Minggu, 15 Februari 2015

Menguak Injil-Injil Rahasia


Menguak Injil-Injil Rahasia

Tulisan ini boleh dikatakan merupakan ringkasan/resensi dari buku ‘Menguak Injil-injil Rahasia’ yang ditulis oleh Romo Deshi Ramadhani, diterbitkan oleh Penerbit Kanisius, tahun 2007.

Kitab Suci orang Kristen yang  biasa disebut Alkitab adalah kebenaran mutlak bagi orang Kristen. Ia merupakan suatu identitas yang melekat pada umat ini. Hubungan antara orang Kristen dan Alkitab itu adalah seperti antara umat Islam dengan Al Quran, Negara Indonesia dengan mata uang Rupiah, atau antara Negara Indonesia dengan bahasa Indonesia. Dengan kata lain keduanya tak terpisahkan. Apalagi bagi umat Kristen, sepertinya, Alkitab merupakan DNA yang mengandung kode genetik dirinya.

Memang pada sekitar abad ke-4 sangat marak dengan ditemukannya banyak sekali injil-injil atau tulisan-tulisan suci yang lain dari yang diakui oleh jemaat Kristen. Dengan itu berkembang pula bidat-bidat dengan ajaran-ajarannya yang sesat, yang mau menumpang nama Kristen. Situasi ini mirip sekali sebuah negara yang sedang dibanjiri dengan uang palsu. Tentu saja tujuan dari semua itu adalah untuk mencegah orang luar untuk masuk memeluk iman Kristen yang benar, dan juga untuk membingungkan umat Kristen dan menghancurkan pesan suci. Situasi tersebut kemudian dapat dikendalikan dengan melalui penegasan para Bapa Gereja mengenai kanon Alkitab yang benar. Antara lain melalui Konsili Nicea yang terkenal itu.

Gereja Katolik atas kuasa Paus Roma telah mengkanonkan Kitab Suci.
Di bawah kepemimpinan Paus ke-37, St. Damasus I (366-384), dengan kuasa infallible (tidak dapat salah), Paus Roma menentukan kitab-kitab yang dimasukkan ke dalam Kanon Kitab Suci dan membuang beberapa kitab untuk tidak dimasukkan ke dalam Kanon Kitab Suci. Demikianlah umat Kristen menjadi yakin bahwa Alkitabnya yang digunakan sekarang sesuai dengan iman Gereja perdana.

Jangan terkejut! Demikianlah fakta sejarah. Ada RATUSAN Injil. Hanya 4 yang diakui oleh GEREJA. Mengapa?
Daftar kitab-kitab yang DITERIMA oleh Paus St. Damasus I untuk dimasukkan ke dalam Kanon Kitab Suci antara lain :
- Injil Matius
- Injil Markus
- Injil Lukas
- Injil Yohanes
- Kisah Para Rasul
- Surat Paulus kepada jemaat di Roma
- Surat Paulus kepada jemaat di Korintus 1
- Surat Paulus kepada jemaat di Korintus 2
- Surat Paulus kepada jemaat di Galatia
- Surat Paulus kepada jemaat di Efesus
- Surat Paulus kepada jemaat di Filipi
- Surat Paulus kepada jemaat di Kolose
- Surat Paulus kepada jemaat di Tesalonika 1
- Surat Paulus kepada jemaat di Tesalonika 2
- Surat Paulus kepada Timotius 1
- Surat Paulus kepada Timotius 2
- Surat Paulus kepada Titus
- Surat Paulus kepada Filemon
- Surat kepada orang Ibrani
- Surat Yakobus
- Surat Petrus 1
- Surat Petrus 2
- Surat Yohanes 1
- Surat Yohanes 2
- Surat Yohanes 3
- Surat Yudas
- Wahyu kepada Yohanes

Selain injil-injil kanonik yang tercantum dalam alkitab Perjanjian Baru seperti Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, sebetulnya terdapat lebih dari 300 Injil yang berbeda yang tersebar di masing-masing Gereja tanpa diketahui siapa penulisnya. Ada banyak injil dan surat-surat yang dimusnahkan dan dibakar oleh gereja perdana. Gereja Katolik melarang keras para jemaat mengetahui dan membaca injil-injil tersebut karena tidak sesuai dengan iman katolik sebagai gereja perdana. 

Daftar kitab-kitab yang DITOLAK oleh Paus St. Damasus I untuk dimasukkan ke dalam Kanon Kitab Suci antara lain :
- Injil Thomas
- Injil Maria Magdalena
- Injil Masa Kecil Yesus menurut Thomas
- Injil Masa Kecil Yesus menurut Yakobus
- Injil Petrus
- Injil Bartolomeus
- Injil Nikodemus
- Injil Nazorean
- Injil kaum Ebionit
- Injil Filipus
- Injil Ibrani
- Injil Andreas
- Injil Apelles
- Injil Barnabas
- Injil Basilides
- Injil Bardesanes
- Injil Eva
- Injil Fayum
- Injil Yakobus Kecil
- Injil Yudas Iskariot
- Injil Marcion
- Injil Mani
- Injil Maria
- Injil Matias
- Injil Thaddeus
- Injil Titan
- Injil Pseudo-Matius
- Injil Rahasia Markus
- Injil Valentinus
- Injil Scythianus
- Injil Hesychius
- Injil Encratites
- Injil Cerinthus
- Injil Dua Belas
- Injil Empat Wilayah Surgawi
- Injil Hidup
- Injil Kesempurnaan
- Injil Kebenaran
- Injil orang-orang Mesir
- Kisah Petrus dan Kedua belas Rasul
- Kisah Andreas
- Kisah Yohanes
- Kisah Thomas
- Kisah Paulus
- Dialog Sang Penyelamat
- Peribahasa Yesus
- Ajaran Yesus Kristus
- Ajaran Duabelas Rasul
- Rahasia dari Yohanes
- Konstitusi Kerasulan
- Keturunan Maria
- Pertanyaan dari Maria
- Apokrifa Yakobus
- Apokrifa Yohanes
- Khotbah Petrus
- Surat Abgar
- Surat Barnabas
- Surat Clement
- Surat Clement kepada jemaat di Korintus 1
- Surat Clement kepada jemaat di Korintus 2
- Surat Clement untuk kegadisan
- Surat Clement kepada Yakobus
- Surat Ignatius
- Surat Paulus kepada jemaat di Leodicea dan Alexandria
- Wahyu kepada Paulus
- Wahyu kepada Yakobus 1
- Wahyu kepada Yakobus 2
- Wahyu kepada Petrus

Kitab-kitab tersebut ditolak karena tidak sesuai dengan Tradisi Suci dan Magisterium Gereja Katolik. Dengan infalibilitas Paus Roma maka kitab-kitab tersebut dinyatakan sebagai bidaah (sesat) dan tidak layak untuk dibaca oleh umat kristen gereja perdana. Menarik bahwa orang-orang Kristen non-Katolik tidak menolak atau mempertanyakan otoritas dan karya Paus St. Damasus I ini. Dengan kata lain, mereka menerima bahwa Paus St. Damasus I adalah infallible (tidak dapat salah) dalam menentukan kitab-kitab dalam Kanon Kitab Suci.

Inilah dasar bahwa Magisterium Gereja Katolik kebal terhadap kesalahan (infalibilitas).
"Ciri tidak dapat sesat itu ada pada Imam Agung di Roma, kepala dewan para Uskup, berdasarkan tugas beliau, bila selaku gembala dan guru tertinggi segenap umat beriman, yang meneguhkan saudara-saudara beliau dalam iman, menetapkan ajaran tentang iman atau kesusilaan dengan tindakan definitif. Sifat tidak dapat sesat, yang dijanjikan kepada Gereja, ada pula pada Badan para Uskup, bila melaksanakan wewenang tertinggi untuk mengajar bersama dengan pengganti Petrus" (LG 25) terutama dalam konsili ekumenis. Apabila Gereja melalui Wewenang Mengajar tertingginya "menyampaikan sesuatu untuk diimani sebagai diwahyukan oleh Allah" (DV 10) dan sebagai ajaran Kristus, maka umat beriman harus "menerima ketetapan-ketetapan itu dengan ketaatan iman" (LG 25). Infallibilitas ini sama luasnya seperti warisan wahyu ilahi."
~ Katekismus Gereja Katolik 891
"Kebal Salah dari magisterium para gembala mencakup segala unsur ajaran, juga ajaran kesusilaan yang mutlak perlu untuk mempertahankan, menjelaskan, dan melaksanakan kebenaran-kebenaran iman yang menyelamatkan."
~ Katekismus Gereja Katolik 2051

