Jumat, 29 Januari 2016

Mengungkap Fakta Dibalik Kisah Mualaf "Lulusan Terbaik Vatikan", Ust. Bangun Samudra

Mengungkap Fakta Dibalik Kisah Mualaf "Lulusan Terbaik Vatikan", Ust. Bangun Samudra

Ditulis oleh @FaktaKatolik dengan sedikit perbaikan bahasa.

Hmm.. Dalam beberapa hari terakhir kisah mualaf "lulusan terbaik Vatikan" rupanya diedarkan kembali di #twitter. Jadi ingin menanggapi, deh. Tapi berhubung sudah pernah ada ulasan dengan topik yang sama dari sesama Katolik, semoga ulasan kali ini tetap bisa menjadi referensi yang berarti.

Seperti sudah kita ketahui bersama, beberapa orang Katolik yang kemudian berpindah agama punya kebiasaan merekayasa kisah masa lalu hidup mereka. Kita menyebutnya "rekayasa", karena memang jika diteliti dengan bekal fakta-fakta pembanding yang memang mudah didapat, kisah-kisah mereka runtuh seketika. Begitulah nasib setiap kisah yang ditopang oleh kebohongan. Takkan lagi bisa berdiri tegak saat disandingkan dengan fakta.

Tapi tentu saja, ketika kisah itu disampaikan kepada audience yang pengetahuannya minim tentang "dunia" yang diceritakan dalam kisah itu, apa yang terjadi? Mereka tak punya pilihan selain percaya saja terhadap kisah itu, apalagi jika sudah dibumbui hal-hal yang membuai ego/fanatisme mereka; percaya buta.

Entah apa yang memotivasi para mantan Katolik itu ketika memutuskan untuk merekayasa sepenggal kisah masa lalu hidupnya sebagai orang Katolik. Tapi hal itu bisa kita lihat sebagai level moral-spiritual mereka, ketika membuat keputusan untuk "melompat pagar", keluar dari Katolik. Dan jika mereka "melompat pagar" dengan menggunakan "tangga kebohongan", apakah itu juga mencerminkan dunia mereka sekarang? 

