Minggu, 31 Januari 2016

PTUN Batalkan IMB Gereja St Bernadet, Umat Dipaksa Pindah

PTUN Batalkan IMB Gereja St Bernadet, Umat Dipaksa Pindah

Umat Paroki St. Bernadet Ciledug kembali gagal mendirikan gedung gereja karena IMB yang diperoleh dengan susah payah pada 11 September 2013 telah dibatalkan oleh PTUN Serang dan PTTUN Jakarta.

Tidak hanya itu, umat paroki St. Bernadet dipaksa pindah dari Ciledug, walaupun kompleks Tarakanita mayoritas beragama Katolik. Alasan penolakan juga tidak berdasar, yaitu dengan isu kristenisasi.

“Selalu mereka menggunakan isu Kristenisasi dengan memengaruhi orang bahwa kalau nanti ada gereja, orang-orang akan menjadi murtad atau pindah agama karena kegiatan-kegiatan sosial gereja. Kelompok ini bergerak ke berbagai tempat dan aktif mencari informasi gereja-gereja mana yang sedang memproses atau belum mendapatkan izin. Lalu mereka berdemo mengatasnamakan warga, meski warga lokalnya paling satu atau dua orang,” kata Bonar.

Saat ini umat Paroki Santa Bernadet yang berjumlah sekitar 11.000 orang yang masih tidak punya gereja, melakukan ibadah ada di beberapa tempat selain di Graha Raya, Gereja Paroki Maria Kusuma Karmel, dan Ciledug Indah, Metro Permata, Pondok Lestari, dan di daerah Joglo.

PTUN Batalkan IMB Gereja St Bernadet, Umat Dipaksa Pindah

Perjalanan perizinan Gereja St. Bernadet, Tangerang

Berusaha patuh pada pemerintah, Paroki St. Bernadet memindah ibadahnya dari Sekolah Sang Timur di Karangtengah, Ciledug, Tangerang (2004) karena ditolak kelompok intoleran. Mereka mendapat izin mendirikan bangunan di Bintaro, tetapi hari Minggu massa mengatasnamakan warga, menyegel Gereja Katolik Paroki St. Bernadet. ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace) melalui Koordinator Bidang Informasi, Komunikasi, dan Penelitian, Ahmad Nurcholish mengatakan, “Mempercayai pemerintah sia-sia. Mereka tunduk pada mayoritas, bukan tunduk pada hukum.”

Sejarah berdirinya Paroki St. Bernadet

Paroki St. Bernadet adalah Gereja Katolik di bawah dekenat Tangerang, Keuskupan Agung Jakarta. Paroki ini didirikan pada 11 Februari 1990 dengan ditandai pembentukan Pengurus Gereja dan Dana Papa (PGDP) Roma Katolik Paroki Santa Bernadet, Ciledug oleh Uskup Agung Jakarta, Leo Sukoto SJ (Alm).

Karena tidak memiliki tempat ibadah permanen, misa minggu dan kegiatan keagamaan di hari raya kristiani secara bergantian dilaksanakan berpindah-pindah. Misalnya: bekas bedeng kompleks perumahan Ciledug Indah, bekas gudang padi di kompleks Asrama Polri Ciledug, dan Gudang Arsip Kompleks Keuangan Karang Tengah Ciledug.

Dua tahun kemudian, pengurus gereja mengajukan permohonan kepada Bupati Tangerang (20/7/92) untuk memanfaatkan Bangunan Sementara Sekolah (BSS) Sang Timur di Kompleks Barata/Keuangan Karang Tengah, Ciledug sebagai tempat menjalankan ibadah.

PGDP mendapatkan rekomendasi melaksanakan kegiatan keagamaan umat Katolik Kepala Desa Karang Tengah melalui Surat No. 192/Pem/VII/1992, tanggal 21 Juli 1992, dengan tembusan disampaikan kepada Bupati Tangerang, Walikota Tangerang, Musyawarah Pimpinan Kecamatan Ciledug, Ketua RW dan Ketua RT sekompleks Barata Karang Tengah.

Umat Tetap Beribadah dengan Aman

Sejak itu kegiatan peribadatan berlangsung dan terkonsentrasi di BSS Sang Timur dengan aman, dan tenteram untuk seluruh umat Katolik Paroki Santa Bernadet Ciledug (8.975 jiwa) yang berasal dari enam kecamatan (Karang Tengah, Ciledug, Larangan, Cipondoh, Pondok Aren dan sebagian Serpong).

