Rabu, 30 Maret 2016

Keuskupan Agung Wina: Ada Harapan Pastor Tom masih Hidup

Keuskupan Agung Wina: Ada Harapan Pastor Tom masih Hidup

WINA - Masih ada alasan untuk berharap bahwa Pastor Thomas Uzhunnalil, 56 tahun,  masih hidup, setelah sebelumnya Washington Times memberitakan bahwa ia sudah disalibkan oleh kelompok ektremis ISIS pada hari Jumat Agung.

Pemberitaan Washington Times tersebut telah ramai dikutip oleh berbagai media internasional, dengan mengandalkan konfirmasi dari Kardinal Christoph Schonborn dari Wina yang berbicara pada sebuah misa dan dikutip oleh media setempat, Slazburg News.


Namun belakangan berita tentang penyaliban tersebut telah dibantah oleh Uskup Arabia, Paul Hinder, yang mengatakan bahwa masih ada harapan bagi kehidupan Pastor Tom. Menurut Uskup Hinder yang berbicara kepada Catholic News Agency pada hari Senin (28/3), "indikasi sangat kuat bahwa Pastor Tom masih hidup di tangan para penculiknya."

Uskup Hinder mengatakan pernyataan Kardinal Schonborn adalah keliru dan hanya didasarkan pada rumor yang beredar di India. Uskup Hinder menambahkan, Kardinal Schonborn sudah menarik pernyataannya itu, yang ternyata didasari informasi dari Uskup Moras di Bangalore, India, yang belum bisa dipastikan akurasinya.

"Kardinal Schonborn telah merevisi pernyataannya yang didasari informasi dari Uskup Moras di Bangalore," ujar Uskup Hinder.

Pada hari Senin, Keuskupan Agung Wina juga meluruskan laporan yang mengutip pernyataan Kardinal Schonborn dan mengulangi pernyataan Uskup Hinder bahwa belum ada kepastian tentang nasib Pastor Tom. Menurut Keuskupan Agung Wina, Kardinal Schonborn telah berbicara dengan para uskup Arabia pada hari Minggu dan mereka mengatakan, "masih ada harapan."

Sementara itu Daily Mail yang juga ikut melansir berita tentang penyaliban Pastor Tom, mengutip pernyataan pejabat humas Keuskupan Agung Wina, Michael Pruller. Pruller  mengatakan bahwa pernyataan Kardinal Schonborn tentang penyaliban Pastor Tom didasarkan pada berita yang diterbitkan oleh situs berbahasa Arab, namun belum mendapat konfirmasi.

"Kardinal sendiri tidak memiliki sumbernya sendiri yang mengkonfirmasi kematian Pastor Tom. Untuk sementara ini, masih ada harapan bahwa Pastor Tom masih hidup," kata Pruller.

Pastor Uzhunnalil ditangkap empat orang bersenjata yang menyerbu kediamannya di Aden, Yaman, pada 4 Maret lalu. Dalam serangan itu, 16 orang tewas, termasuk empat biarawati. Korban yang selamat dari serangan itu mengatakan, keempat orang bersenjata itu adalah anggota ISIS.

Sejauh ini belum ada satu kelompok pun yang menyatakan bertanggung jawab atas penculikan sang pastor yang merupakan anggota Ordo Silesian yang berpusat di Bangalore, India.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri India menekankan, mereka berupaya penuh untuk mencari keberadaan pastor yang belum diketahui pasti nasibnya itu. Menurut harian India Today, kementerian luar negeri bekerja sama dengan Pemerintah Yaman untuk mencari keberadaan Pastor Uzhunnalil.

Thomas Uzhunnalil sudah bertugas selama empat tahun di Yaman sebagai imam di Gereja Sisters of Mother Teresa. Saat perang pecah, dia bersikukuh tinggal di Yaman, meski satu per satu rekannya sesama pastor meninggalkan negeri itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...