Kamis, 17 Desember 2015

Di Brunei, Merayakan Natal Akan Dihukum Penjara 5 Tahun

Di Brunei, Merayakan Natal Akan Dihukum Penjara 5 Tahun
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah

Negara yang kaya akan minyak Brunei Darussalam secara resmi melarang perayaan Natal di area publik. Hal ini dilakukan karena takut warga kerajaan ini menjadi 'sesat'.

Hukum itu mulai berlaku pada perayaan Natal 25 Desember 2015 mendatang setelah diumumkan pada Januari lalu oleh Kementerian Agama Brunei. Larangan perayaan Natal bagi Muslim ini diberlakukan setelah tahun lalu banyak anak-anak dan orang dewasa di daerah yang mengenakan aksesoris Santa.

Pemerintah khawatir, hal semacam itu, yakni ikut merayakan atau memeriahkan hari besar agama lain, yang memang dilarang dalam Islam, dapat merusak aqidah dan mengguncang iman umat Muslim.

"Umat Muslim harus berhati-hati untuk tidak mengikuti perayaan seperti ini dengan cara apapun. Perayaan itu tidak berhubungan dengan Islam dan tanpa sadar bisa merusak iman umat Muslim," bunyi pernyataan resmi pemerintahan Brunei.

Saat itu, pemerintah hanya memerintahkan agar segala macam bentuk dekorasi yang berkaitan dengan Natal dicopot, sebelum melarangnya secara total sebulan kemudian. Pernyataan itu juga mengatakan bahwa tempat-tempat bisnis yang ditampilkan secara umum dengan dekorasi Natal diminta untuk ditutup.

Larangan juga berlaku untuk semua hal yang berkaitan dengan perayaan Natal, termasuk aksesori natal. Misalnya saja pemakaian topi santa claus untuk anak-anak atau orang dewasa. Pelarangan ini juga sesuai dengan pernyataan dari Kementerian Agama Brunei Darussalam tertanggal 27 Desember 2014 yang mengatakan perayaan natal di ruang publik termasuk dalam menyebarkan agama selain agama Islam.

Pernyataan yang sama juga menegaskan bahwa menyebarkan simbol-simbol agama lain melanggar Pasal 207 (1) hukum pidana Brunei, yang sanksinya adalah denda 20.000 dolar Brunei (sekitar Rp190,5 juta) atau penjara selama lima tahun atau keduanya.

"Orang-orang yang memeluk kepercayaan lain yang hidup di bawah kekuasaan negara Islam, dapat mempraktekkan agama mereka atau merayakan hari besar keagamaan mereka di antara komunitas mereka, dengan kondisi tidak menampilkan secara terbuka kepada umat Islam," ujar seorang juru bicara.

Sumber:

26 komentar:

  1. Apa ini... aturan yang tidak Bijak !

    BalasHapus
    Balasan
    1. gara2 fanatik setitik rusak nasi padang senusantara19 Desember 2015 20.08

      yaelah tuh baca berita orang padang/minang sama-sama fanatik buta-buta... indonesia mau dijadikan arab saudi yang sama sekali tidak asik!! nyesal aku rajin beli nasi padang... ya sudah mulai besok berhenti aku beli nasi padang walaupun bau rendang sungguh menggoda tapi ingat kelicikan orang padang malah mau muntah aku... untunglah dimana-mana rumah makan sudah menjamur sehingga dahaga kuliner aku bisa terpuaskan tanpa nasi padang

      Hapus
  2. mantap pak... kita makin mengenal Islam

    BalasHapus
  3. Yang salah diperjuangkan, itulah makna ucapan berita ini. yang kami harapkan Tuhan Yesus juga menghampirimu dan saudara ! amin

    BalasHapus
  4. Yang salah diperjuangkan, itulah makna ucapan berita ini. yang kami harapkan Tuhan Yesus juga menghampirimu dan saudara ! amin

    BalasHapus
  5. Siti Maryam menggendong Nabi Isa keluar dari .... Karena nabi ISA AS paling mulia (lahir dari maryam tanpa ayah) ==> ini ajeh udah natalan judulnya.
    Tidak ada orang lain lagi kecuali ISA atau YESUS.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nabi adam ada dibumi, tanpa ayah dan ibu. Berarti lebih mulia lagi donk dari isa. Kenapa gak nabi adam saja yg dituhankan ?

      Hapus
    2. Anak tunggal bosz

      Hapus
  6. Pelanggaran HAM yang sama persis dengan si Mr.Donald Trump

    BalasHapus
  7. Astaghfirullah.....
    Rasulullah Mohammad saja tak pernah menerapkam hukum semacam ini kepada orang orang yahudi dan nasrani pada zaman beliau...
    Merasa lebih Islam daripada Baginda Rosul......
    Maka jangan heran kalau dibeberapa negara , umat Islam juga dimarginalkan seperti ini....
    Allah Maha Pengasih......

    BalasHapus
  8. Kalau ga punya minyak, ini negara bisa apa sih? ngemis dari negara laen doang palingan.

    BalasHapus
  9. Kalau ga punya minyak, ini negara bisa apa sih? ngemis dari negara laen doang palingan.

    BalasHapus
  10. Islam agama damai, Rahmatan Lil Alamin, Islam Rahmat bagi semesta alam, Islam menjunjung tinggi toleransi, Islam itu indah semuanya BULL SHIT.

