Kamis, 25 Februari 2016

Selamat atas Prestasi Jawa Barat: Juara 1 dalam Pelanggaran Kebebasan Beragama

Prestasi Jawa Barat: Juara 1 dalam Pelanggaran Kebebasan Beragama
Demo penolakan pembangunan gereja di Jawa Barat

JAKARTA - Provinsi Jawa Barat mengukir prestasi gemilang sebagai provinsi yang paling intoleran atau menolak kebebasan beragama. Hal ini diungkapkan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Kongres Kebebasan Beragama 2016.

"Dari 87 aduan yang masuk ke kami, 20 di antaranya terjadi di Jawa Barat," ujar Komisioner Komnas HAM untuk bidang Kebebasan Beragama, Imdadun Rahmat, Selasa, 23 Februari 2016.

Sejak tahun 2011, Jawa Barat berkali-kali masuk daftar teratas daerah dengan masyarakat yang tidak menghargai kebebasan beragama. Salah satu yang terbesar adalah pada 2013 ketika Setara Institute mencatat ada 80 kasus pelanggaran kebebasan beragama di Jawa Barat.

Menurut Imdadun, contoh kasus nyata pelanggaran kebebasan beragama di Jawa Barat adalah penyegelan Gereja Kristen Indonesia Yasmin di Bogor yang hingga sekarang belum usai. Selain itu, ada pelarangan terhadap tujuh gereja di Bandung pada pertengahan Juni 2015.

Ahmadiyah termasuk salah satu yang mendapat perlakuan tak enak di Jawa Barat. Kelompok tersebut kerap mengalami diskriminasi di Jawa Barat, mulai larangan beribadah hingga berkumpul. Padahal, dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri tahun 2008 kelompok tersebut hanya dilarang menyebarkan ajarannya.

Masih bertahannya Jawa Barat sebagai juara 1 provinsi paling intoleran se-Indonesia, menurut Imdadun, karena berbagai faktor. Hal yang paling kentara adalah belum adanya formula efektif untuk masyarakat dan pemerintah menyelesaikan konflik agama. "Sehingga banyak perkara agama yang berlarut-larut di sana dan tak kunjung usai," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Direktur The Wahid Institute Yenny Zannuba Wahid. Mengacu pada aduan yang diterima lembaganya, ada 46 aduan pelanggaran kebebasan beragama di Jawa Barat.

Meski begitu, Yenny punya pandangan berbeda soal penyebab sikap intoleran itu. Menurut dia, masih maraknya pelanggaran kebebasan beragama di Jawa Barat karena masifnya pertumbuhan kelompok intoleran dan kecilnya kesadaran terhadap hak kebebasan beragama.

"Kelompok intoleran sering kali menggunakan isu keagamaan, seperti penertiban rumah ibadah tidak berizin dan pemberantasan aliran sesat sebagai jargon-jargon mereka," ujar Yenny Wahid.

Yenny juga mengatakan bahwa kelompok-kelompok intoleran tersebut bukan berasal dari daerah asalnya dan tidak mewakili warga sekitar.

"Kelompok-kelompok ini tersebar di beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat, namun aksi-aksi yang mereka lakukan seringkali menjangkau daerah-daerah di luar domisili mereka," ujarnya.

Sumber:


Berikut beberapa daftar prestasi Jawa Barat dalam hal pelanggaran kebebasan beragama:
 Gereja-gereja di Jawa Barat Diperas oleh Ormas Berlabel Agama "Kalau Ingin Ibadah Aman, Bayar"


Sudah Kantongi IMB, Gereja Katolik St Clara Didemo Ormas Islam


Takut Kristenisasi, Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Paroki Bunda Teresa Lippo Cikarang


Warga Kranggan Demo Menolak Pendirian Gereja Katolik St Stanislaus Kostka


Pemkab Bekasi Segel Gereja HKBP Setu


Negara Larang Jemaat HKBP Filadefia Beribadah


Gereja Disegel, GKI Yasmin Ibadah di Depan Istana ke-100 Kali


Gereja Paroki Parung Bogor Disegel



7 Gereja Disegel Paksa di Cianjur, Pihak Gereja Lapor Komnas HAM



Sudah Punya IMB Sah, Peresmian Gereja Kawaluyaan Dihentikan Warga


25 komentar:

  1. FPI,HTI, laskar Jihad, Mujahidin, Forum umat Islam sebagai dalang atau provokator,
    warga tidak ada masalah dengan gereja. FPI sebagai provokator bahwa gereja telah memanipulasi tanda tangan warga, ormas FPI menyamar sebagai warga sekitar gereja.

    BalasHapus
  2. Bubarkan Ormas FPI,Lakar Jihad, HTI, bikin resah masyrakat,buat onar, main hakim sendiri,brutal, Anarkis, merusak persatuan azas Bhinneka tunggal Ika & Pluralisme.

    BalasHapus
  3. Masa aparat keamanan kalah sama preman berjubah...di mana kewibaan negara.
    Seharusnya aparat keamanan khususnya polisi, tegas, cepat bertindak, preventif thd ormas Intoleran.

    BalasHapus
  4. Masalahnya ada pada perintah pimpinan2 ulama, bukan pada umatnya

    BalasHapus
  5. Seharusnya pemerintah daerah, ormas Islam, massa Intoleran harus tunduk pada konstitusi, Indonesia bukan negara Islam.