Anyway... Langsung saja, berikut ulasan kami menanggapi kisah sosok yang sekarang menyebut dirinya "Bangun Samudra" (selanjutnya disingkat "BS").
  1. Alkisah ada seorang mantan Katolik yang membangun imej diri sebagai sesosok mantan "pastor lulusan terbaik Vatikan".
  2. Sama seperti kisah para mualaf mantan Katolik asli Indonesia lainnya, kisahnya beredar dalam berbagai versi dengan detail yang berbeda-beda.
  3. Di sini akan kami coba rangkum potongan-potongan detail itu sebagai 1 kisah utuh dan kami komentari poin-poin yang memang harus disoroti.
  4. Bukannya apa-apa, tapi dengan memahami kisahnya secara utuh dengan kronologi yang lebih jelas, akan lebih tepat pula cara kita menyikapinya. Betul?
  5. Jadi, ulasan ini akan sedikit lebih detail jika dibandingkan dengan respon lain yang mungkin pernah kita baca, dari sesama Katolik juga.
  6. Kisah kehidupan seseorang takkan lengkap tanpa info tentang tanggal lahirnya. Sayangnya tanggal lahir BS tak disebutkan dalam semua referensi yang ada.
  7. Kita hanya temukan riwayat pendidikan BS, yang dari TK hingga SMA ditempuh di sekolah-sekolah Katolik di Surabaya:
  8. Katolik Kristus Raja, SD Katolik St Stanislaus, SMPK St Yohanes Gabriel, SMA Santa Maria.
  9. Kita juga dapati pengakuan bahwa BS pernah menempuh pendidikan di SMA Seminari St Vincentius a Paulo, Garum, Blitar.
  10. Di Blitar itu BS hanya menjalani "kelas persiapan" yang merupakan syarat wajib untuk bisa masuk Seminari Tinggi bagi lulusan SMA.
  11. Kelas persiapan ini bagi lulusan SMA disebut Kelas Persiapan Atas (KPA), yang dijalani hanya 1 tahun. Ini standar di semua Seminari Menengah.
  12. Sementara bagi yang dari awal (kelas 1 SMA) sudah memilih masuk Seminari Menengah, harus masuk Kelas Persiapan Pertama/Bawah (KPP/KPB) dulu.
  13. Jadi baik lulusan SMA biasa maupun SMA Seminari, sama-sama menempuh pendidikan wajib selama 4 tahun jika ingin melanjutkan Seminari Tinggi.
  14. Durasi kelas persiapan ini bukan "seharusnya 2 tahun, tapi bisa hanya 1 tahun bagi yang cerdas", seperti pengakuan BS. Tak percaya? Silakan cek sendiri.
  15. Tapi memang di SMA Seminari Garum ada sedikit perbedaan dari Seminari Menengah pada umumnya, yaitu setelah KPA ada "Kelas IV".
  16. Namun, apakah "Kelas IV" ini ditempuh atau tidak, tak berhubungan dengan kecerdasan, melainkan menyangkut pilihan kelanjutan studi.
  17. Tapi, dari cerita-cerita yang beredar di kalangan alumni SMA Seminari Garum, Blitar maupun SMA Santa Maria, Surabaya, ada fakta yang mengejutkan:
  18. Bahwa BS memang alumnus SMA Santa Maria, Surabaya, tapi pendidikannya di SMA Seminari Garum, Blitar tidak tuntas. Dari adik kelasnya di SMA Santa Maria ~> RT @EvaLaksmi: @FaktaKatolik yang pasti lulus SMA tahun 86.
  19. BS memang pernah menjalani studi di SMA Seminari Garum, Blitar, tapi bukan KPA, melainkan KPP/KPB. Ini membawa konsekuensi yang tak sepele:
  20. Karena tak tuntas jalani kelas persiapan (yang cuma 1 tahun itu!), otomatis BS tak memenuhi syarat wajib untuk bisa melanjutkan ke Seminari Tinggi.
  21. Seandainya BS tak gagal di SMA Seminari Garum, Blitar, takkan perlu ada cerita bahwa ia lalu bersekolah di SMA Santa Maria, Surabaya.
  22. Sampai di sini kita jadi bertanya-tanya, apa motif BS membual & berbohong tentang pendidikannya di Seminari Menengah Garum, Blitar?
  23. Setelah itu BS mengaku menempuh studi di Seminari Tinggi Beato Giovanni XXIII. Katanya, masa studi yang seharusnya 5 tahun cuma ditempuhnya 3 tahun.
  24. Lagi-lagi di sini BS bohong lagi dan membual lagi. Karena selain fakta bahwa ia tak memenuhi persyaratan akademis untuk melanjutkan ke Seminari Tinggi,
  25. Durasi studi di Seminari Tinggi Beato Giovanni XXIII pun bukan "seharusnya 5 tahun tapi bisa 3 tahun saja karena cerdas", tapi 4 tahun, flat.
  26. Pun umumnya para frater yang menempuh pendidikan S1 di Seminari Tinggi Beato Giovanni XXIII, sekaligus dengan S1 di STFT Widya Sasana.
  27. Keduanya sama-sama di Malang, dan sama-sama ditempuh selama 4 tahun, flat. Tanpa ada pengistimewaan apapun bagi para frater yang studi di sana.
  28. Klaim ngawur BS ini mirip-mirip lah dengan ngawurnya @stevenindraw| (1) chirpstory.com/li/273766 | (2) chirpstory.com/li/286180. MT @EvaLaksmi: yup saya pernah konfirmasi ke romo Dosen STFT Widya Sasana, yang pasti beliau terpingkal-pingkal dengan 'program akselerasi' BS, karena cerdas :p
