Rabu, 24 Februari 2016

Apakah Membuat Patung itu Dilarang? Apakah Umat Katolik Menyembah Patung?

Apakah Membuat Patung itu Dilarang? Apakah Umat Katolik Menyembah Patung?

Pertanyaan ini sering kali ditanyakan oleh saudara-saudari kita yang belum memahami maksud penggunaan patung dalam Gereja Katolik. Mari kita luruskan pandangan dan kekeliruan ini.

TIDAK ADA LARANGAN UNTUK MEMBUAT PATUNG
Apakah membuat patung itu dilarang? Tentu saja jawabannya TIDAK. Pada dasarnya "mereka" yang mengatakan bahwa pembuatan patung dilarang mengacu pada ayat berikut ini:
  1. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi [Keluaran 20:4]
  2. supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan [Ulangan 4:16]
  3. Hati-hatilah, supaya jangan kamu melupakan perjanjian TUHAN, Allahmu, yang telah diikat-Nya dengan kamu dan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang oleh TUHAN, Allahmu, dilarang kauperbuat [Ulangan 4:23] 
  4. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi [Ulangan 5:8]
Adalah sesuatu hal yang salah membaca Kitab Suci dengan menafsirkan ayat per ayat saja. Menafsirkan Kitab Suci tentu tidak dengan memotong-motong ayat, melainkan menafsirkannya dengan tidak mengesampingkan ayat lainnya, sehingga terjemahan yang benar berasal dari penafsiran yang utuh (satu kesatuan ayat). Sekarang mari kita baca ayat selanjutnya, sehingga diperoleh tafsiran yang benar.
  1. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku [Keluaran 20:5] 
  2. Janganlah engkau sujud menyembah kepada allah mereka atau beribadah kepadanya, dan janganlah engkau meniru perbuatan mereka, tetapi haruslah engkau memusnahkan sama sekali patung-patung berhala buatan mereka, dan tugu-tugu berhala mereka haruslah kauremukkan sama sekali. [Keluaran 23:24] 
  3. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku [Ulangan 5:9] (Ulangan 5:9 berbicara hal yang sama dengan Keluaran 20:5)
Jika kita membacanya dalam satu kesatuan, maka jelas konteksnya bahwa yang dilarang adalah membuat patung dengan tujuan BERHALA atau dijadikan sebagai "tuhan". Jadi jelas, tidak ada larangan untuk membuat patung, yang dilarang adalah membuat patung dengan tujuan berhala. Jika HANYA membuat patung saja dilarang, logikanya para pengrajin ataupun pemahat-pemahat patung dosanya berlipat ganda karena melanggar Keluaran 20:4, Ulangan 4:16, Ulangan 4:23, Ulangan 5:8.

BERDOA DI DEPAN PATUNG TIDAK SAMA DENGAN BERDOA KEPADA PATUNG
"Lihat, kelakuan umat Katolik, seringkali berdoa di depan patung. Padahal itu berhala". Pernyataan ini perlu dikoreksi.

Perlu kita ketahui, bahwa:
"berdoa di depan patung, tidak sama dengan berdoa kepada patung". Umat Katolik memiliki alasan tersendiri untuk berdoa di depan patung sebagai sarana berdoa (bukan sarana pemujaan berhala). Patung / ikon artistik rohani lainnya berguna untuk memfokuskan diri saat berdoa. Berguna untuk mengingatkan kita akan pribadi-pribadi yang dituangkan lewat patung / ikon artistik rohani tersebut. (Maaf) sama seperti ketika kita melihat foto ibu kita yang sudah meninggal, tentu kita akan teringat kepada ibu kita itu bahkan mungkin kita dapat menangis di depan foto sang ibu bahkan menciumnya. Maka dengan demikian, mencium foto sang bunda yang telah tiada bukan berarti menyembah sang bunda bukan? Satu contoh lagi, seringkali dalam upacara bendera kita memberikan penghormatan kepada sang pusaka merah putih, lantas? Apakah kita juga menyembah kepada sang pusaka merah putih? Tentu tidak. Namun, apakah berdoa harus menggunakan patung? Jawabannya pun tidak. Tanpa patung pun kita bisa berdoa.

"Tapi, sering aku lihat orang Katolik komat-kamit di depan patung". Jika "mereka" mengambil kesimpulan bahwa "komat-kamit" di depan patung adalah berdoa kepada patung, berarti "mereka" ini bisa membaca isi hati manusia. "Komat-kamit" tersebut tidak ditujukan kepada "si patung" melainkan sedang berdoa kepada Allah.

