Jumat, 20 Mei 2016

Masjid Geelong Terbakar, Gereja Anglikan Tawarkan Aula Gereja Jadi Tempat Salat Jumat

Masjid Geelong Terbakar, Gereja Anglikan Tawarkan Aula Gereja Jadi Tempat Salat Jumat

MELBOURNE - Gereja Anglikan menawarkan kepada imam masjid Geelong, Mohammad Ramzan, untuk menggunakan aula gereja di All Saints Anglican Parish di Newtown sebagai tempat untuk salat Jumat. Dukungan itu disampaikan Gereja Anglikan setelah Masjid di Geelong terbakar. Geelong adalah kota kecil yang bisa dicapai sekitar satu jam dari kota Melbourne.

Sheikh Muhammad Saleem dari Dewan Imam Victoria mengatakan ia telah mendapat banyak dukungan yang juga diterima anggota komunitas Muslim lainnya di Geelong.

"Sejak pagi ini, kami telah menerima banyak telepon dari tokoh masyarakat di sekitar Melbourne dan Geelong... dukungan yang luar biasa," kata Sheikh Muhammad.

"Saat saya sedang melihat (kondisi) masjid, saya cukup 'kewalahan' dengan dukungan yang diungkapkan warga sekitar. Saya sangat senang mendengar warga, baik pria maupun perempuan, yang tinggal di sana datang dan menawarkan bantuan secara langsung," ujarnya.

"Jawaban saya adalah, 'Mari kita berdiri bersama dan membangunnya kembali'."

Uskup Philip Huggins mengatakan Gereja Anglikan akan terus menawarkan bantuan.

"Kami ingin membantu dengan cara apapun yang kami bisa," katanya.

Dikatakannya, pihaknya memahami betapa mengejutkan dan menyedihkan ada tempat ibadah yang hancur.

"Dengan kesamaan diantara kita, jelas kita ingin menjangkau dan membantu teman-teman Muslim untuk melanjutkan ibadah mereka," katanya.

Sementara itu, Sugiyanto, anggota komunitas Muslim di Geelong asal Indonesia mengaku setelah masjid hancur, mereka kini salat di aula. Ia bersyukur saat ini sudah bisa menjalankan ibadah salat magrib di aula. Umat muslim di wilayah tersebut sudah mendapatkan izin dari pihak keamanan untuk bisa menggunakan aula.

"Alhamdulillah, kami sudah mulai shalat maghrib kemarin di aula. Di masjid ada aula dan kami shalat di sana. Kami pun sudah mendapat izin dari pihak keamanan untuk bisa menggunakan aula," ujar Sugiyanto yang sudah 23 tahun tinggal di Geelong.

"Inilah keuntungan tinggal di Geelong, kita tidak pernah memiliki masalah semua partai gereja di Geelong, polisi, hingga tetangga membantu dan menyampaikan kepedulian mereka," kata pria yang sudah tinggal di Geelong selama 23 tahun. Sementara untuk pelaksanaan salat jumat, pihaknya masih akan mebahasnya, Kamis (19/5/2016).

Pihak kepolisian hingga kini masih memantau dan menyelidiki insiden kebakaran masjid. Sebelumnya, Inspektur Graham Bank mengatakan serangkaian kebakaran telah menargetkan gereja di kawasan Geelong.

Pada bulan April, kebakaran yang mencurigakan memusnahkan sebuah gereja Presbyterian yang sudah berusia 103 tahun. Sebelumnya, di bulan Desember, dua gereja dibakar dalam selang 30 menit di kawasan Norlane.

Polisi menduga pelaku pembakaran masjid telah terkecoh, karena bangunan masjid seperti gereja. Sebelumnya bangunan tersebut memang sebuah gereja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...