  29. Lagi-lagi di sini kita mesti bertanya; apa motif BS memanipulasi deskripsi durasi studi (fiktif)-nya di Seminari Tinggi?
  30. FYI, di internet bertebaran CV alumni Seminari Menengah Garum, Seminari Tinggi Beato Giovanni XXIII, maupun STFT Widya Sasana.
  31. Bisa ditengok jika ingin dapatkan gambaran umum bagaimana sebenarnya studi di institusi-institusi tersebut. Bandingkan dengan deskripsi versi BS.
  32. Secara umum masa studi seorang calon pastor dari setelah level SMA/Seminari Menengah sampai ditahbiskan menjadi pastor sebenarnya standar.
  33. Dalam artian walaupun durasinya memang bervariasi (tergantung apakah jalur calon pastor Diosesan atau Ordo/Tarekat religius),
  34. Tapi tiap-tiap durasi standar itu berlaku bagi semua yang menempuhnya, tanpa ada pengistimewaan karena kecerdasan individual si calon pastor.
  35. Bahkan, dalam prakteknya, seorang frater bisa saja molor masa studinya, tapi mustahil dipercepat atas alasan apapun.
  36. Untuk calon pastor Diosesan, jika dihitung setelah SMA/Seminari, dari Tahun Orientasi Rohani sampai ditahbiskan sebagai pastor, lamanya 10-14 tahun.
  37. Durasi Tahun Orientasi Rohani, Tahun Diakonat, serta Tahun Orientasi Pastoral bisa bervariasi, tapi semua itu adalah tahapan non akademis.
  38. Sementara pada calon pastor dari Ordo/Tarekat religius, durasi totalnya antara 6-14 tahun. Tiap-tiap Ordo/Tarekat punya standarnya sendiri-sendiri.
  39. Bualan BS makin konyol: mengaku pernah merengek minta mobil ke Vatikan. Ini dalam kapasitas apa? Pastor tulen tidak mungkin begitu.
  40. Apalagi jika rengekan itu katanya disampaikan lewat "Dewan Gereja Indonesia" (sekarang PGI, lembaga Protestan!). Tidak sekalian saja lewat MUI?
  41. Kita jadi tak perlu heran jika bualan BS berlanjut: menempuh S2 di "Universitas Saint Peters, di Vatikan". Duh, nama universitasnya saja fiktif.
  42. Silakan dicari, jika memang ada "Universitas Saint Peters" di Vatikan, berikan datanya ke kami, setelah itu kalau mau bolehlah bully kami. :p
  43. Kalau universitasnya saja sudah fiktif, bagaimana dengan segala hal yang katanya dijalaninya di sana? Nyata? Sungguhan? Fakta? *mikir*
  44. Jadi, apakah BS memang "lulusan terbaik Vatikan", jika ia menempuh S2 di sebuah universitas fiktif yang entah dimana itu?
  45. Sebagai pembanding, ini kisah sosok pastor tulen, Rm Dr. Markus Solo K., SVD, yang berkecimpung dengan Islamologi: http://www.hidupkatolik.com/2013/03/08/pastor-dr-markus-solo-kewuta-svd-dari-lewouran-menuju-vatikan
  46. Membandingkan kisah Rm Markus dengan kisah BS, kita jadi perlu bertanya, jika BS memang mantan pastor, kapan & dimana penahbisan BS?
  47. Siapa pula yang menahbiskan? (tidak ada loh pastor kok 'dilantik'). Setelah itu, BS berkarya di Paroki mana? (tapi sudah jelas BS bukan mantan pastor)
  48. Di luar semua kebohongannya yang begitu kasat mata, ada begitu banyak "lobang" dalam klaim BS itu. Bisakah terisi oleh fakta?
  49. Atau mau pakai jurusnya @KristiantoHanny ketika membela @stevenindraw; "tanya ke KWI" (atau malah "tanya ke Vatikan")?? #LOL
  50. Jadi, siapapun anda, jika anda orang Katolik dan memang merasa sudah punya alasan kuat untuk tinggalkan Katolik, silakan saja.
  51. Hak anda, lah, itu. Hak asasi, malah. Tapi mbok ya yang elegan. Tak usahlah disertai ngarang macam-macam cerita bualan. Berbohong itu dosa, kan?
  52. Karena jika dengan pindah agama lalu standar moral anda terjun bebas seperti itu; berbohong tentang 1 hal lalu disusul kebohongan-kebohongan lain. Apa tujuannya?
  53. Apakah kenekatan seperti yang dilakukan BS (dan juga @stevenindraw) dengan kebohongannya itu ada kaitannya dengan "profesi" yang sekarang dipilihnya?
  54. Apa karena dengan berbohong, ngaku-ngaku sebagai orang-orang hebat, maka "pasar" yang mungkin sulit anda tembus sebagai orang yang bukan siapa-siapa, jadi lebih mudah terbuka?
  55. Yah, semoga saja level moral anda yang seperti itu bukanlah gambaran umum level moral komunitas baru anda.
  56. Sekian. Terimakasih bagi yang sudah menyimak. Mohon maaf apabila ada kata-kata dalam penyampaian kami yang kurang berkenan di hati. Selamat malam.

