Sabtu, 12 Maret 2016

GP Ansor dan Banser NU Dukung Penuh Pembangunan Gereja Santa Clara: "Ada Demo Lagi, Kita Turun"


BEKASI - Proses pembangunan Gereja Santa Clara di Bekasi Utara masih menimbulkan sengketa. Meski sempat menimbulkan aksi unjuk rasa dari beberapa kelompok umat Islam, Gerakan Pemuda Ansor Kota Bekasi, menyampaikan dukungan penuh terhadap proses pembangunan gereja Santa Clara.

Kurang lebih 200 anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser NU Kota Bekasi menyampaikan surat dukungan tersebut ke Kantor DPRD Kota Bekasi pada Kamis (10/3). Isi surat dukungan terkait pembangunan Gereja Santa Clara ini terdiri dari tiga poin.

"Kita memberitahukan bahwa DPRD Kota Bekasi harus melihat realistis pada fakta hukum, mengenai tuntutan untuk membentuk pansus terkait dengan perizinan rumah ibadah," kata Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Kota Bekasi, Muhammad Jupri.

Jupri melanjutkan, GP Ansor menyarankan kepada pihak-pihak yang memang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum. Sebab, pembangunan gereja tersebut sudah memenuhi persyaratan hukum dan mendapat IMB dari Pemkot Bekasi pada 2015.

Terlepas dari adanya manipulasi data dan tudingan-tudingan lain, kata Jupri, Indonesia adalah negara hukum. Ada penegak hukum yang berwenang menyelesaikan persoalan tersebut. "Kita juga menyarankan kalau memang tidak merasa puas terhadap keputusan pemerintah, silakan melakukan gugatan ke PTUN," kata Jupri.

Kedatangan Gerakan Pemuda Ansor Kota Bekasi ini ditemui langsung oleh Ketua DPRD Kota Bekasi, Tumai. Secara diplomatis, Tumai menanggapi positif aspirasi yang disampaikan oleh GP Ansor.

Diketahui, pembangunan Gereja Santa Clara di Bekasi Utara menuai penolakan dari sejumlah kelompok umat Islam yang mengatasnamakan Forum Silaturahmi Umat Islam Kota Bekasi. Namun, seruan penolakan tersebut mendapat kecaman dari kelompok Islam yang berlatarbelakang Nahdliyin.

“Kami menolak keras seruan yang berpotensi kepada kekerasan. Apalagi yang menyangkut SARA, karena tidak mencerminkan Islam yang Rahmatan Lil’alamin yang senantiasa menghargai antar umat beragama dan bebas memeluk agama yang dipercayainya,” ujar Ketua GP Ansor Kota Bekasi, Ahmad Yudistira, Jumat (4/3/2016).

Sebagai warga Nahdliyin, Yudistira meminta agar semua umat satu sama lain bisa saling menjaga kerukunan, baik yang menyangkut peribadatan maupun pembangunan sarananya. Adanya ajakan atau seruan penolakan pembangunan Gereja Santa Clara menurutnya, sebagai bentuk hasutan yang tidak bertanggung jawab.

Dijelaskan Yudistira, Indonesia merupakan Negara yang memiliki norma-norma dan toleransi yang tinggi sebagai mana diatur dalam Undang-Undang Dasar 45 dan Pancasila. Penolakan rencana pembangunan sarana peribadatan jelas sangat bertentangan dengan sila pertama dan ke-tiga yakni, “Ketuhanan Yang Maha Esa dan Persatuan Indonesia”

“Jadi, jika ada yang melarang warga Negara Indonesia mau mendirikan tempat ibadah, padahal agama yang dianutnya merupakan salah satu agama yang diakui oleh Negara. Itu sama dengan menentang aturan Pemerintah,” tegasnya.

Dan untuk pihak Kepolisian lanjutnya, agar bisa melerai konflik tersebut. Sebab, bila tidak, maka dikhawatirkan bisa terjadi ketegangan antar kelompok yang berbuntut atau berpotensi terjadinya perpecahan. Polisi kata Yudistira, sepatutnya menjalankan protap yang ada dan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

“Polisi sebagai penegak hukum harus menjalankan protap, jika ada kelompok yang mengganggu ketertiban dan keamanan termasuk kenyamanan, maka wajib hukumnya polisi untuk mengambil tindakkan tegas, ya dibubarkan,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris GP Ansor Kota Bekasi, Muhamad Jufry yang justru mempertanyakan balik letak kesalahan rencana pembangunan Gereja Santa Clara, karena menurutnya, semua mekanisme sudah ditempuh. Ia menyarankan, kepada kelompok yang menolak pembangunan Gereja agar menempuh jalur hukum. Hal itu menurut Jufry lebih menunjukkan sikap kearifan terhadap sesama.

