Jumat, 13 Juni 2014

Gereja Katolik Phoenix Diserang, Seorang Pastor Tewas




PHOENIX - Seorang pastor ditembak dalam serangan Rabu malam (11/06/14) di sebuah Gereja Katolik Mercy Mission di pusat kota Phoenix, Arizona. Pastor Kenneth Walker, 28, tewas seketika dalam serangan itu. Sementara Pastor Joseph Terra, 56, dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis setelah dipukuli.

"Kami terkejut dan sangat sedih atas serangan tragis yang dilakukan malam itu terhadap Bapa Terra dan Bapa Walker, dua imam ordo religius yang berasal dari Fraternitas Sacerdotalis Sancti Petri (FSSP / Persaudaraan Imam-imam St. Petrus)," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Keuskupan Phoenix.

Polisi bergegas datang ke lokasi kejadian setelah menerima telepon sekitar pukul 9.00 malam waktu setempat pada hari Rabu itu, tetapi hingga kini belum memiliki tersangka yang bertanggung jawab atas kejadian itu.

"Itu adalah pemandangan yang buruk," kata sersan polisi Steve Martos sebagai polisi yang menyelidiki TKP di gereja. "Kami hanya tidak yakin apa motif dari penyerangan ini," katanya.



Sekitar puluhan umat berkumpul di seberang jalan, berlutut di trotoar dan berdoa rosario untuk mendoakan pastor yang mereka cintai. Sebuah karangan bunga dan foto Walker tergeletak di trotoar.

Umat ​​paroki, Diane Harmon terisak saat berbicara mengenai Pastor Walker dan Pastor Terra dan tindakan kekejaman yang tidak masuk akal untuk dilakukan.

"Panggilan mereka benar-benar terjawab dalam paroki ini. Orang yang sangat damai, orang yang sangat damai, penuh kasih, baik dan amal," kata Harmon.

"Mereka benar-benar peduli tentang kesucian jiwa dan menyelamatkan jiwa," tambahnya. "Sulit untuk membayangkan, tapi sayangnya masyarakat kita hidup dalam masyarakat tak bertuhan. Ini durhaka."

Walikota Phoenix, Greg Stanton mengatakan sangat terkejut dan sedih dengan insiden yang terjadi. Dirinya meminta warga untuk ikut membantu mengidentifikasi pelaku.

"Tragedi yang terjadi tadi malam di Gereja Katolik Mercy Mission pada intinya kami setiap warga Amerika harus merasa aman di rumah ibadah dan bahwa nilai dasar dilanggar tadi malam dengan cara yang tak terkatakan," kata Stanton.



Pastor Fred Adamson, vikjen Keuskupan Agung Phoenix, mengatakan "Tindakan itu membawa banyak penghiburan bagi kita sebagai umat Katolik bahwa kita harus mampu untuk bertahan dalam penderitaan."

Terra dan Walker menjabat sebagai Imam dan Pastor pembantu dari FSSP (Fraternitas Sacerdotalis Sancti Petri), sebuah komunitas imam Katolik yang hanya merayakan Misa Tridentin dan tidak merayakan Misa Novus Ordo di gereja yang terletak di sepanjang hamparan pasir dari pusat kota Phoenix.

Adamson pernah mengatakan pada kedua imam ini bahwa gereja adalah tempat yang aman untuk hidup. "Bapa Terra adalah orang yang cukup kuat. Dia tidak takut siapa pun," kata Adamson.

Sumber :

3 komentar:

  1. Ampunilah mereka karena tidak menyadari apa yang diperbuatnya. Mungkinkah Teroris(type yang suka meledakkan/menyerang rumah ibadah) macam di Indonesia nyebar ke Amerika?

    BalasHapus
  2. Tuhan tidak menjanjikan perjalanan mulus untuk mengikutinya, tapi Tuhan menjanjikan surga untuk mengikutinya. Semoga damai sejahtera dari Tuhan selalu tercurah atas hidup kita semua. Amin

    BalasHapus
  3. Semoga iman kita semakin dikuatkan dengan kejadian ini. Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Jadilah pendoa buat kami pater....

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...