Minggu, 18 Mei 2014

Chelsea Olivia Kini Bersatu Dalam Gereja Katolik


Di sela kegiatan syuting, Chelsea Olivia aktif mengikuti kegiatan katekumen di Gereja Katolik. Selama masa katekumen, ia belajar mengenai agama Katolik. Ia belajar perihal doa-doa Katolik dan berbagai sakramen yang ada di Katolik. 

"Sebenarnya aku sering ke Gereja Katolik. Misalnya, kalau berdoa aku suka ke Gua Maria. Aku juga suka menjalani ibadah secara Katolik, lebih khidmat. Setelah aku berdoa dan minta petunjuk pada Tuhan, akhirnya aku ditunjukkan ke Katolik. Kebetulan Glenn penganut Katolik. Aku ikut katekumen untuk dibaptis," bilang Chelsea yang dulunya menganut Protestan.

Banyak hal yang didapatkan Chelsea selama beberapa bulan ikut katekumen. "Aku tak hanya belajar tentang apa yang aku enggak tahu (tentang agama Katolik), tapi juga banyak sharing tentang kehidupan. Puji Tuhan aku dipertemukan dengan guru yang benar-benar asyik. Terus terang, sekarang aku merasa lebih dekat dengan Tuhan," ucapnya.

Selesai menempuh katekumen, Chelsea tak hanya menerima sakramen baptis pada hari Natal mendatang, tapi juga menerima sakramen krisma, yang merupakan tanda kedewasaan iman seseorang. "Dapat dua nama sebenarnya, nama baptis dan nama krisma. Tapi kata guru aku, satu nama saja enggak apa-apa. Sekarang aku masih mencari  nama," terangnya.

Ibundanya Chelsea, Yuliana Agustine, yang pemeluk Protestan, sama sekali tak keberatan anaknya menjadi Katolik. Yuliana malah bangga anaknya belakangan makin religius dan sering pergi ke gereja. "Aku bilang kepada mama: 'Ma, nanti kalau aku baptis datang, ya ke gereja," bilang Chelsea yang kerap beribadah di Gereja Katolik Paroki Santo Stefanus di Cilandak, Jakarta Selatan, bersama sang kekasih dan keluarganya.

21 komentar:

  1. SYARIFUDDIN KHALIFAH KINI DEWASA, BAYI AJAIB NON-MUSLIM AFRIKA
    Kembali mengingat peristiwa tahun 90-an, dunia saat itu gempar dengan berita besar seorang bayi berumur 2 bulan dari keluarga Katholik di Afrika yang menolak dibaptis. “Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).
    Ayah dan ibunya, Domisia-Francis, pun bingung. Kemudian didatangkan seorang pendeta untuk berbicara kepada bayinya itu: “Are You Yesus?” (Apakah kamu Yesus?).
    Kemudian dengan tenang sang bayi Syarifuddin menjawab:“No, I’m not Yesus. I’m created by God. God, The same God who created Jesus” (Tidak, aku bukan Yesus. Aku diciptakan oleh Tuhan, Tuhan yang sama dengan yang menciptakan Yesus). Saat itu ribuan umat Kristen di Tanzania dan sekitarnya dipimpin bocah ajaib itu mengucapkan dua kalimat syahadat.
    Bocah Afrika kelahiran 1993 itu lahir di Tanzania Afrika, anak keturunan non Muslim. Sekarang bayi itu sudah remaja, setelah ribuan orang di Tanzania-Kenya memeluk agama Islam berkat dakhwahnya semenjak kecil. Syarifuddin Khalifah namanya, bayi ajaib yang mampu berbicara berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Ia pun pandai berceramah dan menterjemahan al-Quran ke berbagai bahasa tersebut. Hal pertama yang sering ia ucapkan adalah: “Anda bertaubat, dan anda akan diterima oleh Allah Swt.”
    Syarifuddin Khalifah hafal al-Quran 30 juz di usia 1,5 tahun dan sudah menunaikan shalat 5 waktu. Di usia 5 tahun ia mahir berbahasa Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Satu bukti kuasa Allah untuk menjadikan manusia bisa bicara dengan berbagai bahasa tanpa harus diajarkan.
    Latar Belakang Syarifuddin Khalifah
    Mungkin Anda terheran-heran bahkan tidak percaya, jika ada orang yang bilang bahwa di zaman modern ini ada seorang anak dari keluarga non Muslim yang hafal al-Quran dan bisa shalat pada umur 1,5 tahun, menguasai lima bahasa asing pada usia 5 tahun, dan telah mengislamkan lebih dari 1.000 orang pada usia yang sama. Tapi begitulah kenyatannya, dan karenanya ia disebut sebagai bocah ajaib; sebuah tanda kebesaran Allah Swt.
    Syarifuddin Khalifah, nama bocah itu. Ia dilahirkan di kota Arusha, Tanzania. Tanzania adalah sebuah negara di Afrika Timur yang berpenduduk 36 juta jiwa. Sekitar 35 persen penduduknya beragama Islam, disusul Kristen 30 persen dan sisanya beragam kepercayaan terutama animisme. Namun, kota Arusha tempat kelahiran Syarifuddin Khalifah mayoritas penduduknya beragama Katolik. Di urutan kedua adalah Kristen Anglikan, kemudian Yahudi, baru Islam dan terakhir Hindu.
    Seperti kebanyakan penduduk Ashura, orangtua Syarifuddin Khalifah juga beragama Katolik. Ibunya bernama Domisia Kimaro, sedangkan ayahnya bernama Francis Fudinkira. Suatu hari di bulan Desember 1993, tangis bayi membahagiakan keluarga itu. Sadar bahwa bayinya laki-laki, mereka lebih gembira lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Percayalah..ada sapi terbang kemaren di langit Israel.

