Selasa, 15 Maret 2016

GP Ansor Sambut Gembira Kedatangan Paus Fransiskus ke Gunung Kidul: "Mari Berkunjung ke Pesantren"

GP Ansor Sambut Gembira Kedatangan Paus Fransiskus ke Yogyakarta: "Mari Berkunjung ke Pesantren"

YOGYAKARTA - Wakil Ketua GP Ansor DIY Amminuddin Aziz mendukung usulan jika Asian Youth Day 2017 (AYD) diadakan di  Gunung Kidul, Yogyakarta, yang menurut rencana akan dihadiri oleh Paus Fransiskus. Usulan Gunung Kidul sebagai tempat penyelenggaraan AYD dicetuskan oleh Endro Guntoro, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Gunung Kidul pada pekan lalu.

Selain GP Ansor DIY, dukungan juga datang dari Ketua Pemuda Katolik Komda Jateng Stevanus Boncu, Ketua Pemuda Katolik Komda DIY Agustinus Budiarta, dan mantan ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI) Yogyakarta Hendri. “Saya menyambut suka cita jika Paus Fransiskus berkunjung ke Gunung Kidul. Jika mengikuti pemberitaan di media, kedatangan Paus Fransiskus selalu membawa kebaikan dan perubahan," ujar Aziz di Yogyakarta, Selasa (15/3).

Dikatakan, Paus Fransiskus merupakan pemimpin Vatikan yang turut memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Selain itu, kedatangan Paus Fransiskus pasti akan menjadi berkah dan keuntungan berlipat bagi warga Gunung Kidul.

"Jika terjadi Paus mengunjungi Gunung Kidul, itu merupakan kehormatan bagi warga kabupaten termiskin di DIY tersebut. Gunung Kidul yang miskin akhirnya mendunia, karena Paus. Saya meyakini kemiskinan di Gunung Kidul akan terhapus dengan kehadiran Paus," ujarnya.

Dikatakan, usulan Pemuda Katolik Komcab Gunung Kidul agar AYD diadakan di kabupaten itu bukan karena urusan agama, tetapi urusan kehidupan masyarakat Gunung Kidul. Bahkan, aktivis Forum Lintas Iman Gunung Kidul itu juga menawarkan beberapa pondok pesantren (ponpes) yang cocok untuk disambangi Paus.

“Ada beberapa ponpes yang memang sudah biasa menjadi live-in bagi calon biarawan, biarawati, pendeta, dan calon biksu. Syukur jika Paus nanti juga berkenan mampir,” kata Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Gunung Kidul itu. Dia pun menyatakan siap menyukseskan pelaksanaan AYD Indonesia di DIY.

Sementara itu, Stevanus Boncu mendukung usulan AYD 2017 diadakan di Kabupaten Gunung Kidul atau sebagai salah satu tempat penyelenggaraan kegiatan. Dia berharap, kedatangan Paus Fransiskus tidak hanya bersifat seremonial tetapi harus memberi makna kepada pemuda dan remaja serta tidak terbatas pada yang beragama Katolik.

“Kedatangan beliau selalu memiliki misi moral kemanusiaan dan menjadikan keadaan lebih baik bagi daerah yang dikunjungi. Gagasan Komcab Gunung Kidul harus sangat diapresiasi sekalipun tradisi mengusulkan itu jarang ada di Gereja Katolik. Yang diusulkan Endro Guntoro itu tentu bukan Katolik sentris tetapi justru memandang dalam nilai kebangsaan. Ia melihat Gunung Kidul yang miskin harus bangkit berkat kehadiran Paus,” ujar Boncu.

Dukungan lebih tegas dinyatakan Ketua Pemuda Katolik Komda DIY Agustinus Budiarta. Menurutnya, pelaksanaan AYD 2017 menuntut kebesaran hati panitia, baik yang datang dari pihak Gereja Katolik maupun pemerintah. Menurut Agustinus, kedatangan Paus memberi kesempatan kepada Gunung Kidul sebagai bentuk perhatian dan komitmen Vatikan, Paus, dan Gereja Katolik terhadap kaum lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.

"Paus Fransiskus sudah menunjukkan bahwa Gereja Katolik harus membumi. Saya kira, Gereja Katolik Indonesia harus membumi juga. Selain itu, perlu diberikan perhatian untuk terus menyapa dan membangun budaya menciptakan ruang-ruang dialog dengan seluruh masyarakat di Gunung Kidul, sehingga tercipta kehidupan yang aman, nyaman, dan damai antarumat beragama. Karena ini masalah kaum muda, saya kira Gereja Katolik harus melibatkan para pemuda secara aktif," katanya.

7 komentar:

  1. Setuju sekali. Paus mengutamakan org miskin. Dan dulu Gunung Kidul terkenal kemiskinannya. Dulu bnyk yg busung lapar... Cocok utk tempat paus berkunjung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah satu penyebab kekufuran adalah kemiskinan

      Hapus
    2. Emangnya mau apaan pak paus mau menghadiri AYD 2017. saya pikir kurang pas moment-nya, bro ........... !

      Hapus
  2. jangan jadikan kemiskinan sebagai kamuflase dari motif utama, kami tahu pasti maksud kedatangan dan acara tersebut dengan motif apa. benar apa yang dikatakan henry martyn selaku misionaris legendaris bahwa pasca perang salib, kristenisasi bukan lagi dengan domplengan militer dan kolonialisme, tetapi dengan "kata, cinta dan logika". sudah banyak fakta lapangan.. tidak ada lagi yang perlu disembunyikan !! apa ini kamuflase dari "cinta" "rasa kasih" yang ditebarkan hanya untuk membaptis mereka yang tidak sama keyakinannya dengan kalian ?!?!?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu cuma perasaan anda kali.....mungkin anda kurang ngopi n kurang piknik bro...haahaha.....woleeess

      Hapus
    2. Itu cuma perasaan anda kali.....mungkin anda kurang ngopi n kurang piknik bro...haahaha.....woleeess

      Hapus
    3. Gak ada paksaan bossque.. Hahah

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...