Sabtu, 31 Mei 2014

Hari Ini Jokowi Kunjungi Julius, Korban Kekerasan FPI


JAKARTA - Calon Presiden Joko Widodo akan mengunjungi korban kekerasan Direktur Galang Press Julius Felicianus (54) di Yogyakarta. Demikian dikatakan anggota tim pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Eva Kusuma Sundari ketika dikonfirmasi, Jumat (30/5/2014). "Pak Jokowi akan ke Jogja, Sabtu (30/5/2014), akan diatur menemui Pak Julius," tutur Eva Kusuma Sundari.

Eva mengatakan agenda Jokowi ke Yogyakarta bertemu dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Namun, Jokowi juga akan menyempatkan diri mengunjungi Julius yang sedang dirawat di RS Panti Rapih, Yogyakarta. "Pak Jokowi akan memberikan penguatan. Pak Julius juga salah satu relawan Jaring Jogja Pro Jokowi," katanya.

Peristiwa kekerasan ini berawal saat ibadat doa rosario di rumah Julius digelar pada pukul 19.00 WIB. Satu jam kemudian, sekitar pukul 20.20 WIB, tiba-tiba sekelompok orang bergamis datang dan langsung melempari rumah Julius dengan batu. Lalu mereka juga merusak rumah Julius.

Sekelompok pria yang diduga berasal dari Front Pembela Islam (FPI) dengan berpakaian jubah gamis mengobrak-abrik kegiatan ibadat doa rosario yang biasa dilakukan umat katolik Santo Fransiscus Agung Gereja Banteng, yang digelar di Perum YKPN, Tanjungsari Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kamis (29/5) malam. 

Akibat aksi brutal tersebut, korban bernama Julius Felicianus (54) yang merupakan Direktur Galang Press menderita luka robek setelah dipukul benda keras. Korban juga mengalami luka lebam pada bagian muka dan mata. "Ada sekitar delapan orang yang mengroyok saya, tapi saya lihat ada banyak orang yang menggunakan pakaian serupa dan membawa alat pemukul dan senjata tajam," ujarnya.

Akibat kejadian itu, ia merasa keluarganya terancam. Julius mengaku tidak harus melapor ke polisi atas kejadian itu. Namun, polisilah yang harus menindaklanjuti kasus yang jelas sudah terjadi itu.  Selain menganiaya Julius, sekelompok massa itu juga menganiaya jemaat. Ada yang dipukuli dengan kayu, besi, dan bahkan ada pula yang disetrum.

Aksi brutal kelompok orang tak dikenal itu juga menimpa Mikael Irawan, wartawan Kompas TV yang bermaksud meliput kejadian itu, juga dihajar oleh kelompok massa itu. Selain mendapatkan penganiayaan, kamera video miliknya juga dirampas. "Kebetulan saya tinggal di dekat lokasi kejadian. Begitu mendengar ada keributan massa, saya langsung mendatangi lokasi. Tapi begitu mengambil gambar, saya dikeroyok dan kamera dirampas," ungkapnya.

Kejadian tersebut saat ini masih dalam penyelidikan Polres Sleman. Petugas yang mendatangi lokasi langsung memasang garis polisi.

Tindakan brutal sekelompok massa dengan senjata tajam dan tumpul itu merupakan tindak anarkis dan intoleran dalam kehidupan beribadah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa waktu lalu kejadian serupa juga terjadi di Gunung Kidul, yakni berupa penutupan sebuah gereja dan penganiayaan terhadap aktivis lintas agama.

10 komentar:

  1. Kejadian seperti ini sudah di Nubuatkan oleh Tuhan Yesus dan mengatakan jangan takut kepada yang hanya bisa membinasakan tubuh,takutlah pada yang bisa membinasakan tubuh dan roh.Waktu Penghakiman sudah dekat.

    BalasHapus
  2. *diduga FPI. Judulnya profakatif -__-

    BalasHapus
  3. Tapi emg biasanya sih mereka2 ini yg suka bertindak anarkis..jgn salahkan kalau ada kejadian seperti ini yg diduga adalah mereka..

    BalasHapus
  4. Sebaiknya memang di berikan bukti-bukti yang akurat kalau memang dari FPI, tapi kalau memang sudah jelas harus di tindak dengan tegas berdasarkan hukum yang berlaku. Sesungguhnya yang perlu DI SOROTI bukanlah kelompok-kelompok yang bertindak anarkis atau sebaliknya yang menerima tindakan anarkis, tetapi bagaimana HUKUM berjalan, dan bahkan yang harus di SOROTI lebih khusus adalah PELAKU-PELAKU penegak HUKUMNYA. Kalau memang tidak sanggup menjalankan fungsi dan jabatannya lebih baik mundur. Kejahatan terus terjadi bukan hanya karena ada niat, bukan juga hanya karena ada kesempatan TETAPI JUGA KARENA TIDAK MENDAPATKAN HUKUMAN! - Salam

    BalasHapus
  5. intinya mereka ingin membantai kristen tapi tidak ingin keagaman mereka disalahkan ! dasar MUNAFIK

    saya tidak bermaksud bagi mereka yang yang lebih mengerti islam dari orang orang munafik ini;
    saya tau klo islam cinta damai begitu juga kami, tapi banyak orang munafik yang menggunakan nama agama agar dilindungi oleh sesama nya

    BalasHapus
  6. saya harap ada keadilan dan perdamaian,,,janganlah biarkan kekerasan berlanjut hingga menimbulkan kerusuhan antar agama,,,kepada pak joko w,,,saya berharab bapak dapat segera membubarkan serta memberikan hukuman kepada seluruh komplotan biadab itu serta menghapus kekejian demi menjadi negara yang berperikemanusiaan...

    BalasHapus
  7. Fantastic goods from you, man. I have bear in mind your
    stuff prior to and you're simply extremely wonderful. I actually like what you
    have obtained right here, certainly like what you're saying and the best way
    by which you are saying it. You are making it enjoyable and you continue to take care of to
    keep it wise. I can not wait to learn much more from you.
    That is really a tremendous website.

    Also visit my webpage ... magento themes

    BalasHapus
  8. Spot on with this write-up, I really believe that this website needs
    a great deal more attention. I'll probably be returning to read more,
    thanks for the info!

    My webpage - magento themes

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...