      Hapus
    2. bayi 2 bulan sudah bisa berbicara. luar biasa sekali pekerjaan Tuhan atas bayi ini. semoga diberikan pencerahan.

      Hapus
  2. Sebagaimana pemeluk Katolik lainnya, Domisia dan Francis juga menyambut bayinya dengan ritual-ritual Nasrani. Mereka pun berkeinginan membawa bayi manis itu ke gereja untuk dibaptis secepatnya. Tidak ada yang aneh saat mereka melangkah ke Gereja. Namun ketika mereka hampir memasuki altar gereja, mereka dikejutkan dengan suara yang aneh. Ternyata suara itu adalah suara bayi mereka. “Mama usinibibaptize, naamini kwa Allah wa jumbe wake Muhammad!” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).
    Mendengar itu, Domisia dan Francis gemetar. Keringat dingin bercucuran. Setelah beradu pandang dan sedikit berbincang, mereka memutuskan untuk membawa kembali bayinya pulang. Tidak jadi membaptisnya.
    Awal Maret 1994, ketika usianya melewati dua bulan, bayi itu selalu menangis ketika hendak disusui ibunya. Domisia merasa bingung dan khawatir bayinya kurang gizi jika tidak mau minum ASI. Tetapi, diagnose dokter menyatakan ia sehat. Kekhawatiran Domisia tidak terbukti. Bayinya sehat tanpa kekurangan suatu apa. Tidak ada penjelasan apapun mengapa Allah mentakdirkan Syarifuddin Khalifah tidak mau minum ASI dari ibunya setelah dua bulan.
    Di tengah kebiasaan bayi-bayi belajar mengucapkan satu suku kata seperti panggilan “Ma” atau lainnya, Syarifuddin Khalifah pada usianya yang baru empat bulan mulai mengeluarkan lafal-lafal aneh. Beberapa tetangga serta keluarga Domisia dan Francis terheran-heran melihat bayi itu berbicara. Mulutnya bergerak pelan dan berbunyi: “Fatuubuu ilaa baari-ikum faqtuluu anfusakum dzaalikum khairun lakum ‘inda baari-ikum, fataaba ‘alaikum innahuu huwattawwaburrahiim.”
    Orang-orang yang takjub menimbulkan kegaduhan sementara namun kemudian mereka diam dalam keheningan. Sayangnya, waktu itu mereka tidak mengetahui bahwa yang dibaca Syarifuddin Khalifah adalah QS. al-Baqarah ayat 54.
    Domisia khawatir anaknya kerasukan setan. Ia pun membawa bayi itu ke pastur, namun tetap saja Syarifuddin Khalifah mengulang-ulang ayat itu. Hingga kemudian cerita bayi kerasukan setan itu terdengar oleh Abu Ayub, salah seorang Muslim yang tinggal di daerah itu. Ketika Abu Ayub datang, Syarifuddin Khalifah juga membaca ayat itu. Tak kuasa melihat tanda kebesaran Allah, Abu Ayub sujud syukur di dekat bayi itu.
    “Francis dan Domisia, sesungguhnya anak kalian tidak kerasukan setan. Apa yang dibacanya adalah ayat-ayat al-Qur’an. Intinya ia mengajak kalian bertaubat kepada Allah,” kata Abu Ayub.
    Beberapa waktu setelah itu Abu Ayub datang lagi dengan membawa mushaf. Ia memperlihatkan kepada Francis dan Domisia ayat-ayat yang dibaca oleh bayinya. Mereka berdua butuh waktu dalam pergulatan batin untuk beriman. Keduanya pun akhirnya mendapatkan hidayah. Mereka masuk Islam. Sesudah masuk Islam itulah mereka memberikan nama untuk anaknya sebagai “Syarifuddin Khalifah”.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang benar ajalah Mas???
      Nabi besar pada semua kepercayaan sj tdk menunjukan hal itu? Nabi Musa, Nabi Ibrahim dll, tidak pernah seperti itu. Cerita itu dari mana sih?