48 komentar:

  1. Kebohongan walaupun di tutup rapat akhirnya kebenaran akan terungkap dengan sendirinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kelihatan kok Bro orang pinter apa tidak itu dilihat dari omongannya.

      Hapus
  2. Kebohongan seperti bangkai walau di tutup rapat akhirnya baunya tercium juga.

    BalasHapus
  3. Ustadz Bangun Samudra Lulusan terbaik Vatikan.......BULL SHIT.
    Hai Ustadz kalau dakwah di dasari oleh kejujuran.

    BalasHapus
  4. Ustaz BS cari sensasi, biar tenar, banyak uang, dengan cara berbohong & fitnah.

    BalasHapus
  5. Namanya juga jualan, biar lebih laris jualannya pake ilmu silat lidah.

    BalasHapus
  6. hahahahahahahahahaha
    hkhkhkhkhk
    lulusan terbaik Vatican ...

    BalasHapus
  7. Maaf min, ini yg jadi masalah apa ? Ust BS membual aps ust BS masuk islam, apa seandainya BS tdk masuk islam dan masih katholik bualannya tidak menjadi masalah buat anda

    BalasHapus
    Balasan
    1. toro, seandainya ust BS berbicara sesuai fakta yang terjadi siapa juga yang tidak percaya??

      Hapus
    2. Mgkn kl ust BS masih katolik terus dia membual pasti ga di permasalhkan, krn msh seiman, skrg krn ust BS udh islam baru deh di bongkar.. Min..min apa seperti itu yg di ajarkan disana..

      Hapus
    3. membual tentang apa dulu dia? ini masalahnya dia mengaku2 sebagai seorang mantan "pastor lulusan terbaik Vatikan"

      Hapus
  8. Banyak kok yg mengaku pintar selain BS kok tidak anda ungkap faktanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengertian pintar di sini licik, memberikan data yg tidak benar alias palsu.Apalagi seorang Ustadz, BS harus jadi panutan yg baik.

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. terima kasih atas pencerahannya, semoga bisa dibaca oleh banyak kalangan. tidak penting rasanya membahas perpindahan agama yang dilakukan BS, kalau menurut beliau itu baik, ya baiklah ia jalankan dengan baik pula.

    BalasHapus
  11. Mas Toro, intinya disini dikatakan bahwa kalau mau menjadi mualaf silakan saja krn itu hak azasi, tp janganlah menjual kebohongan hanya utk menjadi 'laku'. Kasihan umat yang mendapat ceramahnya terima kasih

    BalasHapus
  12. Level moral komunitas baru anda.
    Hahahahaaha..
    Ya nulis ya nukis aja, mnok ndak isa pake emosi.

    BalasHapus
  13. Kalau mau masuk Islam (mualaf) silahkan itu hak azasi manusia, tetapi ingat
    jangan menjual dengan kebohongan. Apalagi seorang Ustadz BS, seharusnya memberi contoh akhlak yg baik, segala sesuatu di dasari dengan kejujuran.

    BalasHapus
  14. Berpindah keyakinan itu hakmu....tetapi ingat jangan engkau mencemmoh, menghina, menghujat & memfitnah agama sebelumnya....apalagi anda seorang Ustadz BS seharusnya menjadi contoh teladan yg baik.

    BalasHapus
  15. kenapa ketika dia masuk islam baru anda buat/bongkar kebohongannya ??

    BalasHapus
  16. kenapa pohon pinus menjadi ikon untuk Natal sementara tempat kepercayaan lahir Natal adalah tanah tandus /padang pasir yg tidak di tumbuhi pohon pinus. mohon pencerahan ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pohon cemara adalah pohon yg tahan thd berbagai cuaca, baik di musim panas maupun dingin, bahkan di musim salju daun pohon cemara tidak mati atau gugur.

      Hapus
  17. saya protestan..jadi pendeta gereja protestan aja cukup ruwet..apalagi jadi romo,pastor,biarawan/wati katolik lebih ruwet lagi...