Tidak ada Kitab Suci tanpa Gereja Katolik
"Dalam tradisi apostolik Gereja menentukan, kitab-kitab mana yang harus dicantumkan dalam daftar kitab-kitab suci. Daftar yang lengkap ini dinamakan "Kanon" Kitab Suci. Sesuai dengan itu Perjanjian Lama terdiri dari 46 (45, kalau Yeremia dan Lagu-lagu Ratapan digabungkan) dan Perjanjian Baru terdiri atas 27 kitab. Perjanjian Lama: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan, Yosua, Hakim-Hakim, Rut, dua buku Samuel, dua buku Raja-Raja, dua buku Tawarikh, Esra dan Nehemia, Tobit, Yudit, Ester, dua buku Makabe, Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung, Kebijaksanaan, Yesus Sirakh, Yesaya, Yeremia, Ratapan, Barukh, Yeheskiel, Daniel, Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, Maleakhi.Perjanjian Baru: Injil menurut Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, Kisah para Rasul, surat-surat Paulus: kepada umat di Roma, surat pertama dan kedua kepada umat Korintus, kepada umat di Galatia, kepada umat di Efesus, kepada umat di Filipi, kepada umat di Kolose, surat pertama dan kedua kepada umat di Tesalonika, surat pertama dan kedua kepada Timotius, surat kepada Titus, surat kepada Filemon, surat kepada orang Ibrani, surat. Yakobus, surat pertama dan kedua Petrus, surat pertama, kedua, dan ketiga Yohanes, surat Yudas, dan Wahyu kepada Yohanes."
~ Katekismus Gereja Katolik 120
Dari berbagai penjelasan di atas, kita lalu sampai pada kesimpulan logis bahwa: "Tidak ada Kitab Suci tanpa Gereja Katolik". Gereja Katoliklah yang mengadakan Kitab Suci, yang sekarang malah diklaim oleh banyak orang sebagai miliknya, dan lebih parah lagi jika mereka berani mengatakan bahwa mereka lebih benar dan lebih tahu tentang Kitab Suci daripada Gereja Katolik. Ini sungguh sebuah lawak yang tidak lucu.


Mengapa banyak sekali injil dan tulisan-tulisan yang DITOLAK oleh Gereja Katolik?
Menurut Pastor Deshi Ramadhani, SJ, kebanyakan dari tulisan-tulisan itu mengandung ajaran Gnostisisme, yang sangat bertentangan dengan ajaran Yesus Kristus. Bahkan juga dari uraian beliau tampaknya ada kemiripan antara Gnostisisme dengan ajaran New Age. Dan yang jelas, mereka bertentangan dengan semua agama samawi. Mari kita bedah kesesatan injil-injil tersebut satu persatu.

Injil Filipus
Injil Filipus melihat sakramen baptisan yang dilakukan kekristenan tidaklah benar. Baptisan yang sesungguhnya diperlukan adalah baptisan spiritual. Hal tersebut berkaitan juga dalam menentukan mana orang Kristen yang 'benar' dengan yang 'tidak benar'. Injil Filipus menyatakan: Banyak orang akan turun ke dalam air dan muncul ke permukaan kembali tanpa menerima apapun, namun mereka masih mengaku diri sebagai orang Kristen. Hal ini sangat bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik menekankan pentingnya sakramen baptis sebagai sarana keselamatan.

Di dalam kepercayaan Kristen, Yesus dipercaya lahir dari perawan Maria, namun di dalam Injil Filipus kepercayaan tersebut ditolak. Di dalam Injil Filipus dikatakan: "Tuhan tidak akan pernah berkata, 'Bapaku yang ada di dalam sorga', kecuali dia memiliki bapa di tempat lain. Dia hanya akan berkata, 'Bapaku'."

Ajaran penciptaan yang ditampilkan di dalam Injil Filipus sangat dipengaruhi pemikiran Gnostik. Dikatakan di dalam injil tersebut:
"Dunia ada karena sebuah kekeliruan. Karena dia yang menciptakannya ingin menciptakannya sebagai yang abadi dan tidak bisa mati. Ia tidak berhasil memenuhi dambaannya. Karena dunia tidak pernah abadi; dan juga, karena itu, ia yang membuat dunia juga tidak pernah abadi..."
Di sini terkandung ajaran Gnostik tentang dua allah, yang benar dan yang jahat, dan allah pencipta dunia adalah allah yang jahat.

Di dalam injil ini terdapat pandangan khas Gnostik tentang keterpilihan sebagian orang saja. Orang-orang yang dianggap sebagai orang benar adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran, yakni para pengikut Gnostik. Hal tersebut dinyatakan melalui:
"Ada banyak hewan di dunia yang berwujud manusia. Ketika Allah mengidentifikasi mereka, kepada babi ia akan memberikan buah ek, kepada hewan ternak ia akan melemparkan gandum, dedak, dan rumput, dan kepada anjing-anjing ia akan melemparkan tulang. Kepada para budak, ia hanya akan memberi pelajaran-pelajaran dasar, namun kepada anak-anak ia akan memberi keseluruhan pelajaran."
Di sini, orang-orang Kristen disimbolkan sebagai budak-budak yang menerima pelajaran Allah dengan tidak lengkap. Para pengikut Gnostik disebut sebagai anak-anak yang telah menerima seluruh kebenaran.

Injil Basilides
Juga ada tulisan Basilides, seorang bidat yang hidup pada abad ke-2, yang menentang ajaran yang mengatakan bahwa Yesus telah menderita disalib. Menurut Basilides, Yesus  menyerahkan salibnya kepada Simon dari Kirene dan dengan suatu cara Yesus berhasil mengelabui mata semua orang ketika Yesus meminjamkan bentuk raganya kepada Simon. Pada saat penyaliban Yesus memandang kejadian itu sambil tertawa. Menurut Deshi Ramadhani kisah-kisah seperti ini juga ada dalam tulisan-tulisan yang lain yang bersifat Gnostik, seperti misalnya injil Filipus seperti yang disebutkan di atas.

Injil Masa Kecil Yesus menurut Thomas
Dalam kitab-kitab Injil yang diakui sejak semula, kehidupan Yesus Kristus pada masa kecil tidaklah banyak dicatat. Bahkan sejak umur 12 tahun sampai umur 30 tahun tidak ada catatan sama sekali mengenai kehidupan Yesus Kristus. Dalam injil-injil tertentu  ada banyak diceritakan kehidupan Yesus pada waktu masih kecil. Inilah yang disebut injil-injil Masa Kecil. Tetapi injil-injil itu mengandung banyak cerita yang terasa seperti dibuat-buat dan berlebih-lebihan, sehingga mirip dengan cerita-cerita dongeng.

Sebagai contoh dalam injil Masa Kecil menurut Thomas, diceritakan bahwa pada waktu masih kanak-kanak Yesus membuat 12 burung pipit dari tanah liat, dan kemudian ia menghidupkan burung-burung itu. Dalam injil ini ada kesan bahwa Yesus pada waktu kecil nakal, tidak mempunyai belas kasihan, ugal-ugalan, dan suka  membuat mukjizat sesuka hatinya. Misalnya ada dikisahkan seorang anak berlari dan menabrak bahunya, kemudian karena marah ia mengutuk anak tersebut, dan anak itupun jatuh dan mati.

Juga ada kisah semacam ini: Seorang anak terjatuh dari atap rumah dan mati, dan kemudian Yesus dituduh mendorongnya. Kemudian Yesus membangkitkan anak itu dari kematian  dan bertanya kepadanya apakah ia yang mendorongnya hingga jatuh mati. Juga ada mukjizat-mukjizat lain seperti membuat seorang anak menjadi kering, membawa air dengan jubahnya, dan lain sebagainya. 

Injil Masa Kecil Yesus menurut Pseudo-Matius
Ada orang yang mencatat salah satu dari injil-injil Gnostik itu menceritakan Yesus sudah bisa berbicara pada waktu masih bayi! Kisah yang lain menceritakan bagaimana Yesus pada waktu masih bayi selama perjalanan ke Mesir bersama orang tuanya tiba di sebuah gua. Tiba-tiba munculah banyak naga dari dalam gua itu. Maka Yesus yang masih bayi itu turun dari pangkuan ibunya dan berdiri. Kemudian naga-naga itu menyembah Yesus, dan sambil tetap menyembah merekapun mundur menjauhi mereka. Yesus yang masih bayi itu memerintahkan naga-naga itu untuk tidak melukai siapapun. Dan ia yang masih bayi itu berkata-kata dengan lancar kepada ayah ibunya. Ada juga kisah Yesus mengubah anak-anak menjadi kambing-kambing!

