" bukan rezeki. Pun, dalam bahasa latin digunakan kata "PANEM" yang berarti roti.)

12. Tidak mengucapkan doa  PRESIDENSIAL (yang boleh diucapkan oleh imam saja) doa: "..jangan perhitungkan dosa kami tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu" 
Jika Imam mengucapkan "marilah kita mohon damai Tuhan" dsb sebelum doa ini, bukan berarti kita harus ikut mengucapkan doa ini. Ucapkan dalam hati saja kemudian diaminkan dengan iman.

13. Ketika menerima komuni, TATAPLAH terlebih dahulu hosti yang diangkat sebelum ditaruh di tangan anda. Amin harus diucapkan dengan penuh iman.

14. Tidak perlu ikut menghormat ketika imam menghormati Tabernakel dan altar (juga pada waktu awal misa).
Tidak masalah jika anda tetap melakukannya karena merupakan kebiasaaan yang saleh. Namun kalau anda menghadiri misa di luar negeri, jangan kaget kalau di negara tertentu praktik ini tidak dilakukan.

15. Mengambil air suci pada saat keluar Gereja tidak perlu dilakukan.
Mengambil air suci sebelum anda masuk gereja sebenarnya kurang lebih berfungsi seperti wudhu, yaitu untuk menyucikan (dan mengingatkan akan Baptis). Ketika anda selesai misa, Kristus yang Maha Suci sudah masuk dalam tubuh anda, tidak diperlukan lagi sarana penyucian lain. Namun demikian, tidak ada salahnya kalau dilakukan, asal jangan karena latah, namun harus disertai kesadaran iman, bahwa anda kini diutus untuk mewartakan karya salib Kristus lewat perkataan dan perbuatan.

Anda harus menjadi contoh bagi orang lain. Jangan takut untuk mensosialisasikan hal-hal di atas pada siapa saja yang menghadiri misa bersama anda.

Tambahan :
Sampaikan dengan sopan pada saudara dari persekutuan gerejawi lain (Protestan) agar mereka tidak ikut mengambil komuni, namun boleh menerima berkat seperti katekumen yaitu dengan menyilangkan tangan di depan dada, sehingga yang memberikan komuni tahu bahwa dia bukanlah seorang katolik. Walaupun mereka tergabung dalam semacam persekutuan dengan Gereja Katolik berkat Sakramen Baptis, namun komuni hanya diperuntukkan bagi mereka yang berada dalam persekutuan penuh dengan Uskup Roma (Paus sebagai penerus Petrus), dengan kata lain komuni hanya eksklusif untuk umat Katolik.

Tambahan bagi perempuan katolik :
Jangan merasa terhalang menerima komuni jika anda sedang mengalami datang bulan. Tuhan Yesus tidak mempermasalahkan sesuatu yang manusiawi. Konsep terhalang karena datang bulan hanya ada di tetangga seberang.

22 komentar:

  1. Sebaiknya di lengkapi dengan dasar" dari Dokumen Gereja, Tradisi suci, atau alkitab sehingga kebenarnnya tidak dipertanyakan.

    BalasHapus
  2. Palm MaѕsagerRechargeable MassagerShiaatsu Massage CushionHandheld Percuѕsioո MassagerI hope you
    try some of theѕe emοtions may manifest
    ɑs cгying. With the addition of facials, aromatherapy annd more.
    A new massage therapy school, you find out iif thhe school is
    currеntly іs sessiоn, but ѡill be considегed futile or even dangerous for another
    part. ʟearning shiatsu mɑssаge does not cause рain and
    discomfort of your pregnaոcy. Many mаssage therapists would prefer to staay where
    the aгe comfortable аnd your masseuse has evefytɦіոg set up
    to yоur head or vice versa.

    Feel free tօ surf to my web site outcall Mаѕsage (christinesetrakian.com)

    BalasHapus
  3. Setuju dengan aloisius, bukan berarti tidak percaya namun kalau ada sumber yang bisa dipercaya, akan lebih baik. Btw, memang benar banyak yg melakukan tanda salib sebanyak-banyaknya dan jg banyak jg yg mengambil air suci waktu keluar gereja padahal tujuan dr air suci itu adalah utk menyucikan diri kita sebelom masuk dalam gereja, tentunya setelah dr gereja kita diharapkan menjadi suci setelah mendengar firman Tuhan toh?

    BalasHapus
  4. Gerea kita adalah gereja universal, sehingga adat, tradisi dan budaya ikut dalam ekaristi agar lebih hikmat dan merasa lebih meresap. Sehingga apabila yang sudah terbiasa melakukan gerakan tertentu seperti do'a Bapa Kami dinyanyikan dengan tangan menengadah diganti dengan tangan dikatupkan di dada, mungkin akan merasa aneh.

    BalasHapus
  5. nah itu dia, mungkin untuk orang" yang sudah mengerti tidak masalah, namun untuk orang" yang tidak mengerti dan ingin belajar/ mengetahui, mereka akan ragu jika tidak diberikan dasar"/sumber yang jelas menurut gereja katolik. Mungkin, dengan dicantumkan dasar/sumber maka orang" yang membaca tidak segan" untuk berubah sikap liturgisnya.

