Sabtu, 14 November 2015

Di Medan, Katolik Tidak Dicantumkan Sebagai Agama di Kolom KTP

Di Medan, Katolik Tidak Dicantumkan Sebagai Agama di Kolom KTP

MEDAN – Hingga saat ini kolom KTP bagi agama katolik di Medan tidak pernah ada. Hal ini pula membuat agama Katolik seolah-olah merasa dimarjinalkan, padahal pertumbuhan jumlah umat Katolik di Medan cukup besar.

“Saat ini kolom agama di KTP hanya dituliskan Kristen. Padahal Kristen itu identik dengan Protestan, bukan Katolik. Kita seolah-olah dimarginalkan,” kata tokoh masyarakat katolik, Hendrik Halomoan Sitompul, Minggu (8/11).

Akibat penulisan Kristen itu, kata Hendrik, terjadi ketidaksinkronan data antara yang dimiliki Pemerintah Kota dengan K‎euskupan Agung Medan.

“Jika kita lihat pertumbuhan jumlah umat Katolik di Medan cukup besar. Kebaktian kami selalu berjalan semarak dan ramai dengan kedatangan umat. Tapi dari aspek administrasi kepemerintahan, kami seolah dianggap bagian kecil,” jelasnya.

Selain dari aspek administrasi kependudukan, umat Katolik juga dinilai jauh dari sentuhan bantuan dari pemerintah. Padahal gereja-gereja Katolik berperan besar dalam upaya menyukseskan program pembangunan Kota Medan.

“Saya kira belum ada bantuan untuk guru atau pastor maupun pengurus-pengurus gereja Katolik. Padahal sinergitas antara pemerintah dengan mereka penting untuk ditingkatkan dalam rangka menyerukan pada umat untuk menyukseskan program pemerintah kota,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya meminta agar Pemerintah Kota Medan untuk mencantumkan Katolik sebagai salah satu isi dalam kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) tersebut.

“Kami meminta agar Katolik tetap dipakai. Ini juga akan membantu dari sisi pendataan, baik buat pemerintah maupun buat kami,” pungkasnya.

9 komentar:

  1. Blog provokasi...Tidak Paham Apa Itu Kristen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heh...anda yang tidak paham tentang Kristen.......Kristen Protestan dan Katolik Roma itu beda.....sana belajar agama lagi......heran dulu sekolahnya dimana? masak ga tau sejarah dunia

      Hapus
  2. Orang kristen yang tidak Paham arti dari nama Kristen itu sendiri adalah sangat memalukan, Kristen itu bisa Katolik juga bisa Prostestan.

    Kristen saja tidak mengapa kenapa Harus yang Katolik atau kristen sangat prookator.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda orang Kristen bukan? Masak ga tau sejarah....belajar sejarah agama lagi yang bener yah.....Masak ga bisa bedain Katolik Roma dan Kristen Protestan.......mestinya anda yang malu karna kebodohan anda

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. sepaham dengan wandikbo. kristen merujuk pada orang yang percaya pada kristus. namun kalo konteksnya agama di KTP, maka yang diakui negara adalah agama protestan dan katolik tidak ada agama kristen. kenapa harus dibedakan? karena memang "beda". dan perlu dipahami mengapa pemimpin umat katolik keberatan dengan situasi ini karena semua aspirasi dari umat katolik serta perencanaan dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kebutuhan dan perkembangan iman katolik semua bersumber pada database. dan bisa dibanyangkan apa jadinya kalo data umat katolik tidak ada dalam data base kependudukan.

      Hapus
  3. “Ia [Yesus Kristus] kepala, tubuh, yaitu jemaat.”

    Selain itu, dikatakan dalam Efesus 4:15-16:
    “tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh [jemaat], --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.”

    Sebagaimana dijelaskan dalam ayat-ayat di atas, yang dimaksud gereja bukanlah bangunan melainkan tubuh yang terdiri dari setiap kita yang telah mengaku dengan mulut kita bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hati kita bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Sebagaimana dikatakan tentang tubuh ini serta anggota-anggotanya dalam 1 Korintus 12:

    I Korintus 12:12, 14, 18, 27
    “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan anggota sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus……..Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota……..Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya………Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.”

    1 Korintus 11:3 juga menambahkan:
    “Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.”

    Masing-masing dari kita adalah anggota tubuh Kristus dan memiliki Kristus sebagai TUHAN . Kita semua adalah gereja, anggota tubuh Kristus, dengan Kristus sebagai KEPALA, dan Kepala Kristus adalah Allah (1 Korintus 11:3). Sebagaimana dalam tubuh lahiriah, kepala adalah bagian yang mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukan oleh tubuh, demikian pula dengan Kristus: Dia ( hanya Dia) yang bertanggung jawab memutuskan bagaimana tubuh sebagai kesatuan, dan masing-masing kita sebagai anggota, akan berfungsi. Dia adalah kepala jemaat, kita adalah anggota-anggotanya, dan Allah adalah Dia yang telah menempatkan kita di tengah jemaat sesuai dengan keinginan-Nya. Sebagaimana tangan saya patuh pada kepala saya, demikianlah anggota-anggota jemaat seharusnya patuh kepada Kepala dari jemaat, yakni Kristus. Dialah yang memegang posisi Kepala dari jemaat. Semua yang lain adalah anggota yang fungsi tepatnya dibutuhkan untuk kelancaran beroperasinya seluruh tubuh.

    BalasHapus
  4. Gak usah debat ngalor-ngidul, ini urusan pemerintah.... yang Paling tahu ya menterinya...... Pak Tjahyo Kumolo. Menurut beliau Yang kosong BOLEH jika memang tidak menganut Agama yang 6 yang enem tadi apa saja kata pak MENTERI ..... monggo dicek dulu ungkapan beliau. http://www2.jawapos.com/baca/artikel/9069/Kemenag-dan-Kemendagri-Sepaham-soal-Kolom-Agama-di-KTP

    BalasHapus
  5. saya sependapat kalo di KTP hanya dicantumkan Kristen, kalo ada orang yang menyatakan bahwa ada perbedaan antara kristen dan katholik berarti dia tidak paham kekristenannya, Kristen terdiri dari Kristen Katholik dan Kristen Protestan, karena kristen artinya kristus yang mengajarkan ajaran kristus dengan melalui gereja, Toh protestan juga dulunya adalah Kristen Katholik yang membuat aturan sendiri dan membuat gereja Protestan jadi saya tegaskan kepada Bapak Hendrik Halomoan Sitompul untuk belajar lagi tentang apa itu Kristen

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...