Selasa, 22 Maret 2016

Warga Kampung Duri: "Jika Dibangun Gereja, Jangan Terlalu Mencolok"

Warga Kampung Duri: "Jika Dibangun Gereja, Jangan Terlalu Mencolok"

Gereja Katolik Damai Kristus di Paroki Kampung Duri, Tambora, Jakarta Barat didemo warga pada Minggu (20/3). Sebelumnya warga merasa terintimidasi oleh daun palma karena warga merasa dengan memandang daun palma dapat mempengaruhi keimanan orang muslim sekampung di sekelilingnya.

Selain daun palma, demo tersebut juga dipicu kekuatiran orang-orang tersebut bila Gereja melakukan pembangunan atau perluasan sementara ijin yang diajukan bertahun-tahun tidak kunjung turun. Padahal, pihak Gereja hanya melakukan perbaikan sarana parkir yang kemudian memicu kekuatiran para pendemo tersebut.

Selain itu, warga juga melarang bangunan gereja yang terlalu mencolok karena dapat mempengaruhi keimanan warga sekitar kampung.

"Masyarakat hanya minta jika itu didirikan sebagai bentuk gereja jangan terlalu mencolok. Gereja di dalam sekolah boleh," kata Rikwanto dalam demonstrasi.

Hingga saat ini umat Katolik Paroki Kampung Duri memang menggunakan aula sekolah Yayasan Bunda Hati Kudus untuk melakukan misa. Pihak gereja berargumen, penggunaan aula ini sudah dilakukan sejak tahun 1968. Sebab, tidak ada lagi tempat lain yang memungkinkan untuk beribadah.

Warga lalu mengumpulkan tanda tangan masyarakat setempat yang menolak pengubahan status bangunan sekolah itu menjadi tempat ibadah. Mereka mendesak pembangunan gereja yang menggunakan aula Yayasan Bunda Hati Kudus untuk dihentikan. Menurutnya, ini menyalahi SK Gubernur Tahun 1998.

Berikut tuntutan dari massa pengunjuk rasa yang diterima oleh Romo Widyo:
  1. Tidak boleh ada pembangunan 
  2. Tidak boleh mengajukan perubahan peruntukan
  3. Pemerintah tingkat manapun tidak boleh memberikan izin bila pihak pemohon mengajukan lagi
  4. Pemerintah agar memberi pengarahan kepada pemohon untuk jangan pernah lagi mengajukan permohonan
Warga Kampung Duri: "Jika Dibangun Gereja, Jangan Terlalu Mencolok"

Rm Suyadi (wakil KAJ di FKUB DKI) disertai pihak terkait, berusaha berdialog dengan perwakilan mereka. Romo mengatakan dengan tegas bahwa Gereja Katolik tak akan pernah menjadi ancaman bagi keimanan umat muslim. Setelah dialog itu, para pendemo membubarkan diri.

Penolakan warga terhadap Gereja Damai Kristus Paroki Kampung Duri itu sebenarnya sudah berlangsung sejak November 2007. Rangkaian pembicaraan dilakukan antara pihak gereja dan masyarakat, dengan melibatkan tokoh masyarakat, pihak Kelurahan dan Kecamatan setempat. Namun, belum juga hadir kata sepakat.

Sumber:

Baca juga:

14 komentar:

  1. Wahai umat Muslim,jika ada di antara kalian yg bisa atau takut terganggu imannya hanya dengan melihat daun palma,sesungguhnya kalian bukanlah muslim yg sesungguhnya melainkan hanya muslim KTP,dasar orang bodoh yg bisa tergoda imannya hanya dengan melihat daun palma,tapi jika melihat setan aja pada senang mau minta nomor togel. ckckckck.. dasar manusia sampah kalian yg memprotes gereja di tambora.

    BalasHapus
  2. warga juga melarang bangunan gereja yang terlalu mencolok karena dapat mempengaruhi keimanan warga sekitar kampung.....memang benar MUSLIM KONYOL & COPLAK OTAKNYA.Muslim bangun Masjid yg Besar, Megah, Indah, Non Muslim tidak iri, dengki.

    BalasHapus
  3. Beginilah nasib minoritas, Gereja2 di persulit izin IMB, walaupun sudah bertahun- tahun mengajukan, namun tdk kunjung turun.

