Minggu, 30 Agustus 2015

Vatikan Dukung Pemberian Nama Martin Luther untuk Alun-alun Kota Roma

Vatikan Dukung Pemberian Nama Martin Luther untuk Alun-alun Kota Roma

ROMA - Vatikan telah memberikan dukungan untuk memberikan nama Martin Luther terhadap alun-alun pusat kota Roma. Luther merupakan tokoh penting dalam gerakan reformasi gereja yang kemudian diekskomunikasi oleh Paus hampir 500 tahun silam.

Sebagai seorang imam dan teolog Katolik Jerman, Luther memicu kontroversi ketika ia secara terang-terangan menantang orotitas Gereja Katolik. Dia mengecam korupsi di antara para klerus serta menyebarkan ajaran bahwa keselamatan hanya datang dari iman. Pandangan Luther ini pun tidak sejalan dengan Paus Leo X.

Pada 1521, Luther diekskomunikasi dan tidak pernah diizinkan untuk kembali ke Gereja Katolik. Namun, nampaknya pandangan Vatikan mulai melunak.

Bulan depan, sebuah alun-alun di puncak kota Roma akan diberi nama Piazza Martin Lutero, untuk mengenang prestasi Luther. Lokasi yang dipilih adalah Oppian Hill, sebuah area taman yang menghadap Colosseum.

Langkah ini telah diupayakan sejak enam tahun silam, menyusul permintaan dari Gereja Advent Hari Ketujuh, sebagaimana dilaporkan harian Italia, La Repubblica. Awalnya, alun-alun itu dijadwalkan untuk diresmikan pada perayaan 500 tahun perjalanan Luther ke Roma pada 2010. Namun, pejabat kota tidak menyanggupi.

Vatikan pun menyambut positif langkah baru ini karena dianggap sejalan dengan dialog yang dilakukan Gereja Katolik dengan dewan ekumene.

“Ini adalah keputusan yang diambil oleh balai kota Roma, yang menguntungkan bagi umat Katolik, sebab ini sejalan dengan dialog yang dimulai dengan dewan ekumene,” kata Rev. Ciro Benedettini, wakil direktur kantor pers Vatikan.

Dialog antara Gereja Katolik dengan Gereja Lutheran telah ditandatangani pemimpin tertinggi kedua gereja pada 2013. Sementara, awal tahun ini, Paus Fransiskus juga mengumumkan sikap terbukanya terhadap gereja lain guna menyatukan suara Kristen di Eropa.

Tetapi dalam Italia ada sedikit penganut Protestan; hanya 435.000 warga Italia mengaku sebagai Protestan, menurut penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2012 oleh Pusat Studi Agama Baru. Katolik terus menjadi agama mayoritas, dengan 97,9 persen dari 60 juta penduduk Italia yang telah dibaptis Katolik pada 2009.


Baca juga:

5 komentar:

  1. percuma kalian berbisnis hal hal terkait klenik dan perdukunan disini,,kami umat Katolik tidak percaya tahayul;kami percaya Tuhan kami sebagai sumber rahmat dan rejeki,,amen

    BalasHapus
  2. Puji Tuhan ....perlu dialog antara Gereja Katolik dengan Gereja Lutheran telah ditandatangani pemimpin tertinggi kedua gereja pada 2013. awal tahun ini, Paus Fransiskus juga mengumumkan sikap terbukanya terhadap gereja lain guna menyatukan suara Kristen di Eropa. Marilah kita semua : Kristen Katolik, Protestan, Ortodokh saling mengasihi, taat kepada Firman Tuhan & tdk usah lagi menghakimi tetapi bersatulah dalam Iman & di realiasasikan dalam perbuatan sehari-hari.Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati demikian jugalah Iman tanpa perbuatan adalah mati (yakobus 2 : 26). Mari kita tekun membaca firman Tuhan & jadikan pelaku firman itu semoga Tuhan Yesus melindungi & memberkati kita semua.....amin.

    BalasHapus
  3. Betapa indahnya jika saudara seiman hidup rukun damai, saling mengasihi satu sama lain, hidup dalam persatuan menjadi saksi Kristus.

    BalasHapus
  4. Semoga Saudara Seiman menjadi terang, garam dunia & berkat bagi banyak orang.....amin.

    BalasHapus
  5. Puji Tuhan; walaupun saya teguh berpegang pada theologi Protestan/reform, saya tetap memandang umat Khatolik sebagai orang Kristen. I love them as I love all other brethrens. we are one as we all look at the cross of Christ. Let we love each others apart from systems and thoughts.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...