Sabtu, 23 April 2016

12 Pengungsi Muslim Senang Dibawa ke Vatikan: "Paus Fransiskus Penyelamat Kami"

12 Pengungsi Muslim Senang Dibawa ke Vatikan: "Paus Fransiskus Penyelamat Kami"
Paus Fransiskus mengunjungi Pulau Lesbos, Yunani, Sabtu (16/4/2016).

ROMA - Paus Fransiskus membawa serta 12 pengungsi muslim asal Suriah ke Vatikan, usai mengunjungi Yunani, Sabtu (16/4/2016). Dalam kunjungannya, orang nomor satu Gereja Katolik Roma itu sempat menyambangi Pulau Lesbos yang menampung banyak pengungsi Timur Tengah.

Keduabelas pengungsi tersebut terdiri dari tiga keluarga yang semuanya Muslim. Tiga keluarga, termasuk enam orang anak, yang kehilangan rumah mereka akibat dibom dalam perang Suriah.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Vatikan menyebutkan Paus ingin "menunjukkan sikap menyambut" para pengungsi. Sebelumnya, Paus Fransiskus mengatakan "Anda tidak sendirian" kepada migran yang tinggal di kamp Moria - diantaranya akan dikembalikan ke Turki.

Baca juga: Bom Belgia Dibalas Paus Fransiskus dengan Mencuci & Mencium Kaki Pengungsi Muslim

Sekitar 3.000 orang masih berada di kamp di Lesbos, dan ketika Paus tiba beberapa di antaranya berbaris di jalanan dengan memegang tulisan meminta bantuan. Inisiatif sang Paus membawa pulang ketiga keluarga pengungsi muslim itu dikatakan menggugah perasaan para pengungsi di sana.

"Menurut saya, semua pengungsi adalah anak-anak Tuhan," katanya, dalam perjalanan kembali ke Roma, dikutip The Guardian.

Paus Fransiskus mengatakan inisiatifnya itu hanya sekadar "setetes air di samudera", namun ia berharap ke depannya hal itu dapat mengubah segalanya.

"Semoga kita mengakui bahwa bersama-sama, sebagai satu keluarga manusia. Kita semua adalah migran," kata Paus dalam doa untuk ratusan orang dari segala usia yang meninggal di Aegean ketika mencoba mencapai Eropa Barat.

Setibanya di Italia, ketiga keluarga pengungsi itu menyampaikan rasa syukur mereka atas perbuatan Paus yang membangkitkan harapan mereka.

"Di Lesbos, kami seperti terperangkap di penjara. Paus Fransiskus bagai penyelamat kami, yang membebaskan kami dari pulau itu," kata seorang pengungsi bernama Hasan.

Selama kunjungan Paus Fransiskus ke Pulau Lesbos, situasi emosional mewarnai momen tersebut, yang meminta agar Paus mendoakan mereka.

Siapakan 12 warga Suriah ini?

Satu keluarga yaitu dua orang insiyur, Hasan dan Nour, serta anak laki-laki mereka yang berusia dua tahun. Mereka datang dari Damaskus dan tinggal di Zabadani, sebuah wilayah di dekat perbatasan Lebanon yang telah dikuasai oleh pasukan pemerintah dan menjadi sasaran ledakan bom. Mereka terbang ke Turki dan naik perahu menuju Lesbos.

Ramy, seorang guru, dan Suhila, penjahit, keduanya berusia 50an tahun datang dari Deir al-Zour, dekat perbatasan Irak - sebuah kota yang diserang oleh kelompok yang menyebut diri Negara Islam. Pasangan itu tiba di Yunani dengan tiga anak mereka pada Februari lalu melalui Turki.

Osama dan Wafa datang dari wilayah pinggiran Damaskus, Zamalka. Wafa mengatakan dua anak termudanya masih sering bangun setiap malam dan bahkan sempat berhenti berbicara.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...