    BalasHapus
  4. Takut sang terang muncul..jadi demo..kemana imanmu masih jauh ya..atau tidak ada sama sekali

    BalasHapus
  5. iman mu ada di hati sayang,
    kenapa harus takut terpengaruh oleh agama lain hanya karena bangunan yang sama sekali tidak pernah bersuara menggunakan Toa dan speaker yang setiap subuh dan magrib selalu berkumandang hingga orang lain yg tidak perlu mendengarkannya juga terbangun, belum lagi acara tv yg sudah menjadi kewajiban stiap subuh dan magrib selalu manayangkan adzan yang gunanya untuk mengingatkan kalian, apa itu kurang cukup meyakinkan akan agama mu...
    ayolaahh... ini Indonesia sayang, negara bhineka tunggal ika yang menyatukan segala perbedaan, baik itu suku, ras, maupun agama.
    apakah engkau melupakan itu, di negara mana engkau berada, dan apa dasar negara mu..? Agama lain tidak pernah protes betapa terganggunya mereka engkau berkumandang disaat mereka istirahat menyiapkn energi untuk aktivitas paginya lalu mengapa untuk mereka membangun tmpat beribadah saja begitu berat bagi mu dengan alasan takut terpengaruh. Indonesia dikenal dengan masyarakatnya yang memiliki tolerasi tinggi, apakah ini yang namanya toleransi yang tinggi..? Tujuannya sama, sama sama ingin berdoa, sama ingin memuliakan Tuhan. Engkau juga punya Tuhan sayang, Tuhan mu dan Iman mu adalah urusan mu bukan urusan orang lain, engkau bertahan atau terpengaruh itu juga urusan mu, seberapa dalam iman mu dan seberapa kepercayaan mu akan Tuhan mu itu tergantung amal ibadah mu. Jika engkau yakin akan Tuhan mu, engkau yakin akan iman mu apapun yang terjadi apapun itu engkau takkan goyah dan takkan meragukan iman mu, namun jika engkau goyah tanyakan pada diri mu seberapa dalam keyakinan mu pada Tuhan mu dan jangan pernah sekalipun engkau menyalahkan yang lain akan kelalaian mu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keheningan itulah yang seringkali menggoyahkan iman

      Hapus
  6. Mereka yang demo sebenarnya sudah menunjukan tingkat keimanan agama mereka...ternyata berada ditingkat yg lebih rendah dari seorang bayi...masa hanya meliht daun palma dan bangunan gereja imannya goyah? Terus bangunan masjidmu dan speakermu yang gembar gembor. 5waktu plus plus itu buat apa?...mana kyaimu? Apa kyaimu iman nya lebih goyah duluan?...aneh dan lucu

    BalasHapus
  7. Bagaimana kalau dibalik saja?
    Bagaimana kalau membangun masjid juga jangan mencolok mata, di atas kubah dipasang simbol bulan bintang, apalagi kalau dipasangi corong sebanyak-banyaknya bahkan ada minimal 2 di tiap-tiap kubah yang suaranya bukan main mengganggu umat beragama lain 5 kali sehari, belum lagi kalau memutar nyanyian-nyanyian yang belum tentu umat beragama lain senang mendengarnya, berulang-ulang dan keras sekali..????

    Kalau umat islam masih terus mempersulit umat beragama lain, terutama yang sepertinya najis banget kalau melihat umat Kristiani melakukan kegiatan keagamaannya di Indonesia ini masih berkeliaran dimana-mana, mereka seharusnya buka mata dan buka hati.

    Sudah lupa sila ke-5 Pancasila?
    "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia". Itu maksudnya semua warga Indonesia, agama apapun berhak mendapat keadilan untuk melakukan apapun, mendapat hak-hak apapun selama hal itu tidak meragukan masyarakat lain.

    Kalau mengaku islam adalah agama yang paling baik, kenapa umatnya masih suka mencela dan mengahkimi umat Kristiani menurut isi otak mereka sendiri?
    Jadilah umat islam yang bijaksana dan bermartabat dalam hal apapun, terutama menghormati umat Kristiani.

    BalasHapus
  8. wkwkwkwk dasar orang orang iman cetek, liat gereja aja iman keganggu? dasar otak goblok. lo pikir minoritas liat masjid gede megah mewah iman keganggu? lama lama lo pada puasa kita juga gak boleh makan gitu? wong sinting ancene

    BalasHapus
  9. Yang Berisik & Mengganggu, suara Azan 5 Kali sehari, belum lagi lagu sholawat memakai TOA (Pengeras Suara) di masjid2 & Mushola bikin teliga budeg.

    BalasHapus
  10. Pandangan saya, jika keimanan sếseorang itu benar benar kuaat, tak akan ada apaapun yang mampu mempengaruhinya, apa lagi sekedar bangunan.... Terganting bagaimana tingkat spiritualitas orang tersebut...
    Kami pun sebagai minoritas, tak pernah mempermasalahkan pembangunan tempat ibadaah kaum mayoritas... Selamaa ada saling hormat dan tolransi tentu semua akan damai...

    BalasHapus
  11. Anti Kristus Akhir Zaman.

    BalasHapus
  12. Muslim bangun masjid yg megah,indah & mewah Non Muslim tidak terpengaruh imannya.

    BalasHapus
  13. Katanya "gajah", tapi kok takut dengan "semut". Goliath yang benar2 modern tapi pengecut.....

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...