Rabu, 13 April 2016

Gunakan Dana Pribadi, Raja Abdullah Renovasi Makam Yesus di Gereja Yerusalem


Raja Yordania, Sayyid Abdullah II bin Al Hussein Al Hashimi mengeluarkan Royal Benefaction (makrumah) berisi bantuan renovasi makam Yesus Kristus di Gereja Makam Suci Yerusalem. Renovasi akan dijalankan menggunakan dana pribadi Raja Abdullah II.

Makrumah disampaikan oleh Pengadilan Kerajaan Yordania melalui surat resmi ditujukan kepada Patriark Yerusalem dan seluruh Palestina serta Yordania, yang juga pemimpin Gereja Makam Suci Patriark Theophilos III.

Usai menerima surat makrumah itu, Patriark Theophilos III menyampaikan penghormatan dan terimakasih kepada Raja Abdullah II.

"Memuji kemurahan hati Yang Mulia yang selalu mengawal dan menjaga kedamaian antara Kristen dan Muslim di Kota Suci Yerusalem. Yang Mulia Abdullah II mewujudkan dalam perbuatan, tidak hanya dalam perkataan, kebersamaan hidup antara Muslim dan Kristen di seluruh penjuru dunia khususnya di Tanah Suci," kata Patriark Theopilos III.

Raja Abdullah II selalu menekankan pentingnya perdamaian dunia berdasarkan persaudaraan lintas iman. Dalam pelbagai forum dunia, Raja Abdullah berupaya mengenalkan kepada dunia wajah Islam yang damai.

Peran Raja Abdullah II begitu penting bagi kehidupan antarumat beragama di Yerusalem. Dia menjadi pelindung bagi umat Muslim dan Kristiani dan menjadi ujung tombak upaya menabur benih cinta dan persaudaraan antara Muslim dan Kristen di Yerusalem.

Patriark Theopilos III menjelaskan Raja Abdullah II selalu menempatkan perjuangan rakyat Palestina sebagai prioritas utama di setiap forum dunia.

"Yang Mulia terus menegaskan Yerusalem adalah tempat tinggal Muslim dan Kristen yang tidak bisa diganggu gugat, dan Yordania tidak akan mengizinkan pelanggaran apapun," kata Patriark Theopilos III.

Keuskupan Agung Yerusalem sebenarnya telah menandatangani kerjasama dengan National Technical University of Athens (NTUA) pada Maret lalu untuk merenovasi makam Yesus Kristus. Selain dengan NTUA, proyek ini juga akan dijalankan dengan menggandeng Keuskupan Agung Armenia Yerusalem dan Pelayanan Misi Fransiscan di Tanah Suci.

Kabar tersebut sampai ke telinga Raja Abdullah II, yang merupakan pemeluk Islam. Dia lantas tergerak untuk membantu proyek renovasi situs suci bersejarah yang banyak dikunjungi oleh umat Kristen di seluruh penjuru dunia.

1 komentar:

  1. Kalau banyak orang, baik orang Islam maupun orang Kristen bersikap seperti Raja Yordania (Sayyid Abdulah II Bin Al Hussein Al Hassimi) maka dunia ini damai.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...