Meskipun masih terdapat spanduk dan tulisan-tulisan anarkis di depan bangunan gereja yang seluas 6.600 tersebut, umat tetap melakukan ibadah pada hari minggu dengan aman. “Mereka boleh menuntut, tuntutan mereka kami dengar, tapi beribadah jalan terus. Kami masih mau tunggu kapan polisi dan tentara turun untuk masalah ini,” kata Pastor Paulus.

Bangunan gereja tersebut masih kosong, hanya ada satu bedeng dan satu poliklinik yang digunakan untuk kegiatan misa. Dalam kondisi gereja digembok warga yang menolak, umat tetap beribadah di gereja yang sudah 23 tahun berdiri tersebut, dan tetap berjuang demi sebuah rumah ibadah yang layak.

PTUN Batalkan IMB Gereja St Bernadet, Umat Dipaksa Pindah

Penolakan tiba-tiba

Setelah 12 tahun berjalan, tanpa ada pembicaraan atau berita sebelumnya, Sekolah Sang Timur memperoleh surat nomor: Kd.258.5 BA.00/248/2004 dari Kepala Departemen Agama Kantor Kota Tangerang, 29 Juli 2004, meminta menghentikan kegiatan keagamaan dengan menggunakan gedung sekolah.

Sebulan kemudian, tiba-tiba Ketua Pengurus Gereja dan Dana Papa (PGDP) Paroki St. Bernadet Karang Tengah memperoleh surat dari Lurah Karang Tengah, no. 642/71-KRT/04, tanggal 30 Agustus 2004, perihal Pencabutan Rekomendasi Surat Lurah Karang Tengah No. 192/Pem/VUU/92.

Setelah pencabutan surat rekomendasi, beberapa kali ibadah diganggu dengan demonstrasi dan orasi oleh sekelompok warga yang menamakan dirinya Forum Komunikasi Umat Islam Karang Tengah yang menginginkan dihentikannya kegiatan keagamaan di BSS Sang Timur Karang Tengah Ciledug. Puncaknya pada Minggu, 3 Oktober 2004, massa yang menyebut masyarakat sekitar melakukan demonstrasi dan meminta tempat tersebut tidak lagi digunakan untuk ibadah. Mereka bahkan membangun tembok di pintu gerbang menuju sekolah itu, dan memblokir akses ke sekolah. Mereka juga mengusir umat yang sedang beribadah.

Walau keberadaan Paroki St. Bernadet dibela Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama waktu itu, Abdurrahman Wahid, dan pegiat perlindungan anak, Seto Mulyadi, tidak menyurutkan kelompok intoleran ngotot peribadatan dihentikan.

PTUN Batalkan IMB Gereja St Bernadet, Umat Dipaksa Pindah

Kompromi, mendapat IMB, tetapi tetap ditolak di Bintaro

Jemaat Paroki St. Bernadet berkompromi. Dalam pertemuan dengan tim dari kementerian agama pada 29 Oktober 2004, disepakati jemaat Paroki St. Bernadet mencari lahan baru. Dalam pernyataannya, Menteri Agama waktu itu, Muhammad M. Basyuni menegaskan persoalan kasus warga perumahan Karang.

Tengah Ciledug, Tangerang Banten dengan Yayasan Pendidikan Karya (YPK) Sang Timur telah selesai dan tuntas. Murid-murid di sana sudah dapat belajar kembali. “Ini bukan persoalan agama. Jadi itu hanya masalah kesalahpahaman.”

Jemaat Paroki St. Bernadet pun nomaden. Jemaat paroki ini kemudian menggelar misa dengan menumpang di sejumlah tempat. Mereka paling sering beribadah di Gereja Maria Kusuma Karmel, Gedung Lokagenta di Perumahan Ciledug Indah I, Balai Pertemuan RW di Metro Permata I, dan Pondok Lestari.

Tempat-tempat itu dipilih karena lokasinya dekat dengan gereja sebelumnya. Akhirnya, paroki menemukan lokasi di Kelurahan Sudimara Pinang dan memutuskan membangun gereja di sana. Menurut Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo Benny Susetyo, mengatakan, paroki tersebut memperoleh izin mendirikan bangunan (IMB) pada 11 September 2013. “Warga telah menyetujui pembangunan tersebut,” kata Romo Benny. Namun, kemarin, upaya mereka kembali ditolak warga sekitar.

Ratusan orang menggelar unjuk rasa menolak pembangunan Gereja Katolik Santa Bernadet di Bintaro, Kelurahan Sudimara Pinang, Kota Tangerang, kemarin. Selain berunjuk rasa, mereka menghentikan kegiatan ibadah yang sedang berlangsung dengan menggembok gerbang masuk gereja.