Dalam injil-injil yang diakui jemaat (kanonik), Yesus Kristus tidak pernah sembarangan membuat mukjizat. Ia membuat mukjizat seperlunya saja dan semata-mata hanya berdasarkan perintah Allah saja, bukan hanya atas izin Allah, apalagi dari kehendaknya sendiri. 

Dalam injil-injil yang ditolak itu sepertinya Yesus membuat mukjizat sesuka hatinya tanpa tujuan yang jelas sehingga terasa seperti dongeng yang dibuat-buat. Pendeknya injil-injil yang ditolak tersebut memang memiliki ‘rasa’ dan ‘aroma’ yang asing bagi kepekaan jemaat.

Injil Thomas
Dalam injil Thomas dikisahkan perkataan Yesus bahwa perempuan akan masuk surga jika ia menjadi laki-laki. Di sini kentara sekali ada persoalan serius mengenai gender. Perempuan diremehkan dengan mengatakan hanya laki-laki saja yang akan masuk surga!
114. Simon Petrus berkata kepada mereka, "Suruh Maria meninggalkan kita, karena perempuan tidak pantas mendapatkan kehidupan." Yesus berkata, "Lihatlah, aku akan membimbingnya untuk menjadikannya laki-laki, sehingga ia pun dapat menjadi roh yang hidup seperti kalian laki-laki. Karena setiap perempuan yang menjadikan dirinya laki-laki akan masuk ke dalam Kerajaan Surga."
Ucapan 114 dalam Injil Tomas menggambarkan Yesus yang menolak kaum perempuan, dan karenanya, bersifat apokrif. Namun, harus diingat bahwa yang digambarkan mengatakan bahwa kaum perempuan tidak layak adalah Petrus, bukan Yesus, dan bahwa Yesuslah yang menegaskan bahwa Maria Magdalena, seorang perempuan, mempunyai hak untuk menerima ajaran-ajaran rohani.

Injil Tomas TIDAK dimasukkan ke dalam kanon Perjanjian Baru karena:
  • Isinya dianggap sesat.
  • Dianggap tidak otentik.
  • Tidak dikenal oleh para penyusun Kanon.
  • Dianggap dikalahkan oleh Injil-injil Naratif.
  • Tergolong dalam suatu cabang kekristenan yang berada di luar lingkaran Atanasius dari Alexandria yang dominan.
  • Penekanannya pada spiritualitas pribadi di luar Gereja dianggap anatema bagi kepentingan agama yang terorganisasi.

Injil Yakobus
Menggambarkan kelahiran dan masa kecil Maria serta perkawinannya dengan Yusuf. Bagian yang cukup panjang pasal 17-20 beralih fokus ke kelahiran Yesus, tidak lagi terpusat pada figur Maria sendiri (yang dikisahkan dalam pasal 1-16), sehingga bisa jadi bagian ini pun suatu tambahan editorial belakangan. Tetapi bagian tentang kelahiran Yesus ini juga memuat sebuah tema penting tentang diri Maria juga, karena di dalamnya dikisahkan tentang keperawanan Maria yang tak hilang kendatipun dia baru saja memperanakkan bayi Yesus, sebagaimana telah diuji oleh bidan Salome yang memasukkan jarinya ke dalam vagina Maria untuk memeriksa selaput daranya yang ternyata tetap utuh (19:18-20:2).

Kelahiran Maria digambarkan dalam dokumen ini sebagai suatu kelahiran yang suci dan ajaib, kelahiran yang terjadi karena Tuhan Allah menghendakinya. Anna, ibu Maria, digambarkan menyatakan dirinya sudah mengandung begitu baru bertemu dengan Yoakhim, ayahnya, yang, setelah sekian waktu berlalu, baru kembali dari pengasingan dirinya di padang gurun (4:1, 3, 9). Maria dikandung tanpa hubungan seksual sebelumnya antara Yoakhim dan Anna.

Selanjutnya ketika Maria dibesarkan, dalam tiga tahun pertama kehidupannya kesucian dirinya dijaga betul oleh kedua orangtuanya, termasuk juga kesucian semua makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Maria diberi tempat khusus yang disucikan sebagai kamar tidurnya. Pada usia satu tahun, dia menerima berkat dari para imam. Ketika dia diserahkan ke bait suci Tuhan pada waktu dia sudah berusia tiga tahun, Maria tinggal di situ di Ruang Maha Kudus dengan diberi makan oleh seorang malaikat Tuhan (PJ 13:7; 15:10), sampai dia memasuki usia dua belas tahun. Setelah berusia dua belas tahun, karena sudah mulai menstruasi, Maria harus meninggalkan bait suci Tuhan, dan mulai hidup di bawah naungan dan perlindungan Yusuf sebagai walinya, sementara Yusuf sendiri adalah seorang lelaki tua yang sudah menjadi duda dengan memiliki sekian putera dari isterinya sebelum dia bertemu dengan Maria dan menjadi wali perawan ini.

Sejauh ini konsep Imakulata menurut Injil Yakobus sesuai dengan Iman Katolik, tetapi dengan menyatakan bahwa Yusuf sudah memiliki beberapa putera sebelum bertemu dengan Maria, Injil Yakobus secara tak langsung menegaskan bahwa Bunda Maria dan Yusuf sama sekali tidak mendapatkan seorang anakpun. Ini sangat bertentangan dogma Gereja Katolik yang memandang saudara-saudara yang dimiliki Yesus (baik saudara lelaki maupun saudara perempuan) bukanlah saudara-saudara kandung Yesus, melainkan saudara-saudara sepupunya, menurut Injil Yakobus saudara-saudara lelaki yang dimiliki Yesus adalah saudara-saudara tiri, anak-anak Yusuf dari isteri terdahulunya.

Injil Maria Magdalena

Injil Maria Magdalena
Injil Maria Magdalena banyak membahas tentang tiga hal:
  1. Kematian sebagai akibat dari Demiurgos
  2. Kenaikan Yesus
  3. Kenaikan jiwa dalam pandangan gnostik
Ketiga tema utama tersebut diajarkan melalui percakapan antara murid-murid Yesus dan Maria Magdalena yang ditampilkan sebagai pemberi jawab atas pertanyaan murid-murid. Sebagian besar kitab ini juga menggambarkan diskusi antara Yesus yang bangkit dengan Maria Magdalena tentang kehidupan setelah kematian.

Tidak ada yang spesial dari kitab ini. Jumlah halaman yang ditemukan yang terlalu sedikit membuat para sarjana kesulitan mengetahui penekanan maupun konsistensi teologi dari kitab ini. Secara umum apa yang ditampilkan sangat mirip dengan tulisan-tulisan gnostik yang lain. Bagaimanapun, ada satu bagian yang mengundang kontroversi para sarjana.

Injil Maria 17:10 - 18:2
Tetapi Andreas menjawab dan berkata kepada saudara-saudara, “katakan apa yang ingin kalian katakan tentang apa yang telah ia (Maria Magdalena) katakan. Aku setidaknya tidak percaya kalau Juru Selamat mengatakan seperti itu, karena ajaran-ajaran itu jelas merupakan hal yang aneh”. Petrus menjawab dan mengatakan hal yang sama.
Ia menanyakan mereka tentang Juru Selamat: “apakah Ia sungguh-sungguh berbicara dengan seorang wanita tanpa pengetahuan kita dan tidak secara publik?
Akankah kita berpaling dan semua mendengarkan dia (Maria Magdalena)?
Apakah Ia lebih memilih dia daripada kita?”
Lalu Maria meratap dan berkata kepada Petrus, “Saudaraku Petrus, apa yang engkau pikirkan?
Apakah engkau berpikir bahwa aku sendiri telah memikirkan hal ini atau aku sedang berdusta tentang Juru Selamat?”
Lewi menjawab dan berkata kepada Petrus, “Petrus, engkau selalu temperamental. Sekarang aku melihat engkau menentang seorang wanita seperti musuh. Tetapi jika Juru Selamat membuat dia layak, akankah engkau sungguh-sungguh menolaknya?
Juru Selamat tentu mengenal dia sangat baik. Itulah sebabnya Ia mengasihi dia lebih daripada kita. Sebaliknya, biarlah kita malu dan memakai Manusia sempurna, berpisah sebagaimana Ia memerintahkan kita dan memberitakan Injil, tidak meletakkan hukum atau peraturan lain selain apa yang Juru Selamat katakan.

