Jumat, 12 Februari 2016

Vatikan Kirim 1.000 Imam untuk Pengampunan Dosa Berat

Paus membahas Tahun Pengampunan pada upacara di Vatikan.

VATIKAN – Paus Fransiskus menetapkan 2016 sebagai Tahun Kudus untuk Pengampunan. Bapa suci umat Katolik itu bahkan membentuk misionaris khusus yang boleh mendengarkan pengakuan dosa berat. Selasa waktu setempat (9/2), dia mengutus lebih dari 1.000 imam dari misionaris pengampunan ke seluruh dunia.

Selama ini, dalam aturan gereja Katolik, hanya para petinggi gereja atau paus sendiri yang boleh mendengarkan pengakuan dosa berat. Namun, kini para imam yang disebar ke seluruh dunia itu juga boleh mendengarkan pengakuan dosa berat. ’’Terkait tahun perayaan khusus Vatikan, para imam berjuluk super-confessors itu punya hak dan wewenang untuk mendengarkan pengakuan dosa berat dari umat,’’ terang Vatikan dalam pernyataan tertulisnya.

Di iman Katolik, dosa berat adalah pelanggaran atau perbuatan jahat yang menodai cinta kasih Allah kepada manusia. Misalnya membunuh.

Dalam hal pengakuan dosa, posisi para super-confessors setara dengan uskup, kardinal, dan paus. Tapi, mandat khusus tersebut akan berakhir pada November mendatang. Para imam itu, menurut Vatikan, terpilih di antaranya ribuan imam yang lain untuk mengemban mandat khusus dari paus.

Paus Fransiskus sering mengatakan Gereja seharusnya tidak terlalu kaku dan menghakimi seseorang. Dia mendeklarasikan "Tahun Pengampunan" dan menggunakannya untuk menyebarkan pesan pengampunan, khususnya di kalangan umat Katolik yang telah menyimpang dari iman mereka dan tertarik untuk kembali.

Pada upacara Vatikan yang dilakukan Selasa, 9 Februari 2016, kepada imam yang dipilih Paus mengatakan, pengakuan dosa yang dilakukan oleh umat harus disambut dengan tangan terbuka, bukan dihakimi dengan "rasa superioritas".

"Bukan dengan cara menghakimi kita akan berhasil membawa mereka yang tersesat untuk kembali ke jalan yang benar," kata Paus.

’’Mereka mewakili seluruh keuskupan yang ada di dunia dan akan bertugas hingga ke Burundi, Tiongkok, Mesir, dan Uni Emirat Arab,’’ urai Vatikan.

Bahkan, ada salah seorang imam yang akan bertugas di wilayah Arktik, Kanada, untuk melayani suku Inuit. ’’Penyesalan harus kita terima dengan tangan terbuka, bukan malah dengan hinaan,’’ tandas paus saat melepas para imam tersebut di Apostolic Palace.

Dia berpesan kepada para imam itu supaya tetap mengutamakan ajaran cinta kasih. Dengan demikian, gereja bisa kembali merangkul orang-orang yang telah meninggalkan persekutuan umat Katolik.

Dengan mencanangkan Tahun Kudus untuk Pengampunan, paus berharap umat yang menjauh dari gereja bisa kembali. Sebab, dia yakin orang-orang Katolik yang meninggalkan gereja atau menjauh dari persekutuan selalu punya kerinduan untuk kembali. ’’Gereja Katolik tidak boleh kaku dan mudah menghakimi,’’ tegas rohaniwan asal Argentina tersebut.

Sejak menjabat pemimpin tertinggi Vatikan, paus melakukan banyak perubahan. Salah satunya mencoret aborsi dari dosa berat pada tahun lalu. Dengan demikian, semua imam di seluruh dunia boleh mendengarkan pengakuan dosa dari umat yang melakukan aborsi dan menyesali perbuatannya. Dulu, pengakuan dosa terkait dengan aborsi hanya boleh didengarkan para petinggi gereja.

Sumber:

3 komentar:

  1. Yg bisa mengampuni hanya Tuhan saja!!!meskipun jabatan kalian setinggi langit tetep aja masih manusia yg sama2 punya dosa!!malah gak tau Siapa yg lebih besar dosanya!cape de

    BalasHapus
  2. Yg bisa mengampuni hanya Tuhan saja!!!meskipun jabatan kalian setinggi langit tetep aja masih manusia yg sama2 punya dosa!!malah gak tau Siapa yg lebih besar dosanya!cape de

    BalasHapus
  3. Tuhan kan tetep butuh media utk melakukan pekerjaanNya, salah satunya yaitu mengampuni. Maka diutuslah mereka sbg perpanjangan tangan Tuhan di dunia....

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...