PTUN Batalkan IMB Gereja St Bernadet, Umat Dipaksa Pindah

PTUN Serang dan PTTUN Jakarta Batalkan IMB Gereja St Bernadet

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang mengabulkan gugatan warga Sudimara Pinang, Kota Tangerang yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) terkait izin mendirikan bangunan Gereja St Bernadet di Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Dengan demikian, SK Wali Kota Tangerang nomor 66/KEP_1732/BPPMPT/IMB/2013 tertanggal 22 Agustus 2013 tentang izin pembangunan Gereja tersebut dibatalkan.

Hal tersebut terungkap dalam sidang putusan yang dipimpin majelis hakim diketuai Dikdik Somantri, SH, dengan Baiq Yuliana, SH sebagai hakim anggota 1 dan Enrico Simanjuntak, SH sebagai anggota hakim 2. Sementara penggugat diwakili kuasa hukumnya Imran Bukhari Razif, SH, dan tergugat (Wali Kota Tangerang) dan tergugat intervensi (pihak gereja) diwakili Yohanes Tangur, SH. “Mengadili, dalam eksepsi, menyatakan eksepsi dari tergugat dan tergugat intervensi tidak diterima seluruhnya. Dalam pokok sengketa, mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya. Menyatakan batal surat keputusan Wali Kota Tangerang nomor 66/KEP_1732/BPPMPT/IMB/2013 tertanggal 22 Agustus 2013,” demikian bunyi putusan yang dibacakan Dikdik.

Sumber:

17 komentar:

  1. Kelompok2 Radikal yang tidak menghendaki adanya agama lain ini sudah Bertentangan dengan azas PANCASILA, Pemerintah Harus Segera Menyelesaikannya.

    BalasHapus
  2. Katanya sudah merdeka
    Bangsa yang besar ini IMB intuk beribadah aja dipersulit bahkan bisa dicabut.
    Tidak konsisten hanya karena kaum mayoritas.

    BalasHapus
  3. Kristus sdh bersabda " Aku mengutus engkau seperti melepas anak domba ditengah-tengah serigala. Dlm injil hari inipun Yesus DITOLAK di tempat asalnya
    sendiri. Jadi memang sdh terpenuhilah nas kitab suci. Segala sesuatu ada awal dan ada akhirnya, yakinlah umat St Bernadette bhw
    badai PASTI BERLALU asal kita imani bhw
    Yesus ada di dlm perahu St Bernadette. Ia takkan membuat kita terbunuh.
    Jangan panik dan bangunkan Yesus yg sdg
    tidur di buritan krn kita TDK PERCAYA LG
    PD-NYA. Akan tiba saatnya Ia bangun dan
    MENGHARDIK BADAI ITU agar PERGI/REDA, lalu SEMUANYA AKAN
    MENJADI IIINDAH SEKALI.

    Kita doakan para haters itu yg menganggap mereka LEBIH TAHU TTG ISLAM dan Al
    Qur'an dr pd yg lain trmasuk kpd Kyai
    Abdulrachman Wachid. Mereka sungguh tidak tahubapa yg mereka lakukan. Mereka
    PASTI JG TDL TAHU SIAPA ISA ALMASIH A.S. dan bgmn hubungan Nabi Muhammad
    SAW dgn Nabi Isa AS, bhw TDK ADA NABI YG BERKUASA/dpt MENGALAHKAN DAJJAL kecuali ISA AS, dan bhw ISA AS ADALAH SATU2NYA HAKIM DAN HAKIM YG SE-ADIL2NYA PD AKHIR ZAMAN.
    Mereka jg pasti TIDAK MENGERTI MENGAPA ADA SURAH MARYAM YG INDAH DLM AL QURAN......

    BalasHapus
  4. agama yang lemah. harus dibela2 karena tuhannya nggak mampu membela agamanya sendiri jadi minta tolong sama umatnya. mayoritas yang ketakutan sama minoritas.
    subahenol

    BalasHapus
    Balasan
    1. meskipun ini forum kristen-katolik, tapi belum tentu yg baca org kristen/ katolik doang, ada kemungkinan kaum mayoritas pun ikut membacanya untuk mencari tau pemberitaan dari sisi kaum minoritas. jadi, lebih baik tetap gunakan kata2 yg bijak. krn klo menggunakan kata2 yg kurang bijak, apa bedanya kita dengan mereka yg mengatasnamakan agama mereka namun membuat kerusuhan.

