Senin, 21 Juli 2014

Ultimatum ISIS: Pindah Islam, Bayar Jizyah atau Mati! Warga Kristen Irak Pilih Meninggalkan Kota

Ultimatum ISIS: Pindah Islam, Bayar Jizyah atau Mati! Warga Kristen Irak Pilih Meninggalkan Kota
Tinggal kenangan: Umat menghadiri misa pada malam Natal di sebuah gereja di Mosul, sekitar 390 km (240 mil) utara Baghdad, 24 Desember 2009 (Reuters)
Reuters - ISIS telah mengeluarkan ultimatum kepada warga  Kristen di Irak utara yang semakin berkurang untuk masuk Islam, ataukah membayar retribusi agama atau menghadapi kematian, sebuah ultimatum yang disebarkan di kota Mosul yang kini telah dikuasai oleh militan ISIS. 

Ancaman yang dikeluarkan oleh ISIS, cabang Al Qaeda, yang memimpin serangan kilat bulan lalu dan berhasil menangkap daerah yang sangat luas di Irak utara, dan dilihat oleh Reuters, mengatakan, keputusan itu akan mulai berlaku pada hari Sabtu. 

Dikatakan oleh ISIS bahwa orang Kristen yang ingin tetap berada di "khalifah" beberapa bagian Irak dan Suriah harus setuju untuk mematuhi ketentuan dari kontrak "dzimmah" - praktek bersejarah di mana non-Muslim dilindungi oleh Muslim di tanah Muslim dengan imbalan retribusi khusus yang dikenal sebagai "jizyah". 

"Kami menawarkan mereka tiga pilihan: Masuk Islam, kontrak dzimmah - melibatkan pembayaran jizyah. Jika mereka menolak ini, mereka tidak akan mendapat apa-apa kecuali pedang," kata pengumuman itu. 

Seorang penduduk Mosul mengatakan bahwa ultimatum yang dikeluarkan atas nama ISIS di provinsi utara Irak Niniwe, telah disebarkan pada hari Kamis melalui pengeras suara di masjid-masjid. 

Dikatakan pemimpin kelompok ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, yang kini telah bernama Khalifah Ibrahim, telah menetapkan batas waktu hingga Sabtu bagi orang Kristen yang tidak ingin tinggal dan hidup di bawah syarat-syarat tersebut untuk "meninggalkan perbatasan Khilafah Islam". 

"Setelah tanggal ini, tidak ada apa-apa di antara kami dan mereka, kecuali pedang," katanya. 

Keputusan ini menegaskan bahwa ISIS menuntut orang-orang Kristen membayar retribusi jizyah dan melarang menampilkan iman mereka sebagai imbalan untuk perlindungan. 

Konsep dzimmah, yang mengatur non-Muslim yang hidup di bawah pemerintahan Islam, mundur kembali ke era awal Islam pada abad ke tujuh, tetapi sebagian besar dihapuskan selama reformasi Ottoman dari abad pertengahan ke-19. 

Mosul adalah rumah untuk beragam agama yang awalnya hidup damai, memiliki populasi Kristen sekitar 100.000 selama satu dekade yang lalu. Saat Irak dipimpin oleh Saddam Hussein, umat Kristen dan minoritas lainnya dilindungi oleh negara.

Namun gelombang serangan terhadap warga Kristen mulai terjadi setelah invasi Amerika Serikat ke Irak pada tahun 2003 yang dilakukan oleh Presiden AS George W. Bush untuk menggulingkan Saddam Hussein dan berhasil menghancurleburkan Irak. Sejak saat itu kelompok-kelompok ekstrimis radikal islam mulai berani melancarkan serangan-serangan ke warga Kristen. Jumlah umat Kristen di Mosul mulai menurun secara perlahan. 

Warga Mosul yang melihat ultimatum ISIS memperkirakan penduduk kota yang Kristen sebelum pengambilalihan militan bulan lalu sekitar 5.000 orang. Sebagian besar dari mereka telah melarikan diri ke Dohuk dan Arbil, sekarang menyisakan mungkin hanya 200 orang di kota, katanya. 



Baca juga:

11 komentar:

  1. Hanya iblis yg mampu memaksakan seseorang untuk mengikuti kemauannya.

    BalasHapus
  2. liat lebih dalam7 Agustus 2014 07.56

    bagi warga non muslim di indonesia ngak perlu khawatir dengan ISIS sebab isis ini sudah melenceng dari rencana besar pemimpin-pemimpin muslim dunia.

    pemimpin operasi " Islam Domination " di indonesia pun gusar dan geram sebab isis malah memakai cara-cara kuno dalam syiar islam.

