Minggu, 21 Februari 2016

Toleransi di Ketapang: Bupati Dukung Pembangunan Masjid Agung & Gereja St Agustinus

Toleransi di Ketapang: Bupati Dukung Pembangunan Masjid Agung & Gereja St Agustinus
Bupati Ketapang Martin Rantan SH dan Wakil Bupati Ketapang Drs Suprapto S meninjau pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas dan Gereja St Agustinus Payak Kumang, kemarin.

KETAPANG – Pembangunan  Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang yang  mulai dibangun pada 17 Agustus 2011, diharapkan Bupati Ketapang Martin Rantan SH dapat difungsikan pada salat Idulfitri tahun ini. Karena itu, Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Drs Soeprapto S menegaskan akan terus mendukung pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas sampai tuntas.

Dalam membangun manusia yang beriman dan bertakwa, menurut dia, membutuhkan rumah ibadah. Maka, dia menambahkan, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian untuk membantu pembangunan rumah ibadah, baik masjid, gereja, hingga rumah ibadah agama lainnya.“Pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas maupun gereja tentu kita dukung. Apalagi seperti Masjid Agung Al-Ikhlas seperti ini tidak hanya menjadi kebanggaan umat muslim, tetapi menjadi kebanggaan kita semua sebagai masyarakat Ketapang,” kata Martin ketika meninjau pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang.

Baca juga: Rela Berperahu untuk Ikut Bangun Masjid dan Gereja

Peninjauan Masjid Agung Al-Ikhlas dilakukan bersama Wabup dan jajaran SKPD serta Pengurus dan Panitia Pembangunan Masjid Al-Ikhlas. Selama meninjau pembangunan masjid tersebut, Bupati dan Wabup mendapatkan penjelasan langsung dari wakil Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Ikhlas, H Hamimzar Yahya dan pengurus lainnya. Begitu juga dengan konstruksi, dijelaskan langsung oleh kontraktor dan konsultan.

Setelah melihat ruangan serta ornamen yang ada, Bupati mengatakan bangunan yang tinggi dan dapat terlihat dari arah manapun, sehingga tampil megah. “Bangunan ini tentu akan menjadi kebanggaan Ketapang, khususnya dalam upaya pembinaan umat, di mana Masjid Agung Al-Ikhlas  direncanakan akan juga difungsikan sebagai Islamic Center, sehingga keberadaan Masjid  Agung Al-Ikhlas sangat strategis dalam pembangunan iman dan takwa,” kata dia.

Setelah meninjau pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas, Bupati dan Wabup sekitar pukul 16.30 WIB (19/2) melanjutkan peninjauan ke lokasi pembangunan Gereja St Agustinus Payak Kumang. Di tempat ini, Bupati dan Wabup juga melakukan dialog bersama konsultan dan Panitia Pembangunan Gereja St Agustinus. Keduanya juga mengharapkan agar pembangunan rumah ibadah tersebut dapat segera diselesaikan. Luas bangunan, maupun arsitektur bangunan menjadi perhatian Bupati. Panitia pembangunan menjelaskan secara  proses pembangunan dan rencana kelanjutannya. Sebagaimana ditegaskan Bupati, Pemkab tetap berkomitmen membantu kelanjutan pembangunan gereja. Karena, menurut dia, rumah ibadah sebagai tempat strategis dalam pembinaan iman dan takwa.

5 komentar:

  1. Kalau mau bangun gereja di palau jawa di persulit izin IMB, oleh Pemda & ormas intoleran.

    BalasHapus
  2. Non Muslim tidak pernah iri & dengki thd mesjid yg di bangun dengan megah & indah.
    Di daerah Manado Sulawesi Utara Muslim di permudah izin IMB, untuk pembangunan mesjid, karena orang2 Manado/ Non Muslim tinggi toleransinya.

    BalasHapus
  3. FPI & HTI Ormas Islam Radikal sering bikin onar, rusuh, provokator, sweeping,intimidasi,menteror, menyegel tempat ibadah Non Muslim dengan cara memfitnah gereja telah memanipulasi tangan warga.

    BalasHapus
  4. Bubarkan ormas FPI & HTI, tindakannya main hakim sendiri (Anarkis).

    BalasHapus
  5. FPI, HTI, Laskar Jihad, Mujahidin, sebagai biang provokator.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...