“Kita ini Negara hukum, jangan sampai kita dicederai oleh kelompok yang hanya bisa menghasut tanpa dasar dan menimbulkan perpecahan,” ingatnya.

Tidak hanya itu, GP Ansor dikatakannya, menyerukan kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam konflik SARA. Dan kepada pihak lain, ia menghimbau agar tidak menghasut masyarakat lain untuk mengikuti tindakan atau langkah yang salah.

“Kalau ada yang demo, maka GP Ansor Kota Bekasi akan turun menentang,” tutup Jufry seraya menyatakan filosofi PBNU yakni, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan patuh terhadap Undang-Undang.

Sumber:

32 komentar:

  1. Terima kasih GP Ansor. Terima kasih Banser NU. Terima kasih Walikota Bekasi.Tidak ada niatan kami untuk meng-kristenisasi umat agama lain. Kami hanya mau beribadah yg tenang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mendukung pembangunan gereja sama dengan mendukung kemusyrikan, krn penyembahan selain Allah adalah kemusyrikan

      Hapus
    2. Yang musyrik mengelilingi Kabah di Mekah sebanyak 7 kali, kiblat sholat menghadap ke tempat berhala (Kabah), buatan tangan manusia.
      Di hadapan Hajar Aswad.....ya Alloh aku datang memenuhi panggilan-Mu
      Batu hitam di sebut Alloh dasar Muslim sesat.

      Hapus
  2. Wajar kalau gusdur selalu di kenang ya..

    BalasHapus
  3. Wajar kalau gusdur selalu di kenang ya..

    BalasHapus
  4. gus dur memang hebat....bapak bangsa,ada kristenisasi tapi koq ga ada islamisasi ya...kaya MLM aja..

    BalasHapus
  5. Klo aja semua org di Indonesia ini kaya pak Jufry ini... Trimakasih pak..

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Nabi Muhammad sendiri pasti akan sedih kalau melihat umatnya tidak guyub dan tidak rukun dengan 'umat tetangga'. Mari kita bersatu padu coy !
    BalasHapus

    BalasHapus
  8. kalau saja lebih banyak orang berpikiran seperti Banser NU dan GP Ansor maka Negeri ini akan Damai tanpa kekerasan bernuansa SARA.
    NTT Damai terus... Ayo belajar sama NTT Ilmu bertoleransi
    Thank Pak Jufry, Banser NU dan GP Ansor, Tuhan Memberkati

    BalasHapus
  9. Yang lebih tragis lagi adalah peranan pihak keamanan.. kalo teroris diberantas... apa bedanya dengan ormas yg tidak mengakui pancasila dalam hal kebebasan melaksnakaan ibadah....

    BalasHapus
  10. daniel paerunan13 Maret 2016 12.43

    Trimakasih , GP ANSOR , Banser NU , klu semua pemimpin berfikir seperti ini niscaya bangsa ini akan Aman , damai , Maju dan Sejahtera.....

    BalasHapus

  11. “. . , menolak keras seruan yang berpotensi kepada kekerasan.. . , “Kalau ada yang demo, maka GP Ansor Kota Bekasi akan turun menentang, , . , hati hati jangan menuruti agitasi , ini adalah sebuah tantangan dari orang yg gemar kekerasan , ,

    BalasHapus
  12. Ini baru namanya Islam yg benar punya toleransi yang besar, gue salut dan angkat topi buat mereka. Mana tuh si Ratna Sarumpet yang mengaku LSM membela masyarakat kecil katanya. Kalo menurut gue Ratna itu dari Lembaga Suka Munafik (LSM) juga sih

    BalasHapus
  13. Apapun agama-nya, DIBERKATILAH mereka, yg berani membela KEBENARAN! ANSOR==ANAK-ANAK SORGA. COCOKLAH NAMA ITU. DI HATI, DI BATIN DAN DI FIKIRAN umat, baik yg beragama ISlam maupun beragama Lain, Sebab, MEMILIKI KASIH buat org lain. DAN NU. BENAR2 LAH DIDIKAN GUSDUR, BENAR BENARLAH MEREKA GENERASI2 PARA WALI INDONESIA yg penuh welas asih dan ADIL!. saya harap KEMESRAAN INI TIDAK MUSNAH DARI TANAH AIR KITA INDONESIA. UNTUK KERUKUNAN ini lah, para nenek moyang kita meregang nyawa ketika berperang melawan penjajah! MErdeka!