    BalasHapus
  18. BS???Benar sial artinya...BS pngen byak istri kali...lulusan trbaik ndas mu....kelu sy byk katolikx tp g ad yg ngajarin kya gtu...BS...pngen cepat tenar kali...

    BalasHapus
  19. Hmmm....BS pengen byak istri kali..keluq byk org katolik n protestan....tp g ad tipe ajaran mreka yg kya BS...haha

    BalasHapus
  20. Ya orang spt BS inilah yg mencari uang dari agama.....seharusnya d agama manapun kl ingin membagi ilmu agamanya dgn yg lain gak usah menetapkan harga/minta bayaran.Beginilah jdnya spt BS ini kl agama dikomersilkan

    BalasHapus
  21. Ya orang spt BS inilah yg mencari uang dari agama.....seharusnya d agama manapun kl ingin membagi ilmu agamanya dgn yg lain gak usah menetapkan harga/minta bayaran.Beginilah jdnya spt BS ini kl agama dikomersilkan

    BalasHapus
  22. tidak perlu saling menyalahkan... waktu juagalah yang akan menilai baik dan buruknya...

    BalasHapus
  23. Kita tidak menghakimi BS, tetapi kita mengingat dia, agar evaluasi diri / menyadari atas kesalahannya.

    BalasHapus

  24. Artikel Bermanfaat, Trims.. jika berkenan Jgn Lupa Baca Berita Seru di suarasatu.com :)
    SuaraSatu.com Berita Satu Indonesia Dari Pelosok Nusantara

    BalasHapus
  25. kalau merunut fakta diatas saya menimpulkan bahwa ustad BS ini adalah orang yang stress dan menghalalkan segala cara untuk sesuap nasi, barangkali jika dia tidak membual alias berbohong mungkin tidak ada orang yang mau mendengarkannya maka tidak ada pilihan dia harus membual kira2 mirip2 tukang obat di jalananlah...

    BalasHapus
  26. Sudah jelas sekali semua bualan yang dia lakukan untuk mensupport jualan dakwahnya supaya lebih wah lagi sehingga saudara kita yg disana terpukau dan terpesona. Tapi harus diakui bahwa yang dia persiapkan bagus juga, pertama penampilan sudah dibuat layak jual dengan jenggot dan tampilan busananya, yang kedua jualan kecap Nya mesti bagus krn kalau ga bagus bukan yang No satu dong. Tapi dari itu semua sangat disayangkan saudara yang disana kok ya mau dibohongin gitu loh, kok terpesona dengan jualan dakwahnya gitu loh. Admin membongkar ini semua supaya saudara disana bisa membuka mata dan telinga akan hal yang benar dan akan hal yang bohong. jadi jangan lihat penampilan atau casing atau bungkus nya, ngakunya prosesor paling anyar ternyata pentium 1.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jgn menjustifikasi tanpa bukti. Ustadz Bangun bilang rumahnya terbuka kalau mau diskusi. Silakan Saudara tanya langsung sama ybs, asal usulnya, atau yg jadi kegalauan Saudara drpd berkoar2 tanpa bukti. Ajak diskusi sekalian biar terpuaskan keingintahuan kalian.Itu baru fair. Jgn cuma nulis2 ga jelas. Manusia itu dikasih akal pikiran, jadi silakan digunakan. Fair kan....

      Hapus
  27. Adminnya repot ngurusin orang revert mulu hahaha.....giliran orang convert ke ajaran Paulus mau pake cara bohong sekalipun adminnya kalem tuh gak koar2. Contoh nih ya, si admin gak bikin tuh postingan soal kebohongan Nabil Qureshi....jelas2 si Nabil Qureshi tulis sendiri di blognya klo dia Ahmadis sejak lahir. Dan FYI Ahmadiyah itu tidak dianggap sebagai aliran dalam Islam sama seperti Syiah. So penganut Ahmadiyah or Syiah apalagi sejak lahir bukanlah seorang muslim. Cuma ngaku2 aja sebagai muslim. Penganut Ahmadiyah n Syiah = KAFIR. Jadi klo si Nabil ngaku2 convert dari Islam jelas pembohongan publik luar biasa.
    Berkaitan dengan apa yang admin posting mengenai Ustadz Bangun Samudra, Wallahualam....Allah is The All Knower.....at least Ustadz Bangun Samudra memang seorang Katolik sejak lahir dan bukan seseorang yang ngaku2 Katolik seperti si Nabil Qureshi ngaku2 Islam padahal penganut aliran sesat yang tidak diakui Islam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Daripada playing victim, kenapa Anda gak coba gantian bongkar kebohongan2 si Nabil seperti admin yg sdh membongkar kedok ust. BS?

