Minggu, 05 Juni 2016

Gereja-gereja di Jawa Barat Diperas oleh Ormas Berlabel Agama "Kalau Ingin Ibadah Aman, Bayar"

Gereja-gereja di Jawa Barat Diperas oleh Ormas Berlabel Agama "Kalau Ingin Ibadah Aman, Bayar"

PURWAKARTA - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia (RI) Imdaddun Rahmat menyebut banyak gereja di kawasan Bandung Raya menjadi obyek pemerasan.

"Nilainya puluhan sampai ratusan juta rupiah," ujar Imdaddun saat menyambangi Gedung Negara Pemkab Purwakarta, Sabtu (4/6/2016). Organisasi keagamaan itu berdalih uang yang mereka pungut untuk pengamanan. "Jika ibadahnya di gereja ingin aman, mereka harus bayar (ormas keagamaan itu)."

Imdadun mengatakan pemerasan itu terungkap saat ia dan komisioner Komnas HAM lain bertemu dengan pengurus gereja di Bandung dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu juga terungkap, meski sudah menyetor uang ke ormas tersebut, gangguan tetap ada dari ormas lain, yang juga meminta dana pengamanan.

"Dalam pertemuan dengan pengurus gereja di kawasan Bandung dan sekitarnya, mereka jadi sub obyek pemerasan dari kelompok-kelompok mayoritas," ujar Imdaddun.

Disinggung siapa yang memeras pengurus gereja, kata Imdaddun, ia menegaskan bahwa pelaku-pelaku pemerasan terhadap gereja kebanyakan organisasi massa (ormas) mengatasnamakan agama.

"Ya, ormas berlabel agama. Saya tidak sebut ormas agama yang mana. Tapi yang pasti memeras materi, kalau ingin aman tidak diganggu, ya bayar," ujar Imdaddun.

Ia merinci modus pemerasan tersebut. Misalnya, gereja belum memiliki IMB tapi umat gereja ingin beribadah, ormas tersebut meminta bayaran.

"Ada gereja tidak miliki IMB, dapat jaminan beribadah di gereja, pengurus gereja bayar sejumlah uang untuk dapatkan jaminan keamanan. Itu tidak hanya satu ormas, satu gereja tapi didatangi kelompok lain dengan jumlah uang yang besar," ujar Imdaddun.

Komnas HAM berharap pemerintah lokal dan aparat keamanan, Polri dan TNI bisa menindak tegas tindakan-tindakan tersebut.

25 komentar:

  1. jika memang betul ada pemerasan sebaiknya fihak gereja segera lapor kpd fihak yg berwajib. jangan mengumbar berita yg belum tentu kebenaran nya dan memicu bentrok antar umat beragama. jagalah keutuhan dan kenyamanan NKRI.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga baca beritanya, bos? Walau sentimen biasakan baca dulu. Itu sudah dilaporkan ke komisioner komnasham. Di jawa barat, melaporkan hal semacam ini ke polisi sama saja mengadu pada angin. Salah2 palakan nya berlipat ganda.

      Hapus
    2. masalahnya kalo dilaporkan malah jadi horor. memang selama ini pelaku pengrusak gereja, membubarkan orang yang sedang ibadah keluarga, membubarkan kegiatan komunitas (dgn alasan kristenisasi padahal kegiatannya hanya untuk kalangan intern) dll pada ditangkap dan diadili? kan nyatanya tidak. bisa-bisa disate yang lapor dan komunitasnya. dan lagi apanya yang belum tentu kebenarannya? baca sumber beritanya, jelas kok. bukannya yang menyampaikan ketua komisi HAM RI? dia bukan anggota gereja kok.

      Hapus
    3. Baca dulu sebelum buka mulut! Ikuti beritanya! Jangan tunjukkan ketololanmu dan kemunafikanmu dengan cara asbun doang!