    BalasHapus
  6. SITUS YANG MEMPROVOKASI
    KOQ ADMINNYA MENYUDUTKAN AGAMA ISLAM,,
    ADMINNYA GAK PERNAH DIAJARIN YANG NAMANYA KASIH ANTAR SESAMA KAYAKNYA..

    Gws ADMIN ...SEMOGA CEPAT SEMBUH

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bhakti Wirautama6 Juni 2016 10.39

      Lha wong orang muslim diatas yang memulai provokasi, kok malah adminnya disalahkan. saya juga resah dengan umat muslim di dekat vihara saya di kota X, sukanya cari ribut dengan kami.

      Hapus
  7. Beginilah nasib minoritas kristen.......gereja di persulit izin IMB-nya.

    BalasHapus
  8. Muslim takut bahaya Kristenisasi.....Muslim takut jamaahnya meninggalkan Islam
    alias Murtad.....Muslim takut jamaahnya berkurang.....makanya tidak boleh dekat gereja.....takut di kristenkan.....pernyataan yg konyol & coplak.

    BalasHapus
  9. Islam selalu promosi agama Damai....Rahmatan Lil Alamin.....rahmat semesta alam
    ......Islam menjunjung tinggi toleransi....untuk-Mu agama-Mu, untuk-Ku agama-Ku,
    ...... Islam itu indah.....ternyata HOAX

    BalasHapus
  10. Ntar gue ama warga sekitar melarang pembangunan mesjid bali udah deh lebaynya keluar. Sok bawa hak asasi dan NKRI. Jijay. dan koar koer yang menjijikan keluar. Najis..

    BalasHapus
  11. Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yg mereka perbuat....amin

    BalasHapus
  12. Orang Papua menjunjung tinggi toleransi, Muslim bangun Masjid di permudah izin IMB-nya, di palau jawa gereja di persulit izin IMB-nya.

    BalasHapus
  13. Menurut wahid institute banyak masjid & mushola yg tdk punya izin IMB, berani
    tidak Pemda menyegel,menutup atau membongkar secara paksa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. krna islam gan, semua karna islam.
      ternyata bukan hanya uang yg bisa beli hukum tpi islam juga bisa beli hukum.

      Hapus
  14. selalu promosi agama Damai....Rahmatan Lil Alamin.....rahmat semesta alam ternyata kemunafikan yang terjadi.Semoga mereka sadar dan mau bertobat dan sadar bahwa Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 Saling menghargai,menghormati dan memberikan kebebasan untuk melakukan aktifitas yang positif lebih lebih dalam beribadah

    BalasHapus
  15. wow .. bagus sekali artikel provokasi ini , sepertinya kurang update adminya silahkan di update lagi artikelnya . wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

    BalasHapus
  16. ini yg dinamakan agama islam?
    wah bagus ya, pantesan rata rata msuk teroris.

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. lahh kasihan agama Islam lagii.. bukannya semakin di banggakan malah semakin menurunkan citra agama yang katanya diridoi alloh.. ini semua karena sudut pandang radikalisme budaya akhirnya tiap individu berlomba-lomba membela yang paling benar.. dan mengganggap merekalah yang paling benar setelah menindas dan yang di tindas di anggap KAFIR.. dan mereka seperti Penguasa Negeri ini..

    kalo mau nama Islam entah itu baik tiap individu membawanya, harusnya tidak MELAKUKAN TINDAKAN-TINDAKAN yang tidak baik.. biarlah orang kristen dengan ajarannya, tidak usah ikut campur.. kalo kalian ikut campur, lah kalian yang lebih dari KAFIR yaitu MUNAFIK.. tohh jangan MARAH, saya berperikemanusiaan yang adil dan beradab.. saya berdasarkan sudut pandang pancasila loh.. kalo tidak mau mengganggap ada kaitannya dengan SARA jangan merusak budaya Pancasila dengan tatanan yang bersifat keagamaan, saya tekankan disini, "tidak ada yang lebih baik di negeri ini selain yang mengacu Pancasila bukan aturan ataupun ajaran AGAMA sekalipun dalam mengatur NKRI.. sekilas tentang teroris itu musuh Global.. jangan sampai diantara kamu mengatasnamakan AGAMA teroris BACA BAIK-BAIK "JANGAN SAMPAI MENGATASNAMAKAN AGAMA" semua agama baik individu itu sendiri bisa jadi sekelompok teroris.. yang saya sampaikan adalah positif untuk keadilan bukan menyalahkan tetapi menjadi orang yang beradab.. terima kasih..

    BalasHapus
  19. Jika Masjid atau Mushola di segel pasti Muslim kebakaran jenggot di zolimin oleh orang2 Kafir......kena azab dari Alloh swt.....Muslim melakukan jihad atas nama agama/ membela agama Alloh swt.

    BalasHapus
  20. Surat keputusan bersama antara menteri agama & menteri dalam negeri nomor 8 & 9 thn 2006, mengenai pendirian rumah ibadah seharusnya lebih di sederhanakan lagi.

    BalasHapus
  21. Inilah agama damai.... damai apanya ya... https://www.youtube.com/watch?v=4aGcRx-zu54

    BalasHapus
  22. menanti komentar dari slimers

    BalasHapus
  23. sebenarnya ormas" ini ada yg gerakin ,msh ingatkah kt pada kerusuhan 98 ,dmn tuk menjatuhkan soeharto mereka melakukan segala cara ,mulai dari isu agama sehingga terjadi perang diposo dan ambon ,kerusuhan di jakarta ,makassar dll yg korbannya warga keturunan Tionghoa.menurut saya pemerintah jokowi hrs segera memecahkan masalah ini

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...