      Hapus
  3. Keajaiban berikutnya muncul pada usia 1,5 tahun. Ketika itu, Syarifuddin Khalifah mampu melakukan shalat serta menghafal al-Quran dan Bible. Lalu pada usia 4-5 tahun, ia menguasai lima bahasa. Pada usia itu Syarifuddin Khalifah mulai melakukan safari dakwah ke berbagai penjuru Tanzania hingga ke luar negeri. Hasilnya, lebih dari seribu orang masuk Islam.
    Kisah Nyata Syarifuddin Mengislamkan Ribuan Orang
    Kisah nyata ini terjadi di Distrik Pumwani, Kenya, tahun 1998. Ribuan orang telah berkumpul di lapangan untuk melihat bocah ajaib, Syarifuddin Khalifah. Usianya baru 5 tahun, tetapi namanya telah menjadi buah bibir karena pada usia itu ia telah menguasai lima bahasa. Oleh umat Islam Afrika, Syarifuddin dijuluki Miracle Kid of East Africa.
    Perjalanannya ke Kenya saat itu merupakan bagian dari rangkaian safari dakwah ke luar negeri. Sebelum itu, ia telah berdakwah ke hampir seluruh kota di negaranya, Tanzania. Masyarakat Kenya mengetahui keajaiban Syarifuddin dari mulut ke mulut. Tetapi tidak sedikit juga yang telah menyaksikan bocah ajaib itu lewat Youtube.
    Orang-orang agaknya tak sabar menanti. Mereka melihat-lihat dan menyelidik apakah mobil yang datang membawa Syarifuddin Khalifah. Beberapa waktu kemudian, Syaikh kecil yang mereka nantikan akhirnya tiba. Ia datang dengan pengawalan ketat layaknya seorang presiden.
    Ribuan orang yang menanti Syarifuddin Khalifah rupanya bukan hanya orang Muslim. Tak sedikit orang-orang Kristen yang ikut hadir karena rasa penasaran mereka. Mungkin juga karena mereka mendengar bahwa bocah ajaib itu dilahirkan dari kelarga Katolik, tetapi hafal al-Quran pada usia 1,5 tahun. Mereka ingin melihat Syarifuddin Khalifah secara langsung.
    Ditemani Haji Maroulin, Syarifuddin menuju tenda yang sudah disiapkan. Luapan kegembiraan masyarakat Kenya tampak jelas dari antusiasme mereka menyambut Syarifuddin. Wajar jika anak sekecil itu memiliki wajah yang manis. Tetapi bukan hanya manis. Ada kewibawaan dan ketenangan yang membuat orang-orang Kenya takjub dengannya. Mengalahkan kedewasaan orang dewasa.
    Kinilah saatnya Syaikh cilik itu memberikan taushiyah. Tangannya yang dari tadi memainkan jari-jarinya, berhenti saat namanya disebut. Ia bangkit dari kursi menuju podium.
    Setelah salam, ia memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi. Bahasa Arabnya sangat fasih, diakui oleh para ulama yang hadir pada kesempatan itu. Hadirin benar-benar takjub. Bukan hanya kagum dengan kemampuannya berceramah, tetapi juga isi ceramahnya membuka mata hati orang-orang Kristen yang hadir pada saat itu. Ada seberkas cahaya hidayah yang masuk dan menelusup ke jantung nurani mereka.
    Selain pandai menggunakan ayat al-Quran, sesekali Syarifuddin juga mengutip kitab suci agama lain. Membuat pendengarnya terbawa untuk memeriksa kembali kebenaran teks ajaran dan keyakinannya selama ini.