    @Anonim : Mungkin akan sedikit aneh, namun alangkah baiknya iman yang sudah baik dilengkapi dengan sikap liturgis yang baik dan benar sesuai aturan yang ada sehingga akan menjadi lengkap. :)

    BalasHapus
  6. 1. Perlu ada sumber yg pasti,
    2. Makna roti dalam doa bapa kami, adalah roti secara jasmani(makanan), bukan "roti hidup". Jadi bila diganti rezeki/makanan/roti tidak masalah.
    Harus di ingat, Berdoa tidak ada yg salah, tatacara liturgi hanya supaya rapi dilhatnya, dan tidak membuat orang lain jadi bingung.

    BalasHapus
  7. Salah satu sumber yang tepat tentu saja Pedoman Umum Missale Romanum (PUMR).

    BalasHapus
  8. Missale Romanum
    http://www.universalis.com/n-orderofmass.htm

    BalasHapus
  9. Dalam artikel blog ini ada yang "digambarkan" namun tidak disebutkan:
    Gambar Ilustrasi di atas: Imam menghadap ke altar
    (http://en.wikipedia.org/wiki/Ad_orientem)
    Ini juga baik dan benar. Kalau kita perhatikan, dalam siaran televisi misa dari vatican menggunakan kiblat ini, tidak menghadap ke umat (Versus populum http://en.wikipedia.org/wiki/Versus_populum) yang biasa dipakai di Indonesia
    Perbedaan simbolik:
    Imam Menghadap altar (Umat dibelakang Imam): Umat berdoa bersama sama dipimpin Imam.
    Menghadap umat: Umat berdoa melalui Imam

    BalasHapus
  10. Paus Fransiskus merayakan missa Ad Orientem (menghadap altar, umat di belakang Imam)
    http://blogs.telegraph.co.uk/news/timstanley/100243982/pope-francis-says-mass-ad-orientem-shock-horror-liberals-will-be-shaking-in-their-clown-shoes/

    BalasHapus
  11. Bagaimana sikap yg benar pada saat Salam Damai?

    BalasHapus
  12. Pernak-pernik liturgi ini kalo tidak saya jalankan, apa efeknya? Dosakah? beruntung iman katolik saya tidak tumbuh dari disiplin liturgis, jadi saya tidak terganggu kalo ada umat yg "salah prosedur"... saat masuk gereja & mengikuti misa ekaristi, hati saya usahakan hanya tertuju pada Kristus.

    BalasHapus
  13. Wkt Imam doa sukur agung Dan memberi tanda salib Di atas piala yg berisi anggur Dan roti, umat ikut membuat salib, krn saat itu anggur berubah jd darah KRISTUS Dan roti jd Tubuh Kristius.jg wkt komuni, ketika Imam ucapkan : Inilah Tubuh Dan Darah KRISTUS,umat hrs memandang kearah hosti

    BalasHapus
  14. Kl Salam damai , boleh Salam Dan keluarga boleh peluk , Tp kl Imam uda doa Anak domba Allah, semua hrs berhenti Dan ikut doa

    BalasHapus
  15. Knp Gerej buat Perubahan? Agar bisa mengikut i zaman , jd yg hadir Di misa ta perlu bingung , jalani dgn hikmat, kl masih ikut cara lama, ya tdk salah , Dan doa Kita tetap dikabulkan. Tuhan berkati

    BalasHapus
  16. Salam damai seharusnya diperlukan, tetapi tidak setiap Pastur memberikan waktu.di Bali salam.damai dilakukan sebelum berkat penutup jadi terasa indah dan berbagi .

    BalasHapus
  17. G.Y. Bambang Sugiarto21 Maret 2014 17.58

    Gereja Katolik pasca Konsili Vatican II sungguh menghargai kebiasaan, tradisi dan budaya lokal; menjadikannya sebagai bagian dari kekayaan tradisi Gereja. Hendaklah Gereja dibangun menjadi komunitas umat beriman yg kuat berakar, mekar dan berbuah berlimpah; ibarat pohon besar yg tumbuh di atas tanah, yg akarnya menjangkau ke mana-mana, yg batangnya kuat, rantingnya banyak, rimbun daunnya dan berlimpah buahnya; bukan seperti bonsai yang indah dipamdang di dalam pot yg cantik, tapi sedikit akar, batang dan dantingnya kecil dan rapuh serta sedikit buahnya. Duc in altum.

    BalasHapus
  18. Sdra2. Ytk. silahkan simak lebih jauh di: "katolisitas.org" — Mengenal dan Mengasihi iman Katolik, dan ada banyak lagi artikel2 mengenai ajaran Gereja Katolik, dan situs ini didirikan oleh KAJ, jadi resmi ..... God bless.....

    BalasHapus
  19. Iya setuju! , Utk lebih jelas bisa baca di KATOLISITAS.... ,

    BalasHapus
  20. 2 ) (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,
    ( 3 ) yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.
    ( 4 ) Ia berkata "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.
    ( 5 ) Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera,
    ( 6 ) yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai".
    ( 7 ) Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.
    ( 8 ) Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua".
    ( 9 ) Tuhan berfirman: "Demikianlah". Tuhan berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali".
    ( 10 ) Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda". Tuhan berfirman: "Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat".
    ( 11 ) Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.
    12 ) Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak,
    ( 13 ) dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa,
    ( 14 ) dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.
    ( 15 ) Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

    BalasHapus
  21. Mari sembah Tuhan dalam Roh dan kebenaran, bukan dalam tradisi, adat, dan aturan buatan manusia.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...