PATUNG SEBAGAI SARANA BERIBADAH DALAM KITAB SUCI
Apakah benar demikian? Mari kita telusuri (kutipan katolisitas.org)

Keluaran 25:1,18-20 (diperintahkan oleh Tuhan sendiri)
Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Dan haruslah kau buat dua kerub dari emas, kau buatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu. Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini, dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya”. Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu.”

Apakah Membuat Patung itu Dilarang? Apakah Umat Katolik Menyembah Patung?
Berdoa di depan Tabut Perjanjian

Bilangan 21:8 (diperintahkan oleh Tuhan sendiri)
Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa: ”Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” (Ular ini yang ditinggikan Musa menjadi gambaran dari Yesus Putera Allah yang harus ditinggikan, lihat Yohanes 3:14 ).

1 Tawarikh 28:18-19  (ketika Raja Daud memberikan rencana pembangunan bait Allah kepada Salomo)
”..juga emas yang disucikan untuk mezbah pembakaran ukupan seberat yang diperlukan dan emas yang diperlukan untuk pembentukan kereta yang menjadi tumpangan kedua kerub yang mengembangkan sayapnya sambil menudungi tabut perjanjian Tuhan. Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh Tuhan yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.”

Yehezkiel 41:17-18
"… dan di seluruh dinding bagian dalam dan bagian luar, terukir gambar-gambar kerub dan pohon-pohon korma, di antara dua kerub sebatang pohon korma, dan masing-masing kerub itu mempunyai dua muka."

Yesus sekalipun tidak berkata apa-apa mengenai tabut perjanjian yang terdapat kerub di dalam Bait Allah. Jadi jelas, pada zaman perjanjian lama pun digunakan patung sebagai sarana ibadah. Pertanyaannya adalah, kenapa dalam beribadah digunakan patung? Bukankah berhala? Sangat mudah menjelaskannya. Karena kerub / malaikat / patung tersebut tidak dianggap sebagai allah dan tidak memerlukan pemujaan. Hal yang sama diterima oleh Gereja Katolik saat ini, adalah penggunaan patung Yesus, Maria, santo/santa karena mereka bukan allah melainkan gambaran hamba Tuhan.

Apakah Membuat Patung itu Dilarang? Apakah Umat Katolik Menyembah Patung?

PERIHAL MENGHORMATI PATUNG
Umat Katolik tidak menghormati patung apalagi menyembahnya. Yang kami hormati adalah pribadi yang dilambangkannya, karena hal tersebut sangat membantu untuk mengarahkan hati kepada Allah dan bukannya menjadi saingan Allah. Umat Katolik tidak menghormati patung Yesus tersalib yang terbuat dari bahan kayu/besi/batu, melainkan menghormati makna kesengsaraan Kristus yang dituangkan dalam patung/ikon Yesus tersalib. Jika menghormati saja dikatakan berhala, saya akan bertanya, "berapa kali kamu mengikuti upacara bendera ketika kamu duduk di bangku sekolah? Hitunglah berapa kali kamu melakukan berhala kepada bendera merah putih yang kamu hormati setiap kali upacara bendera"

PANDANGAN MARTIN LUTHER TENTANG PENGGUNAAN PATUNG / IKON ROHANI
(kutipan katolisitas.org)
  • “Seseorang tidak dapat memahami hal-hal spiritual kecuali jika gambar-gambar dibuat tentang mereka.” [Martin Luther, Weimar edition of Martin Luther’s Works, (translation by William J Cole) 46, p. 308]
  • “Tidak ada yang lain yang dapat disimpulkan dari perkataan: “Jangan kamu mempunyai allah-allah lain di hadapan-Ku”, kecuali apa yang berkaitan dengan berhala. Tetapi gambar-gambar ataupun patung-patung dibuat tanpa berhala, pembuatan benda-benda tersebut tidak dilarang.” (Martin Luther, ibid., 18, p. 69)
  • “Kalau saya telah melukis gambar di dinding dan saya melihatnya tanpa berhala, maka hal itu tidak dilarang bagi saya, dan seharusnya tidak diambil dari saya.” (Martin Luther, ibid., 28, p. 677)

Sumber: Katolik Online

19 komentar:

  1. Membuat patung untuk tujuan di sembah jelas itu berhala/ dosa syrik.

    BalasHapus
  2. Membuat patung untuk tujuan Karya seni (artistik) nilai seni yg indah .......
    tidak ada masalah.