    "ISIS maen nya ngak cantik sih" tiru dong cara di indonesia yang terstruktur massive dan sistematis. atau paling simple nya ikuti tuh cara transtv. propaganda kan islam itu indah, damai, hebat, nyaman, bagus, dll pokok nya yang baik-baik aja trus buat kesan kalau perlu fitnah para non muslim agar terlihat jelek pokok nya yang buruk dan jelek itu pasti non muslim.

    lain kali ISIS maen cantik ya.
    menjegal non muslim itu sudah tepat tapi jangan ketahuan dong sebab nanti nama islam bisa jelek
    jangan mengacaukan gerakan Islam Domination yang sedang dalam masa emas nya

    BalasHapus
  3. Islam itu klo ga nipu pasti bunuh, rampok, perkosa...ngikutin junjungannya..bner kampret ni ajaran

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Ayat2 yg ada dlm Qur-an itu ngaco/berkelahi didlm tubuhnya sendiri. Rupanya disaat buku " suci " itu ditulis si nabi lagi mabuk, marah, patah hati, jatuh cinta, dendam, putus asa, kecewa, birahi, kerasukan setan, gila hormat dsb. Orang yang berhikmat mana mau percaya dgn ajaran seperti itu, masakan allah harus mengajari kita untuk membunuh wong nenek moyang yang tidak kenal allah saja bisa melakukannya .Kita mau Allah yang bisa beri keselamatan bukan ngajari bagaimana membunuh / dibunuh. Yesus adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Aku tidak mau allah yang mau aku mati untuk dia, aku mau Allah di dlm Yesus yang rela mati buat aku supaya aku bisa hidup.

    BalasHapus
  6. isis itu dongo dia ngga ngerti jizya itu apa. jizya itu wajib cuma buat laki2 dewasa yang ngga mampu ngga wajib bayar. jizyah beda beda dikit sama zakat. kalo orang muslim bayar zakat kalo non muslim bayar jizya sama aja kayak diindo bayar pajak. tapi si isis ini dongo emang dah dia piaraan amerika, isis itu berasa suci.

    agama apa aja kalo dipelintir sama orang yang sok suci jadi ngga beda sama setan..

    lo baca secara agama lo sendiri dah..

    kalo ngga tau agama islam jangan sok tau nilai islam dari orang islam model gila kaya isis.

    BalasHapus
  7. harus membayar mahal akibat serbuaan paman sam ASU,susah kan beribadah kalau aliran keras meraja lelah,ISLAM AGAMA DAMAI,,,tapi jgn pernah anda usik,bersyukurlah anda menjadi minoritas dinegara INI tanpa anda harus dilarang beribadah seperti di PALESTINE
    IRAK,SURIA,LIBYA,bukankah dari agama anda mengingin kan perang membasmi pemimpin terpilih,dgn alasan diktator,pecahnya tim-tim tidak terlepas dari campur tangan pihak gereja
    Saya berusaha dgn sabar dgn blog anda ini,.......

    BalasHapus
  8. jizyah itu sama dengan pajak kalau di sini, jadi apa salahnya? di sini saja orang islam dikuasai orang islam bayar pajak, konsep dzimmah tu kan orang non muslim hidup di bawah perlindungan penguasa muslim, dijamin keselamatan dan hak-haknya, soal bayar jizyah atau pajak itu hal biasa, emang orang indonesia tak bayar pajak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Non Muslim di bawah perlindungan penguasa muslim hanya di jadikan dhimmi / budak, warga kelas dua, budak tidak mempunyai hak apa2, pajak Jizyah pajak kemananan bagi non muslim yg tinggal di wilayah Islam Timur Tengah.

      Hapus
  9. Ini semua ada di ayat alquran dan hadis, isis menjalankan sesuai dengan apa yang mereka imani.

    BalasHapus
  10. Mengerikan.. Semoga Tuhan Yesus mengampuni segala dosa mereka yang membunuh, mencaci, memaki, memperkosa umat-Nya. Damai dalam kristus. Tidak akan goyah meski nyawa taruhannya. Tidak dengan kekerasan melainkan dengan kasih Kristus kita mengimani Iman kita

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...