      Kebenaran tetaplah kebenaran. Kebenaran tidak terikat ras, gender, agama, golongan, kelompok, ruang dan waktu. Lawanlah tulisan dgn tulisan bukan dgn celaan apalagi playing victim.

      Hapus
  28. dengan menyebut nama allah yg maha kasih dan maha sayang

    katakanlah allah itu satu
    allah tempat bergantung segala sesuatu
    tidak beranak dan di peranakan
    tidak ada yg setara dan sebanding dengannya di langit dan di bumi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan Firman Allah bersama dengan Allah .
      dan Firman Allah adalah Allah, satu.
      Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
      Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
      Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.

      Hapus
  29. hmmm...menarik.

    setelah membaca 3 mantan kristen(iren,stev dan bs),saya jadi bertanya2?

    BalasHapus
  30. Memang kebohongan selalu melahirkan dusta. Demikianlah yang terjadi pada diri para mualaf itu. Beberapa alasan para mualaf berbohong:

    1. Alasan Sosial: supaya cepat diterima di lingkungannya yang baru. Dengan menjelek-jelekkan dan mengungkapkan kelemahan lingkungan sebelumnya, umat di lingkungan baru dapat segera menerimanya. Apalagi bila diiming-imingi dengan kata-kata “Hidayah Allah STW”

    2. Alasan Popularitas: menyebarkan kebohongan tentang kelemahan atau kejelekan agama sebelumnya membuat diri seorang mualaf cepat terkenal. Apalagi banyak umat islam yang mudah dibodoh-bodohi.

    3. Alasan Keselamatan: memang al quran sudah mengatakan bahwa hanya umat islam saja yang masuk sorga; orang kafir pasti di neraka. Kebaikan dan amal kasih yang dilakukan orang kafir tak ada gunanya, tidak mendatangkan pahala. Akan tetapi, dengan menjadi islam belum tentu juga otomatis masuk sorga, karena seseorang harus melakukan berbagai macam kewajiban. Salah satu jalan mudah (dan murah) untuk masuk sorga adalah dengan mengislamkan orang kafir. Hadits At Tabrani berkata: Nabi Muhammad bersabda, “Siapa yang dapat mengislamkan orang dengan usahanya, maka pastilah ia masuk ke dalam sorga,” Masuk sorga di sini suatu kepastian dan otomatis. Jadi, tak perlu lagi sibuk-sibuk dengan kewajiban lainnya. Nah, para mualaf ini sudah mendapatkan popularitas. Dengan popularitas itu dan dengan kebohongan-kebohongannya, mungkin aka nada orang kafir yang tertipu dan akhirnya menjadi islam. Kan sudah pasti masuk sorga.

    BalasHapus
  31. Silahkan follow David Wood, banyak cerita lucu tentang Islam and kebohongannya:

    http://www.youtube.com/user/Acts17Apologetics

    Tolong sebarkan.

    BalasHapus
  32. Islam ternyata penyembah berhala:
    http://www.youtube.com/watch?v=Rxj41M-xwa0

    Islam benci sama anjing:
    http://www.youtube.com/watch?v=j0WgK8EMOnE

    Islam agama dari Setan:
    http://www.youtube.com/watch?v=Uem_0GQP-zY

    Tolong sebarkan.