      Hapus
  5. malas mebacanya... biar gimanapun memang agama minoritas selalu jadi tumbal... dasar otak tempurung... klu kaum mayoritas mendirikan rumah ibadah pernah tidak agama lain sirik... coba di pikir... mau di manapun itu tidak ada yang sirik... setiap kampun /dusun pasti di bagun setidaknya satu unit.. tapi yalah kaum mayoritas juga ko yang banyak hancur... karena belum tahu apa arti Bihineka Tuggal Ika...yang mereka tau hanya binatang hunta... makanya datar terus otak mereka... Marah.com

    BalasHapus
  6. Begitu lemahnya iman seseorang sehingga takut kristenisasi,padahal Non Muslim yg masuk Islam mualaf banyak, begitu pula sebaliknya yg Muslim banyak pindah agama.

    BalasHapus
  7. Seharusnya Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang tidak tunduk terhadap ormas Intoleran, atas nama Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), ini negara hukum semua harus tunduk pada konstitusi, seharusnya pemerintah daerah menjembatani bukan malah mencabut izin IMB.

    Menurut Wahid insitute banyak kok mesjid2 yg belum mempunyai izim IMB.
    Muslim kebakaran jenggot, di zolimin oleh orang2 Kafir, jika izin IMB di cabut atau mesjid2 di bongkar paksa karena tidak punya izin IMB.

    BalasHapus
  8. Muslim iri terhadap pertumbuhan gereja2 di Indonesia, yg meningkat dari tahun ke tahun, semakin di hambat semakin merambat, Muslim selalu m menggunakan isu Kristenisasi dengan memengaruhi orang bahwa kalau nanti ada gereja, orang-orang Muslim akan menjadi murtad atau pindah agama karena kegiatan-kegiatan sosial gereja, begitu lemahnya iman Muslim, menjual agamanya dengan Indo Mie.

    BalasHapus
  9. Pemerintah Indonesia harus tegas thd ormas intoleran, izin IMB gereja di persulit,
    seharusnya pemerintah memfasilitas bukan malah mencabutnya, mana semboyan Bhinneka Tunggal Ika, Pluralisme, Islam agama yg menjunjung tinggi toleransi teryata BULL SHIT.

    BalasHapus
  10. Itu lh sifat org muslim.mereka tdk pernah di ajarkan kebaikan dn saling menghormati.makaya di mana" org muslim pasti teroris.
    Bagai mana jika masjid yg di daerah kristen yg mengalami,bagaimana perasaan org" muslim.
    Mungkin di alkitab muslim tdk ada d ajarkan yg benar dn baik..menyedih kn menyembah muhamad yg asliya jelmaan iblis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha di daerh kristen ngga bkln kyak gitu cz orng2 krsten memiliki toleransi yg tinggi nga suka pusing ma agama mereka truz orng krsten juga memiliki iman yg kuat yg tdk akan mudah terkena dampak islamisasi

      Hapus
  11. Sangat menyedihkan pasal 29 UUD' 45 diabaikan, mungkinkah hukum di indonesia didasarkan atas apakah.. selain UUD dan Pancasila..(Bhineka Tunggal Ika)..., Dia Melihat... Dan Peduli...

    BalasHapus
  12. Pemerintah pake agama apa ya ?

    BalasHapus
  13. berpikirlah jernih, data penulis kurang detail (jika imb di cabut berarti ada kesalahan dlm penerbitan imb, #tidak disebutkan kesalahannya oleh penulis) dan jangan subyektif (satu sudut pandang), jangan mau dipecah belah,,,, pasti pemerintah objektif dalam memutuskan,,, INTROPEKSI

    BalasHapus
  14. 0:00
    Sofia Wang menambahkan satu video.
    4 Juni pukul 17:17 ·

    VIDEO KESAKSIAN JUNAEDI SHOLAT YG ADALAH AKTOR SEKALIGUS CUCU KYAI HAJI. ABDUL GHANI YG PUNYA PESANTREN TERBESAR DI LAMPUNG MENJADI PENDETA...!!!
    [VIDEO UNTUK KALANGAN SENDIRI/ORANG PERCAYA DURASI 48 menit YG SANGAT MENG'MENGHEBOKAN' AKHIR2 INI DI YOUTUBE SANGAT DIANJURKAN DITON-TON SERTA DI DOWNLOAD & SHARE KE LAINNYA UNTUK MENJADI BERKAT....!!!!]

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...