    BalasHapus
  14. saluuuutttt........!!!!!!

    BalasHapus
  15. GP Ansor & Banser NU, Islam yg Rahmatan Lil Alamin, Islam agama damai yg menghargai umat beragama lain & menjunjung tinggi toleransi.

    BalasHapus
  16. Gerakan Pemuda Ansor dan Banser NU Kota Bekasi jangan menjerumuskan saudara2nya ummat Kristiani, dengan mendukung penuh mereka membuat gereja. Harusnya Ansor dan Banser Bekasi memperingatkan ummat Kristiani dengan meneruskan pesan dari Nabi Muhammad SAW :

    a. Imam Muslim (w. 262 H) dalam Kitabnya Shahih Muslim, meriwayatkan sabda Rasulullah SAW : “Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad, tidak ada seorangpun baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengar tentang diriku dari Umat Islam ini, kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa, kecuali ia akan menjadi penghuni Neraka.” (HR Muslim).

    b. Nabi mengirimkan surat-surat dakwah kepada orang-orang non-Muslim, antara lain Kaisar Heraklius, Raja Romawi yang beragama Nasrani, al-Najasyi Raja Abesenia yang beragama Nasrani dan Kisra Persia yang beragama Majusi, dimana Nabi mengajak mereka untuk masuk Islam. (riwayat Ibn Sa’d dalam al-Thabaqat al-Kubra dan Imam Al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini indonesia bung, negara multi cultural, etnis, dan agama… kl mau ceramah tentang yg baik menrt anda sendiri jgn disini.… semua org pny hak masing2 dlm melaksanakan ibadah menrt kepercayaan msg.… so kl mslh masuk agama tg mn pun itu ga perlu harus ajak2an.… kl cocok ya jalani saja.… toh yg dibgn tempat ibadah, bkn tempat maksia.… be smart dude

      Hapus
    2. kalau koment cuma bawa bawa ayat yg nurut ente plg bener&bawa bawa nabi,,minta balik perut emaak lu,trus minta lahirin di mekkah,jd lu ngrasain jaman nabi&raja raja..mungkin gak.??
      klo mngkin brati ente lebih hebat dr Tuhan yg ente sembah,,dan klo jawaban ente kaga mungkin,,jadi lu ngpain maksain pola pikir yg ciut,untk kepentingan publik yg lebih beragam.. makanya,dulu sekolah cr yg ada lambang pancasila,jd lu tau ini indonesia..

      Hapus
  17. Indahnya jika semua warga Indonesia memiliki pemikiran seperti Muhammad Jupri.

    Terima Kasih sudah memberi contoh yang baik Pak Muhammad Jupri.

    BalasHapus
  18. Terimakasih pak dukungannya....

    BalasHapus
  19. Hmm...sbtlnya simple sh, pembangunan rmh ibadah mestinya diliat lokasi mayoraritas pemeluknya, ini idealnya...krn pasti mengganggu kenyamanan warga...

    BalasHapus
  20. Hmm...sbtlnya simple sh, pembangunan rmh ibadah mestinya diliat lokasi mayoraritas pemeluknya, ini idealnya...krn pasti mengganggu kenyamanan warga...

    BalasHapus
  21. masyarakat indonesia sudah cerdas melihat...sdh 70-an tahun kita merdeka..bukanlah kita negara berlandaskan pancasila, UUD dan Bhineka Tunggal Ika..karena keberagaman itu maka munculah negara indonesia..mari berpikir dewasa dengan cara-cara yang dewasa pula..tengoklah bagaimana rukunnya toleransi di NTT..mengapa kita selalu mempersoalkan maslah yang sebenarnya tidak penting untuk diperdebatkan..negara lelah mengurus hal yang tdk penting! Bertobatlah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seharusnya Presiden Jokomi, menteri2 & aparat keamanan / POLRI tegas thd ormas Intoleran seperti : FPI, HTI, FUI,ormas yg bikin rusuh, suka sweeping ,bikin onar, brutal, main hakim sendiri, anarkis di hukum seberat -beratnya, Indonesia negara hukum.

      Hapus
  22. Arab Saudi mengirim paham Islam Wahabi/ Islam garis keras/ Islam Radikal ke wilayah Indonesia, sehingga banyak warga Indonesia yg lupa akan toleransi & Bhinneka Tunggal Ika.

    BalasHapus
  23. Presiden Jokomi hanya memperhatikan perjuangan bangsa Palestina, tetapi tidak memperhatikan pelanggaran Ham di Papua.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...