    BalasHapus
  11. Aparat Keamanan & Bin harus waspada & melakukan tindakan preventif thd ancaman teroris di tempat2 ibadah yg merayakan Natal & Tahun Baru. ISIS & Boko Haram menargetkan gereja2, di jadikan target serangan bom.

    BalasHapus
  12. Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menegaskan agar umat muslim agar tidak memberikan ucapan Selamat Hari Raya Natal kepada umat kristiani apalagi mengikuti natalan bersama, karena hukumnya haram dan berdosa bagi umat Islam mengikuti perayaan Natalan bersama umat Kristen. Sebab dalam acara Natalan bersama itu mengandung unsur ibadah Kristiani.

    “Umat Islam haram mengikuti perayaan Natalan bersama, karena mengandung unsur ibadah, sehingga akan merusak aqidah dan keimanan umat Islam. Bahkan ucapan Selamat Hari Natal, jangan sampai diucapkan oleh umat Islam. Adapun yang diperbolehkan ucapan Selamat Tahun Baru,” -- KH.Ma’ruf Amin (MUI)

    ~ Ternyata Islam tidak dapat hidup harmoni dengan Non Muslim
    ~ Islam agama teloransi ternyata Bull Shittt..
    ~ Islam agama damai ternyata Bull Shittt..
    ~ Islam agama yang terlalu sensitive, extreme..
    ~ Islam agama yang suka merendahkan & menghina agama lain
    ~ Islam agama paling ego, sombong di dunia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus dipahami dalam islam toleransi di pandang tidak melanggar aqidah, oleh karena itu kalau menyatakan selamat Natal dipahami sebagai kelahiran sang penebus(juruselamat) bagi mereka akan mempengaruhi aqidah umat islam. Yang jadi juru selamat kok bukan Muhammad. Ini yang membuat mereka mengharamkan ucapan selamat, antara tidak PD akan keyakinan mereka dan keraguan akan kenabian junjungan mereka jadi ada kecemasan kebesaran nabi menjadi menurun karena ada nabi besar lain yang lebih menentukan

      Hapus
  13. Jika imigran Muslim di Eropa di larang merayakan Idul Fitri di ruang publik, pasti Muslim kebakaran jenggot di zolimin oleh orang2 kafir Eropa, melanggar HAM dll.
    Beginilah perilaku Muslim mau menang sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. NYesak dada ku membaca berita tsb di atas. Kenapa sih sesama anak-cucu Adam dan Hawa koq saling membenci,sirik,dll?. Yang namanya Iman atau Kepercayaan, itu Tidak Boleh Takut akan hal-hal yang belum tentu terjadi. Kalau saja Pemimpin semacam judul berita di atas, saya tak bisa bayangkan rasa "takut" yang berlebihan. Kalau demikian pemikiran dan undang-undang darurat (musiman) diberlakukan hanya untuk melarang karena takut sesorang (akan) pindah keyakinan? Maka hancurlah dunia ini,karena orang lain yang (kebetulan) berbeda keyakinan dilarang hidup ,karena takut mematikan keyainan yang lain.

      Hapus
  14. Bahaya akan penerapan syariah memang berpotensi pengambilan kebijakan yang dianggap rahmatullah ternyata menyesatkan atau memang begitu karakter islam? Bayangkan kebijakan politik dan publik di kontrol oleh agama, konsekuensinya bermacam-macam bahkan bisa merendahkan islam sendiri. Salah satu persolan besar adalah ada "iman" bagi muslim yang meyakini alquran berasal dari Allah dan menjadi satu satunya mukzizat Nabi. Jadi alternatif bukan Alquran atau tidak sama dengan Alquran diberangus, sehingga pemikiran berbeda akan dilenyapkan karena tidak sesuai, secara garis besar itu pemahaman syariah. Sering muslim menggunakan istilah teloransi saat sejarah mencatat turki di kepung tentara muslim dan diminta memilih dihancurkan atau mengakui islam (masuk islam) Saat itu kota turki yang dikepung memilih tunduk pada kekalifahan muslim. Masyarakat muslim menganggap itu toleransi dimana islam tidak menghancurkan kota yang dikepung tapi dimasa kini tidak relevan karena itu bentuk dari TERORISME, kira kira sama dengan saat kanaan dikepung tentara israel menciptakan rasa takut menjadi dasar seseorang menjadi mukmin.

    BalasHapus
  15. Ajaran agama dengan tingkat keimanan paling rendah dalam sejarah hidup manusia adalah islam.
    Manusia mencoba menyelamatkan manusia mana bisaaa.....
    Makin aneh aturannya akan makin terpuruklah ini agama.


    BalasHapus
  16. Arab Saudi Berlakukan Hukuman 10 Tahun Penjara Jika Merayakan Natal
    WOW...... WOW, sungguh negara yg berbasiskan agama yg amat menghargai solidaritas


    Dan kini, situs Screwlife memuat laporan pada Minggu (20/12) lalu, bahwa pengadilan syari’ah, kerajaan Arab saudi tersebut memperkenalkan sebuah hukum baru yaitu ancaman hukuman penjara selama 10 tahun bagi siapapun yang merayakan hari Natal di wilayah kerajaannya. Menyanyikan lagu-lagu natal atau apapun yang berhubungan dengan natal akan mendapat 1000 kali cambukan. Bahkan hanya dengan mengucapkan selamat natal juga bisa terkena hukuman.

    BalasHapus
  17. Ah sdh klwat natalanya...taon depan...agamamu ya agamamu..agamaku ya agamaku ...tk usah campor campor...

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...