    BalasHapus
  33. dari nama sekolah saja sudah salah, yang betul SDK St.Yohanes Gabriel,SMPK St.Stanislaus ini bersebelahan dengan gereja Kristus Raja Surabaya di jalan Residen Sudirman,sedangkan SMAK St.Maria berada di jalan raya Darmo Surabaya di bawah yayasan suster-suster(Biarawati)dari ordo Ursulin. kalau lulusan SMP mamasuk keseminari menengah St.Vincentius A.Paulo,Garum Blitar.(3 Tahun belajar formal tiap pagi + sore belajar bahasa latin,tongak sejarah gereja,Alkitab,liturgi gereja + 1 Tahun Kelas Persiapan Atas (Tahun persiapan rohani mengenal lebih dalam hidup membiara dan bergantian belajar memmimpin ibadat sabda berseta renungan + Pisikologipendiddikkan perkembangan remaja);Sedangkan bagi yang lulusan SMA yang bergabung keseminari menengah menempuh 2 Tahun masa KTA (1 Tahun diisi masa orentasi,belajar bahasa inggris,bahasa indonesia,bahasa latin,liturgi gereja,tonggak sejarah gereja,Alkitab dan Tahun ke 2 di isi pisikologi pendidikan perkembangan remaja dan bergantian belajar memimpin ibadat sabda).
    Setelah lulus dipersilakan membuat lamaran mau bergabung di konggregasi/tarekat/serikat/ordo sedangkan yang memilih diosensan silakan surat lamarannya di tujuhkan ke keuskupan yang di minati calon. Setelah itu si calon di panggil untuk wawancara penyeleksian dari masing-masing konggregasi/ordo/tarekat/serikat/keuskupan.
    setelah lulus seleksi calon menjalani masa novisiat(1-2 tahun : 1 tahun di biara masing-masig di isi masa orientasi,spiritual pendiri ordo/konggregasi/tarekat/serikat,belajar regula dan setatuta ordo.konggegasi/serikat/tarekat,bahasa latin,bahasa indonesia,bahasa inggris,belajar membuat renungan,bergantian memimpin ibadat sabda , 1 tahun ini tidak ada perkuliaan. contoh:*) ordo karmel 2 tahun masa novisiat (1 tahun penuh belajar di biara tanpa ada perkuliaan, baru tahun ke 2 masih belajar spiritual ordo + pagi hari kuliah di STFT Widya Sasana jalan terusan raja basa- Malang. *) konggregasi Misi selama 2 tahun penuh tanpa ada perkuliahan selama masa novisiat di biara sekitar candi badut - Malang.

    BalasHapus
  34. di STFT WIdya Sasana itu (4 Tahun pendidikan filsafat + 1 Tahun pastoral katagorial,pelantikkan akolit + 2 Tahun teologi + 1 Tahun pastoral,lalu tahbisan diakon,lalu tahbisan imamat

    BalasHapus
  35. Hiara Beato Giovanni XXIII di jalan bendungan sigura-gura di kota Malang itu berkumpulnya Frater-frater diosensan dari berbagai keuskupan dibiara ini perkuliaannya bergabung jadi satu dengan STFT Widya Sasana jalan terusan raja basa Malang.

    BalasHapus
  36. Menuduh orang lain berbohong, dengan kebohongan tingkat tinggi dan fakta yang dibuat-buat pada mualaf-mualaf... sy yakin sebentar lg anda akan segera masuk Islam... krna sy yakin semakin anda mencari kelemahan Islam, anda semakin menemukan kebenaran-Nya... Subhanallah, dan segera stlh anda mualaf, akan ada banyak fitnah... sy yakin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ass.wr.wb
      Mbak I -zie, saya Mualaf dan saya dulu katholik, jadi yang diceritkan bedasarkan data2 @faktakatolik tsb adalah benar. Khusus katholik mereka punya data konkrit kapan orang itu dibaptis, diberi penguatan,parokinya pindah kemana saja (selama masih katholik) dan Untuk menjadi Pastor ada tahapan2 yg harus ditempuh seminari/seminari tinggi dll, saya paham sekali itu.Maksud mereka bukan memfitnah ,mualaf gpp tetapi janganlah menjual kebohongan kebohongan ke katholikan nya. Buat apa? saya mualaf, saya tidak pernah menceritakan ke Katholikan gemana, karena itu masalah iman mereka, susah diungkapkan kata2 sama saya juga selalu menolak setiap pertanyaan kenapa masuk Islam? bgi saya sangat pribadi. Rosul Kita terkenal sekali sebagi orang jujur, syiarkan lah salah satunya dengan teladan itu mbak.Insya Alloh bnyak yang akan menjadi mualaf.

      wass.wr.wb
      PS:@faktakatholik tolong link2 haters dari ke dua sisi nya dihapus saja sekali lagi keimanan thd sesuatu tdk bisa diukur oleh sesuatu yg lain

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...