Jumat, 01 April 2016

Warga Muslim Tak Persoalkan Pendirian Gereja Santa Clara, Lalu Siapa yang Demo Menolak?

Warga Muslim Tak Persoalkan Pendirian Gereja Santa Clara, Lalu Siapa yang Demo Menolak?

Pasca digeruduknya oleh sekitar 1.000 massa yang tergabung dalam Forum Silahturahmi Umat Islam Bekasi, lokasi pembangunan Gereja Santa Clara yang berada di Jalan Lingkar Utara, yang terbagi dua RT yakni RT 002 dan RT 003 RW 06, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Tampak anggota Polri dan TNI berjaga-jaga di luar pintu gerbang dan di dalam area pembangunan Gereja Santa Clara.

Tampak sebidang tanah yang cukup luas yang direncanakan untuk membangun Gereja Santa Clara. Pintu gerbang yang dibentuk dengan kayu dan dilapisi oleh seng besi. Di sekeliling lahan berdiri tembok semen setinggi dua meter serta ditambah pagar aluminium setinggi satu meter. Namun dari luar tidak tampak terlihat keadaan di dalam lokasi. Di sisi kanan masih terbentang persawahan luas dan di sisi kanan terdapat gedung sekolah, SMK Panah Jaya Teknik (Panjatek) Kota Bekasi serta lokasi terdapat beberapa bangunan seperti pendopo, dan satu alat berat untuk mengeruk serta meratakan tanah.

Rencananya, bangunan gereja tersebut berdiri di atas lahan seluas 6.500 meter persegi. Selain gedung ibadah, di lahan yang sama akan dibangun ruangan sekretariat gereja, klinik serta lahan parkir.

Ketua RT 003 RW 06, Nari (58), mengatakan warga Muslim yang tinggal di dua RT tersebut yang berada tepat di lokasi pembangunan Gereja Santa Clara, tidak mempersoalkan keberadaan gereja yang akan dibangun.

“Sebenarnya, warga sekitar tidak mempermasalahkan pembangunan gereja. Kita juga heran, kenapa ada pihak yang mempermasalahkan pembangunan gereja ini,” singkatnya, Jumat (1/4).

Diketahui, ada sekitar 172 jemaat di wilayah Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara yang akan menandatangani persetujuan sebagai syarat pengajuan pendirian rumah ibadah. Sehingga pemenuhan kuota sebanyak 90 jemaat sudah terpenuhi.

10 komentar:

  1. Yang menolak itu para anggota komunis (anggota FPI).........

    BalasHapus
    Balasan
    1. FPI biang Provokator, ceramah di masjid2 menebarkan
      kebencian & permusuhan thd Non Muslim.

      Hapus
  2. Yg demo justru bayaran dari luar, bukan warga setempat....

    BalasHapus
  3. Siapa lagi kalau bukan FPI Dari jauh lokasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang menyegel, menutup paksa tempat ibadah
      Non Muslim adalah Pemda, bukan ormas FPI.

      Hapus
  4. sekali kali mereka pas demo dilihat KTPnya penduduk mana mereka.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ormas FPI ceramah di masjid2 kalau gereja2 telah
      memanipulasi tanda tangan warga, FPI biang provokator.

      Hapus
  5. yg demo beragama "ANARKIS" mengedepankan massa,arogansi,kekerasan dan teriak2 dalam bahasa arab.....kasihan...diperbudak orang ARAB..

    BalasHapus
  6. dasar kalian ini,lihat tu ormas NU YANG MENDUKUNG PENUH TOLERANSI DENGAN MENDUKUNG PENDIRIAN GEREJA. JANGAN HINA ISLAM LOL ,MASI BANYAK YG MENDUKUNG

    BalasHapus
  7. Dalam setiap orasi dan pidato baik dari pemerintah maupun para ulama selalu mendengungkan, "MAYORITAS MELINDUNGI MINORITAS, DAN MINORITAS MENGHORMATI MAYORITAS". Sepertinya pihak minoritas selalu dan selalu menghormati myoritas, tetapi sebaliknya pihak minoritas mau mendirikan rumah ibadat saja sangat sulit, dan dipersulit oleh sebagian kelompok mayoritas, padahal a. tanah milik, b. persyaratan admimistrasi sudah diperoleh. Pertanyaannya di manakah realisasi pelaksanaan slogan tersebut?

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...