Teks di atas menyiratkan posisi Maria Magdalena yang lebih istimewa dibandingkan para rasul lain. Kontroversi seputar teks ini menjadi semakin mencuat seiring dengan penafsiran para sarjana liberal yang mengatakan bahwa untuk menyerang dominasi Maria Magdalena, Gereja Katolik (secara khusus Paus Gregorius I, tahun 591 M) kemudian menampilkan Maria Magdalena sebagai pelacur. Mereka berpendapat bahwa Gereja Katolik melakukan itu sebagai sentimen gender dan perebutan kekuasaan gereja.

Sebagaimana dalam tulisan Gnostik lainnya, kitab ini juga memiliki ungkapan-ungkapan yang simbolis dan misterius, tidak terkecuali Injil Maria Magdalena 17:10-18:21. Teks ini menggambarkan pertentangan antara Gereja Katolik (diwakili oleh Petrus) dan aliran minoritas lain (diwakili tokoh wanita Maria Magdalena). Seperti kebanyakan konsep gnostik, yang dianggap lebih hebat adalah sebagian kecil orang yang mendapatkan wahyu khusus secara rahasia.

Pemunculan Maria Magdalena sebagai orang yang terkemuka dalam kitab ini diduga para sarjana berhubungan dengan sebuah sekte Kristen yang dulu mungkin didirikan oleh atau memuja Maria Magdalena. Sekte ini mengekspresikan pemujaan tersebut dalam konsep gnostik. Kemungkinan besar hal ini berkaitan dengan konsep gnostik yang mengagungkan “hikmat” (sophia) yang ditampilkan sebagai figur feminin. Teks di atas juga tidak boleh diartikan sebagai indikasi adanya perebutan jabatan gerejawi. Kaum Gnostik menganggap diri sebagai penerima pengetahuan yang rahasia dari Kristus, sedangkan pengetahuan ini bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik yang menekankan penerusan  tradisi dari saksi mata.

Injil Petrus
Injil Petrus menyoroti peristiwa seputar pengadilan, kematian, dan kebangkitan Yesus. Yang lain, misalnya ”Kisah Pilatus”, bagian dari ”Injil Nikodemus”, mengisahkan orang-orang yang terkait dengan peristiwa tersebut. Karena berisi keterangan yang tidak benar dan tokoh yang fiktif, teks-teks ini tidak dapat dipercaya. ”Injil Petrus” berupaya menggambarkan Pontius Pilatus sebagai sosok yang baik dan menceritakan kebangkitan Yesus secara berlebihan.

Injil Nikodemus
Injil ini merupakan injil "belas kasihan" yang isi pokoknya adalah laporan resmi pengasulnya Pilatus yang sebenarnya merupakan satu dari dua bagian Injil. Bagian yang kedua adalah Turunnya Kristus ke Neraka yang di dalamnya Yusuf dari Arimatea menggambarkan masuknya Kristus yang dahsyat ke Hades, membebaskan orang mati, dan penangkapan Iblis. Di antara dokumen-dokumen dan surat-surat yang dilampirkan dalam injil adalah Paradosis yaitu laporan penyerahan Yesus kepada orang Yahudi yang dilakukan oleh Pilatus. Injil Nikodemus merupakan salah satu dokumen yang paling dramatis dan menyentuh di awal kekristenan.

Injil Kebenaran
Injil Kebenaran yang terdapat dalam koleksi manuskrip Nag Hammadi, memberikan kesan bahwa berbagai gagasan Gnostik yang mistis berasal dari Yesus. Seorang pakar menyatakan bahwa injil ini menggambarkan Yesus sebagai ”guru dan penyingkap hikmat serta pengetahuan, bukan juru selamat yang mati demi dosa dunia”. Hal ini bertentangan dengan iman katolik dimana  mengajarkan bahwa Yesus benar-benar mati sebagai korban untuk dosa dunia. (Matius 20:28; 26:28; 1 Yohanes 2:1, 2) Jelaslah, tujuan injil Gnostik adalah melemahkan, bukannya menguatkan iman. (Kisah 20:30).

Injil Yudas

Injil Yudas 
Dalam ”Injil Yudas”, Yesus menertawakan murid-muridnya yang kurang berpengetahuan. Hanya Yudas yang benar-benar mengerti keinginan Yesus. Jadi, Yesus secara pribadi memberi tahu Yudas ”rahasia-rahasia kerajaan”. Injil tersebut juga mengungkap bahwa Yudas sebenarnya pahlawan, rasul yang paling memahami Yesus, dan bahwa ia membantu kematian Yesus karena permintaan Yesus sendiri.

Injil Yudas menyatakan bahwa para rasul Yesus yang terkenal tidak memahami ajaran Yesus dan bahwa ada suatu ajaran rahasia dari Yesus yang hanya dimengerti segelintir orang pilihan. Injil itu diawali dengan kata-kata, ”Pernyataan rahasia yang diucapkan oleh Yesus dalam pembicaraan dengan Yudas Iskariot, selama delapan hari, tiga hari sebelum ia merayakan Paskah.”

Saat pembicaraan antara Yesus dengan Yudas, dikatakan bahwa Yudas Iskariot adalah murid yang dipercaya Yesus dan diberikan pengetahuan rahasia tersebut, serta mendapatkan perintah dari Yesus untuk menyerahkan Yesus supaya disalibkan. Murid-murid yang lain dipandang sebagai orang-orang yang salah memahami siapa Yesus, berbeda dengan Yudas yang mendapat pengetahuan rahasia dari Yesus tentang kefanaan raga dan kebakaan jiwa. Melalui peristiwa penyaliban, Yesus dapat terbebas dari tubuh ragawi yang fana dan jiwanya dapat kembali ke alam spiritual yang kekal bersama Allah, dan hal itu dimungkinkan melalui peran Yudas, sang murid istimewa. Hal ini sangat bertentangan dengan iman Gereja Katolik, dimana Yesus disalibkan untuk menebus dosa umat manusia.

Injil Barnabas

Injil Barnabas
Dalam Injil Barnabas diungkapkan tentang akan datangnya Rasul bernama Muhammad SAW, setelah Nabi Isa. Berikut ini isi Injil Barnabas yang menyebut tentang Nabi Muhammad :
"Yesus menjawab: `Nama sang Mesias adalah yang terpuji, karena Allah sendiri telah memberikan nama itu ketika Ia menciptakan jiwanya, dan menempatkannya di dalam kemuliaan surgawi. Allah berkata: "Nantikanlah Muhammad; demi engkau, Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan begitu banyak makhluk, yang akan Aku serahkan kepadamu sebagai hadiah, sedemikian rupa sehingga barangsiapa memberkai engkau, dia akan diberkati, dan barangsiapa mengutuk engkau, ia akan dikutuk. Ketika Aku mengutus engkau ke dalam dunia, Aku akan mengutus engkau sebagai utusan keselamatan-Ku dan kata-katamu akan menjadi kenyataan, sedemikian rupa sehingga meskipun langit dan bumi akan gagal, imanmu tidak akan pernah gagal." Muhammad adalah namanya yang diberkati.' Kemudian khalayak itu mengangkat suara mereka, lalu berkata, `O Allah, utuslah kepada kami utusan-Mu: O Yang Terpuji, datanglah segera demi perdamaian dunia!'" (Barnabas 97:9-10)
Menurut salah satu versi dari Injil Barnabas:
'Kemudian imam itu berkata: "Dengan nama apakah Mesias itu akan dipanggil?" {Yesus menjawab} "Muhammad adalah namanya yang diberkati" ' (ps. 97).

Menurut salah satu versi dari Injil Barnabas, Yesus menyangkal bahwa dialah sang Mesias itu, dan mengklaim bahwa Mesias akan datang dari kalangan keturunan Ismael (yakni, Arab):
"Pada saat itu Yesus berkata: 'Engkau menipu dirimu sendiri; karena Daud di dalam Roh menyebutnya Tuan, dan dengan demikian berkata: "Allah berkata kepada tuanku, duduklah di sebelah kananku, sampai musuh-musuhmu kutaruh di bawah kakimu lawan-lawanmu pijakan kakimu. Allah akan mengirimkan tongkatmu sehingga engkau berkuasa di antara lawan-lawanmu." Bila utusan Allah yang engkau sebut Mesias adalah anak Daud, bagaimana mungkin Daud menyebutnya tuan? Percayalah padaku, karena sesungguhnya aku berkata kepadamu, bahwa janji itu telah dibuat dalam diri Ismael, bukan Ishak.'" (Barnabas 43:10)

Menurut Injil Barnabas, Yesus meramalkan dan menolak penyembahan dirinya sebagai Allah:
dan setelah mengatakan hal ini, Yesus memukul wajahnya dengan kedua tangannya, dan kemudian menutupi tanah dengan kepalanya, sambil berkata: "Terkutuklah barangsiapa yang memasukkan ke dalam ucapan-ucapanku bahwa aku adalah anak Allah"

dan setelah berkata demikian Yesus keluar dari Bait Allah. Dan rakyat mengagungkannya, karena mereka membawa semua orang yang sakit yang dapat mereka kumpulkan, dan Yesus setelah berdoa memulihkan kesehatan mereka: oleh karena itu, pada hari itu di Yerusalem tentara-tentara Romawi, melalui pekerjaan Setan, mulai menghasut rakyat, sambil berkata Yesus adalah Allah Israel, yang telah datang untuk melawat umat-Nya." (69:6)

Yesus menjawab: "Dan engkau; menurut engkau siapakah aku?" Petrus menjawab: "Engkau adalah Kristus, anak Allah". Lalu Yesus menjadi marah, dan dengan murka Yesus menegurnya sambil berkata: "Pergilah daripadaku, karena engkau adalah iblis yang berusaha membuat aku berdosa."

