Rabu, 06 April 2016

ISIS Targetkan Bunuh Seluruh Keluarga Kristen yang Tersisa di Raqqa, Suriah

ISIS Terus Aniaya Warga Kristen di Raqqa, Suriah
Tinggal Kenangan: Umat Kristen menghadiri Liturgi Ilahi di sebuah gereja di Raqqa.

Kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sudah merencanakan pembunuhan terhadap 43 keluarga Kristen yang tinggal di Raqqa. Kelompok ini mengatakan semua umat kristiani di 'ibu kota' Raqqa harus dibasmi.

"ISIS akan menghabisi semua orang Kristen atau warga Armenia yang masih berada di Raqqa," cuit mereka di Twitter, seperti dikutip dari express.co.uk, Jumat (1/4).

Militan ISIS terus menganiaya warga Kristen yang tersisa sedikit dan melarang mereka meninggalkan Raqqa, Suriah.

"Umat Kristen yang tersisa di Raqqa dilarang meninggalkan kota Raqqa dalam kondisi apapun," bunyi ultimatum ISIS yang dikutip Breitbart News.

Warga Kristen, yang telah tinggal di Raqqa selama berabad-abad, terdiri dari hampir lima persen dari 400.000 penduduk sebelum perang, kata para aktivis setempat. Persentase itu telah secara dramatis menurun setelah Raqqa jatuh ke tangan pemberontak anti-pemerintah dan kemudian diambil alih oleh militan ISIS pada tahun 2014, yang kemudian menjadi ibukota de-facto mereka.

Para aktivis melaporkan, ada 43 keluarga Kristen yang tersisa di Raqqa, masing-masing terdiri dari dua sampai tiga anggota. Mereka tidak mampu melarikan diri dari kota itu seperti yang dilakukan oleh warga Kristen lainnya ketika militan mengambil alih Raqqa, kata mereka. Ketika militan ISIS merebut Raqqa pada bulan Januari 2014, mereka memberikan tiga pilihan kepada warga Kristen: masuk Islam, meninggalkan kota itu, atau menghadapi kematian.

Banyak keluarga Kristen meninggalkan kota itu untuk menghindari penganiayaan. Sebelum kedatangan ISIS, jumlah keluarga Kristen di kota itu mencapai 1.500 keluarga.

Shahinian mengatakan keluarganya dan warga Kristen lainnya merasa melekat pada rumah dan tanah mereka di Raqqa, tapi perlakuan ISIS menjadi begitu tidak tertahankan sehingga mereka harus melarikan diri dan meninggalkan semuanya. Desember lalu, “ibu saya adalah yang terakhir dari keluarga saya yang melarikan diri,” katanya.

ISIS memberlakukan seperangkat aturan ketat terhadap orang Kristen, memaksa mereka mematuhi aturan berpakaian warga Muslim dan membayar jizyah, bentuk pajak agama Islam khusus bagi non-Muslim.

Issa, seorang aktivis mengatakan ketika ia tinggal di Raqqa, militan menculik dan membunuh seorang pemuda Kristen karena memiliki tato berbentuk salib di lengannya. Ada ratusan insiden di mana ISIS menarget penduduk Kristen di kota itu, katanya.

Harta benda milik warga Kristen telah disita oleh para komandan ISIS dan warga Kristen yang tetap tinggal di kota itu dilarang membeli properti oleh undang-undang ISIS, katanya.


4 komentar:

  1. Ya Tuhan Yesus ini sungguh menyedihkan Tolong lindungi mereka. :'(

    BalasHapus
  2. Bunuh saja semua itu ISIS...hancurkan saja ISIS itu. ISIS itu kuman sekaligus bunuh saja perancangnyaa.

    BalasHapus
  3. ISIS manusia berhati IBLIS

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...