Jumat, 24 Juni 2016

Bom Bunuh Diri Targetkan Patriark Aphrem II Meledak di Gereja Suriah, 3 Orang Tewas


Bom Bunuh Diri Targetkan Patriark Aphrem II Meledak di Gereja Suriah, 3 Orang Tewas
Patriark Ignatius Aphrem II jadi sasaran pelaku bom bunuh diri.

QAMISHLI – Pelaku bom bunuh diri berinovasi dengan menyamar jadi imam. Sasaran utamanya tak lain adalah Patriark Ignatius Aphrem II, patriark Gereja Ortodoks Syria yang bertahta di Damaskus sejak tahun 2014.

Saat itu Patriark Aphrem II sedang dijaga oleh Sutoro, milisi Kristen yang berbasis di wilayah timur laut Suriah. Anggota Sutoro menghentikan pelaku di luar gereja tempat upacara itu diadakan. Ketika hendak diinterogasi, imam gadungan itu langsung meledakkan bom dan membunuh dirinya sendiri. Akibatnya, tiga anggota Sutoro tewas dan lima orang lainnya terluka.

Sang patriark sendiri sama sekali tidak terluka. Diwartakan Express, Selasa (21/6/2016), pelaku bom bunuh diri itu melakukan aksinya bertepatan dengan hari peringatan pembantaian terhadap umat Kristiani lebih dari seabad lalu.

Penduduk pun berkumpul di aula besar gereja dalam rangka mengenang puluhan ribu orang Kristen yang meninggal akibat kekejaman militer Kesultanan Turki Ottoman, yang pembantaiannya dimulai sejak 1915 tersebut.

“Pelaku berusaha masuk ke aula di mana jemaat berkumpul, tetapi dihentikan penjaga setempat. Akhirnya, dia meledakkan diri di tengah-tengah kerumunan,” demikian kesaksian salah seorang anggota Sutoro yang selamat dari ledakan.

Serangan ini merupakan yang keempat kalinya terjadi di Wusta, kawasan di Qamishli, yang sangat berdekatan dengan tempat tinggal suku Asyur dan Armenia.

Salah satu lembaga kampanye setempat AFDA menilai berbagai serangan terorisme itu bermaksud mengusir paksa orang-orang Kristen dari tanah kelahiran mereka di Qamishli. Dengan kata lain menjadi ujian tersendiri bagi mereka untuk bertahan di tanah peninggalan nenek moyang mereka.

Setelah serangan itu, Patriark Aphrem mengatakan: "Saya ingin melihat orang-orang Kristen yang tersisa di sini di tanah air mereka dari nenek moyang mereka. Darah para martir kami telah dicampur dengan tanah negeri ini, Bethnahrin selama berabad-abad."

5 komentar:

  1. Bila Islam menjadi Minoritas, mengajarkan Rahmatan Lil Alamin,
    Jika Islam sudah menjadi mayoritas, cukup kuat dalam
    persenjataan, maka bunuhlah orang2 Kafir.

    BalasHapus
  2. Hai orang2 yg beriman perangilah orang2 Kafir yg di
    sekitar kamu Qs at Taubah 123
    Kelak akan Aku jatuhkan rasa takut ke dalam hati
    orang2 Kafir maka penggallah kepala mereka & pancung
    ujung jari mereka QS 8 : 12
    Apabila kamu bertemu dengan orang2 kafir maka
    pancunglah batang leher mereka QS 47 : 4

    BalasHapus
  3. ISIS ingin memusnahkan orang2 Kristen di Timur Tengah.

    BalasHapus
  4. Sudah saatnya negara2 Barat seperti Inggris, Jerman, Perancis,
    Amerika Serikat & Rusia bersatu memerangi ISIS.

    BalasHapus
  5. Islam bagaikan kanker yg harus di potong sampai ke akarnya.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...