Yesus berkata lagi: "Aku mengaku di hadapan surga, dan meminta kesaksian dari semua yang hidup di muka bumi, bahwa aku adalah seorang asing bagi semua orang yang telah berkata tentang aku, yakni, bahwa aku lebih daripada seorang manusia biasa. Karena aku, yang lahir dari seorang perempuan, takluk kepada penghakiman Allah; yang hidup di sini seperti semua orang lainnya, sama-sama dapat mengalami penderitaan yang sama." (94:1)

Kemudian imam itu menjawab, dengan gubernur dan raja: "Jangan sesali dirimu, O Yesus, yang kudus dari Allah, karena pada masa kita pemisahan ini tidak akan ada lagi, karena kami akan menulis kepada senat Romawi yang suci dengan cara yang sedemikian bijaksana sehingga dengan dekrit kaisar tak seorangpun akan menyebut engkau Allah atau anak Allah." Kemudian Yesus berkata: "Kata-katamu tidak menghibur aku, karena ketika engkau mengharapkan terang, kegelapanlah yang akan datang; tetapi penghiburanku terdapat dalam kedatangan sang Utusan, yang akan menghancurkan setiap pandangan yang salah tentang aku, dan imannya akan menyebar dan akan menguasai seluruh dunia, karena demikianlah yang telah Allah janjikan kepada Abraham bapak kita." (97:1)

Semua sarjanawan kristen setuju bahwa injil Barnabas bukanlah kitab yang ditulis berdasarkan kebenaran, karena jelas kitab barnabas bukanlah berasal dari penulis atupun seorang yang berasal dari jemaat mula-mula dan jarak waktu penulisan kitab dan injil lainnya yang sangat jauh sedangkan injil barnabas baru ada di abad 16 dan ditulis oleh seorang moor Ibrahim al-Taybili di Tunisia yang notabennya ialah seorang muslim sehingga dapat dipastikan injil barnabas bukanlah sebuah kitab yang memuat konteks kebenaran jemaat mula-mula (palsu).

Injil-injil semacam itu akhirnya ditolak oleh Gereja Katolik karena tidak jelas siapa penulisnya, dan tidak dapat ditelusuri sampai dengan jaman para Rasul dan para saksi mata. Dan juga kisah-kisah itu terasa mengada-ada dan berlebihan.

St. Barnabas
Ikon St. Barnabas
Surat Barnabas
Surat Barnabas adalah sebuah traktat Kristen pseudonim yang ditulis di Aleksandria pada akhir abad pertama Masehi. Karangan ini berasal dari orang-orang Kristen Aleksandria yang berkebudayaan Yunani. Surat ini mencela nilai ketaatan harfiah terhadap hukum-hukum ritual Yahudi. Karya yang seluruhnya dalam bahasa Yunani ini terdapat pada Kodeks Sinaitikus. Untuk beberapa kalangan Kristen, karya ini tampaknya sangat mendekati batas kanon Perjanjian Baru meskipun tidak pernah benar-benar diterima. Dalam Surat Barnabas ini diusahakan untuk menunjukkan bahwa Perjanjian Lama hanya punya arti apabila dimengerti dari sudut pandangan Injil. Surat Barnabas merupakan kitab yang disebutkan banyak sekali pendeta gereja awal termasuk oleh Eusebius, Origenes, dan Jerome. Ada pendapat bahwa Surat Barnabas ini ditemukan dalam Suriah Sinaitik, versi Alkitab abad ke-4 CE. Meskipun tidak dikatakan dengan tegas, Surat Barnabas ini jelas-jelas menentang doketisme dan gnostis. Ignatius, Polikarpus bersama dengan Surat Barnabas melawan gnostis tetapi tidak berhasil mengalahkan gnosis.

Injil Marcion
Marcion adalah seorang uskup dalam gereja mula-mula di kota Sinope. Salah satu pemikirannya yang banyak memicu perdebatan adalah pemisahan radikal antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Teologi yang diajarkannya menganggap Allah dalam Alkitab Ibrani (Perjanjian Lama di Alkitab Kristen) lebih rendah tingkatannya daripada Allah dalam Injil (Perjanjian Baru), karenanya Marsion menganggap bahwa Perjanjian Lama yang diwakili oleh Taurat tidak dapat disandingkan dengan Injil. Ajarannya diikuti oleh sejumlah orang dan disebut aliran Marsionisme. Ajaran ini ditentang oleh bapa-bapa gereja (antara lain Ireneus dalam karyanya "Melawan Ajaran Sesat") dan ia di-ekskomunikasi oleh Gereja Katolik Roma. Penolakannya atas kitab-kitab yang dianggap bagian Kitab Suci dalam gereja mula-mula menyebabkan gereja memulai penetapan kanon Alkitab.

Injil Kaum Ebionit
Ebionisme adalah sebuah sekte yang muncul di dalam komunitas orang-orang Kristen Yahudi. Muncul sekitar abad pertama atau pada awal kekristenan dan pengikutnya disebut kaum "Ebionit". Ebionit merupakan sekte di kalangan orang Kristen Yahudi yang muncul pada awal kekristenan. Kata "ebionit" berasal dari bahasa Ibrani, artinya miskin. Sekte ini berkembang di sebelah timur sungai Yordan. Ebionit mengajarkan bahwa Yesus hanyalah anak Maria dan Yusuf, yang pada waktu pembaptisan diangkat menjadi putera Allah dan dipersatukan dengan 'Kristus abadi', yang lebih tinggi dari malaikat agung, tetapi Yesus bukan Allah.

Menurut mereka, Kristus telah menjelma beberapa kali di dalam diri tokoh-tokoh seperti Adam. Hal ini menyebabkan pandangan mereka tentang Yesus hanyalah sebatas guru dan bukan penyelamat. Kelompok Ebionit menekankan bahwa hukum Taurat masih berlaku. Mereka mempertahankan hukum Sabat, pembasuhan sebelum berdoa, peraturan tentang makanan haram, dan melakukan sunat. Injil yang dipakainya hanyalah Injil Matius (tanpa bab 1 dan 2), yang mereka sebut sebagai injil ebionit atau 'injil menurut umat Ibrani'. Mereka menolak surat-surat Paulus dan menekankan hidup askese yang berat.

Mengapa Gereja Katolik memusnahkan injil-injil palsu? 
Demikianlah kita melihat dua arti dalam kata apokrif. Pertama, bagi mereka yang mengakui kebenaran tulisan-tulisan tersebut, apokrif memiliki arti positif. Artinya, tulisan-tulisan tersebut tersembunyi bagi orang kebanyakan, karena tulisan-tulisan ini berisi bahan yang terlalu dalam, terlalu sulit untuk dipahami oleh orang biasa. Kedua, sebaliknya, bagi mereka yang tidak mengakui kebenaran tulisan-tulisan tersebut, apokrif memiliki arti negatif. Artinya, tulisan-tulisan ini disembunyikan karena isinya memang dinilai sesat (heretis), palsu, tidak sesuai dengan ajaran Gereja yang resmi (Gereja Katolik).

Meskipun demikian, sejarah juga mencatat bahwa ada banyak tulisan yang dinilai sesat. Jemaat dilarang untuk membaca, menyimpan, atau menyebar-luaskan tulisan-tulisan semacam itu. Tulisan-tulisan ini dinyatakan tidak sesuai dengan ajaran Gereja Katolik. Dalam arti inilah kita sekarang bisa berbicara tentang injil apokrif sebagai "injil yang disembunyikan" atau "injil yang dilarang" atau lebih tegas lagi "injil sesat". Maka meskipun arti kata apokrif sendiri pada dasarnya netral, kata tersebut menjadi berarti "sesat" atau" tidak resmi" ketika digunakan untuk menunjuk pada tulisan-tulisan yang dilarang oleh pemimpin Gereja.