      Hapus
  2. kalau ada Jiziyah , semua beres?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksud loe pajak keamanan bagi non muslim di negara Islam
      Timur Tengah, Non Muslim di jadikan dhimmi (budak)warga kelas dua.

      Hapus
  3. Miris bangt ya...toleransi slogan semata. Dasar negara pancasila hanya sbg hiasan aja. Lama2 indonesia bkn negara berdasarkan pancasila tp berubah menjadi negara berdasarkan fulus.
    Hanya bisa berdoa lawatan turun bg bangsa ini...hujan pertobatan Tuhan curahkan..agar bgsa ini menjadi bgsa yg dimenangkan. Amin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Negeri ini memang akan menjadi negara islam, damn akan terjadi genosida kristen seperti yang terjadi di Pakistan, Iran, dan Afrika! Itu sudah tertulis di Wahyu. AntiKristus itu akan datang dan menguasai tanah serta kerajaan di bumi! Mereka yang tak setuju dengan Kristus adalah AntiKristus, dan itulah kaum muslim!

      Hapus
  4. Ini blog buat Gereja ko ada iklan segala...? cursor di bikin aneh2...?

    BalasHapus
  5. kalo gak ada bukti sama aja hoax. jangan jadi media provokator pemecah belah dalam umat beragama

    BalasHapus
  6. Balasan
    1. mas tinggal dimana? main-main coba ke gereja2 di jabar, terus tanyain pengurus gereja disana, berita ini bener aapa nggak.

      begitu cara mastiin berita hoax atau nggak.

      Hapus
    2. itu liat make mata mas, sumbernya dari tempo dan tribunnews loh. Media kredibel macam mereka share berita hoax? situ sehat?

      Hapus
  7. sudah rahasia umum.. dan kepala daerah hanya menutup mata akan hal ini. miris

    BalasHapus
  8. lapor polisi pasti akan ditindak ormas2 tsb

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak segampang itu. Polisi ga bakal bisa nindak mereka seenaknya. Ormas macam mereka punya power yang gabisa cuma polisi yang nindak.

      Hapus
  9. Ormas emang di mana" kerjaan nya palak uang orang, pedagang ,pengusaha, siapa yg gk tau, gk usah munafik pake acara pura" gk tau

    BalasHapus
  10. Pedagang minoritas mana yg bisa dagang di jabodetabek kalau gk bayar uang keamanan ke ormas, omong kosong kalau ada yg bilang gk tau, bullshit, ormas gk ada bedanya ama bajingan perampok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ormas Islam FPI suka sweeping & Anarkis atas nama
      kesucian bulan Ramadhan,FPI tidak bedanya dengan
      Preman berjubah berkedok agama.

      Hapus
  11. Edi Sulistiono
    22 Mei pukul 4:34 ·

    Akupuntur Panggilan Bandung- Cimahi. Hub. 0822 4009 5673 ; 0838 2067 4030. Melayani mulai th. 1991 , Semuanya karena kemurahan Tuhan. Berkah Dalem Gusti,

    BalasHapus
  12. Akupuntur Panggilan Bandung- Cimahi. Hub. 0822 4009 5673 ; 0838 2067 4030. Melayani mulai th. 1991 , Semuanya karena kemurahan Tuhan. Berkah Dalem Gusti,

    BalasHapus
  13. Kegiatan mpemerasan itu dibackup oleh pemda/pemko dan aparat! Kalau tak dibackup. mana ada yang berani! Yang penting jangan dikasi sama laknat2 itu. Kalau mereka mengancam bakar gerejanya, kita lihat dulu! Pemerintah c/q pemerintah daerah memang punya agenda menghabiskan ktisten di Nusantara ini dan membuat Indonesia menjadi Suriah kedua! Mari kita lihat!

    BalasHapus
  14. halah yang meras-meras itu bilang saja kere & ga punya duit. gausah pakai meras segala lah. toh kalo minta baik-baik pasti dikasih.

    BalasHapus
  15. Seharusnya izin pendirian rumah ibadah lebih di sederhanakan lagi.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...