Rabu, 02 Juli 2014

Surat Terbuka Romo Franz Magnis Suseno untuk Prabowo Subianto

Surat Terbuka Romo Franz Magnis Suseno untuk Prabowo Subianto

Tradisi saling berkirim surat terbuka tampaknya jadi tren baru di Pilpres 2014 ini. Setelah putri Amien Rais, Tasniem Fauziah berkirim surat ke Jokowi, yang lantas dibalas sejumlah orang, kini giliran budayawan Franz Magnis Suseno mengutarakan kegelisahannya.

Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat (STF) Driyarkara, Franz Magnis Suseno tampaknya ingin berbagi kegelisahan. Rohaniawan Katolik ini mengungkapkan kekhawatirannya kepada salah satu capres.

Romo Magnis mengirimkan suratnya yang ditujukan kepada Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 1. Surat ini diposting dalam beberapa forum internet dan media sosial seperti facebook dan twitter. Situs laskarjokowi.com juga memposting surat yang disusun, Rabu (25/6/2014).

Berikut isi surat Romo Franz Magnis Suseno yang ditujukan kepada Prabowo Subianto.


Saudara-saudari,

Pertama, saya mohon maaf kalau kiriman ini yang jelas berpihak, tidak berkenan, apalagi di masa puasa. Namun beberapa hari sebelum pilpres saya merasa terdorong sharing kekhawatiran saya.

Saya mau menjelaskan dengan terus terang mengapa saya tidak mungkin memberi suara saya kepada Bapak Prabowo Subiyanto. Masalah saya bukan dalam program Prabowo. Saya tidak meragukan bahwa Pak Prabowo, sama seperti Pak Joko Widodo, mau menyelamatkan bangsa Indonesia. Saya tidak meragukan bahwa ia mau mendasarkan diri pada Pancasila. Saya tidak menuduh Beliau antipluralis. Saya tidak meragukan iktikat baik Prabowo sendiri.

Yang bikin saya khawatir adalah lingkungannya. Kok Prabowo sekarang sepertinya menjadi tumpuan pihak Islam garis keras. Seakan-akan apa yang sampai sekarang tidak berhasil mereka peroleh mereka harapkan bisa berhasil diperoleh andaikata saja Prabowo menjadi presiden? Adalah Amien Rais yang membuat jelas yang dirasakan oleh garis keras itu: Ia secara eksplisit menempatkan kontes Prabowo – Jokowi dalam konteks perang Badar, yang tak lain adalah perang suci Nabi Muhammad melawan kafir dari Makkah yang menyerang ke Madinah mau menghancurkan umat Islam yang masih kecil! Itulah bukan slip of the tongue Amien Rais, memang itulah bagaimana mereka melihat pemilihan presiden mendatang.

Mereka melihat Prabowo sebagai panglima dalam perang melawan kafir. Entah Prabowo sendiri menghendakinya atau tidak. Dilaporkan ada masjid-masjid di mana dikhotbahkan bahwa coblos Jokowi adalah haram. Bukan hanya PKS dan PPP yang merangkul Prabowo, FPI saja merangkul.

Mengapa? Saya bertanya: Kalau Prabowo nanti menjadi presiden karena dukungan pihak-pihak garis keras itu: Bukankah akan tiba pay-back-time, bukankah akan tiba saatnya di mana ia harus bayar kembali hutang itu? Bukankah rangkulan itu berarti bahwa Prabowo sudah tersandera oleh kelompok-kelompok garis keras itu?

Lalu kalimat gawat dalam Manifesto Perjuangan Gerindra: “Negara dituntut untuk menjamin kemurnian ajaran agama yang diakui dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan dari ajaran agama”. Kalimat itu jelas pertentangan dengan Pancasila karena membenarkan penindasan terhadap Achmadiyah, kaum Syia, Taman Eden dan kelompok-kelompok kepercayaan.