Pada akhir abad kedua, St. Ireneus dari Lyon menulis bahwa orang-orang Kristen yang murtad memiliki ”sejumlah besar tulisan yang apokrif dan palsu”, termasuk injil-injil yang ”dikarang-karang oleh mereka sendiri, untuk membuat bingung orang-orang bodoh”. Karena itu, injil apokrifa akhirnya dianggap berbahaya untuk dibaca atau bahkan untuk dimiliki.

Dalam konteks perang melawan ajaran-ajaran sesat semacam inilah Gereja Katolik juga menyita banyak tulisan yang dinilai sesat. Banyak dokumen dirampas dan dibakar. Bahkan mereka yang masih menyimpannya bisa diseret ke pengadilan karena telah melakukan tindakan yang digolongkan sebagai sebuah tindak kriminal.

Dalam situasi semacam itu, mungkin, seorang rahib dari biara Santo Pakomius (292-349 M), melarikan buku-buku papirus yang dilarang tersebut dan menyembunyikannya di Nag Hammadi. Kondisi yang sangat kering dan tempat yang sangat tersembunyi itu memungkinkan buku-buku terlarang itu bertahan meskipun telah terkubur selama kurang lebih 1600 tahun.

Apakah kitab-kitab yang dikanonkan oleh Gereja Katolik adalah sudah pasti benar?
Di tengah kekacauan dan kebingungan tersebut, ada satu hal dasar yang penting untuk diperhatikan. Kriteria usia sebuah tulisan menjadi sebuah kriteria sangat penting untuk menentukan apakah tulisan itu bisa diterima sebagai tulisan iman atau tidak. Dengan demikian, tulisan-tulisan lain yang disusun selama abad pertama akan dipandang lebih memiliki wibawa atau otoritas daripada tulisan-tulisan yang disusun selama abad kedua. Dalam tulisan-tulisan yang lebih awal tersebut terlihatlah sebuah kriteria yang menentukan, yakni bahwa sebuah dokumen memang ditulis dengan maksud untuk menumbuhkan iman pembaca. Hal inilah yang ditegaskan dalam Yohanes 20:31, "semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya."

Dalam perjalanan sejarah, tulisan-tulisan itu melewati proses yang kurang lebih alamiah di dalam penggunaannya di kalangan Gereja perdana. Melalui pertemuan-pertemuan iman atau dalam perayaan-perayaan liturgis, orang mulai tahap demi tahap bisa membedakan mana tulisan-tulisan yang dirasa lebih cocok untuk iman mereka ketika itu, dan mana yang tidak. Proses seleksi tulisan-tulisan secara alamiah ini berjalan seiring juga dengan proses seleksi yang dilakukan oleh Paus Roma sebagai pemimpin Gereja perdana. Paus St. Damasus I dengan kuasa infallible (tidak dapat sesat dalam pengajaran iman dan moral) berperan untuk menilai tulisan-tulisan yang beredar itu sebagai tulisan yang benar sesuai dengan Iman Katolik atau tidak.

Ini adalah dasar bahwa Kitab Suci yang telah dikanonkan dijamin dari kesalahan (infalibilitas).
"Allah adalah penyebab Kitab Suci: Ia mengilhami pengarang-pengarang manusia: Ia bekerja dalam mereka dan melalui mereka. Dengan demikian Ia menjamin, bahwa buku-buku mereka mengajarkan kebenaran keselamatan tanpa kekeliruan."
~ Katekismus Gereja Katolik 136
Karena itu, perjuangan untuk memasukkan sebuah kitab/Surat dalam Kitab Suci sungguh memakan waktu dan pertimbangan yang matang dari sisi pewahyuan dan isinya yang mendukung perkembangan iman umat, seperti misalnya; Kitab Wahyu. Kitab ini awalnya tidak diterima oleh umat kristen perdana. Tapi hanya karena keputusan dari Paus Roma (bersifat infallible / tidak dapat salah) yang mempertimbangkan bahwa isi kitab ini dapat membantu umat dalam mengenal dan mengimani Allah, maka akhirnya Kitab Wahyu dimasukkan dalam Kitab Suci seperti sekarang ini. Kuasa Paus untuk menentukan ini berdasar pada Mat 28:20; "Ajarilah mereka tentang segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan, lihatlah, Aku akan menyertaimu sampai akhir zaman." (kamu di sini adalah para rasul dibawa komando Petrus sebagai pemimpin resmi yang diangkat oleh Yesus).

Tulisan yang dialami sebagai tulisan yang sesuai dengan iman katolik akan terus digunakan, disalin, dan disebarluaskan. Sebaliknya, tulisan yang dirasa membingungkan atau menyesatkan, ditambah dengan pernyataan-pernyataan tegas dari para Bapa Gereja yang melawan kesesatan tulisan tersebut, akhirnya tidak lagi digunakan. Karena dirasa tidak begitu berguna, mungkin kemudian tidak disimpan dengan baik, tidak disalin, tidak disebarluaskan, atau bahkan dengan sengaja dibakar dan dimusnahkan. Meskipun demikian, pada kenyataannya, tidak semua tulisan tersebut telah sama sekali musnah ditelan sejarah. Sejumlah teks kuno tersebut akhirnya sampai juga kepada kita.

20 komentar:

  1. hahaha kok aja injil yang DITOLAK dan yang DITERIMA , sangat diragukan kesuciannya karna campur aduk antara firman Tuhan melaui mulut jesus dan perkataan murid2 jesus, serta surat2 dari paulus, dll.

    BalasHapus
  2. Tuhan hanya satu yaitu Allah, Tuhan mengutus nabi/rasul diantaranya ibrahim, musa, jesus/isa dan muhammad. jadi muhammad memabawa ajaran yg meneruskan ajaran sebelumnya, yaitu ajaran jesus (yang mana telah banyak diselewengkan) jesus menyembah Allah, jesus mengakui bahwa dia hanyalah utusan / nabi

    Yohanes 17:3 : Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

    yohanes 1:18 : Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. (JIKA JESUS ADALAH ALLAH BERARTI MANUSIA MELIHAT ALLAH, bertentangan dg ayat ini. Maksud anak tunggal allah ini bukan anak biologis tapi ruh yg ditiup melalui malaikat jibril, SETELAH RUH ALLAH TURUN KE BUMI DAN MENJADI MANUSIA, MAKA jesus itu hanya MANUSIA yg derajatnya sebagai NABI/RASUL BAGI BANGSA ISRAEL)

    yohanes 1:51 : Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia." (yesus mengatakan malaikat2 Allah - artinya yesus bukan Allah sendiri)

    Keluaran 33: 20 : “Dan Tuhan berfirman: Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku yang dapat hidup.” (MENURUT AYAT INI JESUS BUKAN TUHAN, KARNA TIDAK ADA YG TAHAN MELIHAT WAJAH TUHAN)

    Yohanes, 20:17 "...... Aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, Allahku dan Allahmu.” (JESUS MENGAJAK UMATNYA UNTUK PERGI KEPADA BAPANYA DAN ALLAHNYA. SIAPAKAH YG DIMAKSUD BAPANYA DAN ALLAHNYA? TIDAK LAIN ADALAH ALLAH SWT (TUHAN YG DISEMBAH SELURUH NABI2 ISRAEL SAMPAI MUHAMMAD SAW.)

    Yohanes 8:54 : Yesus menjawab, “Jika Aku memuliakan diri-Ku sendiri, kemuliaan-Ku itu tidak ada artinya; Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, yang tentang-Nya kamu berkata, ‘Dia adalah Allah kami.’” (SAYA ULANGI, DIA ADALAH ALLAH KAMI, YAITU ALLAH SWT, TUHANNYA nabi abraham, isac, jacob, solomon, david, moses, jesus dan muhammad)

    Matius, 4:10 : Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (ayat ini menjelaskan bahwa iblis menggoda yesus dg kerajaan dan kemegahan agar jesus mau menyembahnya, tapi jesus bilang bahwa yg harus disembah hanyalah ALLAH)

    Matius 18:19 : Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.(jesus mengatakan bahwa yang akan mengabulkan doa adalah bapanya/allahnya, jadi bukan dia sendiri karna dia BUKAN TUHAN, hanya sebagai NABI)

    Matius 18:21 : Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" (ayat ini sering dijadikan hujjah bahwa murid2nya memanggil dia TUHAN, berarti jesus TUHAN? BUKAN, karna dalam versi asli dan inggris menggunakan kata LORD dan MASTER. LORD bisa berarti raja, tuan, dll, master = guru)


    "Then Peter came and said to him, Lord, what number of times may my brother do wrong against me, and I give him forgiveness? till seven times?