    BalasHapus
  4. Begitu ceramah usai, orang-orang Kristen mengajak dialog bocah ajaib itu. Syarifuddin melayani mereka dengan baik. Mereka bertanya tentang Islam, Kristen dan kitab-kitab terdahulu. Sang Syaikh kecil mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Dan itulah momen-momen hidayah. Ratusan pemeluk Kristiani yang telah berkumpul di sekitar Syarifuddin mengucapkan syahadat. Menyalami tangan salah seorang perwakilan mereka, Syarifuddin menuntun syahadat dan mereka menirukan: “Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah.”
    Syahadat agak terbata-bata. Tetapi hidayah telah membawa iman. Mata dan pipi pun menjadi saksi, air mata mulai berlinang oleh luapan kegembiraan. Menjalani hidup baru dalam Islam. Takbir dari ribuan kaum muslimin yang menyaksikan peristiwa itu terdengar membahana di bumi Kenya.
    Bukan kali itu saja, orang-orang Kristen masuk Islam melalui perantaraan bocah ajaib Syarifuddin Khalifah. Di Tanzania, Libya dan negara lainnya kisah nyata itu juga terjadi. Jika dijumlah, melalui dakwah Syarifuddin Khalifah, ribuan orang telah masuk Islam. Ajaibnya, itu terjadi ketika usia Syaikh kecil itu masih lima tahun.
    Para ulama dan habaib sangat mendukung dakwah Syaikh Syarifuddin Khalifah. Bahkan ulama besar seperti al-Habib ali al-Jufri pun rela meluangkan waktunya untuk bertemu anak ajaib yang kini remaja dan berjuang dalam Islam. (Dikutip dari buku Mukjizat dari Afrika, Bocah yang Mengislamkan Ribuan Orang; Syarifuddin Khalifah).
    Koleksi video Syarifuddin Khalifah saat kecil hingga dewasanya bisa Anda lihat di saluran ini: http://www.youtube.com/channel/UCvBjZN8LVWwvPh4eLLxmY-w/videos
    Sya’roni As-Samfuriy, Cikarang Bekasi 20 Mei 2014

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hati2 bro iman benar, nanti si anak jadi nabi baru, saingannya Mohammad.
      bisa jadi senjata makan tuan.

      Hapus
  5. HEY IMAN BENAR,!!! PRET EPRETTT -EPRETTTT!!!!! cerita bohong dari bocah jin islam titisan iblis dari ka"bah arab yg menyesatkan di Afrika, gua gak prcaya ituuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar :)

      Iman benar,

      agama kalian aja mengajar bahawa jin bisa memeluk agama islam,
      jika dipikirkan,jin adalah setan,masih boleh bertobat?
      enggak logik

      Hapus
    2. ini malah ga logik banget, tuhan kok mau-maunya lahir jadi manusia lalu disalib untuk menebus dosa.....yg mengampuni dosa siapa? Tuhan maha pengampun, dosa hanya bisa ditebus dengan BERTAUBAT dan BERBUAT KEBAIKAN

      Hapus
    3. setan itu dari golongan jin yang KURUF terhadap Tuhan dan mengajak manusia kedalam kesesatan. jadi jin sendiri makhluk yang diberi kebebasan memeluk agama apa saja termasuk islam kristen dll.

