Kamis, 14 April 2016

Cambuk Pertama Atas Non-Muslim di Aceh, Tak Sesuai dengan Syariat

Cambuk Pertama Atas Non-Muslim di Aceh, Tak Sesuai dengan Syariat

Pelaksanaan hukuman cambuk terhadap seorang wanita beragama Kristen di Takengon Aceh karena menjual alkohol tak sesuai dengan aturan dalam Syariat yang hanya diterapkan untuk Muslim, menurut kepala dinas Syariat.

Syahrizal Abbas, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh mengatakan dalam Qanun Jinayah diatur jelas bahwa pemberlakuan hukuman hanya untuk Muslim.

"Kecuali bila dia (pelaku) dengan sadar minta dihukum cambuk, atas kesadaran sendiri. Garansi bahwa syariat hanya berlaku bagi Muslim adalah UU No 11 tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh," kata Syahrizal kepada BBC Indonesia.

Qanun Jinayat mulai diberlakukan di Aceh sejak Oktober lalu dengan hukuman cambuk antara lain diberlakukan dan mencakup khalwat (mesum), khamr (alkohol) dan maisr (perjudian).

Hanya berlaku pada Muslim
Sejak diberlakukan, sejumlah hukum cambuk telah ditetapkan, langkah yang mendapatkan penentangan dari sejumlah organisasi hak asasi manusia.

"Kalau melakukan pelanggaran yang tak diatur dalam hukum jinayat, maka yang berlaku adalah hukum nasional. Bila ia mau menundukkan diri dan berlaku syariah, boleh. Tapi pada prinsipnya berlaku pada Muslim," kata Syahrizal yang menyatakan belum mendapatkan laporan dari Aceh Tengah terkait hukuman cambuk ini.

Baca juga: DPRD Setujui UU Syariah Diberlakukan juga Bagi non-Muslim di Aceh

Sejumlah komentar dari media sosial terkait hukuman cambuk ini termasuk dari Nani Armayani yang menyebutkan, "Apa kabar dengan ganja yang berhektar-hektar?...Yang menanam perlu dicambuk 28 juta kali?", sementara Tengku Arief Udin Tambusai menulis, "Kalau Pemda Aceh memang berani coba tertibkan rakyatnya yang suka nanam ganja, masak...Jangan cuma mengkaji hal kecil."

Kantor berita AFP menyebutkan wanita itu dicambuk 30 kali dengan rotan di depan ratusan orang Selasa (12/04) bersama satu pasangan yang dicambuk 100 kali karena zinah.

"Inilah kasus pertama non-Muslim dihukum berdasarkan syariat," kata Lili Suparli pejabat di kantor kejaksaan Aceh Tengah kepada kantor berita AFP.

9 komentar:

  1. Kalo sampe ini berita benar adanya, seriusan, saya emang udah kesal sama Aceh ini. Lama-lama membelot dari UUD 45 dan Pancasila. Dia jalanin syariat islam mbo ya o buat orang islam aja lha.. Ngapain non Islam juga dikenai hukum itu. Negara ga bisa diam saja, sebenernya ada hukum keagamaan yang berkuasa di suatu wilayah juga saya agak ga setuju, tapi okelah kalo mereka tujuannya buat pemeluk agamanya saja, tapi kalo sudah melewati, negara harus bertindak melindungi.
    Doaku dan harapanku, kalau ada satu wilayah yang mayoritas Katolik, semoga jangan otoriter kaya begini, ingatlah bahwa kita ini 100% Indonesia dan 100% Katolik

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat setuju pendapat D Michael Setyadarma....bagaimana orang2 / rakyat aceh...apakah kalian semua sudah suci dan tidak punya dosa sehingga menghukum sesama manusia demikian kejam.....
      Smoga Tuhan mengampuni kita semua terutama para pelaksana hukum cambuk di Aceh, Tuhan tahu ..mereka tidak tahu apa yg mereka perbuat.

      Hapus
    2. Saya hanya heran dengan Pemerintah yg terkesan tidak maubikut campur.

      Hapus
  2. He O_on... Kalau d'i NIAS saja ini d'i perlakukakan.. aku yang pertama mematahkan TULANG HIDUNGMU....
    Sok suci,,e-imanan kok di pamer-pamer.. kiranya TUHAN YESUS MENJAMAH HATIMU..AMIN...

    BalasHapus
  3. ooooo minoritas.. kau hanya bisa berkata kata saja.. tanpa kau sadari kau takbisa berbuat apa".. "Jika engkau mau mengikut Aku, Tinggalkan semua hartamilikmu dan bersiap untuk di olok"

    BalasHapus
  4. orang yg minum alkoholx juga kebanyakan orang muslim,,,,knp yg minum alkoholx gak ikut dicambuk juga,,?????????

    BalasHapus
  5. ketuhanan yg maha esa.....tri nitas ek boh

    BalasHapus
  6. Ketuhan yang maha esa.. Kalau negara kesatuan republik Indonesia sama satu kan? Kalau gak satu coba cari di peta negara selain Indonesia di asia tenggara ? coba cari nama negara Indonesia di benua Africa? gak ada

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...