    "At that point Peter got up the nerve to ask, "Master, how many times do I forgive a brother or sister who hurts me? Seven?"

    Ayat - ayat lain yang ada sebutan TUHAN ke jesus dari murid2nya, sebenarnya dalam versi yunani menggunakan kata yg artinya MASTER, SIR, LORD, (TUAN) BUKAN TUHAN, TIDAK ADA YG MENYEBUT DG KATA YANG BERARTI GOD (TUHAN).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yohanes 8:54 : Yesus menjawab, “Jika Aku memuliakan diri-Ku sendiri, kemuliaan-Ku itu tidak ada artinya; Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, yang tentang-Nya kamu berkata, ‘Dia adalah Allah kami.’”

      Aku berkata padamu james.. Dia adalah Allah Bapa kami Yesus Kristus, yg kami sembah & kami Muliakan.

      Hapus
  3. Lukas 18:19 : Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.

    Matius 19:17 : Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." (turuti segala perinta Allah, TUHAN SEMUA MANUSIA , jesus hanya nabi bagi bangsa israel)

    Matius 19:28 : Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. (jesus diutus untuk bangsa israel)

    Yesaya 43:11 : Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. (Pasal ini membahas kelepasan Israel dari pembuangan di Babel. INI TERMASUK PASAL PERJANJIAN LAMA, JADI BUKAN PENGAKUAN JESUS KEPADA MURID2NYA TAPI FIRMAN ALLAH KEPADA BANGSA ISRAEL)

    Markus 12:29 : Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (DENGAN GAMBLANG JESUS MENGATAKAN BAHWA TUHAN adalah ALLAH KITA, TUHAN ITU SATU, BUKAN TIGA)

    Markus 12:32 : Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. (KATAKAN ALLAH ITU SATU, TIDAK TUHAN SELAIN ALLAH - Laa Ilaaha Illallah)

    Yohanes 5:44 : ...... Allah maha Esa"

    Yohanes 17:3 : Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (SANGAT JELAS MENGATAKAN JESUS KRISTUS YANG ENGKAU UTUS / NABI DAN RASUL , BUKAN TUHAN)



    Yesus Adalah Utusan Tuhan Atau Rasul Allah

    Markus 9:37
    Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."

    Yohanes 5:24
    Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

    Yohanes 7 :29
    Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku."

    Tidak Ada Dosa Waris Dan Penebusan Dosa

    Yehezkiel 18:20
    Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.

    Ulangan 24:16
    Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.

    Matius 16:27
    Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

    BalasHapus
  4. Al-quran mempertegas keNABIan jesus

    Al-Baqarah:136 : Katakanlah (hai orang-orang beriman): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.

    Ali-`Imraan:59 : Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.

    Ali-`Imraan:51 : Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”.

    Al-Maaidah:72 : Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

    Al-Maaidah:116 : Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai `Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?”. `Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.

    Al-Maaidah:117 : Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

    Maryam:36 : Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.

    Maryam:37 :Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin dengan pendekatan tulisan dibawah ini bisa membuka mata dan otak kecil pak James. Agar bisa bekerja dengan baik.

      Karena anda mengagung agungkan kitab yang katanya turun dari langit, maka silahkan dibaca dengan seksama artikel dibawah ini.


      Kisah Isa menghidupkan burung-burungan dari tanah liat (Surat Ali Imran 3:49a dan Surat Al-Ma'idah 5:110). Dari mana sumbernya?
      September 10, 2011 at 5:33pm

      Dalam tulisan lain (klik di sini), saya sudah memperlihatkan bahwa surat quranik an-Nisa 4:157 (tentang penyaliban Yesus) sejajar dengan dua dokumen Kristen (gnostik), yakni Apokalipsis Petrus (NHC 7,3; dari abad ketiga) danTraktat Kedua Seth Agung (NHC 7,2; dari abad kedua). Sebagai kesimpulan, saya menyatakan bahwa sangat mungkin lewat tradisi lisan penulis surat an-Nisa memakai dua dokumen Kristen gnostik pra-Alquran ini sebagai sumber-sumbernya. Sekali lagi, saya tegaskan, lewat tradisi-tradisi lisan! Tradisi-tradisi lisan bisa menghasilkan dokumen-dokumen tertulis, dan sebaliknya juga bisa terjadi: isi dokumen-dokumen tertulis dihafalkan (dalam garis besar), lalu disebarkan secara lisan, dari mulut ke mulut.



      Hayo terbang, terbang, dan jangan kembali, tapi ingatlah daku selalu....Hayo terbang, terbang, dan jangan kembali, tapi ingatlah daku selalu....



      Pada kesempatan ini, saya fokus pada dua teks Alquran lainnya yang memuat topik tentang Isa/Yesus membuat burung-burungan dari tanah lalu menghidupkannya. Kutipan-kutipan teks Alquran berikut ini diambil dari Alquran terjemahan Yayasan Penyelenggara Penerjemah Al-Qur'an, yang diterbitkan Al-Mizan Publishing House, cetakan ke-3, 2010.



      Surat Ali Imran 3:49a, memuat sebuah ucapan Isa/Yesus yang disampaikan kepada bangsa Israel, yang berbunyi demikian, “Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah.”



      Hapus
    2. sambungan.


      Teks surat Ali Imran 3:49a ini sejajar dengan teks quranik Al-Ma’idah 5:110, yang memuat firman Allah kepada Isa, bunyinya: “Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Rohul Kudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa…. Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku….”



      Dua teks Alquran tentang Isa membuat mukjizat ini juga memiliki kesejajaran dengan teks dari Injil Masa Kanak-kanak Yesus menurut Tomas (The Infancy Gospel of Thomas) pasal 2:1-7. Selengkapnya bagian teks Kristen apokrif ini disajikan di bawah ini, bersumber dari buku The Complete Gospels. Annotated Scholars Version. Revised and Expanded Edition, yang disunting oleh Robert J. Miller (Sonoma, California: Polebridge Press, 1992, 1994) hlm. 369 ff.



      Ketika kanak-kanak Yesus berusia lima tahun, dia bermain-main di arungan arus air yang mengalir. Dia membendung aliran air ini lalu mengarahkannya ke kolam-kolam dan segera membuat airnya bersih dan bening. Dia melakukan hal ini hanya dengan satu kali perintah. Kemudian dia mengambil tanah liat dan membuatnya lunak, lalu dari tanah liat ini dia membentuk dua belas ekor burung pipit. Dia melakukan hal ini pada hari Sabat, dan banyak anak lelaki lain bermain bersamanya.



      Tetapi ketika seorang Yahudi melihat apa yang dibuat Yesus pada waktu dia sedang bermain-main di hari Sabat, segera orang ini pergi menjumpai Yusuf, ayah Yesus, lalu berkata, “Mari lihat, anakmu sedang berada di arungan air dan telah mengambil lumpur lalu membuat dua belas burung-burungan darinya, dengan demikian dia telah melanggar hari Sabat.”



      Maka Yusuf mendatangi anaknya, dan segera setelah dia menjumpainya, berteriaklah dia, “Mengapa engkau melakukan hal yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Tetapi Yesus hanya menepuk-nepuk kedua belah tangannya dan berseru kepada burung-burungan itu, “Terbanglah jauh-jauh, hiduplah, dan ingatlah aku!” Seketika itu juga semua burung pipit itu melambung dan terbang jauh dengan sangat ribut.


      Hapus
    3. sambungan




      Orang-orang Yahudi memperhatikan semua hal ini dengan keheranan, lalu meninggalkan tempat itu untuk melaporkan kejadian ini kepada para sesepuh mereka tentang apa yang mereka lihat telah dilakukan Yesus.



      Tentu saja kanak-kanak Yesus faktualnya tidak bisa menghidupkan burung-burungan yang dibuatnya dari tanah liat. Kisah di atas adalah bagian dari banyak mitos tentang tindak-tanduk dan perbuatan luar biasa kanak-kanak Yesus yang memenuhi seluruh dokumen Injil Masa Kanak-kanak Yesus menurut Tomas. (Catatan: Injil ini tidak sama dengan Injil Tomas yang memuat 114 ucapan Yesus yang umumnya berdiri sendiri-sendiri.)



