Senin, 25 April 2016

Menolak Tunduk pada Hukum Islam, ISIS Bunuh 21 Warga Kristen Suriah

Menolak Tunduk pada Hukum Islam, ISIS Bunuh 21 Warga Kristen Suriah
 Kepala Gereja Ortodok Suriah, Patriark Ignatius Aphrem II bersama warga Kristen di Kota Al-Qaryatain, Suriah

AL-QARYATAIN - Sedikitnya 21 warga Kristen di Kota Al-Qaryatain, Suriah dibunuh oleh anggota Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), sejak kelompok teroris itu menguasai kota tersebut pada Agustus 2015 hingga awal pekan ini.

Sejak awal pekan lalu, kota tersebut sudah diambil alih lagi oleh pasukan Rusia yang membantu militer Suriah dalam melawan kelompok radikal tersebut.

Kepala Gereja Ortodoks Suriah, Patriark Ignatius Aphrem II, seperti dilansir BBC, Senin (11/4/2016), menyebut, 21 warga Kristen yang dibunuh merupakan sebagian dari 300 warga Kristen yang tetap bertahan di kota itu sejak Agustus lalu.

"Para korban termasuk tiga wanita," kata Patriark Ignatius Aphrem II.

Dia mengatakan, para warga Kristen itu dibunuh saat mencoba melarikan diri, dan karena melanggar ketentuan "kontrak dzimmi", yang mengharuskan mereka tunduk kepada hukum Islam.

Selain itu, hingga kini masih ada lima warga Kristen lainnya yang dinyatakan hilang. Mereka pun diyakini telah tewas. Proses negosiasi dan pembayaran tebusan telah memungkinkan sisa warga lainnya kembali ke keluarga mereka.

Patriark pun mengungkapkan adanya upaya para teroris ISIS untuk menjual para gadis Kristen sebagai budak. Sekalipun diwarnai dengan kekejaman hingga pembunuhan, namun Kepala Gereja Ortodoks ini menegaskan upaya memulihkan kerukunan hidup antar umat beragama tetap menjadi tujuan.

"Kami tinggal dalam situasi macam ini selama berabad-abad. Kami belajar bagaimana menghormati satu sama lain, kami belajar hidup berdampingan. Kini kami bisa hidup bersama lagi jika pihak luar tidak mengganggu," kata Patriark.

Saat ini, Kota Al-Qaryatain terlihat hancur. Jalan-jalan rusak, bangunan-bangunan runtuh, termasuk sebuah biara Katolik berusia 1.500 tahun. Kota Al-Qaryatain berada sekitar 100 kilometer sebelah barat Palmyra. Kota ini diambil alih oleh teroris ISIS dalam serangan besar pertama mereka setelah mengusai Palmyra pada Mei tahun lalu. 

Keberhasilan militer Suriah merebut kota tersebut dari kendali ISIS tak lepas dari sokongan serangan udara militer Rusia. Berkat aksi itu, beberapa kota telah diambil alih, termasuk Al-Rai dan Palmyra, yang berjarak 100 kilometer dari Al-Qaryatain.

Sumber:

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...