      Hapus
  6. Di atas adalah cerita /dongeng bagus bagi mereka yang suka membacanya ... (Mayoritas) Orang IND masih banyak yang suka dongeng? Bayangkan kalau kita percaya sama suatu kepercayaan berdasarkan dongeng. KALAU dongeng itu baik ajarannya sih oke-oke saja, tetapi kalau tidak masuk akal, apalagi hasil ajarannya banyak anarkis-nya > masih mau dibilang baik??? Memang tidak ada agama yang ideal /baik... Minimal kita bisa pilih yang dapat membuat orang tidak anarkis dan ber-logika sedikit itu sudah baik... Masih mau percaya buku yang jatuh dari surga? Pakai bahasa apa itu???

    BalasHapus
  7. Pastinya semua agama mengajarkan kebaikan. Semua manusia punya hak menentukan hidupnya, termasuk memilih ajaran yg teraik baginya. Apapun dasarnya pilihan manusia itu, tak tak layak utk kita campuri. Yang harus kita lakukan adalah menghargai pilihan orang lain. Tentu saja kitaboleh merasa benar dg pilihan kita, tetapi jangan berfikir bahwa pilihan orang lain tidak benar. Hidup berdampingan dan saling dukung itu adalah keindahan dan kedamaian.

    BalasHapus
  8. Wakakakk lucu kau anonim 00.04, marah yah klo yang dikatakan iman itu benar?? Dan anonim 08.17 alquran /yang km blg buku jatuh dr surga,n amanya kuasa allah maha kuasa apapun bisa terjadi lupa yah yang namanya tuhan maha besar dia yang menciptakan manusia jd busa berbuat apa aja, mematikan manusia aja bisa! emangnya tuhan km manusia sih jadi terbatas kekuatannya.

    BalasHapus
  9. untuk chesea olivia, selamat yah..... selamat masuk ke dalam kawan domba yang utuh.

    BalasHapus
  10. Bocah ajaib...sungguh ajaib bahkan telah berhasil mengalahkan nabi-nabi besar termasuk Muhamad. Logikanya, jika boca itu itu tlah berhasil mengajarkan seperti yg dikisahkan itu, mengapa ia tdk dijadikan Nabi sebab kisah hidupnya telah melampaui kisah keanggungan para Nabi-nabi besar. Sungguh, jika bayi itu melakukan hal itu, Ia telah menyamakan diri dengan Tuhan sebab hanya Tuhanlah yg bisa melakukan hal yg luar biasa, sekalipun bocah itu adalah bentuk ciptaan keagungan Tuhan, ingatlah Tuhan tidak pernah menciptkan hal-hal di luar kewajaran manusia hanya uk mengimani-Nya... Tuhan benar-benar menciptakan manusia agar bisa diterima oleh hati dan rasio manusia. Ingatlah itu!!!

    BalasHapus
  11. "Hi!..
    Greetings everyone, my name Angel of Jakarta. during my
    visiting this website, I found a lot of useful articles, which indeed I was looking earlier. Thanks admin, and everything."
    Ejurnalism

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. Buat saudaraku yg katolik biarin aja yg ngirim tuh anggap aja lgi cerita dongeng .

    BalasHapus
  14. perkenalkan nama saya Alexander Lukas..(Katholik)
    saya dari lahir berkeyakinan Yesus saya tinggal di JOgjakarta
    saya tumbuh menjadi besar masih setia pada Yesus
    menikah pun saya akan secara Katholik...
    begitu anak2 saya nanti saya akan katholik-an
    saya mati nanti tentu juga akan secara Katholik...
    tenang aja teman2...
    emng banyak kok CELOTEH-nya
    tp saya anggap lagu yg suaranya jelak aja..
    kayak audisi Indonesian Idol yg nyanyi suaranya jelek pake koprol pula..
    wkwkwkwkwkwwkw

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...