      Injil ini mengisahkan tahap-tahap perkembangan yang dialami kanak-kanak Yesus, dan tindakan-tindakannya yang dikisahkan di dalamnya dinyatakan terjadi berturut-turut pada waktu dia berusia lima tahun (2:1), enam tahun (11:1), delapan tahun (12:4) dan terakhir dua belas tahun (19:1). Episode-episode kehidupan kanak-kanak Yesus yang dituturkan ini, sampai dia berusia dua belas tahun, tampaknya dimaksudkan oleh penyusun injil ini untuk mengisi kekosongan informasi tentang masa kanak-kanak Yesus, mulai dari kelahirannya sampai dia berusia dua belas tahun. Kita tahu, penulis Injil Lukas mengisahkan hanya satu peristiwa yang terjadi pada kanak-kanak Yesus ketika dia sudah berusia dua belas tahun, yakni dia terlibat dalam suatu diskusi agama dengan para alim ulama di Bait Allah Yerusalem (Lukas 2:41-52).



      Kalau Yesus mulai tampil di muka umum sebagai seorang guru Yahudi katakanlah pada waktu dia sudah berusia dewasa 30 tahun, maka tentu akan juga timbul spekulasi-spekulasi tentang apa yang telah terjadi pada Yesus mulai dari usia dua belas tahun sampai usia tiga puluh tahun. Salah satu spekulasinya adalah bahwa dalam kurun waktu ini (usia 12-30 tahun) Yesus pergi meninggalkan Israel, berguru pada para ahli agama di kawasan timur, di Asia, mungkin di Tibet, di India, di Kashmir, atau tempat-tempat lain. Sama seperti kisah-kisah hebat tentang kanak-kanak Yesus sampai dia berusia dua belas tahun dalam Injil Masa Kanak-kanak Yesus menurut Tomas, kisah-kisah tentang apa yang terjadi pada Yesus dalam usia 12 sampai 30 tahun juga spekulatif!


      Hapus
    4. sambungan

      Penulisan Injil Masa Kanak-kanak Yesus menurut Tomas tak dapat dilepaskan dari keperluan yang dirasakan oleh umat Kristen perdana untuk menyusun kristologi yang bukan hanya menggambarkan peran yang akan dimainkan Yesus Kristus di akhir zaman, di ujung waktu, sebagai sang Hakim adikodrati yang akan datang kembali di akhir zaman untuk mengadili dunia (ini dinamakan eskatologi), tetapi juga menggambarkan asal-usul Yesus Kristus.



      Minat kepada asal-usul Yesus ini (dinamakan protologi) membuat kisah-kisah kelahiran Yesus belakangan disusun, dan kisah-kisah tentang kelahiran Yesus ini dapat kita baca dalam Injil Matius (1:18-2:12) dan Injil Lukas (1:26-2:40), yang keduanya ditulis sekitar tahun 85, tetapi tak terdapat dalam Injil Markus yang ditulis lebih dulu (tahun 70). Protologi Kristen di dalam Injil Yohanes (ditulis tahun 90) bahkan menelusuri asal-usul Yesus Kristus sampai ke “pada mulanya”, ke kawasan transenden adikodrati, sehingga Yesus dipandang memiliki kepraadaan, atau pra-eksistensi, di kawasan adikodrati, sebagai “sang Firman” atau “sang Kalam” (ho logos) yang “ada bersama-sama dengan Allah dan yang adalah Allah” (Yohanes 1:1).



      Sama seperti kisah-kisah kelahiran Yesus (dalam Injil Matius dan Injil Lukas) dan protologi Injil Yohanes disusun dengan memakai bahasa iman atau bahasa syahadat (confessional language), demikian jugalah halnya dengan Injil Masa Kanak-kanak Yesus menurut Tomas. Kisah-kisah luar biasa tentang Yesus dalam injil ini adalah kisah-kisah yang lahir dari kepercayaan, dari pengakuan iman, dari syahadat, bukan dari fakta-fakta sejarah. Semua eskatologi dan protologi, bahkan semua teologi, adalah bahasa kesalehan, bahasa pengakuan iman, bahasa syahadat, confessional language, bukan bahasa fakta atau factual language atau ontological language.



      Kapan Injil Masa Kanak-kanak Yesus menurut Tomas ditulis? Injil ini tersedia dalam versi-versi bahasa Syria, Yunani, Latin, dan Slavonia, dan manuskrip tertuanya ditulis dalam bahasa Syria pada abad ke-6 Masehi. Namun kita dapat memastikan bahwa injil ini sudah ditulis pada abad kedua, sebab rujukan terawal kepada injil ini terdapat dalam sebuah risalah yang ditulis bapak gereja Irenaeus, uskup dari Lyons, pada penghujung abad ke-2 (sekitar tahun 185 M), dengan judul Melawan Para Bidah (Against Heresies). Dalam risalah ini, Irenaeus menyebut adanya “tulisan-tulisan apokrif dan palsu” yang mencakup sebuah “kisah yang menuturkan tentang Tuhan ketika dia pada masa kanak-kanak sedang belajar alfabet. Ketika sang guru sebagaimana lazimnya berkata kepadanya, ‘Katakanlah Alfa’, dia menjawab, ‘Alfa’. Ketika selanjutnya sang guru berkata Beta, Tuhan menjawab, ‘Katakanlah pertama-tama kepadaku apa itu Alfa, maka aku akan mengatakan apa itu Beta.’” Teks Irenaeus ini jelas sekali mengacu ke suatu episode kehidupan kanak-kanak Yesus yang dikisahkan dalam Injil Masa Kanak-kanak Yesus menurut Tomas pasal 6-8 dan pasal 14-15.

      Hapus
    5. akhir.

      Mengingat bahwa Injil Masa Kanak-kanak Yesus menurut Tomas sudah ditulis pada abad ke-2, jelaslah teks-teks parallel dalam Alquran tentang Isa yang menghidupkan burung-burungan dari tanah bersumber paling awal pada injil ini. Dengan memakai tradisi-tradisi lisan tentang masa kanak-kanak Yesus, yang bersumber pada Injil Masa Kanak-kanak Yesus menurut Tomas, para penulis surat Ali Imran dan surat Al-Ma’idah menulis teks-teks tentang Isa yang sudah dikutipkan di atas. Sekali lagi, yang berperan adalah tradisi-tradisi lisan, bukan dokumen-dokumen tertulis, tradisi-tradisi lisan yang pada awalnya bersumber dari dokumen-dokumen tertulis, lalu menyebar dari mulut ke mulut, ke mana-mana berabad-abad ke depan.

      Hapus
  5. Dengarkan...Lihat... Hayati....
    https://www.youtube.com/watch?v=O6U6RDNyKkQ

    BalasHapus
  6. injil barnabas itu shahih za....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hanya buat penganut kitab arab

      Hapus
    2. Al quran dbt abad berapa y?kl kitab suci abad brp y?

      Hapus
  7. Yahana emang bego, bukannya memberi analisa ( tidak punya pengetahuan apa-apa sehingga tdk memberi analisa), malahan tertawa dan komentarnya amat bodoh.....

    BalasHapus
  8. Nabi muhamad itu buta huruf gak bisa membaca apalagi menulis jadi di dalam alqura'n itu semua firman allah yg isinya dapat di cek kebenaranya melalui iptek paling moderen sekalipun gak nyontek dari injil yg kontroversional.

    BalasHapus
  9. bagi yang membantah Al Quran, silahkan baca


    وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ (12) ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (13) ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آَخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

    “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah [01]. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani [02] (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah [03], lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging [04], dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang [05], lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging [06]. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain [07]. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”. [QS. al-Mukminun (23):12-14]

    jika kalian pernah sekolah, dan jika ngomong Al Quran bukan Firman/Wahyu, silahkan cermati di tahun 600an Masehi, dimana ilmu bedah kedokteran belum ada apalagi bedah orang hamil, Quran sudah menulis hal itu, dan sampai sekarang belum ada ilmuwan yang membantahnya."Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik"

    BalasHapus
  10. apa yang akan terjadi jika seorang guru yang berbahasa aramaik syria mengajarkan murid-murid yang hanya mengerti bahasa yunani...

    yang akan terjadi adalah para muridnya menjadi keblinger...!!!!

    BalasHapus
  11. Nyimak.... ternyata banyak jenis injil yah

    BalasHapus
  12. Syukur kepadaMu Tuhan atas penyertaanMu.. Tuhanlah harapanku....Ia yang memenuhi segala kebutuhanku, Trima kasih Tuhan ...Amin.... Edi, Akupuntur Panggilan Bandung- Cimahi. Hub. 0822 4009 5673 ; 0838 2067 4030. Melayani mulai th. 1991 , Semuanya karena kemurahan Tuhan. Berkah Dalem Gusti,

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...