    BalasHapus
  3. Membuat patung lalu di jadikan Tuhan jelas itu berhala/ musyrik

    BalasHapus
  4. Ajaran Kristen itu sama skali gak boleh berdoa di dpn patung apalagi menyembah patung sbab dalam patung ad roh jahatny.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wih... ada detector patung.. hebat..

      Hapus
  5. Tau dari mana klo di patung ada roh jahat? Bknnya Tuhan juga dapat menyerupai apapun? Emang kamu Tuhan? Biarkan org menjalankan apa yg mereka percaya. Toh nntnya akan di pertanggung jwbkan kepada Tuhan bukan sama kamu...ckckck

    BalasHapus
  6. Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan.
    Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu,
    yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"

    Mereka memaksudkan patung ini sebagai siapa pak..? heheh

    Bukankah ALLAH Israel yang mereka maksudkan ?!?
    Lalu mengapa ALLAH marah & hendak memusnahkan umat Israel gara2 perilaku mereka ini ?!?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pahami yg bener boz, sudah jelas bagi mereka itu berhala, maka nya Tuhan marah

      Hapus
  7. kalau cuma melihat bagian per bagian....pemahamannya ya akan hanya sebagian...

    BalasHapus
  8. Saya percaya Tuhan Yesus. Tapi berdoa meggunakan patung saya rasa salah. Ngapain pakai patung...itu buatan manusia.

    BalasHapus
  9. Saya percaya Tuhan Yesus. Tapi berdoa meggunakan patung saya rasa salah. Ngapain pakai patung...itu buatan manusia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bgitu ga usah pake salib skalian ditempat ibadahnya? toh juga buatan manusia, berdoa tanpa patung juga bs koq, ga mesti harus ada patung

      Hapus
  10. Hanya Tuhan yg bisa menentukan Salah dan benar. Setiap org berhak menjalankan apa yg mereka yakini. Benar/Salah tdk satu pun manusia yg tau. Nnt setelah mati baru bisa kita buktikan. Jadi manusia jgn memaksakan org harus percaya apa yg kamu yakini. Krn kamu aja gak bisa buktikan mana yg benar/salah. Hanya Tuhan yg bisa. PAHAM???

    BalasHapus
  11. Saya sangat mencari Yesus.,dan saya mengikuti ajaran beliau yang TIDAK PERNAH mengajarkan beribadat dan berdoa didepan patung..

    Yesus beribadat dan berdoa dengan cara SUJUD DAN MENGHADAP BAIT / KIBLAT ALLAH..

    “Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk kedalam rumah-Mu, sujud menyembah kea rah bait-Mu yang kudus dan takut akan engkau” (Mazmur 5:8)

    “Masukklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita” (Mazmur 95:6)

    “Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan Tuhan kepala mereka” (Bilangan 20:6)

    “Lalu sujudlah Abran, dan Allah berfirman kepadanya : ‘dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau, engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa” (Kejadian 17:3-4)

    “Maka Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdoa” (Matius 26:39)

    Jika mencintai Yesus maka jalankan lahlah apa yang diajarkan oleh Yesus..

    I love Jesus..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jaman dulu, sewaktu Yesus masih hidup, belum banyak orang mengenal Dia, apa ada orang yang pernah melihat Tuhan Allah? baca juga dong perjanjian lama nya diatas sebelum Yesus datang ke dunia ini, Tuhan Allah memerintahkan umat manusia, untuk membuat patung sebagai gambaran diri Nya, maka nya baca keseluruhan, jangan sepenggal2

      Hapus
    2. Kami juga sujud koq… hahaha

      Hapus
  12. Sesuatu yang tidak diajarkan oleh Tuhan Yesus belum tentu buruk.Contoh : operasi apendik pun tidak diajarkan oleh Tuhan Yesus, tapi terbukti menyelamatkan banyak orang penderita radang usus buntu. Ibadat yang diajarkan Tuhan Yesus cuma doa bapa kami, tetapi ada banyak ajaran-ajarannya yang kita ikuti, contoh: Ketuklah pintu maka... mintalah maka...Saya berdoa di depan patung Maria karena saya mohon pada bunda maria (bukan patung maria) untuk ikut mendoakan saya..bentuk lain dari mintalah maka kamu akan diberi. Sebagai orang yang merasa berdosa saya mohon bantuan orang suci untuk membantu mendoakan saya. Hal tersebut juga diajarkan olehTuhan yesus yaitu sikap rendah hati. salam

    BalasHapus
  13. Balasan
    1. Gak juga.. Beda bossque ehhehhehe

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...