Kamis, 12 Mei 2016

Pemuda Muslim Ikut Arak Salib IYD di Tomohon

Pemuda Muslim Ikut Arak Salib IYD di Tomohon

TOMOHON - Hari Selasa (10/5), Salib Indonesian Youth Day (IYD) atau Hari Orang Muda Katolik (OMK) se-Indonesia Keuskupan Manado akan diarak dari Paroki Santo Yoseph Saroinsong Tomohon ke Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Woloan. Salib yang dibawa dihari menjelang Hari Raya Pentakosta, Minggu (15/5)

"Mulai diarak pukul 14.00. Diarak dari pusat paroki," kata Moran Claus Kasi, ketua OMK Paroki Santo Yoseph Saroinsong, Selasa (10/5) ketika dihubungi Tribun Manado via telepon gengam.

Senin (9/5), katanya, salib dijemput di Kelurahan Tumatantang dari stasi Pangolombian. Semua umat dari kecil sampai dewasa mengantar salib jalan kaki dari Pangolombian. Hampir semua umat hadir dalam penyerahan itu.

Di tengah hujan deras, salib diserahkan ketua Dewan Pastoral Stasi (DPS) Stasi Pangolombian Deni Wowor.

"Diterima pastor paroki Jimmy Tumbelaka. Setelah 30 meter berjalan, salib diserahkan kepada ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Jony Ruoh dan selanjutnya bergantian antar pimpinan paroki. Yang mendapatkan dan mentahtakan ialah Bernadus Untu, koster gereja," katanya.

Setelah pentahtaan ada misa yang dipimpin Pastor Jimmy. Tuguran diadakan sampai pagi, bergantian antar enam wilayah rohani.

"OMK paling terakhir. Mulai pukul 01.00 sampai 05.00," ujarnya.

Minggu (8/5), salib diserahkan dari Stasi Lahendong ke stasi Pangolombian pukul 13.00 di Kelurahan Toundangow. Yang menerima pendeta Gereja Masehi Injili Minahasa, gembala Gereja Pantekosta di Indonesia, dan lurah.

"Waktu tiba salib tiba disambut drum band. Salib dibawa tanah misi, karena di situ akan dibawa ke gereja. Di situ ada doa. Dan karena salib singgah di situ, gereja rencananya akan dinamakan gereja Salib Suci Toundangow menurut sambutan pastor," katanya

Sabtu (7/5), salib dibawa dari pusat paroki ke stasi Lahendong. Salib diterima oleh beberapa tokoh agama.

"Pembawa salib juga dibawa para ibu. Mereka diberi kesempatan karena beberapa minggu membantu OMK," ujarnya.

Di sana di sambut tari Wanita Katolik Republik Indonesia (RI). Setelah itu dilanjutkan dengan misa.

Jumat (6/5), salib dibawa dari Paroki Maria Ratu Damai (MRD) Walian ke gereja pusat paroki Santo Yoseph Saroinsong. Salib tiba pukul 14.30 di Sekolah Dasar (SD) Katolik Santo Joseph Saroinsong, Lansot.

"Mereka membawa jalan kaki diiringi kabasaran OMK MRD. Sebelum penyerahan salib, ada tarian Tetengkoren dari OMK MRD," katanya.

Salib diserahkan pastor Manuel ke pastor Jimmy. Penyerahan diiringi tari Wanita Katolik Republik Indonesia (RI) dengan lagu "Opo Wananatas".

"Pastor Paroki ke ketua DPP Paroki. Ketua DPP menyerahkan ke lurah Lansot, Henny Bororing," ujarnya.

Bororing menyerahkan kepada pendeta Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) "Getsemani" Lansot. Pendeta menyerahkan gembala Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Lansot.

"Gembala GPdI menyerahkan kepada perwakilan pemuda GMIM Lansot, Niki Gosal dan. Setelah itu salib diarak ke gereja pusat paroki dan banyak pemuda GMIM yang ikut perarakan. Di situ ada pula puluhan pemuda remaja Muslim. Mereka ikut juga berjalan," katanya.

Saat masuk ke kelurahan Tumatantang, salib diterima oleh lurah Tumatantang Fransiska Lumi-Poluakan. Lurah Ike (sapaan akrabnya) menyerahkan kepada pendeta GMIM "Syaloom" Tumantantang.

"Pendeta menyerahkan kepada ketua pemuda GMIM Syaloom Tumatantang, Nofli Karundeng. Perarakan dilanjutkan," katanya.

Saat masuk perbatasan kampung Jawa, diterima perwakilan pemuda remaja muslim masjid Nurul Iman "Kampung Jawa" Rangga Abusalam. Ia membawa salib itu ke Kelurahan Tumatangtang 1.

"Diterima langsung oleh perwakilan pemuda GMIM Tumatantang Presyi Karundeng. Di depan gereja salib diserahkan kepada saya," katanya.

Salib kemudian dibawa ke gereja. Saat di tangga naik ke gereja, salib disambut Tarian Tetengkoren dari SD Katolik Santo Yoseph Saroinsong.

"OMK Paroki Santo Yoseph Saroinsong dan MRD menarikan gerak theme song IYD 2016. Saat masuk ke gereja disambut tarian "Opo Wananatas" Wanita Katolik RI," ujarnya.

Wanita Katolik RI menari terus di samping salib saat pentahtaan. Misa dilanjutkan setelah itu.

"Waktu itu ada tuguran enam wilayah rohani awal sampai Sabtu siang. Kami miliki 12 wilayah rohani," katanya.

Salib katanya diarak dengan patwal kepolisian dan kabasaran MRD. Setelah kabasaran ada Marching Band SMA Karitas Tomohon.

"Ada rombongan salib, para pastor, tiga lurah, dan beberapa pendeta. Pemuda GMIM dari tiga kelurahan dan pemuda masjid di belakang mereka," ujarnya.

Setelah rombongan pemuda GMIM dan masjid, ada rombongan OMK Santo Joseph dan MRD dengan bendera kuning putih dan merah putih. Di belakangnya umat paroki.

Sumber: http://manado.tribunnews.com/2016/05/10/toleransi-umat-beragama-pemuda-muslim-ikut-arak-salib-iyd-di-tomohon

Baca juga:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...