Minggu, 08 Mei 2016

Pilgub DKI 2017, Romo Bratakartana: Pilih Pemimpin yang Sederhana, Baik, Apapun Agama dan Sukunya

Pilgub DKI 2017, Romo Bratakartana: Pilih Pemimpin yang Sederhana, Baik, Apapun Agama dan Sukunya

JAKARTA - Menjelang pemilihan kepala daerah 2017, persaingan bakal calon gubernur semakin gencar dilangsungkan. Berbagai taktik digunakan untuk menjaring simpati warga, termasuk dengan isu yang menyangkut SARA.

Menyikapi hal ini, Romo Bratakartana, pastor di Gereja Katedral, mengajak warga Jakarta memilih pemimpin yang baik, tanpa melihat dari sisi agamanya.

"Untuk warga Jakarta, khususnya umat Katolik, pilihlah pemimpin yang sederhana, baik. Apa pun agamanya, apa pun sukunya, yang jelas pemimpin yang baik," katanya saat ditemui di Gereja Katedral Jakarta, Kamis, 5 Mei 2016.

Romo menjelaskan, pemimpin yang baik adalah sosok yang memperhatikan kehidupan sosial, ekonomi, dan kepentingan rakyat, bukan kepentingan golongan. Karena itu, dia mengimbau, agar warga Jakarta memilih pemimpin DKI yang baik, tanpa melihat dari suku, agama, dan ras.

Baca juga: Pilgub DKI 2017, Ahok: Jualan Pake SARA Udah Kaga Laku

Romo Bratakartana berujar, membawa isu SARA dalam memilih pemimpin tidak dilakukan gereja. Sebab, hal ini bertentangan dengan hakikat dari agama Katolik. Gereja juga tidak mempromosikan calon tertentu, kecuali calon tersebut benar-benar baik.

"Gereja tidak pernah menggunakan isu agama. Karena, itu melawan hakekat Katolik sendiri. Orang katolik tidak pernah mempromosikan menjadi pemimpin karena Katolik. Kalau dipromosikan (itu) karena baik," kata Romo usai mengisi homili dalam misa Kenaikan Yesus Kristus.

Saat ini gereja terus berupaya menanamkan kesadaran akan Pancasila bagi para jemaatnya, terutama mengenai sila pertama. Hal ini dinilai Romo Bratakartana merupakan poin terpenting dalam kehidupan toleransi di masyarakat.

Untuk itu, Romo Bratakartana mengatakan terus menggalakkan doa bagi warga Indonesia. Doa ini dinamakan rosario atau yang disebut rosario Merah Putih.

"Orang Katolik mempunyai semboyan yang sangat sederhana. Kalau kamu Katolik, kamu harus 100 persen Indonesia," ucapnya.

Sumber:

1 komentar:

  1. Kangen sama Romo Bratakartana (Rm Broto), awal-awal masuk gereja khatolik sering banget perayaan ekaristi di pimpin beliau sewaktu masih bertugas di Gereja St Maria Tangerang

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...