Sesudah diprotes Dr. Andreas Yewangoe, Ketua PGI, Pak Hashim, adik Prabowo, sowan pada Pak Yewangoe dan mengaku bahwa kalimat itu memang keliru, bahwa Prabowo 2009 sudah mengatakan harus diperbaiki dan sekarang sudah dihilangkan. Akan tetapi sampai tanggal 25 Juni lalu kalimat itu tetap ada di Manifesto itu di website resmi Gerindra. Bukankah itu berarti bahwa Hashim tidak punya pengaruh nyata atas Gerindra maupun Prabowo?

Terus terang, saya merasa ngeri kalau negara kita dikuasai oleh orang yang begitu semangat dirangkul dan diharapkan oleh, serta berhutang budi kepada, kelompok-kelompok ekstremis yang sekarang saja sudah semakin menakutkan.

Lagi pula, sekarang para mantan yang mau membuka aib Prabowo dikritik. Tetapi yang perlu dikritik adalah bahwa kok baru saja sekarang orang bicara. Bukankah kita berhak mengetahui latar belakang para calon pemimpin kita?

Prabowo sendiri tak pernah menyangkal bahwa penculikan dan penyiksaan sembilan aktivis yang kemudian muncul kembali, yang menjadi alasan ia diberhentikan dari militer, memang tanggungjawabnya. Prabowo itu melakukannya atas inisiatifnya sendiri.

Saya bertanya: Apa kita betul-betul mau menyerahkan negara ini ke tangan orang yang kalau ia menganggapnya perlu, tak ragu melanggar hak asasi orang-orang yang dianggapnya berbahaya? Apa jaminan bahwa Prabowo akan taat undang-undang dasar dan undang-undang kalau dulu ia merasa tak terikat oleh ketaatan di militer?

Aneh juga, Gerindra menganggap bicara tentang hak-hak asasi manusia sebagai barang usang. Padahal sesudah reformasi hak-hak asasi manusia justru diakarkan ke dalam undang-undang dasar kitab agar kita tidak kembali ke masa di mana orang dapat dibunuh begitu saja, ditangkap dan ditahan tanpa ‎proses hukum.

20 komentar:

  1. Seharusnya kita bisa menelaah hal-hal bijak dan positif yang ada di pribadi calon pemimpin kita agar bisa memimpin rakyat dan mensejahterakan rakyatnya jika menjadi pemimpin lagi, bukan berdasarkan SARA.

    BalasHapus
  2. ah..tai kucing omongan lu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tai anjing lu.....

      Hapus
    2. Anonim 09.53. Tai Kuda lu

      Hapus
    3. Kasar sekali mulut anda! Menurut anda, apakah orang yg dewasa layak bicara kasar dengan sumpah serapah di online media? Anda mengatai orang lain dan apakah kata2 kotor yg anda berikan ke org lain adalah cerminan siapa anda? Hormati diri anda sendiri melalui perkataan dan tindakan.

      Hapus
  3. saya sangat meragukan ini tulisan Romo Franz Magnis Suseno, kamampuan dan gaya tulisan bedah jauh dengan dengan tulisan Romo Franz Magnis Suseno yang lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan sumbernyapun gak jelas, dari BBM

      Hapus
  4. Anonim, ga usah pake tai kucing bisa?

    BalasHapus
  5. kwkwkwkkwkw. anonim nasehatin anonim.

    lucu

    BalasHapus
  6. di pikir2..... benar juga (tapi jangan di pikirin anonim tai kucing di atas ... pasti bau)

    BalasHapus
  7. Kalau menelaah tulisan Romo ini, sepertinya kelompok2 Islam yang ada sekarang ini sdh dipastikan "garis keras" semua, berarti orang2 Islam yang ada ini tidak disukai dong, jadi mana lagi orang Islam yang masih bisa Romo terima????
    Adilkah pandangan seperti ini???? silahkan nilai sendiri, yang suka2 komentar bawa kucing...bawa kucing sendirilah sana....

    BalasHapus
  8. Romo sudah tua, sudah pikun, istirahat aja.. lagian kalau gereja sudah mulai ikut campur lagi, balik lagi lah kita ke jaman abad pertengahan.

