Jumat, 18 Maret 2016

Begini Gereja Katolik Mengangkat Seseorang Jadi Orang Kudus

Begini Gereja Katolik Mengangkat Seseorang Jadi Orang Kudus

VATIKAN - Paus Fransiskus mengumumkan biarawati yang mendedikasikan hidupnya untuk orang-orang miskin dan papa di India, Bunda Teresa, akan dikanonisasi sebagai orang kudus pada 4 September mendatang, bertepatan dengan peringatan 19 tahun kematian Bunda Teresa.

Bagaimana seseorang dapat memperoleh gelar orang kudus (Santo atau Santa) dalam Gereja Katolik?

Secara umum, gelar Santo bagi pria atau Santa bagi wanita diberikan Gereja Katolik kepada mereka yang hidup dalam kebajikan dan mencapai titik heroik, seperti dilansir dari BBC. Kekudusan mereka ini harus dapat dibuktikan oleh argumen-argumen disertai juga oleh mujizat-mujizat dari Tuhan yang diperoleh melalui perantaraan doa orang kudus itu.

Awalnya, pemberian gelar Santo atau Santa tanpa harus melewati mekanisme dan prosedur khusus. Jika seseorang dianggap kudus dan juga hidup sebagai martir, gereja secara otomatis akan memberikan gelar orang kudus tersebut. Baru pada tahun 1234, mekanisme dan prosedurnya mulai diatur untuk menyelidiki apakah orang tersebut layak diberi gelar kudus atau tidak.

Untuk mendapatkan gelar tersebut tidaklah mudah, harus melewati beberapa fase. Fase pertama, setidaknya lima tahun setelah kematian mereka. Hal ini untuk memberikan waktu bagi ketenangan jiwa mereka setelah meninggal dan untuk memastikan bahwa evaluasi terhadap calon Santo atau Santa tersebut dapat diselidiki secara obyektif.

Setelah itu akan memasuki fase kedua, yakni penyelidikan dari gereja mengenai calon orang kudus tersebut meninggal. Tujuannya, untuk melihat apakah mereka menjalani kehidupan dengan kesucian dan kebajikan yang cukup atau tidak. Dalam tahap ini juga terdapat sebuah proses yang disebut Declaration “Non-Cultus” atau pernyataan bahwa tidak ada takhayul atau pemujaan berhala yang ditujukan kepada calon orang kudus tersebut.

Bukti dan keterangan saksi mulai dikumpulkan pada fase ini. Jika ada bukti yang cukup, uskup membuat rekomendasi kepada Paus dan meminta izin untuk membuka kasus tersebut. Setelah kasus ini diterima untuk dipertimbangkan, individu tersebut dapat disebut "Hamba Allah".

Langkah selanjutnya adalah memverifikasi mujizat agar mencapai tahap Beatifikasi, yakni satu mujizat telah berhasil dibuktikan dan diakui Paus. Ketika telah lulus pada tahap ini, calon Santo atau Santa akan diberi gelar “Terberkati”.

Tahap terakhir adalah kanonisasi, atau persetujuan bahwa calon orang kudus tersebut diangkat menjadi Santo atau Santa. Untuk mencapai tahap ini, mujizat kedua biasanya perlu dikaitkan dengan doa seseorang kepada mereka yang telah dibeatifikasi. Tahap ini akan melibatkan misa khusus yang menceritakan sejarah hidup individu tersebut.


Paus Fransiskus mengakui mujizat kedua yang dilakukan oleh Bunda Teresa sehingga bunda bagi kaum papa itu akan dinobatkan sebagai santa (orang kudus). Mujizat tersebut berupa kesembuhan seorang pria Brazil yang menderita tumor otak pada tahun 2008, setelah Bunda Teresa mendoakan kesembuhannya.

Kerabat pria tersebut memanjatkan doa kepada Bunda Teresa dan pria itu sembuh, meskipun dokter tidak bisa menjelaskan bagaimana penyembuhan itu terjadi.

"Seorang anggota komite medis Vatikan menganggap kesembuhan secara tiba-tiba itu sebagai sesuatu yang tidak bisa dijelaskan secara gamblang menurut pengetahuan medis masa kini," kata Frater Brian Kolodiejchuk, kepala promotor urusan kesucian.

Umat Katolik percaya bahwa santa adalah seseorang yang hidup dalam kekudusan dan telah berada di surga. Para santa dan santo menjadi teladan bagi orang-orang yang masih hidup, serta diyakini menjadi perantara orang-orang yang menyampaikan permohonannya di dalam doa.

Seseorang dapat menjadi seorang santa/santo jika seseorang tersebut memiliki keistimewaan, spiritualnya menginspirasi, yang dibuktikan dalam wujud "mujizat". Dalam banyak kasus, dua mujizat yang diakui menjadi syarat seseorang sebagai santa/santo. Dua mujizat tersebut harus melalui perantaraan doa seorang calon santa/santo, itu menjadi syarat yang dibutuhkan.

Mujizat pertama Bunda Teresa yang diakui adalah penyembuhan seorang perempuan berusia 30 tahun dari penyakit tumor perut setelah berdoa melalui perantaraan Bunda Teresa.

Monika Besra adalah wanita India yang menderita tumor perut. Dia sudah menjalani proses pengobatan, tetapi tidak sembuh. Pemikirannya bahwa ia tidak akan hidup lama lagi. Suatu hari rasa sakit kembali mendera, Monika mengambil liontin Bunda Teresa lalu berdoa, seketika itu juga sakitnya pun hilang. Beberapa jam kemudian, tumornya dinyatakan sembuh. Komite Vatikan menyatakan tidak menemukan penjelasan ilmiah atas penyembuhan itu sehingga mengumumkannya sebagai mujizat.

Sumber: https://dunia.tempo.co/read/news/2016/03/16/117754310/begini-gereja-katolik-mengangkat-seseorang-jadi-orang-suci

Baca juga:

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...