    BalasHapus
  9. balikin fakta aja lu....tukang bohong,,pandai lu bersilat lidah...laknat

    BalasHapus
  10. Sebenernya alasan banyak pihak islam lebih berat ke prabowo bukan 100% krn dirinya, tapi lingkungannya memang lebih aman, banding kan dengan Jokowi yang di partai nya membawa islam syiah, islam syiah inilah yang yg melenceng dr islam, yang memperbolehkan kawin mutah, kawin berulang2 dan boleh incest.. nauzubillah. yang melaknat sahabat2 nabi yang lain.. jadi bukan krn tidak mendukung jokowi.. tp lingkungannya jokowi juga lebih berbahaya. dan mungkin bagi orang yang benci dgn islam justru akan di dukung. jadi karna cm 2 pilihan ya yg agak mending yg dipilih.. padahal kan belum tentu juga jokowi masukin orang2 syiah di kabinetnya.. tp ya lebih baik jaga2 kan daripada merusak bangsan.. saya cuma bingung sm pluralis.. tanpa aturan yg jelas bukannya justru menjurus ke kebebasan yang berlebih ya? sudah terbukti di negara yg menganut pluralis kebablasan semua,, dan kalau mau dibilang pluralis.. islam jg "pluralis" tapi ada batasan dan aturan nya. itu kenapa di islam kita hidup rukun berdampingan dengan agama lain. bayangkan kalau yg anda umat kristen benar tuduhkan terhadap umat muslim trhadap ajarannya yang barbar dsb dan kalian bisa hidup tenang bahagia di negara yang mayoritas nya muslim terbesar di dunia.. tanya kenapa? kalau mau di jalankan semua yang dituduhkan di islam apa hidup umat lainnya bisa lebih tenang? please think before u act. kalau selama ini dibohongi sama gereja atau anggap saja ngga dibohongi cari sumber dong ditempat lain.. datang ke masjid besar.. belajar bagaimana islam,, tanya yang gereja tuduhkan kepada umat islam itu benar atau ngga? jangan cuma di brainstorm lgsung percaya.. sedangkan kitab injil yg sangat saya hormati sudah di ubah2 oleh gereja seenaknya tidak asli lg. jd sumber darimana yang menguatkan gereja? saya ga menampik pergaulan umat muda islam di indonesia semakin parah, thanks to pluralisme right? coba keluarga anda yang kena dampak nya saya yakin yang teriak pluralisme dan tau geliatnya juga akan membentengi keluarga nya dari pluralisme, jadi sekali lagi bukan karena karena prabowo nya. tapi lingkungan jokowi lebih dapat menyesatkan umat islam. wasalam :)

    BalasHapus
  11. allhamdulillah jika partai ISLAM menang, cuma ingin syariat ISLAM ditegakkan
    tetapi jika :
    katolik menang, indonesia akan dikatoliksisasi.
    kristen menang, Indonesia akan dikristenisasi
    syiah menang, Indonesia akan di Syiahnisasi (lebih parah Syiah lebih senang jika umat ISLAM menjadi kafir dari pada tetap menjadi ISLAM
    yang lebih mengerikan jika Alkhohol dilegalkan, Pelacuran dilegalkan, dan semua Maksiat dilegalkan, demi memperoleh pengikut segala cara di legalkan. inilah kelebihan agama yang dibuat oleh manusia. lebih mengejar hawa nafsu belaka.

    BalasHapus
  12. Jesus christ is my savior

    BalasHapus
  13. Ora tak pikir, mengko mundhak gendheng.

    BalasHapus
  14. saya berpikir ketakutan terbesar umat Islam mendukung Parobowo yang otomatis Abuse Power karena pertama-tama mereka tidak mau jakarta yang notabene dihuni umat Islam dipimpin oleh orang Non Islam. kalau Jokowi menang, yah otomatis Ahok yang non muslim jadi gubernur lahh..lah kalau jokowi presiden pasti Ahok gubernur dan hancurlah harapan umat islam.... sya pribadi mendukung Parobowo tidak jadi presiden.....

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...